The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
188 "MY RAINBOW 2"



Aku melihat dia terbakar api, sangat senang kenapa tidak, orang yang jahat mempunyai sifat serakah, takabur , riyak, sombong, dan juga lain-lain, ya patut di hukumlah ,kalau aku bisa kenapa tidak. Iya kan aku memandangi dia mengerang kesakitan ,dia berlari mencari air dan aku rasa orang seperti sudah sangat payah, merasa hebat tapi masih butuh air.


"Hore...hore... bagus kakak." Ucap bocil itu memberi dukungan padaku. Aku pun hanya tersenyum tipis dan juga menggelengkan kepalaku.


Kau tahu air, hematlah gunakan secara baik- baik ok dia juga makhluk Tuhan, mempunyai unsur mensucikan juga, sama lah dengan api hanya mereka mempunyai cara sendiri-sendiri


Aku sangat bahagia karena , Tuhan memberi aku sedikit kepercayaan, agar aku dapat bisa mempelajari Ilmunya yang tak terbatas waktu dan juga ,Ilmu yang Maha Agung itu, semoga ia tetap bersahabat denganku untuk selama- lamanya.🤲


Maka dari itu mulai sekarang jangan sampai kalian mengotori Ilmu yang Maha Suci, dan kalianlah sebenarnya kotor tak dapat dan tak bisa membedakan, memisahkan Ilmu yang suci itu dengan keserakahan kalian, dan juga seolah-olah Ilmu sesat mana ada, hanya cara penggunaanya saja masih belum ada pada tempatnya. Kurang pas lah ya, kalau manusia bilang belum tepat sasaran ok.... Saranghae.


Aku puas sudah bisa membakarnya, dan aku pikir jika tidak ada air dia akan mati, ternyanta Tuhan masih memberikannya kesempatan.


"Bersyukurlah , jika air di tarik dari muka bumi ini apa yang akan terjadi?, oi..wahai makhluk manusia sedikit berfikir ya." Suara Iblis dari samping melirikku sambil meringis dan juga mengedipkan matanya yang sebelah.😈


"Kau muncul juga, ternyata." Ujarku menjawab suara yang tiba-tiba ada terdengar di telinga ini.


"Masih banyak lho, ya... semangat."Ucap dari Iblis itu lalu pergi meninggalkanku dan juga hilang ,lenyap di telan bumi.


"Sialan, tak membantuku malah meledek!" Umpatku sambil menendang kaleng botol yang ada di depanku.


"Duaaaang..." Kaleng itu membumbung tinggi di udara dan jatuh setelahnya."Bruuukkk."


Kaleng pun melayang terbang jauh, ya karena tendanganku lumayanlah, walau aku seorang gadis, aku ini masih mempunyai jiwa seorang pria, karena bisa di bilang hormon pada diriku ini terkadang membuatku bingung, namun ya aku bersyukur karena dalam genting aku bisa menjadi mode pria, jika bersama-sama teman perempuan aku mode anggun , agar bisa ya beradaptasi, selagi aku gunakan dengan hal yang baik maka kenapa tidak. Mulitifungsi 🤣


Ternyata benar apa yang di katakan Iblis tadi ternyata banyak preman bermunculan,mereka berkerumun seperti semut, mereka semua itu ingin melawanku. Aku heran yaa kenapa Iblis memihakku.


Padahal aku ini hanya manusia dan bukankah seharusnya manusia itu berteman dengan manusia lainnya ya kan, apakah aku ini gadis gila. Aku juga tak habis fikir apa yang terjadi hingga Iblis saja memihakku .


"Hemmm....haaaa..."Aku pun menghela nafas.


Seorang gadis berteman dengan Iblis dan menghajar sekawanan preman, bukankah mereka manusia. Kenapa kami harus saling menyakiti kan seharusnya kami ini berteman masih sama spesiesnya.✌


"Aish, kenapa mereka semua ini sangat amat merepotkan sekali?, Ya Tuhan berikanlah aku bantuan." Ucapku namun dalam hati kecilku.


"Aku kira jika, aku yang turun tangan mereka akan musnah, jika orang lain masih bisa di toleransi." Ujarku namun dalam hati kecilku sambil menggelengkan kepalaku lagi.


Bercanda ya kadang author suka hal yang humoris, jangan terlalu serius.


