
"Aku pasti akan menghancurkanmu apapun caranya."Ucap Pleidas dalam hati kecilnya saat ini, penuh dendam ,iri ,dengki, kebencian yang tergurat jelas dimatanya saat ini.
Prasangka buruknya itu kepada orang lain itu membuat kedua mata, dan juga mata hatinya buta, tidak melihat kebenaran sesungguhnya.
Walaupun Andromeda juga tidak menyadari sama sekali, akan maksud dari Pleidas, dia hanya menganggap Pleidas pria yang hanya mencari gara-gara saja padanya, tak pernah mengindahkannya sama sekali .
Andromeda tetap tak pernah ambil pusing dan tak mudah terpengaruh oleh orang yang seperti itu. Walaupun Pleidas itu setiap saat selalu mecari celah, mencuri-curi keadaan juga mencari gara-gara padanya.
Dan sejak saat itu Pleidas,selalu saja mencari cara untuk menghancurkan Andromeda,dan mencari celah serta mencari-cari kekurangan
agar bisa menumbangkan kesombongannya.
Hari demi hari silih berganti bulan pun juga demikian,namun Pleidas masih belum bisa menemukan kekurangan dari Andromeda .
Pada akhirnya dia pun dengan tak sengaja mendapatinya sedang mengobrol asyik, dan selalu dekat dengan seorang gadis kecil .
Pleidas tahu jika Andromeda menempel dekat gadis yang bernama Putih ini,maka Pleidas pun memutar haluan menjadi siswa rakyat jelata.
Kemudian ingatan Pleidas pun pecah karena, orang yang di bencinya sudah didepannya sekarang.
"Aish berandal ini,hei kembalilah kehabitatmu aku rasa para hewan di penangkaran sangat rindu padamu saat ini!"Ujar dari Andromeda sambil melotot dengan serius dia sangat membenci pria yang bernama Pleidas ini.
"Dasar brengsek fuc*!"Umpat Pleidas kepada kami dan menyeringai, tak terima ledekan dari Andromeda kalau dia mirip seekor monyet di penangkaran.
"Apa kau tak terima?,sudahlah menyerah saja kau tak akan pernah menang melawanku!"
Ucapnya dengan ringan pada Pleidas dengan pandangan meremehkan.
"Astaga,dasar brengsek!,kau tidak ingat jika sudah merusak nama baik seorang gadis."
Ucap Pleidas dengan aura kebencian dan amarah.
"Aku kapan?,bahkan aku pun tak pernah sama sekali melihat para gadis itu."Jawabnya kasar dengan gaya berandal tengiknya, senyum ala meremeh-temehkan,yang membuat Pleidas semakin kebakaran jenggotnya.
"Beraninya kau menganggap remeh!" Amarah Pleidas pun pecah,dan meluber bak gunung Vulcano yang sedang membara.
"Dengarkan,jangan kau merusak acara gadis lamban ini atau kau pulang tinggal namamu
paham!"Tukas Andromeda dengan tatapan menohok seperti pedang siap menghunus siapa saja.
"Kau kira aku takut,aku sudah mengetahui sisi kelemahanmu,bersiaplah!"Ancamnya pada tuan muda Andromeda.
"Gadis ini kelemahanku,kau salah besar dia adalah kekuatanku,bahkan nyawaku pun aku rela menukarnya."Jawab Andromeda dengan lantang dan penuh percaya diri sangat tinggi bak langit tingkat ketujuh.
"Kita lihat saja,dasar brengsek!"Ucap Pleidas sambil berdiri dan menyeringai ala berandal tengik.
Aku pun saat ini yang melihat Pleidas seperti seorang pria yang di liputi oleh kabut awan hitam yang sangat pekat.
"Ayo kita pergi."Ucap Andromeda pada diriku sambil menggenggam erat,jari jemariku lalu mengajakku duduk di samping taman.
"Ada apa kenapa kalian bersitegang?"Tanyaku sangat penasaran.
"Aku tidak tahu,bocah gila itu selalu berbicara gadis,bahkan aku melihat seekor gadis saja tak pernah sama sekali."Ucapnya dengan sangat polos sekali.
