The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 124 "Out of the Box 2"




Ini adalah visual gambar tokoh utama Leon Scott Kennedy dan Ashley Graham putri dari seorang President Amerika Serikat.


Aku pun mempercepat lagi langkahku dengan menyusuri jalan,ternyata ada serigala terjepit kakinya karena terkena perangkap,


"Huk...huk..huk..huk"Rintihan sang serigala akupun melepaskan agar dia bebas,kakinya pincang sebelah dan berdarah pergi terseok-seok dari hadapanku.


Ternyata ladang ini penuh dengan jebakkan semua hamparan aku mengamatinya,sangat berbahaya jika masih pemula,karena aku sudah beberapa kali maka aku tidak terlalu terkejut.


Aku menembakkan pistol ku agar aku bisa lewat dan tak terkena jebakkan.


"Dor...dor...dooor...dooor"


Akupun mulai masuk dalam perkampungan yang berkabut,hawa dingin,lembab,bau busuk, dan agak mencekam karena di iringi musik seperti biasa untuk mengalihkan para pemain agar lengah,namun bagiku musik pengiring ini adalah pemacu serta pemberi semangat kepadaku agar cepat mendapatkan uang para berandal tengik yang mau bertaruh kepada Daniel.


"Ting... ting...ting"Suara bel berbunyi baca dengan ketukan yang lambat dan suaranya terdengar magis dan ganjil.


Ku lihat di perkampungan ini tidak ada sama sekali zombie,mereka lenyap seperti di telan bumi.Aku pun melangkahkan kakiku lagi dan menelepon seseorang.


"Hunnigan,I have some bad news I've confirmed the body of an Officer something's happened to the people here?"Tanya Leon kepada Hunnigan seorang gadis di ponsel.


"Hunnigan,aku punya kabar buruk apa yang terjadi dengan warga disini ?." Artinya.


"Leon you need to get out there look for a tower follow the trail near it!"Jawab Hunnigan kepada Leon.


"Kamu harus pergi ke menara di dekat situ." Artinya.


"Got it"Jawab Leon.


"Paham." Artinya.


Aku pun berlari dan menyusuri perkampungan ini menaiki tangga,meloncat lalu menendang pintu rumah...


"Braaak"


Banyak kotak dan kutendangi karena banyak koin emas serta tembak baru yang cocok di simpan,di pakai untuk keadaan darurat.


Karena aku sudah mempunyai pistol laras panjang,bak sniper profesional aku menyisir daerah ini tentunnya mataku tak bisa lepas pandangan,agar tak terlewat satu zombie pun.


Aku melihat seekor ayam zombie sedang berada di depan pintu kutembakan hanya sekali tembak


"Dooor".


"Kwok...kwok."Ayam zombie pun mati seketika.


Darah pun berhamburan terciprat ke semua tanah.


Banyak lalat berterbangan,dan sisa darah dimana-mana,mirip dengan tkp pembunuhan.


Belatung berhamburan menggeliat dan menari- nari,mereka berpesta menikmati sisa bangkai manusia yang terserak di beberapa tempat.


Dan tiba-tiba ada orang menepuk pundakku dari belakang.


"Hei gadis tengik,berani kau buka lapak di tempat bisnis orang lain!,kau ini pembisnis tak mempunyai modal ya!"Ujar seseorang kepadaku aku pun memencet tombol pause.


"Bukan begitu,ayolah aku akan membayar lebih untuk hari ini bagaimana?,lihatlah ada banyak pelanggan yang ku bawa hari ini."


Jawabku pada pemilik toko PlayStation ini dia bernama Robi.


"Masalahnya mereka membayar uangnya tidak padaku,namun mereka menyetorkan uangnya kepadamu,Ckk tidak bisa aku rugi kalau terus begini!"Kata Robi sangat sebal kepadaku karena mereka kesini hanya untuk taruhan.


Bukan bermain sendiri.Aku kira bukan salahku para pria ini memang suka taruhan,aku hanya memanfaatkan keadaan agar tidak mubadzir, salah siapa para pria ini sangat bodoh.


