
"Hei...!seharusnya kau mengerahkan sedikit otakmu itu,dasar berandal!"Kata Andromeda sebal kepada Anggara sambil menunjuk kepalanya sendiri.
"Sekarang mana kunci Bumblebee berikan kepadaku!"Kata Andromeda kepada Anggara karena dia gagal masuk rangking 10 besar.
"Kaka ipar,dengarkan penjelasanku dulu,aku harap kau menghargai usahaku selama ini,
aku sudah berusaha semaksimal mungkin!"
Kata Anggara memelas kepada Andromeda agar tidak mengambil kunci Bumblebee.
"Berikan kuncinya aku tidak mau tahu!"Kata Andromeda dengan kesal,saat ini Andromeda merasa tidak bisa meminta satu hal kepada Putih,karena dia tidak memenangkan taruhan sepenuhnya,sambil menengadahkan telapak tanganya ke arah Anggara.
"Baiklah aku akan memberikannya kepadamu kakak ipar"Ucap Anggara sangat sedih karena harus berpisah dengan Bumblebee.
"Sebentar,aku akan mengucapkan perpisahan dulu dengan Bumblebee,di tempat parkir"Kata Anggara sambil berlari menuju tempat parkir.
Aku ,Daniel,dan Andromeda saat ini duduk di bawah pohon beringin yang kokoh dan kuat ini.Angin yang sepoi-sepoi,yang di hasilkan dari proses fotosintesis dari daun beringin di siang ini membuatku sangat nyaman.
Udara sejuk ini bak AC merk terkenal,namun di ciptakan oleh Yang Maha Kuasa.Betapa tidak tubuh yang gerah terkena sinar mentari yang mulai menyengat,dan tertiup oleh angin segar ini membuat tubuh tidak gerah sama sekali. Dia seolah mengerti aku yang sedang kegerahan memberikan sedikit manfaatnya.
Tuhan sangatlah adil memberikan masalah juga dengan penyelesaiannya,panas yang terik ternyata mampu di usir oleh oksigen yang di hasilkan pohon beringin ini di siang hari. Walau terik mentari memberikan sinar darinya yang mampu membakar semua hal.
Aku sangat lega karena Daniel yang sudah berusaha keras untuk menjadi rangking 10.
Namun aku penasaran karena Daniel bertaruh apa dengan Andromeda,setahuku dia bukan pria yang mudah di provokasi oleh siapapun.
"Hei...! jika kau sudah kalah taruhan,kau akan melakukan apa?"Tanyaku penasaran kepada Daniel.
"Aku tak mau membahasnya."Jawab Daniel singkat dan padat,namun tidak jelas.
"Cckkk...kau ini."Ucapku kepada Daniel.
"Hei,apakah kau mau nanti pergi berkencan denganku?"Ajakan Andromeda dengan tiba- tiba terdengar lembut kepada kekasihnya tersebut.
"Kenapa kau ini tiba-tiba mau mengajakku berkencan?"Jawab Putih kepada Andromeda sambil memanyunkan bibirnya.
"Tentu saja hari ini kan hari sabtu,wajar saja aku mengajakmu berkencan,biar Anggara saja yang membantu Bibimu berjualan,kau akan berkencan denganku,ayooo...kita bersenang -senang!"Ucap Andromeda sambil merasakan angin berhembus sepoi-sepoi yang meniupnya saat ini.
"Kau ini."Ucapku kepada Andromeda.
"Hei,siapa yang mau berkencan?,bagaimana kalau aku ikut juga?"Kata Violette tiba-tiba muncul di hadapan kami bertiga.
Andromeda terkejut karena melihat temanya yang bernama Violette ini.
"Apa yang kau lakukan disini?"Tanya Andromeda kepada Violette.
"Tentu saja bersenang-senang."Jawab dari Violette sambil mendekatkan diri duduk di samping Daniel.
"Hei...Blue maukah kau menjadi pacarku?" Tanya Violette terang-terangan di hadapanku dan Andromeda saat ini.
Aku pun terkejut karena tindakan gadis yang super cool dan berani sekali ini,aku rasa gadis ini bukanlah gadis sembarangan,jika biasanya gadis selalu menunggu inisiatif dari pria .
Untuk menyatakan perasaanya, namun kali ini berbeda sekali dengan gadis yang bernama Violette lebih dulu mengajak dan berinisiatif
Daniel untuk menjadi pacarnya.
Daniel pun terkejut karena baru kali ini dia melihat makhluk yang seperti ini,baginya ini hal yang luar biasa.Terlihat alisnya Daniel tertekuk dan matanya hampir terlepas.
