Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
season 2 Memberi Anin pelajaran



Siapa Aksa sebenarnya? " Batin Queen.


Aksa menginjak belakang ketua yang menghadang mobil mereka.


"Katakan sekarang atau seluruh keluarga mu aku habisi , Kau sangat berani melawan mafia dari kelas atas! " Tekan Aksa datar namun masih bisa di dengar Queen yang ada di dalam mobil.


" Aa-apa? " Ucap lelaki tersebut terkejut oleh ucapan Aksa barusan, namun ia berfikir katanya dari mafia kelas atas, membuat nya langsung ketakutan. Aksa melambaikan tangannya ke Udara satu persatu anak buah Aksa keluar dari persembunyian mereka yang lengkap membawa senjata api di tangan mereka.


" King! " Sapa mereka serempak. Queen yang di dalam mobil langsung keluar.


" Mafia Black Diamond " Gumam Queen. Bagaimana Queen bisa tau karena lambang yang ada di baju mereka.


" Mereka sangat patuh pada Aksa? " Batin Queen.


" Ada apa dengan wajahmu? Apa kau tak mencari tau dulu siapa orang yang akan kau serang, sehingga kau tidak akan hanya mengantarkan kematianmu " Ucap Aksa.


" Maafkan saya tuan, tolong ampuni saya" Mohonnya. Setelah Aksa menarik lengan bajunya sampai ke siku. Melihat gelang Aksa yang berlambang ketua dari mafia BD atau singkatan dari. Black Diamond. Yang terkenal kekejaman nya.


" Siapa? " Tanya Aksa lagi membuat lelaki tersebut langsung mengerti.


" Tuan Fardo ya tuan Fardo ketua White Ace menyuruh saya untuk membunuh gadis bernama Queen" Jawabnya dengan takut.


" Bawa dia ! " Perintah Aksa. 2.ornag kepercayaan Aksa pun langsung menyeret nya nya. Memasukkan nya kedalam mobil box hitam.


" Sayang kamu kenal Tuan Fardo ? " Tanya Aksa pada Queen yang bersandar di pintu mobil.


" Ayahnya Anin" Jawab Queen, menatap Aksa.


" Gadis sia**n harusnya semalam biarkan saja aku menghajar nya sampai mati sayang" Kata Aksa emosi.


" Kamu tenang saja sayang, seekor nyamuk takkan bisa membunuh ku" Ujar Queen.


" Aku juga akan selalu melindungi mu sayang" Ujar Aksa memeluk Queen.


" Kamu ketua Mafia BD? " Ucap Queen, Aksa membeku dia baru sadar Queen pasti mengenali anak buahnya tadi.


" Ya " Jawab Aksa mengangguk.


" Ya aku memang ketua Mafia dari black Diamond, Mafia yang dari kakek dari ibuku dari 2 tahun yang lalu sejak aku menerima jabatan sebagai ketuanya, kami bekerja sama dengan pemerintah, untuk memberantas korupsi, dan yang lainnya. Kami juga tidak akan membunuh jika mereka tidak mengusik kami terlebih dulu" Jelas Aksa pada Queen.


" Hebat banget sih kamu" Bulannya marah Queen malah memuji Aksa.


" Kamu gak marah? " Tanya Aksa .


" Buat apa aku marah pacar aku hebat gini" Puji Queen.


" Kamu juga kan yank? " Ucap Aksa.


" Juga apa? " Bingung Queen.


" Kelompok Mafia " Jawab Aksa.


" Dari mana kamu tau sayang? " Tanya Queen.


" Itu dari tato kamu" Tunjuk Aksa pada pergelangan tangan Queen.


Queen pun melihat pergelangan tangannya yang bertato.


" Emang kamu tau ini tato sayang? " Tanya menatap Aksa.


" Tau dong, bunga rose pakai mahkota, tanda dia inti dari Mafia Azzura rose, sama dengan nama gengnya Ketuanya Sagara" Jawab Aksa.


" Yah kamu benar sekali sayang" Ucap Queen, lalu Aksa menarik Queen masuk kembali kedalam mobil.


Queen sudah kembali ke mansion Cakra, dan Aksa sendiri yang mengantar nya tadi malam. Setelah mereka selesai berjalan-jalan.


" Pagi daddy, abang! " Sapa Queen, keluar dari lift dan memakai lengkap seragam sekolah nya.


" Ade mau sekolah? " Tanya Cakra.


" Iya dad" Jawab queen, menarik kursi samping Sagara.


"Tidak boleh" Tegas Cakra.


