
Andromeda dan Aku pun pergi mengamati para murid baru yang sedang berkunjung di panti asuhan ini.Sembari duduk karena kakiku masih kesemutan.
"Hei,kau tak lelah aku lihat kau seperti setrika seharian ini?"Tanya Andromeda kepadaku, karena dia mengamatiku seharian dan tahu bahwa tugasku sangatlah banyak.
"Sedikit lelah,tapi tidak apa-apa karena aku ingin para murid baru belajar menghargai hidupnya,serta belajar berempati kepada orang lain,"Kataku kepada Andromeda yang saat ini memandangku tanpa berkedip sekalipun.
"Kenapa kau tak bilang jauh-jauh hari?, tau begitu aku pasti akan mempersiapkan segala sesuatunya,agar kau tak terlalu lelah seperti ini,"Kata Andromeda dengan lirih dan penuh perasaan, yang saat ini menghawatirkanku.
"Kau tau?,siapa yang menginspirasi untuk tema MOS hari ini?"Tanyaku pada Andromeda sambil menatap kedua bola matanya yang indah.
"Siapa?"Tanya Andromeda dengan polosnya.
Akupun tersenyum karena merasa bahagia
lega dan sedikit lelah, melihat wajah yang sangat polos saat ini.
"Tentu saja kau yang menginspirasiku,aku melihat banyak kardus di ruang tamuku dan kemudian aku teringat dirimu,yang menyuruh para pelayanmu untuk memasukkannya ke rumahku,"Kataku kepada Andromeda sambil tersenyum kepadanya.
"Benarkah hahahhahaha...bingo!" Andromeda tertawa renyah seperti biskuit rasa coklat yang tergigit.
Akupun memandanginya ada makhluk Tuhan yang seperti ini ya,terkadang tegas,terkadang angkuh,terkadang juga bisa keras kepala.
Terkadang egois, terkadang seperti anak kecil,terkadang sangat menggemaskan,
terkadang membuatku mabuk kepayang
terkadang membuatku ingin menghajarnya
terkadang membuatku pusing.
Terkadang membuatku muak, dan terkadang membuatku tak bisa berfikir jernih, terkadang membuatku ingin memeluknya.
Dari kejauhan Erick melihatku dan Andromeda yang sedang mengobrol,menatapku penuh kekecewaan, perasaan iri serta cemburu
Kenapa jika aku bersama Erick aku tak seperti itu. Bisa tertawa lepas dan santai mengobrol bebas dengan nyaman.
Kemudian Daniel menghampiriku dan duduk di samping Andromeda.
"Hei,kau tadi membawa mobil siapa saat membawa mie instant dari rumahku hmm?"
Tanyaku kepada Daniel sambil menatap wajahnya.
"Mobil orang yang sedang di perbaiki lah di bengkelku,sekalian aku mencobanya ," Kata Daniel kepadaku dengan ekspresi datar.
"Hari sabtu kalian kemana?,kenapa kalian tak muncul aku menonton, makan malam hanya sendirian bersama Violette?"Tanya Daniel kepadaku dan Andromeda dengan sangat penasaran.
"Kami, sedang mencari spot yang baru untuk berfoto-foto iya kan Andromeda."Kataku pada Daniel agar dia tidak menghawatirkan kami berdua sambil menutup mulut Andromeda yang mau menceritakan, bahwa sebenarnya kami tersesat dan bisa pulang di selamatkan oleh seorang pria tua.
"Bwah...! kau ini selalu menutup mulutku dengan seenaknya,kau pikir kau siapa?" Andromeda dengan kesal padahal dia mau curhat ke Daniel,aku menghentikannya.
Deni anggota OSIS menghampiriku.
"Lapor Ketua OSIS apakah kita bisa kembali ke Sekolahan?,karena aku rasa waktunya untuk pulang bagi semua siswa."laporan Deni kepadaku sambil memberi hormat.
Akhirnya kami dan semua para murid baru berpamitan kepada semua pengurus panti asuhan,dan setelah itu kami berbaris rapi berjalan menuju kembali ke Sekolahan.
Dalam perjalanan kembali ke Sekolah, seperti biasanya Andromeda menempel kepadaku dan berjalan di sampingku sembari berkata.
"Jika kau lelah ,mau kah ku gendong?" Tanya Andromeda kepadaku.