"Hei, kenapa berandalan muncul serentak, apakah kalian memilih kekerasan daripada kelembutan?"Tanyaku pada mereka dengan tegas dan aku menatap mereka dengan tajam


"Dasar gadis ini, hei... kau meremehkan kami, lihatlah jumlah dari kami apakah kau tak bisa menghitung?"Tanyanya padaku dengan amat sangat sombong, ternyata dia meremehkan nilai Matematikaku, walau nilai matematikaku 6 dalam mata pelajaran, namun aku sering membacanya kenapa, nilaiku masih rendah.


Ternyata aku yang sekelas dengan anak TK ini di dalam nilai Matematika yang suci itu,ya walaupun demikian aku masih tetap saja ya sangat amat setia membaca, mempelajarinya setiap hari, karena kebetulan selalu bertemu dan dia membuatku kesulitan, namun dia juga selalu tersenyum bila aku sangat kesulitan dalam menghadapi soal darinya, ya terkadang aku mau angkat tangan, karena terlalu sukar.


Namun karena memang harus di kerjakan ya sudah maka, aku akan terus belajar ya kan.😉


Ternyata bocil ini sudah ada di sampingku dan memberikanku tongkat kastinya. Lalu dia pun tersenyum seperti lelaki dewasa.


"Hei, kau inikan anak kecil kenapa kau seperti pria dewasa?"Tanyaku kepada bocil ini dan juga menggelengkan kepalaku lagi.


"Kakak, perlu bantuan lihatlah jumlahnya, tapi jika Kakak menjalin aliansi denganku tentu saja mereka akan musnah."Ucap dari bocil ini dan menyeringai seperti psikopat yang akan memburu korbannya.


"Ok, kau pandai beladiri?"Tanyaku dengan penasaran.


"Kakak, hanya perlu melihat saja aku ingin kakak istirahat, menyingkirlah dulu." Ucap dari bocil ini dan menyingkirkan diriku agar aku tak ikut campur.


Aku pun sangat suka dan melihatnya dengan santai, jika ada es jeruk pasti akan lebih seru.


"Baiklah terserah kau, hati-hati ya bocil." Ucap dari diriku dan aku pun mengamatinya.


Ternyata memang benar ,bocil ini sangat sakti dan bisa menghajar banyak preman.


Dia bisa terbang dan mengeluarkan jurus kungfu, dari Negara tetangga tersebut.


"Wah... deabak..deabak..."


Saat mereka banyak yang tumbang ternyata, masih ada kloter lainnya, bak permainan yang masih ada musuh cadangan yang akan ikut masuk bergantian, agar mengetahui seluk beluk kemampuan kami.


Aku yang tahu pun segera mendekati bocil ini aku di sampingnya sambil tersenyum,ternyata dia sangat lumayan kungfunya, aku rasa aku tak ada apa-apanya walau usiaku sudah 16 tahun. Dia yang kecil umurnya malah lebih pandai dalam seni ilmu beladiri.


Ini bisa di jadikan refleksi kecil belum tentu dia tak berilmu, dan tua juga belum tentu ia lebih pandai dan bijaksana dalam mengatur hal, maka dari itu kurangi nilai kesombongan mulai dari sini sebelum api yang suci muncul dan menghukum semua orang.


"Ayo dik aku kira, dua lebih banyak dari satu kan, kakak akan ikut berjuang." Ucapku pada bocil ini dan kami saling mengambil ancang- ancang saat ini untuk bersiap menghadapi semua para preman yang datang dalam kloter berikutnya. > komparatif perbandingan.


Tentu saja kalian bisa menjabarkan nilai yang selanjutnya Ok.


"Hiyaaaa...."


Aku menggunakan tongkat kasti tadi dengan sebaik-baiknya karena, banyak sekali yang hadir, saat aku layangkan lagi ternyata ada preman yang menendang, tongkat dan jatuh.


Tak kehabisan akal, aku akan menggunakan kaki dan tanganku ini untuk menendang, dan juga memukul, serta merunduk, dan juga aku menghindar, lalu menjegal, dan mundur lagi karena beberapa kali aku terkena pukulan dari mereka, karena mereka sangat banyak.


Aku di tendang dan juga kena pukul, lalu aku pun mundur secara teratur.


"Sreeet...."Saat aku terkena pukulan mereka aku mundur, aku membenahi rambutku, dan aku tali dulu agar tak menghalangi gerakku.


Setelah itu aku pun melanjutkan perang kami yang akan semakin seru dalam bab demi bab ini tentunya, maka dari itu tetap stay di novel pertama aku ya, dan jangan lupa terus dukung


Bersambung...