The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 110 "Jepang"




Karena siang ini cuaca sangat cerah Aku dan Andromeda duduk di bawah pohon beringin untuk meneruskan percakapanku.Dia sangat tampan dan berseri-seri,wajahnya yang bersih dan hidungnya yang panjang serta mancung itu nampak menonjol dari wajah super cool nya.


Mataku mengamati gerak-gerik Andromeda yang saat ini sedang menatap langit biru tanpa diketahui olehnya.Dia yang sedang menikmati angin sepoi-sepoi dan menatap langit yang biru.Ternyata aku baru menyadari kalau hari ini berandal tengik ini, dan dengan perilakunya yang abstrak serta amburadulnya dapat meluluhkan dan mencairkan hatiku yang membeku seperti belahan bumi utara saat ini( Kutub Utara).


Walaupun hal ini memang sedikit berbahaya,


karena jika belahan bumi utara mencair maka akan banyak mengakibatkan perubahan iklim,


peningkatan suhu,dan ketidak stabilan cuaca.


Akupun memandanginnya dan mengamati ekspresi wajah seorang pria yang berada di sampingku saat ini.Dia menghela nafasnya, menelan selivanya,mengayunkan kakinya dan tersenyum yang membuat jantungku hampir lepas.Dan kemudian menatap satu titik dengan fokus,entah apa yang dipikirkanya.


Sementara ini aku yang sedang berusaha keras, dan sekuat tenaga,menenangkan jantungku ini. Yang bedegup kencang dan berlarian sana-sini, Bak lomba marathon internasioanl ini.Nampak wajah bahagia tergurat jelas pada pria berandal yang tak begitu menyukai tata tertib ini.


Dia seperti malaikat yang turun dari langit,


memancarkan cahayanya.


Dan begitu juga degup jantungku saat ini ia berdetak tak karuan,membuat tubuhku panas dingin.Kenapa tak bisa di tertibkan seperti biasanya.Aku sangat heran apa gerangan, penyebabnya?


"Dug....dug....dug...dug...dug...dug..."Dan semakin cepat seperti tabuhan drum.


Apakah Mungkin karena pelukan Andromeda yang sangat erat,serta senyumannya yang manis tadi,sehingga membuatku tak bisa berfikir jernih saat ini.Memompa jantungku lebih cepat dari biasanya.


Dia pun mengalihkan wajahnya menatapku saat ini,kulihat dia mau angkat bicara,


"Kau tahu hari ini sangat menyenangkan."Kata Andromeda kepadaku sambil tersenyum dan menutup kedua kelopak matanya,dan terlihat gigi putihnya yang berbaris rapi itu.


"Kenapa bisa menyenangkan?"Tanyaku kepadanya,sambil mengamati ekspresi wajahnya.


"Ehm.....,karena kau adalah seorang gadis pertama dan terahir yang di kirim oleh Tuhan untuk melengkapiku."Kata Andromeda dengan penuh perasaan sambil menatap langit yang biru itu,dan berdiri kemudian mengangkat kedua tangannya dan berteriak.


"Terimakasiiiiih Tuhaaaannnnnn!"Teriakan Andromeda mengusir para burung yang bertengger di dahan pohon beringin ini.


"Hei jangan keras-keras,apa kau tak malu?" Tanyaku kepadanya sambil mengamati sekeliling,aku takut ada adik kelas melihat kami,akan di jadikan bahan gunjingan.


"Biarkan saja,terserah aku."Kata Andromeda yang mulai akan berubah dari pria yang manis, menjadi egois lagi serta amburadul.


Aku pun tersenyum dan menggelengkan kepalaku karena melihat tingkah amburadul dan abstrak nya yang akan muncul kembali.


Dia pun menggeser pantatnya mendekatiku dan menoleh kepadaku.


"Kau tahu aku pernah beberapa kali pergi ke Jepang bersama Papaku,untuk urusan bisnis aku akan menceritakannya kepadamu hari ini." Tukas Andromeda kepadaku dengan antusias aku rasa dia ingin memberiku beberapa wawasan tentang Negara Jepang.


"Baiklah...!ceritakan karena aku sangat suka dengan hal yang berbau wawasan atau ilmu itu."Kataku kepada Andromeda sambil menatap wajahnya.


"Kau tahu Jepang adalah Negara yang sering terjadi musibah gempa bumi."Katanya sambil terlihat binar matanya menyala menandakan kecerdasannya itu aku pun sedikit terpanah.


"Benarkah?"Tanyaku kepadanya.


"Tentu saja karena pada saat aku di Tokyo, terletak di daerah aktif yang dimana gempa bumi sangat sering terjadi."Kata Andromeda kepadaku sambil tersenyum.


