
"Hei,aku besok akan memimpin MOS lagi,aku tidak bisa merawatmu lagi aku harap kau bisa beristirahat sampai pulih,ya."Bujukku agar dia beberapa hari ini tidak menempel di sisiku.
"Apa katamu?,kau membiarkan aku tidur disini sendirian,dan kau mau memimpin pasukan tuyulmu itu!"Tukas Andromeda padaku dia menganggap para siswa baru adalah pasukan tuyul.
"Hei,kan aku ini Ketua OSIS lagi pula minggu depan aku sudah libur, kita jalan-jalan mau ya?"Bujukku dengan lembut bak seperti kue klepon manis dan sangat mantul itu,sembari tersenyum agar berandal tengik ini luluh .
"Wah,ada hikmahnya aku di tusuk,sekarang kau lumayan sudah pandai menggodaku."
Ucap Andromeda tanpa tedeng aling-aling tersipu malu serta merona pipinya yang gembil itu.
"Bukan begitu, aku harus mengerjakan tugas lagipula kau kan sakit, jadi harus beristirahat."
Membujuknya agar mau tinggal di kamar rumah sakit .
Andromeda sang pria serampangan ini,walau dia mau meregang nyawanya,namun masih bisa mengambil sisi positifnya dari kejadian itu yaitu gadis ini masih menyayangi dan juga semakin menghawatirkannya.
Hal yang sepele seperti membuat dia sangat terharu juga bahagia dalam sudut pandang seorang pria.
Gadis ini seorang Ketua OSIS harusnya dia lebih bertanggung jawab, dan bisa mengatur semua jalanya organisasinya terlepas dengan kehidupan pribadinya saat ini.
"Iya ada hikmahnya,maka dari itu kau istirahat saja ya."Ucapnya lagi dengan bujukan rayuan maut sembari tersenyum .
Gadis ini pun mengamati ekspresi wajahnya yang senang jadi sudah di pastikan bahwa dia akan patuh, dan mau di tinggal.
"Aku,tak mau besok aku akan ikut denganmu siapa yang mau tidur disini sendirian?, kalau Pak duda itu,kalau aku tidak mau!"Tukas pria berandal di sampingku sambil menyilangkan tangannya yang kekar.
"Baiklah, mulutmu itu sangat tak sopan." Jawabnya dengan menggelengkan kepala.
"Kenapa kau selalu membelanya?" wajahnya terlihat penasaran juga menyeringai .
"Dengarlah, kau tahu Dokter Andrea apakah pernah membalas umpatan dan juga ledekan yang kau layangkan padanya." Tanyaku pada dia agar segera sadar.
"Kau, membelanya." Dengan kecewa.
"Hmmm, bukan begitu aku harap kau akan segera menyadarinya?" Balasku walau hanya dengan kata-kata singkat.
"Kau ini." Jawabnya.
Sudah jelas-jelas Dokter Andrea sangat baik hati,sudah mau menggendong saat sudah sadar berani mengumpatnya. Namun karena Andromeda perangainya seperti anak kecil maka dia akan tetap seperti itu .
"Kau,ini jagalah sopan santunmu,Dokter Andrea sudah mau membawamu kesini!"
Protesku pada makhluk amburadul ini dan meliriknya.
"Hei,gadis ini kau ada di pihak siapa? aku hanya berbicara fakta,dia kan duda apa aku salah?" Ucap Andromeda sambil membuang muka ,kulihat dia pun merajuk kepadaku.
"Ya benar tidak salah,tapi setidaknya panggil dia paman,jangan Pak duda tidak sopan tau!" Ucapku padanya agar dia mau melunak serta mengganti sebutan pak duda menjadi paman.
"Kau marah gara-gara aku berbicara fakta!"
Ucap dia sambil mentapku dengan tajam dan serta menyeringai.
"Bukan begitu,kurangilah kata-katamu terlalu kasar."Ucapku lirih padanya agar dia mau patuh padaku.
"Terserah aku,jika dia mau menikah dengan perawan tua itu,aku pasti akan menyebutnya Pamanku!"Ujar Andromeda sambil tersenyum meledekku.