"Apakah kau sudah gila?"Jawab dari Daniel kepada Violette.
"Tak ada pria di dunia ini yang bisa membuat aku mengatakan demikian,jadi ku harap kau menerimanya!" Ujar dari Violette ini, sambil mengeluarkan ponsel dari sakunya.
"Aisssh,apakah di Sekolah Elite semua murid seperti kalian?,menganggap manusia adalah barang!"Tanya Daniel kepada Violette agar dia mengurungkan niatnya itu untuk mengajak Daniel berkencan.
"Siapa yang menganggapmu barang?,ini masukan nomer ponselmu itu!"Kata Violette pada Daniel sambil memberikan ponselnya.
Aku yang melihat kejadian ganjil tercengang, sama dengan Andromeda dia pun menatap
Violette,dan menganggapnya gadis yang gila.
"Dasar gadis gila,yang satu sulit di tangani,
yang satu menawarkan diri secara percuma."
Kata Andromeda sambil menatapku lalu menatap Violette,ia bermaksud aku gadis yang sulit di tangani,dan Violette adalah gadis yang mau menawarkan diri tanpa usaha seorang lelaki.
"Ha... dunia ini memang penuh dengan gadis gila!"Kata Andromeda sambil menggelengkan kepala.
"Hei,kalau sudah tahu aku gila kenapa kau selalu pergi ke Sekolahan ini?"Tanyaku lagi sambil menatapnya tajam.
"Oew,kau merajuk!,lihatlah gadis yang ada di depanmu tidakkah dia terlalu gila"Katanya sambil melirik Violette.
Namun Violette tetap cuek, baginya adalah cinta itu membutakan mata dan hati, orang lain no coment.
"Hei... Blue cepat masukkan nomer ponselmu, aku tak akan menyerah denganmu walaupun kau menolakku,aku tidak menerima sebuah penolakkan sekalipun!"Kata Violette dengan tegas kepada Daniel.
"Dasar gila!"Ujar Andromeda lagi sambil memalingkan wajahnya dari Violette.
"Aku rasa Violette ini,mirip sekali dengan perangaimu namun dia berwujud seorang wanita!"Kataku kepada Andromeda sambil menatap Violette.
"Aku?,tidak mungkin aku tidak seperti dia!"Kata Andromeda kepadaku sambil sewot.
"Hei..!,ayo masukkan nomer ponselmu itu cepat...!,kalau tidak terpaksa ya, aku akan merogoh saku celanamu,dan mengambilnya dengan tanganku ini sendiri!"Kata Violette memaksa Daniel sambil menyodorkan ponselnya.
"Hei,Daniel berikan nomer ponselmu,tidakkah tidak baik dingin kepada gadis yang sudah mau menurunkan ego nya ,dan menyatakkan di depan banyak orang."Kataku kepada Daniel agar Daniel memberi nomer ponselnya itu pada Violette.
"Baiklah."Jawab Daniel padaku memasukkan nomer ponselnya ke dalam ponsel Violette.
"Hei,kenapa kau mengikutiku ke Sekolahan ini?,kenapa juga kau bisa mengenal gadis lamban ini?"Tanya Andromeda kepada Violette.
"Tentu saja kami saling mengenal,sejak kemarin."Jawab Violette kepada Andromeda.
"Oh jadi Putih adalah pacarmu?,kemarin aku menanyakan hubunganmu denganya namun aku di suruh bertanya kepadamu?"Ucap dari Violette pada Andromeda sambil mengamati Daniel.
"Gadis lamban,bukankah kita sudah*****"Kata Andromeda kepadaku sebelum meneruskan kalimatnya aku menutup mulutnya dengan tanganku.
"Bwahhh...apa2 an kau ini,aku cuma berbicara fakta kenapa kau menutup mulutku!" Ujarnya dengan sebal,karena dia ingin memberi tahu semua tentang ciuman kami kemarin, aku ya sangat malu jika ia memberi tahukan kepada yang lainnya.
"Sudahlah ayo kita pergi ke kantin membeli camilan,dan berkeliling Sekolahanku biar Violette dan Daniel berbincang-bincang!"Aku mengalihkan perhatian Andromeda karena takut dia membongkar rahasia kami.
"Baiklah aku juga sangat haus." Andromeda sambil menarik lenganku,dan berjalan menuju kantin Sekolah.
Sesampai ke kantin Sekolah Andromeda duduk di samping cooler,dan mengambil beberapa minuman dingin.Namun aku mengambil camilan dan beberapa coklat untuk di makan bersama-sama nanti.
Bersambung...