
Hari ini setelah pulang ngumpul Nana hanya berbaring baring di kamarnya.
" Hah bosan " keluhnya.
" Kerumah bang Daz ah" ujarnya.
Setelah bersiap Nana pun pamit pada Dion yang kebetulan sedang di rumah.
" Ayah Nana pergi dulu ya " pamit Nana
" Oke sayang hati-hati" jawab Dion
Nana pun tancap gas menuju rumah Dazian. Sesampainya Nana disana Nana langsung masuk emang sudah kebiasaan nya seperti rumahnya sendiri .
" Abang Da.....eh siapa ya?" Heran Nana.
Melihat seorang gadis cantik sedang duduk di ruang tamu .
" Maaf Anda siapa ?" Tanya Nana mendekati gadis itu.
" Sa... Sa. Saya Alea nona " jawabnya dengan nada takut.
" Yaya " panggil Daz yang baru keluar lift
" Abang dia siapa " bisik Nana mendekati Daz .
" Bukannya tadi Abang dengar udah tau namanya de" kata Daz .
" Siapa bang ? Tiba-tiba bawa cewek bikin Nana kaget aja " ujar Nana.
" Alea sini" panggil Daz pada gadis tadi.
Alea pun langsung menghampiri Dazian.
" Iya tuan" katanya.
" Ini Nana adik saya" ujar memperkenalkan Nana
" Dia Alea orang yang Abang tolong tadi malam " jelas.
" Coba cerita ke Nana bang" ujar Nana.
" Kita duduk dulu lah masa cerita sambil berdiri" ujar Daz.
" Oh iya , ayo ka Alea " kata Nana membawa gadis tadi kembali duduk ke ruang tamu.
Flashback on
Malam itu Dazian baru keluar dari sebuah hotel setelah selesai melakukan meeting dengan kliennya .
Dia serta asisten pribadi nya pun menuju parkiran.
BRUKKK
Seperti bunyi seseorang terjatuh tak jauh dari mobilnya terparkir, Dazian pun mendekat ke sumber suara untuk memastikan. Dan benar ada seorang gadis cantik yang jatuh dengan pakaian sobek tak beraturan serta lengannya yang luka .
" To-tolong saya! " Ucap gadis itu hampir kehilangan kesadaran nya.
" Dazian yang merasa kasian pun langsung mengangkat nya dan memasukkan nya kedalam mobil di bantu asisten nya.
" Langsung ke mansion " ujar Daz .
Selama di perjalanan gadis itu tak pernah diam dia bergerak-gerak seolah merasa kan aneh pada tubuhnya.
" Pa-panas " keluh gadis itu seraya ingin membuka bajunya namun di tahan oleh Daz .
Dia berusaha menekan luka di tangannya agar tetap mempertahankan kesadaran nya.
" Diam lah " kata Daz
" Aku sudah tak tahan tuan ini terasa panas hiksss" tangis wanita itu merasa badan sedang tidak enak dan merasa panas.
" Lebih cepat Ran " perintah Dazian pada Randi sang asisten.
" Seperti nya dia dalam pengaruh obat " batin Daz . melihat reaksi sang gadis di samping nya itu.
Tak lama mobil Daz pun sampai di mansion nya.
" Kau pulang lah " suruh Daz pada asisten nya.
" Baik tuan" Jawabnya.
Daz pun menggendong gadis itu masuk ke dalam mansion dengan jasnya yang sudah di pasang nya d tubuh gadis itu.
Daz pun membawa gadis itu masuk kedalam kamarnya.
" Ahhhh panas hikssss" keluh gadis itu.
Daz pun mengeluarkan telpon nya menghubungi seseorang.
" Ke mansion ku sekarang" perintah nya di telpon
menit kemudian datang lah seorang dokter dengan tergesa-gesa.
" Apa yang sakit?" Tanya nya
Dia adalah seorang dokter paruh baya bernama Reza ya dokter Reza salah satu teman ayah nya selagi hidup.
" Bukan aku tapi dia" tunjuk Daz pada gadis yang sedang berbaring di ranjangnya.
" Obati tangannya " suruh Daz.
" Astaga ku kira kau yang sakit" keluhnya .
" Kau apa kan dia Daz ?" Tanya Reza.
" Aku menemukan nya sudah begitu, sudah lah cepat obati" kata Daz.
Reza pun langsung menghampiri gadis itu yang sebelumnya Dazian sudah meminta para maid mengganti baju gadis itu.dia langsung memeriksa kondisi dan mengobati lukanya.
" Luka nya sudah ku obati, dan dia sudah ku beri penawaran obat perangsang nya, tapi Karna dosis nya terlalu tinggi kemungkinan tak berpengaruh padanya, hanya kau yang bisa menyelamatkan nya" tutur Reza
" Tidak ada , kecuali kau ingin melihat nya menderita akibat obat itu, dia bahkan melukai dirinya sendiri agar menekan efek dari obat nya" jelas Reza.
