The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 160 PERSAMI 16 "Poem"



Makan siang pun telah usai,kami anggota OSIS bersiap-siap untuk,melanjutkan kegiatan berikutnya,karena tinggal dua,membuat puisi dan disusul pesta api unggun.


Karena ini masih dalam PERSAMI maka tema puisi kali ini yaitu Alam,karena mereka sambil membuat puisi dan juga belajar menghargai Alam kita,agar tetap terjaga kehijauan, dan


kebersihan, kelestarian, serta keindahannya juga.


"Pertanyaanya adalah kenapa Alam harus di jaga?"


"Apakah yang terjadi jika Alam tidak kita jaga?"


Kedua pertannyaan tersebut memang sangat berkaitan erat dalam Alam,dan seharusnya kita sebagai manusia benar-benar mencintai dan dengan sepenuh hati ini.


Sore ini hanya ada 3 pemenang saja yang wajib membacakan Puisinya kepada kami yaitu para anggota OSIS. Dan aku sangat tersanjung dan juga terkesima dari tiga Puisi tersebut mereka benar -benar totalitas dalam menjalankan misi hari ini.


Aku mulai mendengarkan salah satu Puisi yang berjudul Hijau....


Karena kami semua anggota OSIS yang sudah sepakat dari semua murid baru, hanya ada tiga siswa yang akan kami ambil yaitu sebagai pemenangnya.


Suara adik kelas kami ini terdengar seperti alunan yang sangat merdu di telinga semua yang hadir saat ini.



Hijau


*Hijaunya pepohonan di sini sangat membuat sejuk dimataku, indahnya tak terukur dengan materi serta kekayaan apapun di bumi ini, jika di kumpulkan menjadi satu, Aku ini adalah sebuah pemandangan hijau yang sangat amat menakjubkan dan aromanya harum khas dari Bumi Pertiwi Kita.


Terlihat berlereng-lereng, di tepi pegunungan, dan serta menyembul milyaran biji padi yang sedikit menguning, dan ada juga yang masih hijau sepenuhnya, tepi dedaunan yang masih lembab dan dihiasi basahan tetesan embun di pagi yang cerah ini, Aku adalah suasana Alam.


Sawah yang membentang seperti sebuah karpet permadani terbang di film Aladdin


Namun disini bewarna hijau, sangat segar, memberi efek yang sejuk, serta dingin di penghujung kelopak mataku.


Akar dari kacang panjang mampu mengikat (N2) dari udara kemudian bermanfaat untuk menyuburkan tanah....


Oh Tuhan... betapa semua yang terhubung dengan Alam ini serta cipataan Mu bisa memberi kesinambungan dan serta merta faedah untuk semua makhluk di bumi ini.


Beberapa burung murai yang kecil dan gembil terbang kesana kemari, hinggap di atas pucuk pohon padi itu, dan mungkin mereka bingung kenapa padi disini amat segar dan amat sangat menggiurkan sekali...


Mereka pun sangat sibuk mengisi perut mereka dengan beberapa butiran padi yang mungkin sudah matang bewarna kuning keemasan itu.


Angin sepoi-sepoi ini membelai rambutku yang terurai, saat di tepian sawah aku melihat ada banyaknya lilitan ranting-ranting dari tumbuhan rambat dikotil ini, daun serta ranting mereka membelit satu sama lainnya.


Mereka nampak menjalin Aliansi satu sama lainnya, hijaunya sayuran ini membuat mataku terbelalak, panjang menjuntai bewarna hijau segar, akar serabutnya yang bewarna coklat segar, akar dari tumbuhan ini bisa bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium sp.


Sekarang aku tahu kenapa para petani semua rakyat di Indonesia menanam kacang panjang di tepian sawah." Fikirku saat ini.


"Dari P untuk Alam terimakasih."Ucap dari adik kelas kami saat ini.


"Prok...prok..prok...prok..."Riuh tepuk tangan dari penonton yang hadir di depan lapangan sekolahan kami ini.


"Hebat...!"Ucap dari salah satu murid baru lainnya.


"Baguuuusss!"Seru dari murid lainnya juga.


