
Surtiyem bercerita saat ia masih berusia 13 tahun saat itu ia menjadi *J**ugun Ianfu*,dengan julukan Momoye.Awalnya ia akan di janjikan bakal di berangkatkan ke Borneo menjadi seorang penyanyi.
Namun saat menjalani pemeriksaan,ia pun di perkosa oleh asisten dokter yang memeriksa kesehatannya.
Hari pertama disana Surtiyem pun dipaksa melayani, enam laki-laki padahal waktu itu dia sudah mengalami perdarahan hebat.
Saat itu dia tinggal di sebuah rumah bordil,
pemiliknya sangatlah kasar kepadanya.dan
Pernah suatu hari ia dipukul dan ditendang karena menolak melayani tamu dan pingsan selama 6 jam.
Surtiyem mengaku pernah hamil dan terpaksa menggugurkan kandungannya,karena jika dia mempunyai anak maka akan menghambat pekerjaannya.
Suatu hari dia sangat merasa berdosa karena membiarkan bayi itu meninggal dunia.
🍁🍁🍁🍁
Lanjut pada cerita,
Putih yang melihat wajah Andromeda yang tampan nan rupawan sedang berada tepat di hadapanya,dan sangat dekat denganya, mata Putih tertuju pada bibirnya yang seksi dan menggoda,degup jantunganya ikut berdentum
seperti genderang dag...dig...dug...dag...dig.. dug...semakin cepat dan tak karuan.❤❤❤
Dia pun menggerakkan beberapa kali kelopak matanya dan menelan selivanya.Di dalam hatinya berkecamuk ,badanya terasa panas dingin serta jari-jemari nya saat ini membeku tak bisa di gerakkan.
"Ya Tuhan ada apa denganku ini?,bahkan nafasnya sangat harum,ada aroma daun mint sedikit nikotin, aku tidak tahan akan godaan ini."Kata Putih dalam hati dia mengepalkan kedua tangannya, menahan perasaanya,dan degup jantungnya yang tidak karuan.
Andromeda yang tampan kemudian berbisik lembut ditelinga Putih"Just a minute please" sambil menatapnya penuh dengan perasaan.
Dan Putih pun mengangguk bahwa dia mau.
Suaranya terderangar seperti mantara yang dapat meluluhkan hati, para gadis agar bisa tunduk dan takhluk seketika .
Bibir Andromeda seakan menempel di bibir Putih yang merah dan tipis itu.Andromeda mulai menutup matanya sambil menangkup tengkuk Putih agar semakin mendekat ke tubuh Andromeda ,saat dia akan memaggut bibir tipis Putih yang bewarna merah delima itu, ternyata pintu mobil diketuk Lucifer
Tok...tok...tok...
"Tuan muda maaf saya menggangu ,anda di panggil Tuan Smith?"Kata Lucifer di samping mobil Andromeda.
"Damn it!!!" Andromeda mengumpat pada Lucifer.
"Astagaaaa Lucifer!"Teriak Andromeda.
"Dengarkan kau tunggu disini ok!"
Andromeda berbisik lembut padaku sambil membuka pintu berdiri di samping Lucifer.
"Ya Tuhan aku sangat malu sekali."Kata Putih dan pipinya merah merona karena dia sangat malu.
"Hei dengar,kau tak lihat aku sedang apa?apa kau ingin ku pecat!"Kata Andromeda sangat marah, kepada Lucifer
Karena dia mengganggu kegiatannya yang sedang on fire.
"Mohon maaf tuan muda,sangat penting sekali mohon ikuti saya!"Kata Lucifer sambil menunjukkan jalan kepada Andromeda.
"Sialan Papaku mengganggu saja!"Kata Andromeda kepada dirinya sendiri sambil menggaruk tengkuk lehernya padahal tidak gatal sama sekali.
Dan Andromeda masih sangat marah kepada Papanya saat itu,kenapa bisa mengganggu kegiatan yang sedang on fire ,dan malah menyuruhnya kembali ke Gedung Sekolahan.
Akhirnya Lucifer dan Andromeda kembali ke Gedung Sekolahan Elite untuk bertemu Papa Andromeda.
Putih yang malu karena keadaan tersebut "nanggung coy."jadi memutuskan untuk pulang sendiri tanpa Andromeda.
Dia pun keluar dari mobil Andromeda ,dan menuju Gerbang Sekolah.Dia berlari dengan kencang takut Andromeda menyusulnya.
Walaupun di luar masih gerimis tipis jatuh membasahi jalan beraspalt, Putih pun sudah ada di depan gerbang Sekolahan tersebut .
