
Saat di jalan menuju parkiran, di Koridor Queen dan Aksa bertemu dengan Sagara yang baru saja keluar dari toilet dan ingin ke UKS melihat kondisi Queen.
" Mau lo bawa kemana Ade gue? " Tanya Sagara pada Aksa yang tengah menggendong Queen.
" Ade mau pulang aja bang, bolehkan" Sahut Queen.
" Boleh, tapi jangan pakai motor adekan masih sakit,nih pakai mobil Abang aja Kata Sagara. menyerahkan kunci mobilnya pada Queen.
" Terus abang pulangnya gimana? " Tanya Queen.
" Gampang, ikut Kenzo juga bisa nanti" Jawab Sagara
" Pakai motor gue aja Gar" Kata Aksa. Mengeluarkan kunci motor dari sakunya dengan tangan sebelah yang masih menahan badan Queen di gendongannya.
" Oke hati-hati balik nya, nanti tas kalian biar gue yang bawa " Ujar Sagara.
Sesampainya di parkiran, Aksa lalu menurunkan Queen dan membukakan pintu mobilnya. Mobil Sagara pun di bawa oleh Aksa melaju menuju mansion Cakra.
Sesampainya di mansion Aksa membukakan pintu mobilnya untuk Queen. Namun Queen tak juga beranjak keluar.
" Kenapa hemm? " Tanya Aksa iya tahu di gerak gerik Queen terlihat gelisah.
" Mau gendong boleh?" Lirih Queen
Bibir Aksa tersenyum mengembang, mendengar permintaan Queen yang malu-malu.
" Boleh " Kata Aksa merentang tangannya. Di sambut Queen dengan antusias.
," Ringan banget sih lo" Goda Aksa.
," Ih Aksa " Ucap Queen. Menyembunyikan kepalanya ke ceruk leher Aksa, dengan kaki yang melilit erat pinggang Aksa.
" Erat banget! " Ucap Aksa.
" Gue takut jatuh" Ujar Queen. Aksa pun terkekeh Melihat tingkah manja Queen padanya.
Aksa pun membawa Queen masuk dengan menggendong nya. Saat melewati ruang tamu, mereka bertemu dengan bapak Cakra yang hari itu tidak pergi ke kantor , Cakra yang baru saja habis dari dapur untuk mengambil minum. Langkah nya terhenti saat melihat Queen yang tengah dalam gendong Aksa.
" Ade kenapa? " Tanya Cakra menghampiri Queen dan Aksa.
" Tadi Queen pingsan om" Jawab Aksa.
" Kenapa? " Tanya Cakra khawatir.
" Ade cuma kecapean dad jadi minta pulang " Timpal Queen.
" Beneran? atau kita ke rumah sakit aja periksa de, daddy takut Ade kenapa-napa" Ajak Cakra.
" Gak perlu dad biar Ade istirahat di kamar aja ya " Kata Queen di gendongan Aksa.
" Oke ya sudah Sa antar Queen ke kamarnya. " Suruh Cakra.
" Ade mau Aksa juga temanin Ade dad" Ujar Queen memelas.
" Iya sekalian temani ya Sa " Tekan Cakra, karena Queen sendiri yang minta padanya.
" Baik om, saya permisi bawa Queen ke atas " Izin Aksa, di jawab Cakra dengan anggukan.
Aksa menaiki lift menuju lantai 2 kamarnya Queen.
" Anak gue Si paling modus, bisa-bisa si gus Aksa ternodai dapatnya Queen" Gumam Cakra geleng-geleng.
" Kalo Aksa khilaf gimana? Se alim-alimnya diakan juga lelaki normal" Pikir Cakra lagi.
" Eh gak papa juga sih paling-paling nanti kita punya cucu lebih cepat " Ucap Cakra pada foto Nana yang terpampang besar di mansion mereka. Seolah mereka sedang berbincang-bincang.
Sesampainya mereka di dalam kamar Aksa mulai menurunkan Queen dari gendongannya, namun baru saja menyentuh kasur , Queen malah semakin mengeratkan lilitannya pada tubuh Aksa.
" Turun dulu ya, terus ganti bajunya" Ucap. Aksa dengan lembut.
Dengan segala bujuk rayu , akhirnya Queen mau turun dari gendongan Aksa dan mengganti seragam nya dengan baju rumahan dia memakai hot pants dengan baju kaos oversize dan rambut yang di cepol asal, menampilkan leher jenjangnya .
