
Tak terasa hari ini hari kenaikan serta kelulusan untuk para murid kelas 12 .
" Ya ampun udah naik kelas 12 aja nih kita " ujar Fira
" Ya ialah Lo mau emang kelas 11 mulu mau tinggal kelas Lo" kata Sinta.
" Y enggak lah " jawab Fira.
" Ceye yang bakal LDR di tinggal ayang kuliah ke London " ejek fira pada Anya.
Ya Gabriel sudah lulus lebih dulu dan Sekarang Ingin kuliah di London seperti ke keinginan kedua orang tuanya , mau gak mau Anya dan Gabriel bakalan LDR
" Biasa aja dong " kata Anya.
" Gak sedih Lo ditinggal jauh ?" Tanya sinta
" Ya sedih lah tapi mau gimana lagi" jawab Anya
" Eh Nay Lo gak sedih nih di tinggal Natan pergi gue denger sih dia mau kuliah ke Australia " ujar Fira
"Emang dia siapa gue harus banget gue sedih dia yang lulus " jawab Nana.
" Ya kali Lo masih cinta " kata Fira .
" Sorry tapi gue udah bahagia Sama ka cakra " jawab Nana.
" Eaaaaaa sad boy menangis di pojokan pemirsa " sahur Sinta sambil menujuk Mahen
" Ya elah gue udah move on dari Nana " kata Mahen
Membuat mereka semua tertawa.
" Hussss diam waktunya pengukuhan murid kelas 12 " kata Anya.
Mereka semua pun fokus dengan acara perpisahan kelas 12 serta kenaikan kelas 10 dan 11.
" Akhirnya selesai tuh acara " kata Sinta
" Iya gue udah bosan banget" ujar Sinta.
" Kalian liat gak Cecil nempel terus sama Natan bagaikan lem tikus lengket nya" sindir Sinta.
" Iya gue juga liat" ujar Fira
" Ko mau ya Natan di gituin?" Heran Fira
" Betul padahal kan di ganteng most wanted juga siapa coba yang gak mau eh dia lebih suka sama kutu hewan " ujar Sinta.
" Kalau udah cinta jadi buta gaesss" sahut Mahen.
" Nana!!!!" Sebuah Teriak terdengar..Nana pun menoleh dapat dia lihat Yuri sedang melambaikan tangannya. Nana yang paham pun mendekati Yuri.
" Gue kesana dulu gaess" kata Nana.
Teman temannya pun mengiyakan.
" Mommy" sapa Nana.
" Nana ko gak pernah ke mansion mommy lagi?" Tanya Yuri sedih.
" Maaf ya mom Nana sibuk kemarin-kemarin" jawab Nana.
" Mommy Daddy sama Natan mau pindah ke Australia sayang" kata Yuri menatap Nana dengan sendu.
" Kenapa mom?" Tanya Nana.
" Daddy ada kerjaan lama disana selain Natan mau kuliah disana sayang " jawab Yuri.
" Terus yang mengurus perusahaan Disini siapa mom ". kata Nana.
" Ada orang nya daddy yang mengurus " ujar Yuri.
" Bagus dong mom" kata Nana.
" Mommy jadi sedih gak ketemu Naya " kata Yuri.
" Kan mommy bisa sesekali ke sini " kata Nana lagi.
" Sekali lagi mommy minta maaf untuk kesalahan Natan ya Nay , mommy tau Natan pasti sangat menyakiti kamu" kata Yuri yang sudah mengeluarkan air mata.
" Udh mom Nana gak masalah ko" kata Nana.
" Daddy juga minta maaf " kata Devan.
" Gak papa dad " ujar Nana memeluk Devan
Ya mereka sudah Nana anggap orang tua sendiri walaupun hubungannya dengan Natan sudah berakhir.
" Mom kita pulang " ajak Natan yang baru datang dengan Cecil yang selalu menempel bagaikan kutu.
" Naya " lirih Natan , Nana pun mendekati Natan dan mengulurkan tangannya.
" Selamat ya udah lulus " ujar Nana tersenyum tulus, Natan pun menyambut uluran tangan Nana.
" Makasih " kata Natan.
Sementara Cecil yang di samping Natan tengah memasang wajah kesal dengan adanya Nana.
" Selamat Cecil" kata nana di sertai senyumnya.