"Whooo,masak ada seekor gadis kau ini."Kata Putih sambil tersenyum sangat amat ceria karena Andromeda salah sebut,seharusnya kan seorang,bukan seekor.
"Aish,kau ini sudah jangan membahasnya kan aku sudah bilang kalau malas."Ucapnya dan meremehkan.
"Terserah kau saja,apakah kau sudah makan?" Tanyaku pada Andromeda sambil melihat dia.
"Apa kau menghawatirkanku?"Tanyanya pada
diriku sambil menatap wajahku penuh dengan perasaan.
"Bukan begitu,kau kan habis operasi aku harap kau beristirahat dulu di kamarmu,"
ucapku pada Andromeda dengan lirih dan mengerucutkan bibirku.
"Sialan,apakah efek dari minun es tadi kau bisa semanis ini?"Tanya Andromeda,pada Putih dan meledeknya agar tersenyum.
"Aish,aku serius aku ingin kau istirahat saja." Kata Putih lirih di samping Andromeda.
"Ayolah,aku kan pria tak masalah."Jawab dari Andromeda padaku.
"Bukan begitu aku harap kau tidak terluka lagi." Kataku lagi kepadanya,karena aku sangat amat khawatir pada Andromeda.
"Sudah jangan mengahawatirkanku,dengar aku ingin untuk sementara waktu,kau jangan keluar sendiri ya janji."Kata Andromeda pada Putih dan menatap kedua bola matanya.
"Memang kenapa?"Tanyaku padanya sambil melihat wajahnya yang sangat tampan nan rupawan sempurna,karena dengan baju serta perilaku dia hari ini seperti seorang malaikat.
Betapa tidak baju putih nan suci ini,dan baik mau menjadi bodyguard,dan menghawatirkan diriku ini membuatku,gumpalan es kutubku ini meleleh seketika.
"Ya Tuhan,kenapa pria berandal ini tumben? berhati malaikat,sontak membuat aku sedikit, dan bahkan banyak juga sih jantungku hampir meledak seperti bom hiroshima."Ucapku dari dalam hati kecilku saat ini dan tertegun saat melihat wajah berandal.
Bermetamorfosis menjadi seorang malaikat baik hati pemberi ilham,yang di kirim hanya untukku saja.
Aku pun terbang,bersama beberapa galaksi saat ini, dan bermain bersama beberapa rasi bintang mulai,dari Ursa Major menuju Ursa Minor lalu pergi ke rasi Cassiopea,nimbrung di Cygnus untuk beberapa detik.
Terlena dengan perasaan ini aku sangat bahagia sekali.
Setelah pergi ke Cygnus,aku di panggil Orion untuk mampir bermain basket dan kelereng bersama dia aku pun mau,namun Orion kalah telak denganku karena aku ahli dari strategi dia pun merajuk padaku.
Akupun senang sekali,walau Orion merajuk padaku aku tak mempedulikannya.
Aquila memanggilku dari kejauhan,astaga kau tahu rasi bintang aquila sangat cantik bak dewi dia berteriak padaku.
"Kemarilah Putih kita makan es krim!"Seru dari Aquila padaku.
"Ada banyak berbagai macam es krim disini, kau bisa memakan semua yang kau mau." Seru Aquila padaku.
"Oh...My God,tentu saja Aquila saranghae,aku meluncur🚀 ok."Ucapku lirih pada Aquila kemudian menghampirinya.
Setelah aku makan es krim kesukaanku,aku pun lega sekali.Semua es krim masuk dalam perut ini dan penuh sesak sekali. Dan dengan berbagai rasa ini akupun sudah mencobanya.
"Hei,kau belum mampir ke rumahku."Ucap dari Pegasus padaku dan tersenyum tipis .
"Ha,kau manis sekali Pegasus,tunggu aku akan meluncur 🚀 padamu ok."Ucapku pada Pegasus
Kami pun melanjutkan perbincangan,antara seorang makhluk dan rasi bintang dan peran kami masing-masing alangkah hangat.
Percakapan kami berdua dan terus berlanjut, dan juga aku sampai lupa waktu.
"Wah... indahnya trimakasih Tuhan."Ucapku lirih.
Bersambung