
Andromeda yang berambut merah itu pada bab 7 lucky man ini,dia pun merubah warna rambutnya yang merah menyala menjadi hitam legam.
Jadi penampilan yang urakannya itu seperti berandalan berubah menjadi Tuan muda yang baik hati , rajin menolong , bercanda sssst Let's check it out.
Beberapa hari pun sudah berlalu, di malam yang dingin ini , Putih duduk di teras depan toko Bibinya, memandangi langit yang penuh bintang.
"Kak Putih,kenapa kau sendirian disini?"Sapa anak kecil yang tiba-tiba datang menghampiri
"Willy , kenapa kau belum tidur?"Tanyaku kepadanya.
"Papa belum pulang,aku tidak bisa tidur?Jawab dari Willy dengan amat polos.
"Baiklah , apakah kau mau main disini sambil menunggu Papamu pulang?"Tanyaku pada Willy.
"Apakah kau sudah makan?"Tanyaku dengan penasaran pada Willy.
"Belum,bolehkah aku meminta roti coklat?"
Kata Willy sambil menengadahkan kedua tanganya.
"Tentu saja , pangeran kecil."Jawabku sambil masuk ke toko mengambil roti dan susu coklat willy.
"Hem enakkk...."Kata Willy sambil menikmati roti coklatnya.
"Makanlah pelan-pelan,nanti tersedak."Kataku sambil memberikan sekotak susu coklat kepada Willy.
"Dimana sustermu itu?"Tanyaku pada Willy
"Dia ketiduran , aku melarikan diri , aku belum mengantuk,dia menyanyikan lagu , 🎶Willy bobo Willy bobo kalau tidak bobo di gigit nyamuk🎶."Kata willy dengan lugu polos.
"Hahahha."Aku pun tertawa terbahak-bahak.
Tak selang beberapa menit kemudian sebuah mobil honda jazz putih pun berhenti di depan teras toko Bibiku , dan seseorang turun dari mobilnya.
"Willy , Willy kemari."Ternyata Papa Willy yang datang.
"Papa aku tidak mengantuk tapi suster malah menyuruhku tidur,jadi aku melarikan diri"Suara Willy mengadu kepada papanya dengan lucu dan polos.
Dengan tersenyum bak seperti Malaikat yang akan memberi sebuah ilham pada umatnya,
kemudian Papanya pun mengangguk tanda mengiyakan anaknya,dia datang mendekat
"Terimakasih Putih kau sudah menjaga Willy dengan baik, ini daftar belanjanya."Kata Papa Willy , dengan sopan dan juga bijaksana.
Aku terpana melihat sosok Dokter Andrea yang baik hati dan berbudi luhur tersebut.
"Baiklah Dokter."Jawabku sambil menerima daftar belanjanya.
Kemudian Willy dan Papanya pun pulang ke rumah mereka.
Kebereruntungan,seakan kata itu melekat ya hangat di setiap semua manusia.Terkadang ada yang merasakan hal demikian itu.
Ada juga yang akan merasa beruntung jika mengalami hal baik saja,dan ada juga yang beranggapan jika kita berusaha dengan keras maka keberuntungan itu pasti akan berpihak kepada kita.
Kalau tidak berusaha maka keberuntungan itu lepas dari genggaman kita.
Namun ada juga beberapa orang yang akan beranggapan keberuntungan adalah,jika kita mengalami sesuatu hal yang buruk kemudian membandingkanya dengan hal yang mungkin lebih buruk lagi, maka kau pasti akan merasa beruntung sekali itulah wujud dari rasa yang bernama bersyukur .
Lain halnya dengan tuan muda yang satu ini. tuan muda Andromeda merasa beruntung di setiap keadaanya saat ini,tak peduli walaupun saat mengalami hal buruk, maupun saat dia mengalami kesialan dalam hidupnya dia akan menganggap semua itu keberuntung baginya
Entah hal apa yang membuatnya demikian sehingga semua hari buruk maupun kesialan menjadi hal sangat spesial bagi dirinya itu.
Apakah menurutmu,keberuntungan itu hanya sudut pandang belaka pada setiap umat di Bumi ini, atau juga keyakinan dari manusia itu sendiri?
Atau mungkin tuan Andromeda ini terkena Virus? sehingga otaknya itu tak berfungsi sepenuhnya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sisi lain ini ada seorang pria yang bernama Andromeda , dia pulang kembali kerumahnya yang megah dan mewah,dengan sangat riang gembira seperti anak kecil yang di berikan es krim dan mainan kesukaanya.
"Aku pulang.Cuci semua baju ini dan jangan lupa kembalikan ke lemari bajuku setelahnya!"
Perintah tuan muda ini ke pelayannya dengan seenak jidatnya.Dengan tersenyum lebar.
"Oh ya baik Tuan Muda,aku melihat bagian depan motor anda pecah apakah aku perlu memperbaikinya?"Tanya salah satu orang pelayan sambil membungkukan badanyanya.
"Ehm! jangan! , biarkan saja aku sendiri yang akan menanganinya!"Kata dari tuan muda ini sambil tersenyum.