" Baiklah terimakasih paman " ujar Daz
" Iya ,saya pamit " kata Reza
Setelah mengantar Reza pergi Dazian pun kembali ke kamarnya, mendengar isak kan tangis dari gadis tadi.
" Kau kenapa?" Tanya Daz
" Badan ku terasa aneh tu tuan" katanya.
" Ahh pa panas hiksss " ujarnya lagi. Tangan gadis itu terulur membuka pakaian nya sendiri.
" to... Tolong saya tuan" mohon gadis itu.
Mungkin karna efek dari minuman yang Daz minum dengan klien nya tadi, nafsu Daz pun mulai terpancing melihat gadis itu yang memohon padanya.
" Baiklah kau yang meminta " kata Daz .
Dan terjadilah malam panas antara keduanya.
Waktu sudah menunjukkan jam 07:30 Daz tapi Daz baru saja membuka matanya.
Dia merasa lelah Karna malam yang panas tadi malam, sehingga dia sudah meminta asisten nya untuk menghandle pekerjaan nya untuk hari ini.
Senyum Daz mengembang melihat gadis cantik di samping nya serta bekas darah pertempuran tadi malam menempel di kasurnya.
" Ternyata aku yang pertama pantas aja susah sekali kata" gumam Daz.
Wanita itu pun membuka mata nya pertama kali yang di lihat nya ialah Daz yang ada disampingnya. Karna terkejut dia pun langsung bangun.
" Jadi tadi malam bukan lah mimpi " batinnya.
Dia ingat tadi malam ibu tirinya menjual nya pada pria hidung belang untung saja dia sempat kabur.
" Aku ingat ini salahku akulah yang memaksa pria itu" batin gadis itu memandang Daz
" Siapa namamu?" Tanya Daz melihat gadis yang melamun itu.
" Sa-saya Alea tuan " jawabnya dengan gugup .
" Saya Dazian, Alea saya akan bertanggung jawab " ujar Daz.
Alea pun terkejut dengan ucapan Daz , beruntung nya dia lelaki yang mengambil kesuciannya bukan lelaki tadi malam yang didatangi nya dengan ibu tirinya. Kalau tidak entah jadi apa dia sekarang.
" Tidak perlu tuan , ini semua salah saya" tolak Alea yang merasa tak pantas dengan pria sebaik Daz bahkan dia dapat melihat Daz mungkin orang yang sangat kaya dapat dilihat dari kamar yang sedang di masukin nya ini.
" Tidak saya akan tetap bertanggung jawab padamu Karna saya orang yang pertama kali melakukan nya" tutur Daz
" Tapi tuan " ujarnya
" Tidak ada tapi - tapian " kata Daz
Dan akhirnya Alea pun mengangguk pasrah, walaupun sebenarnya dia senang pria ini mau bertanggung jawab
" Anda tak punya istri kan tuan!" Tanyanya.
" Saya masih single dan setelah ini saya akan punya istri setelah menikah kamu" kata Daz membuat Alea tersipu malu.
Flashback end
"Hey bang Daz benar-benar mesum" teriak Nana, dia merasa telinga Nana ternoda setelah mendengar cerita Daz
" Kapan Abang akan menikahi ka Alea ?" Tanya Nana.
" Ni nikah?" Ucap Alea dengan terkejut.
" Iya kaka ipar sebelum kecebong yang di tanam bang Daz berternak" kata Nana
" Secepat nya setelah mengurus dokumen pernikahan nya" ujar Daz
" Bagus lah kalau begitu" ujar Nana.
" apa kau menyukai Alea?" Tanya Daz
" Ya Yaya suka bang lihat lah wajah polosnya" kata Nana tersenyum melihat kaka iparnya .
" Kau benar" ujar Daz tersenyum memandangi Alea yang sebentar lagi akan jadi istri nya.
" Apa abang Alex dan Abang Jo sudah tau ?" Tanya Nana.
" Belum " jawab Daz
Nana pun langsung mengeluarkan telpon nya menghubungi ke dua abangnya dengan video call.
" Ada apa de?" Ujar Jo
" Iya de kenapa?" Tanya Alex juga
" Nana punya berita besar bang" ujar Nana
"Apa"
"Apa" kata Meraka.
Nana pun membalik kamera menjadi kamera belakang mengarahkan pada Alea .
" Lihatlah bang Kaka ipar Nana" ujar Nana.
" Wah gadis cantik untuk Abang aja Yaya" kata Alex .
Daz yang mendengar nya pun langsung mendekati Alea dan merangkulnya.
" Sorry bang udah ada pawang nya" ujar Nana tertawa senang.
visual alea