The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 34 "Bermalamlah disini 2"



Setelah Dokter Sharon pergi, Andromeda menjelaskan sesuatu yang penting,kepada Putih tentang Rion teman sekelasnya itu.


"Apakah kau percaya padaku,bahwa aku tidak melakukan hal yang buruk, yang di tuduhkan Rion kepadaku ,Hmmm?" Ucap Andromeda kepadaku.


"Aku tidak mengerti apa maksudmu?,lebih baik kau istirahat."Kataku pada Andromeda dan menyelimutinya .


Saat aku mau keluar dari kamarnya ,dia pun mengahalangiku.


Dan menyuruhku duduk di sampingnya.


"Ada yang ingin kuceritakan padamu."Kata Andromeda dengan lirih kepadaku sambil menundukkan wajahnya.


"Baiklah,bicaralah aku akan mendengarny**a**."


Kataku pada Andromeda.


"Memang kami berteman satu Sekolah,aku dengan Rion sangat Akrab"Kata Andromeda kepadaku.


"Kenapa kalian saling berselisih,aku lihat ada kesalahpahaman antara kalian?"Kataku pada Andromeda lagi.


"Dengarkan dulu ceritaku,aku bersahabat sedari kecil,karena dulu watakku yang sangat keras kepala ini,"ucap Andromeda kepadaku.


"Aku senang menghajar siswa lainnya untuk melampiaskan kemarahanku!" Andromeda bercerita kepadaku dengan antusias.


"Karena terlalu sering menghajar siswa jalur prestasi,Mamaku akhirnya turun tangan aku di ajaknya ke Manhattan,dan tak boleh tinggal di Indonesia."Kata Andromeda kepada Putih terlihat raut wajahnya sangat sedih.


"Aku dulu sangatlah urakan, memimpin geng perundung di Sekolahanku,"suara serak dari Andromeda terdengar.


"Rion selalu membantuku,kami selalu pesta minuman keras setiap hari dan kebut-kebutan di malam harinya."Kata Andromeda kepadaku


Akupun mendengarkanya dengan seksama dan penuh rasa penasaran.


"Terus,kenapa kalian menjadi seperti ini,apa yang membuat kalian bertengkar?" Tanyaku pada Andromeda.


"Aku dan Rion sedang kebut-kebutan di jalan seperti biasanya,kami dalam keadaan mabuk saat itu.Namun kami bertabrakan satu sama lain entah aku lupa kejadiannya."Ucapnya lirih sambil menahan tangis.


"Mobil kami saat itu ringsek parah,untungnya kami tidak mati dan hanya terluka."Kata tuan muda Andromeda sambil melamun mungkin membayangkan masa lalunya.


"Baiklah aku paham,sekarang kau istirahat dulu saja."Kataku kemudian berjalan pergi menuju pintu kamarnya.


"Tungguuuu sebentar!"Seru Andromeda kepadaku.


Aku pun kembali dan duduk di sampingnya lagi.


"Apa kau ingin menelepon Papamu?"Tanyaku kepada Andromeda.


"Atau mungkin Mamamu?"sambil melihat wajahnya yang sedih.


"Aku mengidap hemophobia." Andromeda merengek kepadaku.


"Hiks....hiks...hiks...hiks...hu...huuu."Dia pun menangis dan bersandar di bahuku.


"Aku sudah menjalani terapi namun masih tetap tidak ada perubahan."Kata Andromeda padaku lagi sambil meneteskan air matanya.


"Apa Mama dan Papamu tahu?"Tanyaku pada pria yang duduk di kasurnya saat ini


"Iya mereka tahu , maka dari itu Papa selalu menyempatkan melihatku hanya sebentar."


Ujarnya sambil menangis sesenggukan .


"Waktu kamu terluka ,aku tak bisa apa-apa maafkan aku karena aku sakit hemophobia!"


Kata Andromeda sambil menangis tersedu- sedu.


Kulihat Pria perkasa di hadapanku ini,berubah seakan menjadi seorang anak kecil yang saat ini mengadu pada ibunya sambil menangis dengan tersedu-sedu. Aku pun memelukknya.


Aku membiarkan meluapkan kesedihannya untuk beberapa saat,karena mungkin setelah ini dia akan berubah menjadi baik-baik saja.


Kemudian ponselku berbunyi tililit...tililit...


"Iya Bibi,ini aku."Jawabku pada ponsel yang kupegang saat ini.


"Apa kau tidak pulang sudah larut malam,Bibi kuwatir?" Ujar Bibiku namun sebelum aku ingin melanjutkan perbincanganku kepada Bibiku Andromeda mengambil ponselku.


"Oh ya Bibi, mohon maaf atas kesalahanku,


tadi Putih terjatuh dari sepeda kakinya baru saja di jahit,aku mohon ijinkan dia bermalam disini untuk hari ini saja?"Kata Andromeda memohon kepada Bibiku.


"Baiklah kalau begitu,tapi apa tidak apa-apa bermalam di rumah seorang pria?"Kata Bibi menghawatirkanku.


