
Beberapa hari kemudian,di siang hari ini Aku dan Persi berada di tokoku.Kami pun saling mengobrol satu sama lain.Karena ujian akhir semester yang belum usai,maka kami pulang lebih awal.
"Hei,dengar kenapa kau lebih dulu melepas status jomblo mu daripada aku!"Kata Persi sambil memanyunkan mulutnya yang tipis itu.
"Apa maksudmu,apa kau mau kucarikan pria yang baik?" Ujarku pada Persi sahabatku ini dengan semangat dan menatap wajah Persi sepertinya dia agak muram hari ini.
"Tentu saja,aku mau satu yang keren,tinggi berambut cepak, pandai beladiri, bermata coklat dan sangat seksi bila berkeringat!"Kata Persi kepada Putih sambil membayangkan wajah Erick yang sedang berlatih judo.
"Hem, apakah kau belum menyerah dengan Erick? aku mempunyai kandidat yang lebih bagus daripada Erick!" Kata Putih sambil menganggukkan kepalanya.
"Apa benar,siapa?"Kata Persi kepada Putih.
"Tentu saja Daniel dia jauh lebih baik dari Erick , penyabar , penyayang, bijaksana, jago bermain bola,setia,dan pandai membereskan kekacauan ,hahaha!"Kataku kepada Persi sambil tertawa lepas.
"Aku tidak mau Daniel dia pria bodoh selalu saja menuruti permintaanmu, seharusnya kau saja yang memilihnya!" Kata Persi kepadaku sambil mencibirkan bibirnya.
"Hei ,aku sangat dekat denganya namun aku menganggap dia kakak kandungku, kau tidak pernah tahu apa saja yang sudah kami lalui,
kau beruntung kedua orang tuamu itu masih utuh!" Ujarku pada Persi sambil menundukkan wajahku.
"Iya maaf ,aku tak bermaksud seperti itu,dan aku juga tidak mau ,dia kan bau oli!"Kata Persi kepadaku sambil memanyunkan mulutnya.
"Apa salahnya oli dia bermanfaat,jika tidak oli apa kata dunia ini, kau tak bisa mengendarai mobil atau motor,lagi pula bau oli lebih harum daripada parfum!"Kataku pada Persi sambil menerangkan detailnya.
"Hanya kau wanita satu-satunya di dunia yang menganggap oli adalah harum, otakmu tidak berfungsi sepenuhnya!"Kata Persi kepadaku sambil memalingkan wajahnya dariku.
"Bawel kau ini,apa kau sangat suka dengan Erick?, bagaimana kalau aku mendekatkanmu kepadanya,namun dia tidak mau apakah kau tidak akan kecewa?" Kataku pada Persi lagi.
Namun sangat khawatir,karena aku tahu Erick pria yang agak sulit , lebih khawatir dengan Persi.
"Hem,kau tahu Put perasaan itu sangat aneh aku berharap bisa menyukai orang lain selain Erick,namun bagaimanapun aku mencobanya tetap saja tidak bisa,aku akan senang walau hanya melihat dia lewat di depanku meskipun dia tak pernah menganggapku ada!"Suara dari Persi dengan serius padaku sambil melamun.
"Begitukah,baik jika ada waktu yang tepat aku akan berusaha mendekatkanmu kepada Erick, tapi jangan kecewa ya jika ia tak mau!" Ujarku pada Persi sambil mengamati ekspresi wajah yang sangat muram.
"Hei, aku heran padamu kenapa kau memilih Andromeda hanya dalam sekejap, yang aku tahu kamu itu sering menakut-nakuti banyak pria!" Ujar dari Persi penasaran padaku,sambil menatapku.
"Itu ,karena ya aku terima, saja ya lumayanlah daripada aku sia-siakan!" Kataku kepada Persi sambil mengernyitkan alisku.
"Kau kan selalu berbuat sesuka hatimu saja, selalu membuat kekacauan dimana-mana!" Kata Persi tersenyum saat mengingat-ingat banyak pria mendekati Putih namun tidak ada satupun yang berani menyatakan perasaanya.
