The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 49 "Kambuh"



Beberapa hari kemudian


"Asyiiiikkkk, hari ini hari minggu aku akan bersenang-senang tidur sepuasku dan aku membersihkan rumah Ayahku!"Teriak Putih saat ini yang sedang berada di kamarnya,


sambil berjoget-joget karena saking girangnya jika bertemu dengan hari minggu.


"Apa kau senang,kau tak keluar bersama teman-temanmu?"Kata Bibiku kepadaku dan menghampiriku.


"Tidak hari ini aku berencana membersihkan rumah Ayah!"Kataku kepada Bibiku sambil melipat selimutku dan bangkit dari kamar tidurku.


"Ya sudah,bawa makanan ini taruh di kulkas nanti tinggal kau hangatkannya jika ingin memakannya!"Kata Bibiku kepadaku sambil memberikan kotak besar berisi makanan lengkap.


"Baiklah,aku akan berangkat,aku juga akan mandi di sana saja!"Kataku kepada Bibiku sambil membawa kotak makanan tersebut dan membawanya ke rumah Ayahku yang tak jauh dari rumah Bibiku itu.


Sesampainya di rumah Ayahku,akupun segera bersiap-siap mengganti piyamaku,dengan memakai celana pendek dan kaos bewarna putih,karena berencana untuk bersih-bersih.


Setelah itu kumasukkan kotak makanan ke dalam kulkas,dan menutupnya kembali.Kulihat banyak kardus mie instant yang menumpuk di depan ruang tamu.


Akupun tersenyum mengingatkan kelakuan Andromeda yang sangat lucu mengganti mie dengan beberapa kerdus mie instant,yang saat ini memenuhi ruang tamuku,berharap aku akan senang dengan mie yang di ganti olehnya.


"Laki-laki itu,ada-ada saja!"Kataku dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.


"Aku akan mulai dari memindahkan kerdus mie instant itu ke dalam gudang."Kataku kepada diriku sendiri.


Setelah beberapa saat akupun sudah selesai memindahkan semua kardus berisi mie instant tersebut ke dalam gudang belakang rumah Ayahku.


Dari dalam ruang tamu,terdengar bunyi pintu di ketuk oleh seseorang.


tok...tok...tok...tok..tok..


Akupun membuka pintu ternyata Andromeda sudah berada di depan pintu,memakai kaos putih sama denganku dan celana jeans bewarna biru langit.


Namun ada yang aneh denganya,dia tidak terlalu fokus melihatku, wajahnya terlihat pucat, aku lihat badanya berkeringat dingin,


nafasnya pendek terengah-engah,kemudian tanganya memegangi tembok samping pintu rumahku,sambil mengerang kesakitan


"Argh...."Erangan Andromeda dan jatuh tersungkur di dekat pintu masuk rumahku.


"Bukkkk."Suara tubuh Andromeda yang jatuh.


Ternyata pria ini pingsan di bawah lantai,aku pun mendekatkan jariku di dekat hidungnya ternyata masih bernafas,namun dia tidak sadarkan diri.


Akupun panik apa yang harus aku lakukan karena selain badannya besar,aku tidak akan kuat mengangkat pria yang bertubuh kekar dan besar ini.


Aku mengingat perkataannya,tidak ada yang boleh mengetahui jika Andromeda ini sakit hemophobia.


"Astaga,apa yang harus aku lakukan?"Batinku


Akupun mempunyai ide untuk menyeretnya ke arah sofa dekat ruang tamuku,menggunakan selimut yang berbahan licin,dengan begitu akan lebih mudah untuk membawanya dari lantai ke sofa.


Akupun mengambil selimut tebal berbahan bulu yang bisa membantuku,untuk bisa membawa tubuh Andromeda.


Setelah selimut ku taruh di atas lantai akupun menggeser tubuh Andromeda ke atas selimut tersebut, menyeretnya,ternyata benar tidak terlalu berat.


Namun saat akan membantunya ke atas sofa,ini yang jadi masalah,karena badanya yang besar.


Akhirnya aku tak jadi merebahkannya di atas sofa karena aku tidak kuat mengangkatnya.


Aku mengambil kasur lantai,dan menggeser tubuh Andromeda di sana.Akhirnya aku saat ini memang berolahraga,keringatku pun mulai bercucuran karena memindah tubuh pria perkasa ini.


"Bagaimana ini aku tidak jadi bersih-bersih tapi tubuhku penuh dengan keringat!"Kataku sambil mengipasi tubuhku yang sangat penuh dengan keringat.


Akupun mengambil air putih di kulkas karena kehausan dan kuminum dengan sekali teguk.


"Glegek..Ah.."


Lalu melihat Andromeda yang berbaring di kasur lantai itu.


"Apa yang harus aku lakukan dengannya?,jika aku memanggil dokter,dia akan marah,jika aku memanggil pelayannya di juga akan marah".


