Mafia This Is My Girl

Mafia This Is My Girl
awal membalas Dina



Jam baru menunjukkan pukul 20:09


" Akhh aku bosan sekali" gumam Nana yang sedang membolak-balikkan badan nya di kasur.


Dia pun mengambil telponnya mengirim pesan di grup


4 cecan club


Aku


‘jalan yu ’


Fira


‘Skuy lah nebeng ya malas bawa mobil’


Aku


‘oke gue jemput’


Anya


‘gue ikut’


Sinta


‘gue nebeng juga, hehehe’


Aku


‘sherlock gaess’


Nana pun sedang duduk Di cafe bersantai dengan teman temannya.


" Eh gue dengar kabar katanya Sasa meninggal ya ?" Tanya Fira


" Iya emang bener " jawab Nana sambil menyuap cheese cake ke mulutnya


" Terus ? Gimana kejadiannya" tanya Sinta


" Di hilang terus di temukan tak bernyawa " jelas Nana


"Mungkin karma dia gaess selama ini banyak dosa" ujar Sinta


" Hussss " kata Anya


Nana dkk sengaja duduk menghadap pintu masuk jadi mereka bisa melihat pengunjung yang masuk ke dalam cafe. Siapa tau dapet cogan ujar Sinta Pintu cafe terbuka , Nana pun mengangkat kepalanya melihat siapa yang masuk, tiba-tiba matanya menangkap sosok yang familiar sepasang paru baya. Seorang wanita dengan pakaian agak mewah hanya untuk pergi ke cafe saja. Dan pria yang sangat asing di matanya. Mereka berjalan memasuki cafe dengan bergandengan tangan.


" Rupanya selingkuh" gumam Nana yang masih bisa di dengar teman temannya.


" Siapa Nay?" Tanya Fira heran.


" Tuh"tunjuk Nana ke arah sepasang paruh baya. Jarak mereka memang lumayan dekat. Untung saja kali ini Nana keluar memakai Hoodie Nya jadi dia menutup kepalanya dengan Hoodie lebih dulu supaya tak di kenali Dina . Ternyata Dina yang masuk cafe tadi dengan seorang pria paruh baya tapi bukan lah dengan Dion melain orang asing di mata Nana.


" Siapa tuh?" Tanya Sinta tak tau


" Mamanya Sasa" jawab Nana kembali menyantap cake nya.


" Anjing selingkuh Weh" umpat Fira


"Seperti yang anda lihat" jawab Anya


Karna jarak mereka dekat dengan Dina dan selingkuhan lebih tepatnya mereka di samping meja Nana , Samar-samar Nana dkk mendengar percakapan mereka .


" Kamu mau makan honey?" Laki-laki itu bertanya.


" Aku terserah kamu aja sayang " jawab Dina


" Sssttttt rekam Weh!" Bisik Sinta,


Segera Fira pun mengeluarkan hpnya berpura-pura mereka kegiatan mereka padahal sebaliknya dia sedang merekam pasangan di sampingnya. Sedangkan Nana tersenyum menatap pasangan itu Dengan senyum devil, entah apa yang sedang dia rencana yang jelas bukan hal bagus.


" Balik yu " ajak Nana takut dia ketahuan Dina.


" Gasken " jawab Fira.


Setelah membayar pesanan . Mereka semua keluar tanpa menoleh ke arah pasangan itu.


Dari luar Nana berhenti sejenak menatap datar ke arah pasangan itu, dapat di lihat dari kaca yang transparan mereka sedang bermesraan, Fira yang juga ikut melihat kembali mengambil hpnya merekam kegiatan Dina di dalam cafe tersebut.


" Kirim" kata Nana dia tak perlu repot-repot mencari kesalahan dia , ternyata dia memperlihatkan kesalahan nya sendiri.


" Siap Bosque" jawab Fira


" Lumayan lah buat ngasih bukti ke ayah nanti" ujar Nana setelah menerima 2 video dari Fira.


Setelah mengantar semua temannya pulang, kali ini Nana sampai di rumahnya baru pukul 22:14 tapi dia lihat rumah sudah sepi, mungkin faktor ayah belum pulang dan Dina sedang bermesraan dengan selingkuhannya. Setelah sampai di kamar Nana langsung membersihkan badan dan langsung istirahat.


Pagi ini entah kenapa Nana bangun lebih pagi padahal jam baru menunjukkan pukul 06:30


Nana sudah di meja makan lengkap dengan seragam sekolah nya.