"Motorku rusak ,gara-gara dari motor itu aku menjadi pria yang beruntung."Gumam tuan muda Andromeda dalam hatinya saat ini juga sambil tersenyum lagi.
"Apa ada yang salah dengan Tuan Muda ini?,
"Hari ini aku sangat gembira." Ujarnya lagi.
"Sialan!,kenapa baru sekarang perutku terasa mulas sekali?,apa? terlalu banyak makan mie instant."Kata tuan muda sengklek ini sembari masuk kedalam kamar mandinya yang megah dan mewah kemudian membersihkan dirinya.
Beberapa saat kemudian pun keluar dari kamar mandinya,badanya pun sudah harum bersih dan juga wangi .
"Apa aku ini sudah gila?,jelas-jelas perutku sakit,motorku juga rusak kenapa aku tetap senang dan bersemangat?"Katanya sambil senyum-senyum sendiri.
"Hendriikk!!!!"Teriak tuan muda sengklek ini.
"Ada apa tuan muda?"Kata Hendrik salah satu pelayan Andromeda dengan menundukkan badannya.
"Ini beli semua yang ada di daftar tersebut ok, kirim ke alamat ini paham!" Perintah tuan muda Andromeda ke pelayannya tersebut.
"Baik tuan muda."Jawab Pak Hendrik sambil membungkukkan badan.
"Ini apa lagi,Tuan Muda Tuan Muda?"Kata pak hendrik sambil tersenyum melihat daftar yang di berikan tuan mudanya .
"Hendriiiiik....!!!!" Panggil tuan muda sengklek ini lagi, tak tau aturan dan tata tertib sama sekali.
"Ya ada apa tuan muda?"Ujar Pak Hendrik dengan sabar dan tawakal.
"Panggil Sheila suruh mengecat rambutku hitam kembali,aku menginginkanya!"Perintah tuan muda sengklek itu lagi.
"Baik Tuan Muda,apa ada lagi?"Tanya Hendrik dengan membungkuk.
"Tidak ada kau boleh pergi."Kata tuan muda Andromeda yang segar harum mewangi di setiap hari.
"Baik Tuan."Jawab pak Hendrik dan pergi meninggalkanya.
"Sebentar sebantar,tapi kenapa aku rasa,aku pernah melihat gadis itu,dimana ya?"Ujar tuan
Andromeda bergumam serta berusaha untuk mengingat-ingat gadis bernama Putih itu di benaknya.
Dokter Andrea dia itu Papa Willy sekaligus Dokter spesialis yang ada di sebuah Rumah Sakit swasta bernama Persatuan Hospital.
Dokter Andrea berperawakan tinggi,tingginya sama dengan Andromeda 185 cm rambutnya hitam bergelombang , badanya tegap , dan selalu memakai kaca mata , memang kalau Dokter di butuhkan memakai kacamata,agar lebih jelas dalam mendiagnosa serta menulis resep.
Dia mempunyai seorang putra bernama Willy yang berusia 5 tahun.Istri dari Dokter Andrea sudah meninggal dunia, pada saat melahirkan Willy putranya.
Jika melihat paras Drokter spesialis anak ini siapapun wanita akan takjub melihatnya.
Seperti malaikat yang terbang mendarat di bumi dan memantul cahaya dari tubuhnya.
Kemudian senyum merekah dari bibirnya. Dokter Andrea sampai sekarang setia pada istrinya yang meninggal dan tak menikah lagi.Orang seperti ini di bumi kita hampirlah punah adanya.Kalau di hitung berdasarkan Matematika 0:0 tidak ada seorangpun pria seperti ini di dunia ini.Apalagi tahan menjadi duda seumur hidupnya.
"Tililit,,,,tililit,,,tililit...." ponselku berbunyi.
"Hallo,siapa ini?"Tanyaku pada ponsel bututku.
"Assalamualaikum,Putih apakah engkau tidak mengenali suaraku?,ini aku."Kata seorang gadis di ponselku.
"Waalaikum salam,Mutiara tentu saja aku mengenali suaramu."Jawabku kepadanya.
"Bagaimana kabarmu?"Tanyanya padaku.
"Tentu sangat baik."Jawabku pada Mutiara.
Padahal aku sedang galau tingkat Dewi.
"Apa kau masih sering bertengkar dengan Persi?"Tanya Mutiara kepadaku dengan penisirin.
"Aku tidak pernah berniat untuk bertengkar denganya , namun kau kan tahu bagaimana perangai anak itu?"Jawabku sambil melamun wajah Persi.
"Liburan tahun ini aku pulang ke Indonesia ya , aku sangat rindu pada Persi dan kamu sudah ya aku tutup dulu tagihanya mahal."
Kata Mutiara sahabatku yang sekarang bersekolah di Luar Negeri.
"Ok , waalaikum salam ."Jawabku sambil menutup ponsel.
Bersambung...
Gambar di bawah ini adalah visula karakter protagonis Putih di Novel the Power of Ice Girl.