," Why? " Tanya Queen cemberut.


" Itu hukuman karena udah gak jujur sama daddy " Jawab Cakra. Yap Cakra awalnya sangat saat tau permata tersayang nya di sakiti oleh seseorang, Cakra pun kesal karena ke dua anaknya tak ada yang jujur padanya, hingga di tau dari Jonathan kalau putrinya terluka.


" Boleh ya dad" Kata Queen dengan muka anka kucing, berharap Cakra luluh.


" Tidak! " Tegas Cakra.


Dan Sagara menjawab dengan gelengan, tidak bisa membantu apa-apa, Cakra memang tak pernah melarang mereka melakukan apapun selagi itu tidak membuat mereka berdua terluka, namun jika Cakra mengatakan tidak, maka tak ada seorang pun yang bisa membantah titah bapak Cakra. Pada akhir nya Sagara pergi sendiri ke sekolah.


Sesampainya di parkiran.


"Mana Queen bang? " Tanya Rakha celingukan.


" Di hukum daddy gak boleh ke sekolah hari ini " Jawab Sagara.


" Ini semua gata-gara mulut lemes bang Rakha" Kesal Jofa, tak bisa ketemu kaka tersayang nya.


" Sorry " Ucap Rakha, karena kemarin dia tak. Sengaja bercerita pada mamanya dan ayahnya hingga, jo lah yang mengadukan nya pada Cakra. Karena hanya Cakra yang sanggup menolak permintaan Queen.


" Mana nih bebeb Queen " Kata Ino yang baru datang bersama inti Alaska lainnya.


" Masih libur " Jawab Sagara.


" Anin" Panggil Aksa.


" Aksa! " Senang Anin yang tengah berjalan menuju toilet. Melihat Aksa menyapa dan menghampiri nya.


" Bisa kita bicara? Ayo ikut dengan ku" Ajak Aksa menjauh dari toilet.


" Kemana? " Tanya Anin. Akhirnya Aksa balik lagi padaku" Ucap Anin dalam. Hati.


" Ikut saja" Kata Aksa menarik Anin.


" Apa sebenarnya yang ingin kamu bicarakan Sa?" Tanya Anin agak bingung.


" Aksa memegang tanganku, apa dia ingin menyatakan perasaan padaku, astaga aku sangat bahagia " Batin Anin.


Gudang sekolah. Yap Aksa membawa Anin kegudang


" Untuk apa kita ke sini? " Tanya Anin pada Aksa bingung.


" Terus lo mau kemana? , mall, taman? Atau ke hotel?" Tanya Aksa balik. Tersenyum smirk.


" Maksudnya apa Aksa? " Heran Anin.


" Ternyata lo memang bodoh" Ujar Aksa langsung menjambak rambut Anin, sampai dia merintih kesakitan.


" Arrghhhh, sakit Aksa apa apa salahku kenapa kau melakukan ini kepadaku? " Ucap Anin kesakitan.


" Karena lo sudah menyakiti kesayangan gue Anin" Tekan Aksa.


Plakkk


Arghhhhhh.


" Lepasin , ini sakit Aksa " Ucap Anin.


" Sakit kan, kemarin gue belum puas mukul lo, gara-gara ulah lo kesayangan gue sampai demam ! ! " Bentak Aksa.


" Bagus lah memang itu yang kau inginkan,akan lebih baik jika j**ang kecil itu mati saja" Ucap Anin seraya memberontak.


Dengan kesal Aksa melepaskan jambakan, hingga membuat membuat kepala Anin jatuh terbentur.


" ck Ja**ng kau bilang!, yang lebih pantas di sebut ja**ng itu adalah lo!" Bentak Aksa.


" Jika saja Queen tidak melarang gue untuk membunuh lo , sudah gue bunuh lo sekarang! " Ucap Aksa mencengkram dagu Anin dengan keras hingga meninggal kan bekas.


Brukkk


Aksa dengan sengaja menendang Anin hingga tersungkur lalu pergi keluar dari gudang.


"Hiksss.. Sakit sekali, hanya karena, ja**ng si*lan itu Aksa menyakiti ku sampai begini" Isak Anin.


" Semuanya ini gara-gara Queen, gue gak pernah rela, Aksa cuma milik gue. Miliknya Anindya! "


" Gue bakalan bunuh lo Queen! Pokoknya lo harus mati! " Tekan Anin.


" Gue gak bakalan biarin lo hidup! " Ucap Anin keluar dari gudang menuju UKS, walaupun dengan tertatih-tatih.