The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 50 "Kambuh 2"



"Mungkin ini alasan Papamu mengajakmu pulang ke Manhattan,kau sekarang sedang sakit dan memang seharusnya kau dirawat dengan intensife agar cepat pulih?"Kataku kepada Andromeda agar dia mau kembali Manhattan.


"Papaku mengajakku kembali ke Manhattan agar ia bisa memantau aku langsung, namun aku hanya ingin berada di Indonesia, apalagi aku sudah menemukan dirimu disisiku, aku tak mau meninggalkanmu!"Kata Andromeda kepadaku dan terlihat ekspresi wajahnya agak muram.


"Kau sudah berobat,dan memeriksakannya ke Dokter?"Tanya Putih penasaran dan sambil mengamati ekspresi wajah Andromeda.


"Aku sudah mengikuti terapi, dan pengobatan di Manhattan,namun gejalaku ini tak kunjung sembuh, aku hanya mengkonsumsi obat saja untuk mengurangi rasa sakitnya jika kambuh!"


Kata Andromeda kepadaku dengan perasaan sedih karena dirinya bukanlah anak normal,


namun seorang pasien.


"Lantas rencanamu bagaimana?,apakah kau tak takut penyakitmu itu bertambah parah jika dibiarkan dan tidak segera di tangani?"Kataku kepada Andromeda meyakinkan agar mau menjalani pengobatan lagi.


"Bagaimana jika kau yang merawatku saja,aku percaya kepadamu!"Kata Andromeda sambil menatapku penuh perasaan dan matanya kulihat berkaca-kaca.


"Aku merawatmu?,aku bukan dokter aku juga tidak mengerti tentang Hemophobia !"Kataku pada Andromeda ini,sambil menggerakkan kelopak mataku,karena aku bingung,aku ingin dia pergi ke Dokter bukan dirawat olehku.


"Kau tadi melakukan apa saja kepadaku?"Kata Andromeda sambil melihat badanya.


"Kau curiga padaku,aku hanya menyeka wajah dan keringat dinginmu itu!" Ujarku padanya.


"Benarkah hanya itu?apa kau tidak melakukan hal yang aneh-aneh padaku?"Tanyanya pada diriku,sambil menggodaku dan menyeringai penuh curiga.


"Hei....buat apa aku melakukan hal aneh-aneh kepadamu?,tidak ada untungnya bagiku ini !"


Kataku padanya dengan sebal karena sudah susah payah aku menolongnya, dia malah menggodaku.


"Baiklah ,terimakasih ya!,hei...kau memakai celana pendek kakimu terlihat jenjang!"Kata Andromeda meledekku karena aku memang pendek di banding dia.


"Kalau begitu aku mau mengganti celanaku saja tunggu sebantar ya!"Kataku kepada tuan Andromeda kemudian masuk ke dalam kamar berganti celana panjang.


Beberapa saat kemudian setelah berganti celana panjang aku pergi ke ruang tamu menemui Andromeda.


"Aku sebenarnya berencana membersihkan rumah ini, karena kau sedang sakit jadi aku mengurungkan niatku itu!"Kataku kepada Andromeda .


"Bagaimana kalau ku bantu membersihkan rumah ini?" Andromeda menwarkan bantuan dengan antusias.


"Rumahmu saja yang membersihkan para pelayanmu,bagaimana bisa kau membantu aku membersihkan rumahku ini!" Kataku pada Andromeda sambil memanyunkan mulutku.


"Aku akan membantumu,sebisaku ayo mana yang harus kubantu?"Dia menwarkan bantuan dan meyakinkanku.


"Apakah sudah benar-benar pulih?,nanti kau pingsan lagi?"Kataku sambil meledek dia.


"Ayolah,aku sudah tidak apa-apa lagi jangan memperlihatkan aku seolah-olah aku ini pria lemah!"Kata Andromeda protes terhadapku.


"Baiklah kau duduk saja aku akan menangani ini sendiri,aku serius!"Kataku sambil menarik lenganya dan menyuruhnya untuk duduk di atas sofa,ternyata dia menurut kepadaku.


Akupun mulai membersihkan rumahku mulai dari area ruang tamu,dengan menyapu dan mengepelnya,kemudian membersihkan area dapur,membersihkan westafel serta kamar mandi kemudian membersihkan kulkasku.


Setelah itu aku membersihkan kamarku dan kamar Ayahku,butuh waktu sekitar 2 jam lah untuk menyelesaikannya kulihat jam sudah menunjukan pukul 14.00 wib.


Aku bergegas melihat Andromeda di ruang tamu ternyata dia sedang tidur terlelap di buai mimpi,mungkin karena badanya kurang sehat jadi dia ketiduran.


Aku mendekati dan mengamatinya lalu aku memeriksa suhu tubuhnya apakah normal atau demam,dengan menempelkan telapak tanganku di atas dahinya,ternyata dia agak demam.


Aku segera mengambil kompres dan air hangat untuk mengompres badanya.