"Ayolah kau dapat bagian,gimana?"Kataku mencoba beregoisasi pada Robi agar aku di perbolehkan main.


"Aish,tidak pergilah aku akan rugi!,tidak sekali ini kau seperti ini,setiap hari kau mendapat untung,aku buntung!"Protes Robi kepadaku dia yang mempunyai lapak toko PlayStation aku yang memanfaatkannya dengan skill tingkat dewiku,semua para pria tetap saja bodoh dan mengajakku bertaruh.


"Begini saja,kau dapat bagian tiap aku main disini."Kataku mencoba bernegoisasi dengan Robi agar ia lunak karena sangat nanggung aku sudah masuk pertengahan babak,tinggal mengalahkan beberapa zombi dan rajanya aku pun menang.


"Tidak,aku tidak akan termakan oleh tipu dayamu kali ini,pergilah!"Usir Robi kepadaku agar aku tidak main di toko PlayStationnya.


"Baiklah pasti aku akan pergi,aku tadi keluar bersama Mutiara,dia pulang dari luar negeri hari ini dan sedang menungguku."Ujarku pada Robi karena aku tahu dia itu suka dengan sahabatku itu maka ku gunakan,cara ini agar dia melunak kepadaku dan aku mendapatkan untung yang besar hari ini.


"Apa boleh buat,Ckk aku tidak bisa mentraktir Mutiara sayang !"Seruku pada Robi agar dia melunak,dan berjalan dengan pelan-pelan meninggalkannya mataku sambil melirik.


"Baiklah,kau kuperbolehkan main,tapi aku minta nomer Mutiara bagaimana?"Kata Robi kepadaku sambil menyeringai,dan penasaran karena dia sangatlah suka dengan Mutiara sahabatku.


Negoisasi pun lancar jaya dan Robi sangat menyetujuinya.Aku pun memberikan nomer Mutiara dan pergi meninggalkan Robi,untuk melanjutkan pertempuranku.


Aku pun menekan tombol play, melanjutkan misiku untuk mendapatkan uang jajan gratis dan pergi ke Mall bersama Persi dan Mutiara.


Aku pun masuk dalam perkampungan itu lagi terlihat banyak zombie maka aku menendang dan menggorok leher,serta aku menghindari gigitan mereka,serta mengambil pistol sniper dari belakang badanku


Kutembakkan beberapa kali tepat di kepala mereka hingga kepala mereka pecah lalu berhamburan dan otak mereka menyembur beserta darahnya.


"Dooor...door...dooor...door...door...door"


Kemudian ada zombie yang membawa sekop menghampiriku dan mengayunkan beberapa kali ke arahku,aku pun menghindar dengan secepat kilat.


Dan menembakkan lagi tepat di kepalanya "Dooor"dia pun tumbang aku berlari mengitari


desa tersebut lagi menyisir semua rumah.


Sambil mencari koin emas dan mencari zombie yang ada.


Serta mencari tembak terkuat agar bisa mengalahkan Raja zombie yang terkuat dalam game ini.


Aku pun memasukki lorong saat ini menaiki tangga.


"Tap...tap...tap"


Akupun sekarang sudah mendapat tembak yang lebih canggih dari yang sebelumnya,dan menyisir semua sudut tempat yang ada.


Aku ada di atas genting, kulihat di bawah ada banyak zombie berkerumun dan di dekatnya ada drum berisi bahan bakar,maka aku pun menembakkan satu peluru tepat pada drum itu saja agar, bisa meledakkan mereka semua.


"Door...Bloooomm...."


Suara tembakanku dan meledak seketika. Namun masih ada sisa-sisa Zombie yang menghampiriku saat ini,mereka naik ke tangga satu persatu. Aku dengan secepat kilat menendaingi mereka agar terjatuh.


Sisanya kugorok dan beberapa aku tembak agar jatuh dan ikut terbakar dengan zombie yang lainnya.


"Dooor...doooor..dooor..door.."


Bersambung....