Nana biasa saja menghadapi Cecil dan Natan Karna jujur perasaan dia. Dengan Natan meneng sudah tak ada rasa lagi.
Sedangkan Cecil hanya membalas nya dengan senyuman.
" Dad mom Nana samperin teman-teman Nana lagi ya , kalian hati-hati" ujar Nana.
" Nana pun kembali ngumpul dengan teman-temannya dan ternyata disana sudah ada geng Tiger kecuali Natan. Ya semenjak datang nya Cecil Natan sudah sangat jarang ngumpul bareng Mereka.
" Eh Nay habis ini kita-kita mau makan di bakso pak amat mau ikut gak" ajak Jay
" Boleh " kata Nana.
Sudah beberapa bulan mereka memang sering ngumpul di warung bakso pak amat ya Karna memang baksonya enak serta pak amat nya yang juga sangat gaul dan ramah.
" Berangkat sekarang aja gimana entar sotonya habis lagi" ujar Fira
" Skuy gas Ken" kata Sinta
Mereka menaiki mobil mereka masing, Nana dan yang lainnya sudah sampai di warung bakso pak amat, warung yang tadi nya sudah ramai Sekarang semakin ramai setelah kedatangan mereka. Mereka semuanya langsung mencari tempat duduk yang masih kosong. Pak amat yang melihat kedatangan mereka pun langsung menghampiri mereka yang sudah mendapatkan tempat duduk.
" Eh gadis-gadis cantik sudah datang" kata pak amat yang memang mengenal mereka semua.
" Kita yang cowok gak di sapa pak?" Tanya Jay.
" Saya sudah bosan lihat wajah kalian gitu-gitu aja " ujar pak amat , yang mengundang tawa para gadis.
" Ingat bini pak " ujar Damian.
" Hehe, jadi mau pesan apa nih? Kaya biasa " Tanya pak amat .
" Kaya biasa pak bakso komplit 8 Sama teh es nya juga 8" ucap Jay memesan.
Ya mereka ber 8 dengan Mahen yang juga ikut untuk pertama kali nya.
Tidak dengan Nana dkk sudah sering ngumpul dengan geng Tiger tapi tanpa Natan ya gaess.
" Wha nambah anggota nih, tampan dari pada kalian" ejek pak amat pada geng Tiger.
" Dia emang tampan tapi dia sad boy pak" sahut Gabriel.
" Sialan Lo " umpat Mahen
" Wah kasian ya emang tampan saja tak menjamin punya pasangan, liat aja muka Gabriel muka pas Pasan masih bisa dapat neng Anya yang gelis ini" kata pak amat panjang lebar.
" Eeeaaa musik" sahut Damian. Yang mengundang gelak tawa mereka.
"Ada lagi gak nih tambahan nya ?" Tanya pak amat.
" Udah pak itu aja paling nanti tambah gorengan aja" kata Jay.
" Oke di tunggu ya " ujar pak amat meninggalkan meja Mereka.
Sambil menunggu pesan mereka bertukar cerita.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.
" Makasih pak " ucap mereka hampir bersamaan.
" Sip di makan sampai kenyang" ujar pak amat.
Mereka semua pun telah selesai memakan baksonya serta beberapa gorengan.
Sementara teman temannya asik ngobrol Nana pun berjalan ke kasir membayar pesanan.
" Buat semuanya pak" Nana memberikan 5 lembar uang 100 ribuan untuk membayar pesanan mereka semua.
" Ini kebanyakan neng" ucap pak amat mengembalikan sisanya.
" Udah buat bapak aja " tolak Nana
" Ya ampun makasih banyak neng Nana" kata pak amat bersyukur.
" Iya pak, hitung-hitung rezeki kenaikan kelas pak" kata Nana, sambil berjalan menuju tempat duduknya tadi.
" Balik yu" ajak Nana
" Tunggu belum bayar nih" ujar Jay.
" Kumpulan nih gaess uangnya gue yang antar " kata Fira.
" Gak perlu semuanya udah gue bayar " ujar Nana.
" Wihhh sultan dh bayarin , makasih lo" kata Damian.
" Makasih Nay "
"Sering-seringlah traktir" kata mereka.
Nana pun hanya membalas nya dengan tersenyum melihat tingkah teman temannya.
selesai dengan acara makan-makan mereka pulang ke rumah masing-masing.