"Lalu?"Aku pun penasaran dengan ceritanya.


"Ternyata memang benar,Jepang adalah Negara yang sering mengalami gempa,sekitar 1500 gempa bumi akan terjadi dalam kurun waktu satu tahun."Kata Andromeda dia pun menjelaskan kepadaku terlihat binar mata kecerdasan,pria yang berwatak amburadul ini.


"Wahhh...lantas kau tak panik?"Tanyaku kepadanya penasaran.


"Lalu?" Tanyaku penasaran.


"Aku pun langsung tiarap dan bersembunyi di bawah meja,tempat meeting Papaku."Kata Andromeda kepadaku sambil meggerak-gerak tangannya berusaha menjelaskan sedetail mungkin kepadaku.


"Namun tak berselang lama,gempa nya itu berhenti."Kata Andromeda kepadaku sambil tersenyum.


"Jadi gempanya cuma sebentar."Tanyaku kepadanya.


"Iya."Kata Andromeda sambil menganggukan kepalanya.


"Apakah kau tak berkeliling kota di Jepang?, aku dengar disana sangat indah dan menjadi Negara terbersih no-3 di Dunia."Tanyaku kepada Andromeda.


"Tentu saja,dengan kedisiplinan, kebersihan disana,berbalik 180° dari Negara kita."Kata Andromeda kepadaku sambil terlihat lesu dan muram.


"Kenapa muram begitu?"Tanyaku penasaran kenapa dia muram, aku sangat penasaran.


"Tentu saja...,aku tidak bisa sembarangan merokok seperti disini yang bebas,disana ada tempat khusus untuk merokok dan ada batas umurnya juga siaalaaan!"Kata Andromeda sambil mengumpat dan menyeringai.


"Apa ini alasanmu suka di Indonesia,karena lebih bebas dari negara lain?"Tanyaku lagi kepadanya sambil tersenyum melihat tingkahnya.


"Tentu saja,aku lebih senang di Indonesia, bahkan aku merokok di sembarang tempat tidak ada yang berani melarangku,aku sangat bebas!"Kata Andromeda kepadaku sambil tersenyum ala berandal tengiknya.


Aku pun menjitak kepalanya,


"Dasar berandaaaal!"Tukasku sambil menjitak kepalanya.


"Auw...sialan kenapa kau menjitakku?"Protes Andromeda kepadaku.


"Kurangailah rokokmu,kau ingin mati muda?" Gertakku kepadanya.


"Ha... mana ada orang mati muda karena merokok?"Jawabnya kepadaku sambil memalingkan wajahnya dariku.


"Hei apakah benar harga buah di negara Jepang sangatlah mahal?"Tanyaku kepada Andromeda.


"Benar sekali,kau tahu buah tangan paling baik dibawa berkunjung disana adalah buah-buahan dan kau tahu harga melon di patok dengan harga 10.000 yen,sekitar satu juta rupiah."Kata Andromeda menerangkan kepadaku sambil mengangguk-anggukan kepalanya .


"Wah mahal sekali,kalau disini buah melon harganya sangat murah,dan bisa di dapatkan dimana-mana,di pasar,supermarket,dan di kebun secara percuma."Kataku kepada Andromeda sambil mengamati ekspresinya.


"Kau tahu,disana banyak orang suka berjalan kaki,dan tak ada kemacetan sama sekali jadi minim sekali polusi udaranya."Katanya lagi Andromeda kepadaku sambil tersenyum menatap wajahku.


"Wah,sangat menyenangkan bisa menghirup udara bersih tanpa polusi."Kataku kepada Andromeda sambil menatap wajahnya juga.


"Apakah kau tahu?Cck,ketika melihatmu saat ini membuatku mengingat Negara Jepang," Kata Andromeda sambil menundukkan wajahnya yang tampan nan rupawan itu.


"Kenapa bisa begitu?"Tanyaku penasaran.


"Kau sangatlah disiplin kau bisa mengatasi semua hal secara mandiri ,dan membersihkan rumah,memasak sendiri,hidup sendiri,mencari uang sendiri."Kata Andromeda tiba-tiba lalu melamun.


"Kenapa bisa begitu?"Tanyaku penasaran.


"Di Negara Jepang,disana mengajarkan kebersihan dan kedisiplinan sejak dini,orang tua mereka mendidik dengan keras,para anak mereka bahkan akan di beri hukuman kalau mereka memberontak."Kata Andromeda kepadaku terlihat serius.


"Apakah ini sindiran atau pujian,aku sangat penasaran?"Tanyaku kepadanya sambil menatap wajahnya.


"Tentu saja pujian gadis lamban." Ujarnya kepadaku sambil mengerucutkan bibirnya yang merah seksi dan menawan hati.


Bersambung...