Batinku dalam hati, aku pun harus mengambil keputusan.


Tidak ada cara lain selain menunggunya tersadar.


Sambil menunggunya tersadar aku menyeka keringat dinginya,mulai dari tanganya sampai wajahnya, dengan handuk basah.


Aku juga memberinya air hangat ku taruh di dalam wadah,dan kuberi beberapa tetesan minyak aromaterapi.


Mungkin bisa untuk menenangkan dan bisa membuatnya tersadar.


Akupun melepas sepatu dan kaos kakinya,


Hanya itu yang bisa aku lakukan, untuk sementara sambil menunggunya tersadar.


Aku mengurungkan niatku untuk berencana membersihkan rumahAyahku,karena melihat kondisi Andromeda yang tak kunjung sadar.


Maka tidak ada cara lain jika dalam 1 jam ia tak sadar ,maka aku akan menghubungi Ayah Willy, karena Ayah Willy, Paman Andromeda.


"Anak ini kenapa jika pingsan membuat orang khawatir sekali!"Kataku namun di dalam hati.


Aku mengamatinya dia tampak pucat sekali,


namun keringat dinginnya sudah berhenti.


Satu jam pun berlalu namun Andromeda tak kunjung sadar akupun sangat panik, dan jika terjadi sesuatu yang buruk kepadanya.


Akhirnya aku memutuskan menghubungi Paman Andromeda,aku mengambil ponselku dan menekan nomer Papanya Willy tersebut.


Drrrt....drrt...drrrt... namun tidak ada yang mengangkatnya kuulangi sampai 3x namun Dokter Andrea ini tetap tidak mengangkat panggilanku, akupun semakin panik.


Akhirnya aku berencana mengambil ponsel Andromeda lalu menghubungi Papanya.


Karena menurutku dia yang paling mengerti


Andromeda.


Aku mengambil ponselnya yang ada di saku celananya,perlahan-lahan aku merogoh saku celananya,dan tanganku mulai masuk dalam saku celanannya.Sambil menelan selivaku,


serta menahan nafasku,karena aku sangat panik,dengan keaadaan Andromeda.


Saat tanganku baru masuk kedalam saku celanannya,aku pun menemukan ponselnya,


ternyata dia siuman dan membuka kelopak matanya kemudian dia pun menatapku.


"Apa yang kau lakukan kepadaku?"Tanya dari Andromeda kepadaku sambil mengernyitkan alisnya yang tebal tanda ia curiga kepadaku.


Dia mengira aku akan berbuat tidak senonoh kepadanya.


Akupun menarik lagi tanganku dari saku celananya sambil menelan selivaku.


Sangat malu sekali karena aku seperti maling yang mencuri dan tertangkap basah olehnya.


"Aku khawatir sekali padamu,aku berencana mengambil ponselmu, untuk menghubungi Papamu!"Kataku pada Andromeda dengan lirih dan penuh perasaan.


"Kau menghawatirkanku?"Tanya Andromeda kepadaku.


"Tentu saja kau pingsan,dan juga berkeringat dingin." Sambil menundukkan wajahku.


"Saat aku menuju rumahmu tadi,aku melihat ada kecelakaan di jalan raya dan korbanya berlumuran darah,"Andromeda pun bercerita kepadaku.


"Saat itu tubuhku mulai bereaksi,dan terasa sesak,kemudian mau pingsan,obatku juga tertinggal di rumah,aku lupa membawanya!"


Kata Andromeda sambil menjelaskannya kepadaku.


"Obatmu jangan sampai lupa ya,taruh dengan benar!"Kataku kepada Andromeda karena jika lupa obatnya itu membuatku sangat khawatir.


Andromeda mendekatiku dan memelukku erat seraya berkata.


"Jangan khawatir,jika aku bersamamu pasti penyakit ini akan segera sembuh!"Katanya lirih lembut dan juga penuh perasaan sambil memelukku erat.


Beberapa saat terdengar bunyi ponselku berdering


tililit...tililit...tililit.


"Iya hallo,oh iya Dokter Andrea, iya maaf saya salah memencetnya,mohon maaf."Kata Putih saat ini menjawab panggilan Dokter Andrea.


Andromeda mengamati dirinya karena,Putih sudah melepaskan sepatu,kaos kaki,dan ikat pinggang di celananya.


Dia juga heran kenapa bisa berbaring di kasur lantai tersebut.


"Apak kau menyeretku kemari,dengan selimut itu?" Tanya dari tuan Andromeda kepadaku.


"Tubuhmu itu sangat besar jadi aku tidaklah punya cara lain!"Kataku kepada Andromeda sambil menundukan wajahku.


Bersambung...


Gambar dibawah ini,mewakili visual tokoh karakter Andromeda.