"Anak ini,sakit masih ingin membantuku membersihkan rumahku,untung aku tidak mau!"Kataku dalam hati sambil melihatnya.


Kulihat kakinya lebih panjang dari sofaku,dan


akupun tersenyum melihatnya .


"Apakah nyaman sofa ini?,padahal ukuranya yang lebih kecil dari badan pria ini!"Kataku dalam hati sambil tersenyum,memperhatikan wajahnya yang tampan saat tertidur.


Hindungnya terlihat sangat mancung, dan bibirnya sangat seksi bewarna merah,kedua alisnya sangat tebal nampak indah.


Aku sangat menyukainya dan dahinya lebar.


Aku pun memeriksa kembali suhu tubuhnya dengan menempelkan telapak tanganku dan


ternyata sudah agak mendingan.


Aku mengenakan celana jeans,dan kaos pink, Setelah sudah bersih, rapi aku pun melihat keadaan Andromeda lagi di ruang tamuku,


ternyata dia masih tertidur sangat pulas.


Akupun mengambil beberapa buku untuk belajar karena besok hari senin aku menjalani ujian akhir semester untuk kenaikan kelas.


Aku belajar sambil mengamati Andromeda di sampingku, sesekali aku mengecek suhu tubuhnya.


Setelah memastikan ia sudah tidak demam, aku pun melepas kompres di atas dahinya itu.


Kemudian melanjutkan lagi belajarku.


Waktu pun terus berputar aku yang sedikit lelah ternyata ketiduran atad di kasur lantai.


Dengan buku yang berserakan di sampingku.


Kami berdua pun tidur terlelap di buai mimpi masing-masing.


Tak berselang lama ternyata ada seseorang mengetuk pintu rumahku, namun aku tidak mendengarnya sama sekali,karena kelelahan setelah membersihkan rumahku dan merawat Andromeda.


Seseorang itu pun membuka pintu,karena pintu rumahku tidak terkunci saat itu.


"Putih...Putih...!"Suara Daniel,ternyata orang tesebut Daniel dan Anggara.


"Hei lihatlah mereka!, mereka berdua tidur bersama!"Kata Anggara kepada Daniel sambil tersenyum dengan suara pelan karena takut membangunkan kami.


"Apa kita pulang saja,agar tidak mengganggu mereka?"Tanya Anggara kepada Daniel.


Namun suara Daniel dan Anggara pun telah membangunkan Andromeda, dia bangun kemudian melihat sekeliling dan tahu kalau Putih kelelahan karena sudah merawatnya.


Kemudian menyelimuti badan Putih agar tidak kedinginan karena tidur di bawah kasur lantai.


"Hemmm kenapa kalian kesini,apa ada perlu dengan Putih?"Tanya Andromeda kepada Anggara dan Daniel.


"Sebenarnya kami tidak ingin mengganggu kakak ipar,namun aku ingin belajar bersama Putih,besok kami ada ujian akhir semester!"


Kata Anggara kepada Andromeda dengan menggaruk kepalanya.


"Bagaimana kalau aku saja yang mengajari kalian?"Kata Andromeda kepada Anggara dengan antusias.


Daniel mendengar kata-kata Andromeda pun terkesan dan tersenyum bangga .


"Wah kau ini benarkah bisa mengajari kami!"


Ujar dari Daniel sambil menyenggol bahu Andromeda.


"Kemarilah,mana yang kalian tidak paham aku akan menjelaskannya?" Andromeda pun mau menagajari dengan ramah dan sopan.


Ternyata mereka bertiga pun akhirnya belajar bersama-sama tanpa diriku,karena aku yang sangat kelelahan tertidur dan terbuai mimpi indah.


Jam menunjukkan pukul 19.00 wib.Akupun terbangun dari tidurku,aku melihat ada 3 pria tampan yang sedang duduk melingkar.


Di bawah sedang mendiskusikan soal pelajaran dengan serius.


"Hei,kenapa kalian sangat rajin?apakah kalian tidak ingin tinggal kelas?"Aku pun menggoda mereka sambil menghampiri dan duduk di sebelah Andromeda.


Mereka bertiga melayangkan senyumannya kepadaku,dan melanjutkan belajar lagi.


"Hei, aku amat sangat senang sering-sering belajar berasama seperti ini!"Kataku kepada mereka bertiga yang sekarang sedang duduk melingkar.


Aku akan menyiapkan makan malam,Bibiku tadi membawakan makanan di kulkas,aku akan menghangatkanya untuk kalian.


"Terimakasih Tuan Putri !"Kata Anggara dan tersenyum padaku sambil menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit setelah aku menghangatkan makanan tersebut,aku sudah menyajikannya dimeja makan,kami berempat pum makan bersama seperti keluarga yang harmonis.


Daniel , Anggara , Andromeda ,dan juga Aku menikmati makan malam yang sangat indah melebihi malam lainya. Berkumpul dengan sahabat kami, dan belajar bersama sangatlah menghibur .


Dan semakin mempererat tali persahabatan kami.


Bersambung....