" Bi bisa buatin Nana susu " ujar Nana


" Bisa non tunggu sebentar bibi buatkan" jawab bi Surti, bi Surti pun datang dengan susu yang sudah siap. Kemudian meletakkan nya di samping Nana.


" Bi " panggil Nana


" Iya non " jawab bi Surti


" Nana nanti mau bikin drama bibi pura-pura gak liat aja ya" ujar Nana


"Baik non" jawab bibi mengerti.


"Bibi!!!" Teriak Dina sambil berjalan menuruni tangga


" Inya nya " jawab bibi menghampiri Dina


" Sudah nya" jawab bibi.


" Bagus " kata Dina.


" Eh induk ular udah turun " ucap Dina dengan semangat.


" Heh anak sialan apa yang kamu bilang" ujar Dina dengan marah , Nana sengaja memancing amaran Dina Karna dia ingin membuat sedikit drama untuk Dina pagi ini.


" Nana pun mengambil segelas susu lalu menyiramkannya ke seragam sekolah nya dan mendudukkan dirinya kelantai. Karna dari jauh dia melihat Dion turun kebawah .


" Hiksss maaf Tante Naya gak sengaja" tangis Nana


" Eh apaan kamu" jawab Dina heran


" ASTAGA Naya!!!" Teriak Dion melihat Nana yang duduk di lantai dengan seragam basahnya.


" Kenapa sayang?" Tanya Dion pada Nana.


" Hiksss", tanpa ada jawaban Nana hanya menangis berpura-pura lemah di hadapan Dion


" Kamu apakan Nana Dina!!!" Marah Dion


" A Aku gak tau mas dia sendiri yang menyiramkan seragam dengan Air dia langsung duduk di lantai" jawab Dina gugup


" Bohong yah!! Tante marah saat Nana makan lebih dulu" Ujar Nana.


" Gak mas percaya sama aku " ujar Dina mulia terisak.


" Hiksss percaya dengan aku mas " kata Dina


" Yah, Naya gak bohong " kata Nana dengan mata sendu nya.


" Saya percaya Nana ". Jawab Dion yang membuat terkejut.


" Kembali ke kamar Dina ATM kamu untuk sementara saya Sita" ujar Dion


" Gak mas jangan " kata Dina


" Tidak ada penolakan atau aku tambah hukuman mu" ujar Dion


"Ayo ayah antar ke kamar ganti seragam mu" ajak Dion.


" Iya yah" jawab Nana.


Nana berjalan beriringan dengan Mahen menuju kantin. Entah kebetulan atau memang sengaja Mahen menunggunya di depan kelas. Ingin ke kantin juga katanya, ya memang sekarang jam istirahat.


Sampai disana Nana mendudukkan dirinya , Dina Mahen memesan makanan.


" Lo mau makan apa?" Tanya Mahen


" Ramen sam teh es" jawab Nana


" Oke gue pesanin dulu " kata Mahen.


Nana menganggukkan kepalanya sambil memainkan ponselnya menunggu Mahen datang dengan pesanan nya.


NAYA


Naya merasa di panggil pun mendongakkan kepalanya .


" Lo ko ninggalin kita sih" ujar Sinta


" Sorry gue udah laper" jawab Nana


" Lo sih lama kerjain tugasnya" kata Fira


" Bukannya kita sama ya" kekeh Sinta.


Mereka pun mendudukkan dirinya di samping Nana.


" Eh udah rame aja" heran Mahen dengan membawa 2 ramen dan 2 teh es .


" Eh ada fact boy" ceplos Sinta


" Sialan gue good boy tau" kesal Mahen


" hehehe ,Punya gue dong selain pesanin" kata Fira


"Yah pesan sendiri " jawab Mahen


" Lo kalo pengen deketin Naya ya harus baik juga dong sama temen temannya " kata sinta


"Betul gak Nay?" Tanya Fira. Nana hanya mengangkat alis nya sambil memakan ramen nya.


" Ya udah gue pesanin " ujar Mahen gak kesal gagal deh berduaan dengan Naya


" Gitu dong , gue nasgor spesial sama es jeruk " kata Fira


" Gue bakso sama teh es" ujar Sinta


" Gue samain Sama Sinta" kata Anya .


Tak lama pesan mereka pun datang di bawa Mahen dengan di bantu bibi kantin .


" Thanks" ujar Fira dkk..


Mahen pun hanya manggut-manggut dan mendudukkan dirinya di samping Nana


" Awas " ujarnya menggeser Fira agak kesamping.


" Cih mentang-mentang Nana dah jomblo pepet terus " kata Fira kesal.


Sedangkan Nana hanya tersenyum menanggapi nya.