"Dia bisa tidur di kamar tamu Bi,aku pasti akan menjaganya!"Kata Andromeda dengan tegas dan sopan.


"Baiklah kalau begitu aku tutup telponnya."


Ujar Bibi dan menutup ponsel tersebut .


Akupun memutuskan untuk keluar kamarnya saat aku melangkah keluar dan memegang gagang pintu dia pun menghalangiku.Tepat didepanku.


Jantungku berdegup kencang,dan aku terus menahanya supaya tidak terdengar siapapun, dan Andromeda mendekatkan badanya yang kekar,serta menundukkan wajahnya kemudian membisikan sesuati di telingaku.


"Aku mohon jangan menghindar sebentar saja."Katanya, namun anehnya tubuhku mengikuti bisikanya tersebut yang seperti mantra.


Tiba-tiba sesuatu menempel di bibirku dan membuat badanku seperti tersengat listrik ribuan ton, ternyata Andromeda menciumku memejamkan matanya sambil memegang pinggangku.Akupun diam dan sangat malu saat itu.


"Apa yang harus aku lakukan saat ini?"Dalam hatiku bertanya.


"Hei apa kau melamun?" Seru dari Andromeda kepadaku,ternyata hanya bayanganku semata akupun bernafas lega.


"Mau kuantar ke kamarmu?" Andromeda yang menawariku untuk pergi ke kamarku .


"Tidak usah aku bisa sendiri."Kataku dengan malu sekali .


"Sini aku antar saja,kau nanti tersesat."Kata Andromeda sambil mengantarku keluar kamarnya.


"Baiklah, apakah rumahmu didesain seperti hotel?"Tanyaku pada Andromeda dengan terkejut.


"Bagaimana kalau berkeliling rumahku?,kau naik kursi roda biar kakimu bisa beristirahat."


Kata Andromeda menawarkan menjadi pemandu tour hari ini.


Akupun masih sangat merasa malu sekali karena bayanganku yang tadi membuatku salah tingkah.


Dan setelah Andromeda menaikkan aku di kursi roda akupun didorongnya,berkeliling rumahnya yang besar dan mewah itu.


"Kau mau kita kemana,kita berkeliling-keliling disini saja kulihat kakimu agak bengkak."Kata Andromeda kepadaku.


"Ini bukan bengkak,tapi terkena perban jadi kelihatan bengkak."Kataku sambil tersenyum.


"Hendriiik!"Panggil Andromeda pada salah satu pelayan.


"Iya tuan muda ada apa?"Jawab Hendrik sambil membungkuk.


"Siapkan makan malam yang istimewa!"Kata Andromeda kepada Hendrik.


"Baik tuan muda!"Kata hendrik sambil pergi meninggalkan kami.


Aku benar-benar ada di negeri dongeng saat ini.Negeri anta-berantah yang biasa aku baca di buku.Namun kali ini adalah kenyataan.


Rumah Andromeda jika di lihat dari dalam sini berbentuk memanjang seperti kastil indah di sebuah cerita Disney land,sangat miriplah , namun interior dan furniturenya tidak sama.


Jika di Disney land,interor ala-ala kerajaan,di sini tidak, banyak sentuhan modernya, dan juga pernak-pernik furniturnya tertata elegan seperti watak pemiliknya.


Beberapa saat Hendrik pun memanggil tuanya.


"Tuan muda makan malam istimewanya sudah siap!"Kata Hendrik kepada tuan mudanya itu.


"Ayo kita makan malam dulu setelah itu baru kau boleh istirahat."Kata Andromeda kepadaku.


"Baiklah."Akupun mengangguk.


Di meja makan terhidang beberapa menu


antara lain Appertizer (makanan pembuka)


berfungsi untuk meningkatkan selera makan,


salad,soup,cocktail,quiche,canape,martabak telur dan lain-lain.


Main course (Hidangan utama) yaitu,spageti carbonara,baked salmon,beef steak,pesto chicken baked,thai red curry shrimp,lobster mac and chees,dan risotto.


Dessert (Makanan penutup) Chocolate caramel pudding cake,manggo cheese cake, dessert mutiara mangga,wafle ala belgia, baklava roll ala turki.


Dan kami pun menikmati makanan malam yang terhidang manis bak ala Candle light Dinner.


Karena nuansa di meja makan ini sangatlah romantis,dan bertabur lilin yang menyala dan memancarkan sinarnya, kami pun terbuai suasana.


Musik dansa pun di putar oleh salah satu seorang pelayan,dan suara alunan biola yang merdu mengiringi makan malam kami saat ini.


"Mau berdansa putri?"Ajak dari Andromeda kepadaku.


"Aku tidak bisa."Kataku pada Andromeda .


"Aku akan mengajarimu."Katanya Malam ini.


Bersambung....


Karya ini murni fiksi dan imaginer author di harap reader bijaksana dalam membaca buku bacaan, ambil sisi positif dan hikmahnya ok .