"Ckkk,tidak tahulah, bukan karena ingin, dia hanya menempel seperti permen karet,setiap hari datang sesuka hatinya ke sekolahan kita,
juga tak pernah kendur nyalinya walau sudah beberapa kali kusuruh pergi!" Kataku kepada Persi sambil tersenyum.
"Akhirnya kau menemukan rival seimbang! " Ujar dari Persi kepadaku sambil tersenyum.
"Hei bukankah mereka seharusnya kemari belajar kelompok ,pergi kemana mereka itu?"
"Biarkan saja, lagipula lebih baik mereka itu menjalani aktivitas tidak mengganggu kita!"
Kata Putih sambil bersiap-siap membuka tokonya.
Disisi lain ternyata Andromeda menggiring Daniel dan Anggara untuk les tambahan agar nilai mereka segera membaik ,minimal masuk rangking 10 besar,karena dia berambisi ingin memenangkan taruhan dengan Putih .
"Hei kakak iparku kenapa kau membawa kami kesini , kau bilang akan membawaku bertemu gadis cantik dan seksi ?" Protes dari Anggara pada Andromeda dengan penasaran, sebal karena Andromeda membohonginya.
"Hei diamlah mulutmu itu, dengarkan mentor cantik dan pahami kata-katanya itu ok, jika ada pertanyaan tanyakan saja padaku?" Kata Andromeda pada Anggara lalu menyilangkan tanganya.
Daniel dan Anggara pun menuruti perintah Andromeda mendengarkan penjelasan dari mentor melalu laptop Andromeda. Mereka nampak antusias namun hanya sesaat.
Setelah satu jam berlalu ,Andromeda pergi dan menyalakan ro***nya sambil menjauhi Daniel dan Anggara ,setelah beberapa menit kemudian dia kembali memantau Daniel dan Anggara apakah benar-benar belajar atau tidak.
Ternyata Daniel dan Anggara tertidur pulas di atas mejanya, keadaan laptop yang tertutup rapat.
"Astaga mereka ini,jika mau naik kelas serius sedikit !"Kata Andromeda pada mereka dan membangunkan mereka.
"Hei, Daniel kemarilah kau ,aku mau bicara denganmu, dan kau Anggara lanjutkan dulu belajarnya!"Kata Andromeda sambil menarik lengan Daniel menjauhi Anggara.
Mereka berdua duduk di meja di bawah pohon mahoni siang itu.
"Dengarkan Daniel,aku ingin berterimakasih kepadamu,karena kaulah yang berkonstribusi atas jawaban teka-teki Putih yang tempo hari di berikan kepadaku!"Ujar dari Andromeda kepada Daniel sambil membujuknya agar Daniel terkesan oleh kata-katanya dan mau belajar dengan giat.
"Benarkah ,aku kira bukan ,kulihat kau laki-laki yang tak akan kendur walaupun di usir oleh Putih beberapa kali!" Ujar dari Daniel sambil tersenyum pada Andromeda tak terpengaruh oleh kata-kata Andromeda.
"Tentu saja ,aku tak akan melepaskanya, dan
sekarang pada intinya saja hei... dengar kau harus masuk 10 besar!" Ujar dari Andromeda kepada Daniel dengan sorot mata tajam .
"Hei apa yang kau bicarakan?, aku tak ada ambisi sebesar itu,aku hanya ingin naik kelas saja!"Kata Daniel kepada Andromeda sambil mengalihkan perhatiannya.
"Dengarkan jika kau masuk 10 besar maka aku akan memberimu mobil sportku warna biru, bukankah cocok dengan dirimu, gagah pemberani ,bijkasana, penyabar, bagaimana?"
Kata Andromeda berharap Daniel terpancing dengan rayuannya itu.
" Aku tidak tertarik , aku memintamu untuk mengajariku hanya untuk naik kelas saja tak lebih, aku juga tak menginginkan mobil itu!"
Ujar Daniel pun menolak sogokan maut tuan muda Andromeda dengan polosnya.
Daniel pria yang tak mudah di pengaruhi walaupun,akan di beri sesuatu jika ia mau melakukannya,berbeda dengan Anggara.
Dan Andromeda pun bingung harus berbuat apa,karena dia pun sudah terlanjur bertaruh dengan Putih dan tak mau kalah begitu saja.
Bersambung....