"Kau ingin aku jadi bahan gunjingan semua para murid baru,Cckk....kau ini."Kataku pada Andromeda yang khawatir kepadaku karena seharian harus berjalan mondar-mandir sana-sini.
"Biarkan saja,kenapa harus memikirkan orang lain kalau lelah ya istirahat saja," Andromeda seperti biasanya (Kumat) karena dia ingin aku mengabaikan gunjingan jika aku mau di gendongnya.
"Aku ini Ketua OSIS mana ada pemimpin yang menyuruh anak buahnya berjalan?,sedangkan aku sendiri egois dasar pria bodoh!"Kataku kepada Andromeda sambil meneruskan berjalan menuju Sekolah.
"Apakah ini yang kau maksud misi mu?,dan kau menolak menjadi teman sekelasku."Tanya Andromeda kepadaku sambil mendekatkan wajahnya.
"Tentu saja,jika aku menjadi Ketua OSIS dan tiba-tiba pindah ke Sekolahanmu menurutmu itu tindakan yang etis,?"Kataku kepada Andromeda sambil memanyunkan mulutku.
"Cari saja penggantimu,mudah kan." Kata Andromeda yang mulai egois.
"Dengar,di Sekolahanmu itu semua serba ada lengkap,berbeda dengan Sekolahanku siapa yang menggantikanku,karena Erick sudah kelas 3 dia tidak di wajibkan menjadi OSIS lagi." Kataku kepada Andromeda sambil menatapnya tajam.
"Ckkk... kenapa kau membicarakan berandal itu?,kulihat dia ikut rombongan di belakang kita."Kata Andromeda sambil sewot karena aku membahas Erick di depannya.
"Ckkkk...diamlah,aku lelah."Kataku kepada Andromeda.
Dia pun menutup mulutnya dengan rapat dan tak berbicara lagi,sedikit lagi kami akan sampai di Sekolahan kami.Beberapa menit kemudian kami pun sudah sampai di Sekolahan.
"Baiklah semua adik-adik terimakasih, karena sudah mengikuti acara MOS hari ini dengan tertib,dan kalian boleh istirahat,dan juga boleh langsung pulang ke rumah masing-masing sekian dan terimakasih."Akupun menutup acara hari ini karena waktu menunjukkan pukul 14.30 wib waktunya pulang untuk semua murid baru.
Terlihat semua murid semakin menyusut dan berkurang,dan perlahan-lahan mereka pulang kerumah masing-masing.Aku mengamati dari bawah pohon beringin yang rindang ini,sambil duduk mengistirahatkan kedua kakiku yang lelah,karena seharian penuh dia bekerja keras membantuku.Andromeda seperti biasa dia menempel kapadaku kemanapun aku pergi.
"Dengar kau kelelahan?,kenapa menjadi Ketua OSIS itu sangat rumit,kalau aku jadi kau tidak akan mau menjadi Ketua OSIS bagiku itu hal yang konyol."Kata Andromeda mulai (kumat)
dengan keegoisannya sambil menggelengkan kepalanya.
"Hei,pulanglah sana! kau selalu memperkeruh keadaan,aku sudah sangat lelah,lebih baik tutup mulutmu itu!"Kataku kepadanya karena suaranya yang berisik membuatku semakin lelah.
"Aku tidak habis pikir dengan gadis lamban di sebelahku ini,Sekolahanku mewah standart Internasional,dengan segala fasilitas yang di milikinya."Kata Andromeda kepadaku sambil melirikku penuh intrik.
"Namun dia lebih memilih,Sekolahan yang rendah ini,dan susah payah menjual koran bekas untuk di sumbangkan astaga...dasar gadis lamban!"Kata Andromeda kepadaku mulai mulutnya itu mengeluatkan bisa ular cobra ,yang siapapun mendengarnya ingin sekali menggamparnya dengan sekuat tenaga.
"Pergi lah kau!,kalau tidak ku hajar dengan sepatuku ini!"Kataku kepada Andromeda sambil melepas sepatuku dan akan ku lempar ke wajahnya yang sangat menyebalkan hari ini.
"Ckkk...kau ini."Kata Andromeda namun tetap duduk di sampingku.
Semua para anggota OSIS menghampiriku kemudian berpamitan,karena tugas mereka untuk hari ini sudah selesai sepenuhnya.
Aku yang melihat dari sini mereka semua beramai-ramai menuju gerbang Sekolah.
Pulang dengan suasana hati riang gembira, lega karena misi hari ini sudah sukses.
Bersambung....