
Sepanjang malam mereka menunggu Nana sadar bahkan kamar Nana sudah Daz,Alex serta Natan yang dengan setia selalu menggenggam tangan Nana yang belum juga sadarkan diri kecuali kedua orang tua Natan Karna mereka sudah pamit pulang sedari tadi.
Natan merasa terpukul atas apa yang terjadi, bahkan dia menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa Nana sampai dia melupakan kalau dia sendiri juga terluka , dengan muka yang lebam.
" Nay bangun, maafin aku yang lalai jagain kamu" lirih Natan sendu sambil menggenggam dan mengelus lembut tangan Nana berharap ada respon dari Nana.
"Natan!... Istirahat lah sebentar biar abang dan Alex yang gantian jagain Nana" kata Dazian
" Biarkan kau menjaganya sebentar lagi bang, ini semua Karna Natan ,Nana jadi begini" ucap Natan sendu.
"Baiklah kalau begitu " ucap Daz sambil kembali ke sofa besar di kamar Nana.
Tiba-tiba Natan merasakan pergerakan dari tangan Nana yang sedari tadi dia genggam.
"Nay .... Naya.." panggil Natan.
Alex dan Daz pun mendekat mendengar suara Natan yang memanggil Nana.
Nana pun membuka mata dengan perlahan mendengar seseorang memanggil namanya, Nana melihat Alex dan Dazian di samping kanan serta Natan di sebelah kirinya. Nana menatap sendu meraka yang terlihat lesu terlebih lagi Natan yang mata sudah memerah akibat menahan tangis.
Dazian yang melihat Nana sadar pun langsung memencet tombol di samping brankar Nana, memanggil dokter untuk memeriksa kondisi nya.
"Ha-us" ucap Nana terbata
Tanpa di suruh 2 kali Natan langsung mengambil segelas air putih yang ada di meja samping nya.
Ceklek.... Pintu terbuka Dokter pun datang dengan beberapa perawat. Memeriksa keadaan Nana.
" Keadaan sudah membaik, hanya saja luka tembak nya belum membaik jadi jangan banyak bergerak" kata dokter
" Kami akan memastikan tetap di kasur dok" ucap Alex
"Ya kami akan memastikan tidak bergerak kemanapun " ucap Natan sambil menatap Nana.
Glekk.... Nana menatap para abangnya dan Natan
'huh alamat gak bisa kemana-mana ini" batin Nana
" Baiklah kalau begitu kami permisi dulu" ucap sang dokter sambil melangkah keluar kamar rawat Nana.
Pagi ini Nana sudah bangun sebelum matahari memunculkan cahayanya.
Ceklek ...
Perawat pun masuk membawa makanan untuk sarapan Nana beserta obatnya Natan pun mengambil mangkuk berisi bubur itu.
"Sarapan apa Nat?"tanya Nana.
"Bubur" ucap Natan membuat Nana menatap malas Natan,sudah bisa Nana pastikan bahwa itu adalah bubur hambar khas rumah sakit.
Nana menggeleng kan kepala nya saat Natan mencoba menyuapkan bubur padanya, tanda iya tidak ingin memakan bubur itu.
"Aku tak ingi bubur hambar itu Nat" ucap Nana
" Jadi tidak ingin makan ini nih" kata Natan
"Of course not!!!" Kata Nana lagi
" Baiklah aku akan meminta dokter menambah waktu rawatmu di rumah sakit " peringat Natan
Glek ... Nana pun merasa sulit menelan ludahnya mendengar ucapan Natan 'alamat mati bosan gua disini ' pikir Nana
" Baiklah" lirih Nana pasrah.
Natan pun segera menyendok bubur itu ke mulut Nana,dengan terpaksa Nana pun menerima bubur yang hambar itu.
" Sedikit lagi ay" ucap Natan
" Aku kenyang" ucap Nana
" Ya sudah sekarang minum obat ya ay" Natan pun mengambil kan obat Nana.
Dan Nana langsung meminumnya.
Huekk ...
"Pahit... " Ucap Nana hampir memuntahkan obatnya.
" Tak sepahit hidup kamu kan ay" ucap Natan.
" Aku merasa mual mendengar kata-kata kamu Nat" ucap Nana terkekeh.
"udah bisa bercanda aja nih!,Yaya Abang sama Alex pulang dulu Yaya gak pa pa kan?" Tanya Daz
" Iya bang aku udah gak pa pa ko ." ucap Nana
Alex dan Dazian pun melangkah pergi keluar ruangan Nana, setelah berpamitan dengan Nana.
