The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 131 "His Wild Shadow 3"



"Hei benar kau sangat demam,ayo berdirilah aku akan menghubungi Dokter Sharon agar memeriksamu ok."Kata Putih cemas karena dia takut Andromeda seperti itu karena efek makan mie pedas penangkal bisa cobranya itu.


Namun Andromeda bangkit terus menatap wajahnya ternyata dia adalah makhluk nyata, dan tak hilang serta tak lenyap di telan bumi.


Sambil mencolek pipi Putih yang tirus dan bersih itu dan menatap tajam dengan intens.


"Kau tak apa-apa?"Tanya Putih yang polos pada Andromeda sambil menatap dua bola mata tuan muda yang sangat indah.


Padahal abang Andromeda saat ini di rasuki oleh sesuatu hal yang tak di mengerti gadis polos seperti Putih.


Tanpa banyak tanya Andromeda langsung bangkit dan melingkarkan tangannya,sambil membawa Putih kekasihnya masuk ke dalam kamarnya.Putih pun sontak sangat terkejut apa gerangan kenapa Andromeda membawa masuk ke dalam kamarnya.


Dan Andromeda pun mengunci pintunya.


"Ceklek"


"Hei apa yang kau lakukan?"Tanya Putih sambil bangkit dari kamar tidurnya.


Karena tinggi Putih beda jauh 20 cm dengan kekasihnya tersebut,dan bisa di bilang akan jelas kalah telak jika melawan Andromeda yang kesetanan saat ini.


"Kau sangat aneh sekali!,kau tahu kan aku bisa membantingmu dengan judoku!, sangat tidak lucu,hei jangan mendekat!" Seru Putih namun tak dihiraukan sama sekali Andromeda,ia maju dengan langkah kaki jenjangnya.


"Tap,tap,tap."


Andromeda semakin mendekatinya Putih,dan Putih pun berlari meloncat kamar Andromeda dengan secepat kilat,karena dia tak mudah di tangkap.Andromeda pun juga meloncat dan hampir meraih tubuh Putih,"Sreeeeet."Hampir dan nyaris tertangkap.


"Kau ingin bermain kucing-kucingan?"Tanya dia dengan polos pada kekasihnya itu.


"Ayolah kau diam saja?,apa kau sangat marah gara-gara mie tadi malam?"Tanyanya lagi dan penuh rasa penasaran kenapa Andromeda tiba-tiba seperti ini.


Namun Andromeda tak menghiraukannya, dan masih berusaha meraih tubuh kecil Putih saat ini.Putih dan Andromeda pun berlarian sana-sini seperti bermain kucing-kucingan.


Selama 30 menit mereka berlarian mengitari kamar Andromeda yang mewah dan megah itu.


"Sudah aku pusing,berhenti dulu ha...ha..ha!" Ucap Putih pada kekasihnya tersebut sambil mengatur nafasnya,akhirnya Andromeda yang menggebu dan on fire itu 🔥.


Bisa meraih tubuhnya yang sedang kelelahan, saat ini hal itu di manfaatkan oleh tuan muda, dia menggendongnya menelentangkannya diatas kasur yang luas dan mewah.


Ini gambar kasur mewah milik tuan muda Andromeda,bergaya Eropa sangat mewah megah dan maskulin.



"Apa yang kau lakukan?"Tanya Putih polos dan memberontak,karena dia merasa tak nyaman, serta terkejut dengan perlakuan Andromeda yang bisa di bilang tidak seperti biasanya.


Andromeda memegang tubuh kecil Putih dan mengunci kedua kaki Putih dengan kedua kaki jenjangnya.


"Jika kau macam-macam dan habislah kau!"


Ancam Putih pada tuan muda yang kerasukan setan itu.


Andromeda masih tak menghiraukannya,dan seraya memeluknya erat sekali.Dan berbisik,


"Ayolah,aku bukan pria bodoh serampangan aku bisa mengendalikan diriku!"Katanya lirih penuh perasaan pada kekasihnya itu sambil memeluknya erat.


"Dengar kau kira aku akan melukaimu?"Tanya Andromeda padaku dengan penuh perasaan, dan memelukku dengan erat.