Tumben dia menjodohkan dengan Dokter Sharon karena biasanya dia tak terlalu suka dengannya.
"Tentu saja,untuk membuatmu sadar,dia itu duda dan aku perjaka,jangan kau melihatnya dengan kedua bola matamu!" Ucapnya sebal karena dia memperhatikan Dokter Andrea.
"Oh...kau promosi ha..dasar berandal tengik!" Sambil menjitaknya dengan keras.
"Cetakkk..."
"Hei,sakit apa yang kau lakukan?"Protes pria abstrak di sampingku ini.
"Terserah kau, dasar pria ini tetap tak mau berubah." Protes gadis ini dan dia pergi mengambil minuman.
"Dengar aku sangat lapar sekali,masak tiap kali aku berkencan pasti ya ada saja halang rintangnya?" Protesnya dengan menggaruk rambutnya secara acak-acakan.
"Kenapa,kau mengeluh?"Tanyaku padanya.
"Bukan begitu, ayolah bukankah tidak pernah sukses,padahal sudah bagus sekali."Tukasnya dengan kecewa beberapa kali kami berkencan pasti berakhir dengan kegagalan.
"Sudah jangan mengeluh lagi,kita makan saja seorang perawat akan datang sebentar lagi dan membawa makanan untuk kita."Ujarku pada pria serampangan ini.
Beberapa menit kemudian perawat itu masuk membawa makanan kami,setelahnya pergi dari hadapan kami.
Hanya ada makanan rumah sakit. Makanan Rumah Sakit identik pasti dengan kata sangat sehat, namun rasanya kurang enak di lidah kami, agak hambar rasanya ya mungkin saja karena sakit indra pengecap tidak berfungsi begitu baik. Indra perasa akan pahit dan juga hambar jika kita sedang sakit, berbeda jika saat sehat dia akan lebih pekah dan sensitive
Kami pun berahir di ruangan rumah sakit ini dan sedang makan malam bersama,anehnya walaupun demikian aku dan Andromeda tidak sedih sama sekali,malah ini adalah hal yang spektakuler dan sangat jarang terjadi pada pasangan lainnya. Karena bisa sembuh dari sakit itu juga salah satu anugerah .
Jika mereka makan malam romantis di hotel ataupun di restoran yang mahal maka kami berpindah tempat berada di rumah sakit.
Setelah menghabiskan makan malam yang romantis kami, memutuskan untuk nonton bersama, karena tempo hari berencana pergi ke bioskop,padahal gedung bioskop sudah di booking sepenuhnya.
Namun ada beberapa kendala,maka sekarang adalah waktu yang tepat menonton film.
"Hei,kita nonton disini saja lihatlah smart tivi ini disini bisa memutar semua film yang kau sukai"Ujarnya padaku sambil menatap kedua bola mataku.
"Baiklah tapi apa kau berani?,aku tidak suka menontom film romantis,aku suka thriller dan zombie,kau tak takut?"Tanyaku kepadanya sambil melihat ekspresi wajahnya saat ini.
"Whooo, pantas saja kau ini gadis yang tak pernah takut, ternyata seleramu sangat ....!" kenapa seorang gadis menyukai genre film thriller seharusnya kan film romantis lebih baik dari yang lainnya.
Sebenarnya film thriller tidak ada salahnya juga, karena di balik cerita selalu tersirat maksud dari sang author, walaupun film itu terlihat sadis,dan juga sangat menyeramkan .
"Wah film apa ini?,dasar gadis tengik sialan kalau begini aku tidak bisa tidur,hei bisakah kau mengganti film romantis?" Protesnya karena dia sangat ketakutan saat zombi berhamburan memenuhi kota dan kacau balau tak terkendali.
Karena film Zombie adalah salah satu film kesukaan gadis ini .
Saat ini pria yang baru bangun dari sakitnya sedang bersembunyi di belakang tubuh kecil
gadis kecil itu. Ketakutan dengan berbagai macam zombie yang berlarian .
Karena nyalinya seseorang tidak bisa di ukur dari besar badannya saja , namun terkadang walau ia kecil tak berharga, bisa saja mental dan juga nyalinya lebih besar, relativitas dari tiap-tiap manusia itu sendiri.
Bersambung...