Ceklek... Pintu kembali terbuka.
"Daddy, mommy" ucap Natan melihat kedatangan kedua orang tuanya.
"Om , Tante " sapa Nana
" Baru saja kamu sampai " ucap Daddy Devan
" Gimana kabar kamu sayang?" Tanya mommy Yuri pada Nana
"Baik Tante" ucap Nana singkat
"Syukur lah kalau begitu" ucap mommy Yuri
Sementara Di sekolah para murid kini sedang beristirahat di kantin. Fira dkk serta geng Tiger duduk di meja yang sama.
"Nana hari ini gak masuk lagi " ucap Fira membuka suara nya.
" Natan juga, kata Natan Nana sakit" ucap Gabriel agak
" Hah gimana gimana coba Lo ulangi" ucap Sinta.
" Nana sakit tadi Natan baru ngabarin kita kita "jelas Jay.
" Aku tadi sempat buat coba hubungi Nana tapi no nya malah gak aktif" lirih Fira
" Mungkin batrainya habis? Sapa tau kan !!" Ucap Jay lagi
" Gimana pulang sekolah nanti kit jenguk Nana " ajak Anya
" Entar deh gua kontek Natan dulu di rawat di mana" ucap Gabriel
Ting...
Ting.... Bell masuk berbunyi Fira dkk serta geng Tiger kembali ke kelas masing-masing, kembali belajar.
Jam 14:30
Bell pulang sudah berbunyi sekitar 15 menit berlalu. geng Tiger baru keluar kelas menuju parkiran, sesampainya mereka di parkiran ternyata para gadis gadis yaitu Fira dkk sudah menunggu nya.
" Sorry lama " ucap
" Kita santai ko kaya di pantai kan gaess" sahut Fira
" Yoi" ucap Sinta
" Berangkat !!!, kalian ikut kita apa bawa mobil sendiri?"tanya Jay
Fira dkk pun saling pandang setelah mereka setuju satu mobil dengan geng Tiger, Mereka pun langsung tancap gas ke hospital tempat Nana di rawat dengan Jay yang mengemudi.
Mobil yang di jalan kan jay pun sampai di depan hospital dan dia langsung mencari tempat parkir.
Mereka memasuki rumah sakit dan menaiki lift.
Ting...... Pintu besi itu pun terbuka. Meraka yang di dalamnya punya keluar berjalan menuju ruangan tempat Nana yang sebelumnya sudah di beri tahu Natan.
Tokk.. tokk..tokkk..
Jay pun mngetuk pintu kamar Nana dan tak lama kemudia pintu terbuka.
Ceklek..... Tampak lah Yuri yang membukan pintu.
"Ah dam,Jay Gabriel mau jenguk Nana ya, silakan masuk" ucap Yuri mempersilahkan mereka masuk
" Eh ada temen temennya Nana juga?" Ujar Yuri menatap Fira dkk yang berdiri di belakang geng Tiger.
"Halo Tante" sapa mereka
" Ayo semua masuk" ucap Yuri lagi
"Permisi Tante " ucap mereka bersama sambil masuk melewati Yuri, dan di angguki Yuri dengan senyum nya.
" Eh kalian?" Kaget Nana
" How are you Nay? " Sapa Fira sambil menyodorkan beberapa bingkisan buah yang di baw dia dan yang lainya .
" Fine " ucap Nana singkat.
Natan dengan cekatan menerima bingkisan tersebut dari teman temannya.
" Thanks all" ucap Nana
" Gimana keadaan loh udah membaik?" Tanya Anya
" Lumayan lah, mungkin sekitar seminggu lagi gua keluar" jawab Nana membuat teman temannya terkejut. ' separah itu kah sakit Nana ' pikir teman temannya.
" Loh sakit apa nay?" Tanya dam
" ...." Nana terdiam tak ingin bilang Karna tak ingin membuat teman temannya merasa khawatir,syukur lebam di muka nya sudah tak nampak lagi sehingga tak membuat teman temannya itu curiga.
" Jadi gimana sekolah" Natan yang paham Nana malas menjawab pun mengalihkan pembicaraan Meraka.
" Dad , mommy laper" ucap mommy Yuri
" Ya makan mommy!!" ucap Daddy Devan
" Daddy temani yah" kata mommy Yuri lagi. Daddy Devan yang sedang duduk di sofa pun segera bangun . Membawa sang istri keluar kamar Nana untuk mencari makanan. Meninggalkan perkumpulan para remaja remaja yang asik dengan obrolan Meraka.