" Wow! " Batin Aksa menatap Queen tanpa berkedip.
" Ya Allah ujianmu" Batin Aksa.
" Aksa! " Ucap Queen merentang tangannya, Aksa yang sudah paham pun menghampiri Queen dan langsung menggendongnya.
" Aksa gak ganti baju? " Tanya Queen.
Aksa menurunkan Queen di kasurnya dan melepaskan seragamnya hingga tersisa celana abu-abu dan kaos hitamnya.
" Temenin Queen ya Sa, jangan pulang" Ujar Queen, menepuk-nepuk kasurnya
" Iya, gue gak kemana-mana kok! " Jawab Aksa lalu duduk di kasur sebelah Queen.
" Aksa! " Rengek Queen.
" Kenapa hemm, gue di sini" Kata Aksa.
" Pengen di peluk" Ujar Queen
" Huhhh" Aksa menghembuskan nafasnya kasar.
" Tahan Sa tahan " Batin Aksa karena Queen terlihat sangat menggemaskan.
Aksa merebahkan diri di samping Queen lalu memposisikan sebelah tangannya sebagai bantalnya Queen. Meletakan tangannya ke pinggang Queen begitu juga Queen sebelah tangannya memeluk pinggang Aksa dan sebelah nya lagi bersentuhan dengan perut Aksa.
" Huahhh daddy perut Aksa sixpack " Batin Queen. Dengan sengaja membelai perutnya Aksa. Aksa menatap Hingga tatapan mereka bertemu.
"Sudah main-mainnya ayo tidur " Kata Aksa.Queen pun menjauhkan tangannya dari perut Aksa.
" Ma-af Aksa " Ucap Queen gelagapan hingga mukanya memerah menahan tangis,dia takut Aksa marah , dengan tingkahnya yang tak sopan tadi.
" Gak papa! Gue gak marah kok" Kata Aksa mengeratkan pelukan nya dengan mengusal-ngusap punggung Queen.
Tak lama dengkuran halus pun terdengar setelah aman Aksa menarik tangannya dan bangun, lalu mulai menyelimuti Queen.
" Akhirnya tidur juga" Kata Aksa ingin beranjak pergi, namun tangannya lebih dulu di cekal Queen yang terbangun.
" Aksa mau kemana? " Tanya Queen dengan nada lirih.
" Gue mau keluar gak enak kelamaan di kamar lo" Jawab Aksa.
" Gak mau ! , Aksa di sini aja temenin Queen " Ucap Queen.
" Gak enak gua " Ujar Aksa.
" Huaaaaaa, gue gak mau di tinggal sendirian" Ucap Queen dengan tangis nya.
" Eh , cup, cup, jangan nangis, oke gue di sini " Ujar Aksa gelagapan . Queen menghentikan tangis mendengar perkataan Aksa lalu menatap Aksa dengan tatapan berbinar.
" Apa lagi? " Tanya Aksa saat melihat Queen merentangkan tangannya.
" Peluk ! " Manja Queen. Aksa mendekat ke arah tempat tidur lalu memeluk Queen. Dan di balas Queen dengan erat.
" Queen ngantuk Sa" Lirih Queen.
"Tidur lagi" Ujar Aksa mulai mengelus- ngelus belakang Queen.
" Aksa naik ke kasur aja ya" Kata Queen sambil mengeluarkan tatapan mautnya.
Lagi-lagi Aksa menghela nafas dan naik ke atas kasur.
" Ya Allah Pengen gue karungin rasanya " Batin Aksa gemas.
Queen kembali menenggelamkan kepalanya ke dada bidang Aksa.
" Hahahaa asiknya, bisa tidur sama cogan. " Batin Queen senang hingga di tanpa sadar kembali terlelap kerena kepala nya terasa sedikit pusing .
Aksa yang masih terjaga, sedari tadi masih sibuk. Memandangi wajah cantik Queen.
. " Cantik " Ucap. Aksa.
Cup
Aksa mengecup singkat pipi Queen tanpa sadar.
" Astaghfirullah' ucap Aksa setelah mencim. Queen
" Airis Queenzea , mulai sekarang lo milik gue, hanya milik Muhammed Aksara al-Malik sayang" Ucap Aksa
" Si gus berani mulai belakang" Kata author.
" Lo cuma milik gue sayang , tak ada boleh menyentuh lo selain gue! " Ucap Aksa.
,