The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 22 "Mouse vs Predator"



"Hei sini kau,mana setorannya hari ini?"Kata seorang siswi A.


"Aa....aku tidak bawa uang saku hari ini kak, bolehkah besok saja,aku akan menyerahkan uang sakuku kepadamu."Kata siswi B sambil ketakutan.


"Cuih.... apakah kau mau membodohiku."Kata siswi A sambil meludah dan juga menjambak rambut siswi B.


"Lihatlah kak aku tak membawa uang hari ini,coba periksa saja di sakuku."Kata siswi B.


"Kalau begitu ayo cepat bereskan dia!"Kata siswi A kepada teman-temannya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Keesokan harinya di pagi hari,aku mendengar keributan di dalam rumah.


"Dengar berikan uangnya sebelum kesabaran kami habis!"Kata seseorang yang terdengar dari kamarku,akupun menghampirinya.


"Kenapa ada banyak preman disini Bi?,apa yang mereka lakukan?"Kata Putih dengan curiga.


"Maaf besok uangnya akan kuberikan."Kata Bibi sambil menangis kepada salah seorang preman.


"Kemarilah gadis kecil, aku akan memberitahu bahwa, dia mempunyai hutang."Kata preman itu sambil memberikan tanda jarinya untuk mendekatinya.


Putih pun mendekat kepada dengan perlahan


"Bibimu punya hutang sebesar Rp.200,.jt dan juga di tambah bunga Rp.300,.jt menjadi Rp.500,.jt."Kata salah satu preman itu dengan nada meledek .


"Dengarkan lagi hutangnya sudah lama tidak ia lunasi,jadi sebagai jaminan aku pasti akan membawamu."Kata preman itu kepadaku.


"Apa, aku akan kau bawa?dalam mimpimu!" Ujar dari gadis itu sambil tersenyum dengan sinis.


"Jika hutang uang yang di bayarkan ya uang kenapa aku harus jadi jaminannya?" Jawab Putih pada preman itu sambil menyeringai.


"Hm ...kau bernyali juga , apa kau tak takut?" Tanya dari preman itu sambil menyeringai.


Aku melihat mereka ada 7 orang berbadan kekar semua,banyak tato bertebaran di tubuh mereka.


Dan rambut panjang mereka bergelombang dari belakang seperti model iklan shampoo.


Akupun tersenyum lagi melihat mereka yang sedang berkumpul di rumah Bibiku.


"Hei gadis tengik kau tersenyum,apakah kau meremehkan kami?,aku rasa, aku membuat perhitungan denganmu!"Kata seorang preman itu sambil menyeringai dengan sebal mereka merasa di remehkan .


"Hei,dengar tapi tidakkah jika hutang bibiku Rp.200,.jt kenapa bunganya banyak sekali Rp.300,.jt, kau pikir aku bodoh!apa ini penipuan?Tanya Putih keheranan kenapa bunganya itu lebih besar dari hutangnya .


"Jika kau melihat isi surat perjanjiannya kau pasti tau gadis tengik!"Kata preman itu lagi dengan kebingungan.


"Baiklah bagaimana kalau, kau beri waktu aku 2 minggu ,aku akan melunasinya!, sekarang pergilah!" Ujar dari Putih dengan tegas kepada mereka.


"Bagaimana jika itu lewat tenggat waktu yang sudah di tentukan?, kau mau jadi jaminan?"


Tanya dari preman itu dengan menyeringai .


"Baiklah aku yang jadi jaminannya." Jawab dari Putih dengan tegas,supaya para preman segera keluar dari rumah Bibinya .


Dan benar saja preman itu keluar semua meninggalkan rumah .


"Kenapa tidak bercerita padaku ? jika Bibi itu berhutang banyak?" Tanya Putih pada Bibinya sambil memandang wajahnya yang sedih.


"Aku meminjam uang karena terpaksa,untuk biaya Rumah Sakit , kakek dulu saat belum meninggal , sisanya untuk keperluan di toko."


Ujar dari Bibi yang menjelaskannya sambil berlinang air mata di pipinya .


"Baiklah tenang aku akan melunasinya,tapi jangan sembunyikan lagi dariku."Kata Putih kepada Bibi.


"Iya."Kata Bibi dengan lirih .


"Hmmmm...ahhhh."menghela nafas lalu ia pun merebahkan tubuh di kamarnya untuk sesaat, kemudian mandi , dan bersiap ke sekolah.


Sesampainnya di sekolah, Daniel sudah ada di lapangan sepak bola, bermain sepak bola dengan teman-temannya.


Kemudian bola yang di sepak teman Daniel melambung tinggi mengenai kepala dengan keras. ' wing.... plak.'


"Auww, siapa ini yang berani melakukannya?"


mengeluh sambil menoleh ke arah lapangan.


Daniel mendekati dan mengambil bolanya.


"Hei kalau jalan lihat-lihat,tumben kau murung apa yang kau pikirkan?"Tanya Daniel .


"Haa.nanti aku ceritakan, aku mau ke toilet dulu ya." Ujar dari Putih,sambil berlalu dan terus meninggalkannya.


"Kenapa gadis itu,tidak biasanya?" Gumam dari Daniel ada yang terasa aneh dan janggal.


Setelah dia menaruh tas dalam kelas , pergi menuju toilet. Saat aku di dalam toilet, ada beberapa siswa terdengar gaduh.