"Biarkanlah kita seperti ini,sejenak saja kau tak akan pernah tahu,aku berusaha sekuat tenaga mengendalikannya,gadis lamban!"


Ucap Andromeda kepada kekasihnya tersebut sambil memeluknya erat.


Putih kecil diam seribu bahasa tak menjawab pertanyaan kekasihnya tersebut.


Andromeda pun menguasai hawa nafsu yang sedang mempengaruhi fikirannya dengan baik,serta bisa mengusir mereka tak bersisa dalam fikiranya itu.


Karena dia mencintai Putih kekasihnya lebih dari nyawanya sendiri,bukan hanya sekedar di manfaatkan dan memuaskan hawa nafsu kaum pria,seperti layaknya pria normal yang tak bisa mengendalikan perasaanya kepada orang yang ia cintai dengan baik dan benar.


Putih pun mulai angkat bicara dan berkata,


"Aku kira kau mau apa?,besok-besok jangan seperti itu lagi aku sangat terkejut!"Protesnya pada kekasihnya yang sedang memeluknya erat saat ini.


"Baiklah aku janji!"Ucap Andromeda kepada Putih,dan sambil menyanyi sebuah lagu agar setan yang merasukinya tidak masuk lagi untuk datang mempengaruhi fikirannya yang sudah jernih itu.


🎶Fly me to the moon,Let me play among the stars,Let me see what spring is like on A-Jupiter and Mars🎶


🎶In other words hold my hand,In other words,baby,kiss me🎶


Suara nyanyian Andromeda pun memecah suasana, dan Putih yang mendengar suara Andromeda yang serak dan berat itu,serta tentu merdu di telinga tersenyum penuh arti


hangat dan serta penuh dengan perasaan.


Setelah Andromeda menyelesaikan lagunya Putih pun heran,kenapa pria serampangan ini melakukan hal yang tidak biasa dan juga dia bernyanyi dengan tiba-tiba.


"Apakah kau suka bernyanyi?"Tanya Putih penasaran kepada Andromeda yang sudah menyelesaikan nyanyiannya itu.


"Em,tentu saja aku ini bisa bernyanyi namun aku tak mau bernyanyi di depan orang lain,


aku akan bernyanyi di depanmu saja."Ucap Abang Andromeda dengan penuh perasaan dan melepas pelukkanya.


"Lumayan juga suaramu?"Kata Putih sambil melihat langit-langit kamar Andromeda.


"Hei,apakah kau suka dengan hal yang berbau Bulan dan Mars?"Tanya darinya penasaran pada kekasihnya sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Iya,aku suka hal yang berhubungan dengan galaksi dan planet?,serta bintang-bintang di antariksa itu,hal itu membuatku masuk dalam ruang angkasa dan menyelaminya."Jawabku pada Andromeda dan tersenyum tipis.


"Jupiter adalah sebuah planet terbesar,seperti Perusahaan Papaku ya kan tak ada yang bisa menandinginya!"Tukas Andromeda namun dengan nada lirih.


Tidak seperti biasanya, namun dia kali tidak membanggakan dirinya sendiri.


"Iya benar,tapi Matahari itu adalah pusat Tata Surya yang sesungguhnya."Ucapku padanya sambil menatap wajahnya.


Mendamaikan hati para gadis seluruh dunia beserta isinya.


"Benar Matahari adalah sumber energi dari dunia ini,hawanya memang sangat panas." Ucap Andromeda dengan jelas serta kulihat matanya menyala,mendandakan kecerdasan memang di atas rata-rata kaum pria yang pernah aku temui selama ini.


"Dan dia mampu menghidupi semua makhluk yang ada di bumi serta belahan antariksa itu," ucap Andromeda sambil menatapku,dengan penuh perasaan serta tersenyum tipis.


Aku menganggukkan kepalaku tanda bahwa aku paham perkataanya.


"Apakah kau tau julukan untuk orang yang menyukai bulan?"Tanyaku pada Andromeda sambil menatapnya.


"Em...Selenophile."jawabnya dan tersenyum sangat manis bak es krim rasa coklat yang meleleh terkena sinar mentari.


"Benar sekali,kalau orang yang menyukai bintang-bintang apa namanya?"Tanyaku pada Andromeda menatap kedua bola matanya yang indah itu.


Bersambung...