"Seruuu...!"Kata salah satu siswa baru.


"Lanjutkaaaaaaan..!"Seru murid lainnya.


"Suit...suit...suit..suit..."Di susul siulan dari para lelaki yang sedang semangat dan merah darah mereka berkobar mendengar lantunan puisi dari adik kelas kami.


"Baik kakak terimakasih."Ucap anak itu lalu dia berlari masuk dalam kerumunan para siswa baru.


"Wah..aku merinding mendengar puisi itu."


Ucap dari Andromeda sambil tersenyum manis.


"Sekarang aku sudah tahu kenapa kau?,lebih memilih sekolahan rendahan ini."Tukas dari Andromeda sambil tertunduk wajahnya dan merah pipinya.


"Emang kenapa?,aku suka sekolahan ini bukan karena memilih,aku menikmatinya."


Ucapnya pada Andromeda menyeringai.


"Iya-iya aku tahu,terserah kau."Ucap sambil tertunduk lesu karena teringat ucapan darinya yang sering mengejek Putih.


Dan juga merendahkan Sekolahan Negeri biasa ini.


"Oh, jadi kau memilih sekolahan rendahan ini daripada bersekolah di sekolahanku yang Elite dan berkelas,dasar gadis lamban?"Ucap tuan Andromeda ,dan ada sedikit bahkan agak banyak penyesalan yang ada di dalam benak tuan serampangan dan abstrak ini.


"Jika aku jadi kau, aku tak akan mau menjadi Ketua OSIS, bagiku itu sangat konyol sekali."


Tukas Andromeda saat itu dan bayangannya pun seketika pecah, karena ada seseorang menepuk pundak tuan muda Andromeda dari belakang .


"Hei kenapa kau melamun, kau sedang sakit?" Tanya dari Daniel pada Andromeda dan tampak Daniel datang membawa beberapa makanan di kedua tangannya.


"Tidak , waw kau membawa makanan banyak sekali, aku mau aku juga sudah lapar."Ucap dari Adromeda sambil tersenyum tipis namun juga sangat bahagia karena.


Daniel yang sudah mulai di anggap saudara oleh Andromeda berfikir Daniel adalah sosok pria yang tak mudah goyah dari kata uang.


Ataupun harta dan segala kawan- kawannya tersebut.


Daniel adalah sosok laki-laki yang tenang tak banyak bicara, namun selalu memberi solusi dengan cermat kepada Andromeda, jauh dari kata lelaki berandal manapun, kau tahu Daniel walaupun dia adalah anak yang sangat jenius.


Namun dia itu selalu berpura-pura bodoh di depan semua orang agar dia tak mau banyak orang yang menggunjing membicarakannya.


Dia tahu betul jika ia mengambil langkah pasti akan ada dampaknya, maka ia memilih menjadi sosok yang bodoh serta anak yang naik kelas hanya karena masuk nilai standart saja.Daniel memilih pilihan tersebut agar dia bisa dapat mengimbangi semua orang juga menutupi identitas dia sebagai ahli otomotif bidang yang ia sukai saat ini.


Daniel dengan karakter warna biru dan juga bisa di ambil dari kata kiasan.


"Air tenang menghanyutkan..."


"Hei Putih,ayo kita makan dulu aku membawa makanan untukmu ,istirahatlah."Kata Daniel padaku sambil tersenyum.


"Tidak bisa tinggal dua sekalian aku juga sudah lelah biar cepat selesai, nangungg."


Ucapku kepada Daniel dan tetap duduk di bangku.


"Bagaimana, kalau aku panggil Erick untuk menggantikanmu, mau?" Tawaran dari Daniel.


"Ayolah, hanya kurang sedikit saja kalian bisa beristirahat, aku akan menyusul ok." Jawab dari gadis itu sambil mengamati siswa yang berikutnya tampil.


"Kalau begitu aku menunggumu, duduk di sana dengan Andromeda ok."Kata Daniel padaku sambil tersenyum amat manis.


"Iya pergilah, aku akan menyusul kalian."


Ucapku pada Daniel lagi namun masih tetap memperhatikan lomba puisi ini.


Bersambung ...