"Hei...mana uangnya berikan kepada kami!"


Bentak siswi A dengan keras menggema di tiap sudut kamar mandi ini .


"Kenapa cuma segini?bukankah kau bilang akan memberikan dobel untuk hari ini!"Kata siswi A dengan geram .


"Tapi aku hanya punya uang itu."Kata siswi B sambil ketakutan.


"Hei,,,,a nak ya tim pi atu yang bo doh, ingat kau ini sekolah disini akulah yang menguasai area sekolah in!i"Ujar dari Siswi A ini sambil menjambak rambut siswi B.


Beberapa temannya tampak mengambil air dalam ember dan menyuruh anak tersebut.


Memasukkan kakinya ke dalam ember itu , kemudian kaki anak itu basah kuyup beserta sepatu dan kaos kakinya.


"Cuih... Da da..." Gadis A sambil meludahi gadis B dan meninggalkannya.


Putih pun keluar kamar mandi dan melihat gadis itu menangis.


"Hei,kenapa menangis?,sudah..sudah jangan menangis aku akan membantumu,keluarkan kakimu dan lepaskan sepatumu itu." Ujarnya sambil membantu gadis yang di rundung itu .


"Terimakasih Wakil Ketua OSIS."Kata siswi A.


"Siapa namamu?"Sambil menyeka ludah dan kotoran yang ada di badan siswi A tersebut.


"Namaku Luna kak."Kata anak itu sambil menahan tangisnya.


"Bersabarlah,memang ada kalanya hidup ini selalu mempersulit kita." Sambil memandangi wajah yang ketakutan.


"Iya kakak." Jawab Luna.


"Pakailah sepatuku aku punya 2 di loker, ingat namaku Putih!,jangan lupa nanti siang setelah jam sekolah usai,kau pergi ke kelas judo mau kan!" Ujar dari Putih kepada Luna dengan lirih


"Iya kak."Jawab Luna.


Bel berbunyi tanda bahwa kelas telah di mulai semua siswa pergi masuk kelas, setelah dia mengambil sepatunya dalam loker dia segera menuju ruang kelas .


"Hai semua, kalian berjumpa lagi dengan Bu Wardah,apa kalian rindu pada Ibu?"Tanya Bu Wardah.


Tiba-tiba ada seorang siswa baru,pindahan dari luar negeri masuk ke dalam kelas kami.


Dia berdiri tegak , namun wajahnya terlihat agak menyeramkan, tersenyum menyeringai.


"Silahkan perkenalkan dirimu." Bu Wardah pun memandangi anak itu dengan tatapan hangat


"Hallo namaku Orion,panggil saja Rion."Kata Anak itu dan pergi menghambur duduk di sebelahku.


"Apa ini kosong?"Tanyanya dengan suara serak sekali


"Terserah kau saja."Jawabnya dengan ringan


Banyak murid-murid mulai bergosip dari A-Z dan dari Z-A mereka selalu mengurusi orang lain , tapi kenapa tidak mengurusi diri mereka sendiri.


Terlihat Rion tertidur lelap dan mengabaikan pelajaran Bu Wardah saat itu.Bu Wardah yang kesal itu melempar Rion dengan penghapus papan tulis kemuka Rion .


"Sialan beraninya kamu!" Ujar dari Rion sambil mengahampiri Bu Wardah.


Rion yang terbangun dari tidurnya itu terlihat matanya merah menyala seperti serigala dan benar saja , Rion ini melayangkan tinjunya ke papan White board dan matanya yang tajam menatap Bu Wardah.


"Braaakk"


Dia keluar kelas sambil menendang pintu dengan mengumpat.


Sontak para murid lainya terkejut melihat itu dan berbisik-bisik lagi dari A-Z dan dari Z-A.


Bu Wardah sangat ketakutan dan duduk di bangkunya, dia menangis tersedu-sedu dia sangat shock kenapa muridnya bisa berbuat seperti itu .


Putih pun mengikuti Rion ternyata dia ada di dekat kantin.


"Hei laki-laki apakah kau selalu melayangkan tinjumu ke sembarang orang?"Tanya Putih ke Rion dengan mengernyitkan alisnya sebelah.


"Hei jangan sembarangan ikut campur ya,dan dasar,urusi saja masalahmu!"Katanya sambil mengacuhkan .


Dan Putih pun menendangnya dari belakang dan meninjukan satu pukulan di mukanya itu.


"Buakk,"


"Hei,apa yang kau lakukan?"Kata Rion dengan terkejut.


"Apa kau seorang putra Presiden?"Tanya dari Putib pada Rion dengan tiba-tiba .


"Bukan."Jawabnya sambil mengamati siapa gerangan berani memukulnya .


"Seorang Presiden pun tak berani sepertimu, Guru adalah pahlawan yang mencerdaskan anak Bangsa!" Putih pun meninggalkanya.


"Sialan,siapa gadis itu berani sekali dia?tapi kenapa sangat keren melebihi seorang pria!" Ujar Rion sambil masuk lagi ke dalam kelas.


"Maafkan aku Bu,aku terbangun dari tidurku dan masih belum sadarkan diri."Kata Rion meminta maaf lalu menghambur duduk di sebela Putih dan matanya mengamati .


Daniel dan Anggara heran melihatnya dari bangku mereka .


Bersambung.