"Apa yang lakukan?,astagaaa! apa aku sudah gilaaaa...kenapa aku mengangguk hei...aish
"Hem...ahhh."Mengambil nafas beberapa kali agar dia lebih tenang , dan ia pun naik taksi pergi menuju Rumah Sakit tempat Chelsea di rawat.
Sesampainya disana dia langsung menuju kamar Chelsea ,namun tidak menemukannya.
"Apa yang terjadi kemana Chelsea,apakah di culik Diego?" Gumamnya sambil mengamati sekelilingnya.
Putih memutuskan untuk pulang kerumah,
saat menunggu taksi Putih melihat mobil Limousine hitam,menepi di pinggir jalan
Putih tau kalau itu mobil Diego,dan dia pun mengahampiri mobil tersebut.Kemudian mengetuk kaca pintu mobil...tok...tok..tok.
Kaca mobil terbuka terlihat Diego memang menunggu Putih ,untuk melakukan aksinya.
"Masuklah kedalam mobilku ,jika kau mau menginginkan Chelsea selamat!"Kata Diego sambil membuka pintu mobilnya.
Dengan suara yang khas dari seorang lelaki berbadan tegap itu
"Baiklah aku akan menurutimu tapi kau harus melepaskan Chelsea dulu!"Kata Putih sambil memasuki mobil Limousine Diego.
Putih duduk di samping Diego yang sedang merokok cerutunya tersebut.Terlihat Diego memakai kacamata hitam tebal, memakai jaket panjang berbahan wol tebal berwarna abu-abu.
"Apa maumu lagi,aku kira urusan kita sudah selesai!"Kata Putih sambil menatap tajam Diego tanpa rasa takut.
"Dasar gadis tengik,kau sama sekali tak takut denganku,kau ini sedang berada di kandang singa sekarang!"Kata Diego kepadaku dan melepas kaca mata hitam sambil tersenyum seperti ala-ala buaya darat ,yang hendak menerkam mangsanya.
"Hahahhahaha,dengar siapa singanya aku tanya!"Kata Putih sambil mengangkat satu alisnya.
"Dasar gadis tengik!"Teriak Diego sambil melayangkan tanganya kepada Putih.
Seketika baku hantam pun tak terelakan,Putih kecil pun menangkis sebisa mungkin ,agar tangan Diego tak bisa menyentuh dirinya.
"Buuuuk, buakkk, gedebuk, buak..."
Karena di dalam mobil maka Putih tidak bisa bergerak leluasa membalas Diego. Ternyata dibelakang Putih itu ada seorang anak buah Diego menghantamnya dengan benda tumpul tepat di kepalanya sehingga dia pun pingsan.
"Buaaakkk"
"Gadis tengik kurang ajar beraninya, jangan bermimpi bisa melawanku!"Kata Diego sambil memberikan tanda untuk anak buahnya agar mengikat dan membungkam mulut Putih.
Malam pun sudah tiba ternyata Putih sedang di sekap di sebuah gudang, dan gudang itu ternyata adalah tempat Putih membakar para anak buah Diego waktu itu.
Putih yang mulai tersadar karena dia di sekap dan mulutnya juga di plester. Tak bisa berbuat apa-apa.
Namun jalan satu-satunya adalah menunggu bantuan tiba. Alih-alih menunggu bantuan Putih pun berfikir keras apa yang harus ia lakukan dalam keadaan seperti ini.
Dia pun mencari pecahan botol bensin yang pernah ia lemparkan pada anak buah Diego.
Akhirnya dia menemukan pecahan botol tersebut.Dan mulai menggesekkan badanya menggeliat di atas lantai gudang tersebut. Karena banyak serpihan pecahan kaca,maka badanya penuh sayatan luka dan berdarah.
Putih menahan rasa perih karena sayatan pecahan kaca tersebut, dan mengarahkan tanganya yang di ikat oleh anak buah Diego mengambil pecahan kaca yang cukup besar untuk memotong tali tanganya.
Dia pun terus mencoba,dan mencoba agar tali tersebut lepas,namun karena tangannya di tali bagian belakang, maka agak sulit untuk melakukanya,namun dia tetap berusaha keras agar terlepas.
🍁🍁🍁🍁🍁
Disisi lain ada Abang Andromeda sedang galau,kenapa siang tadi kekasihnya melarikan diri darinya.Dia pun sangat bingung karena Putih tidak menghubunginya sama sekali.
Kemudian dia pun mulai menancapkan gas mobilnya menuju rumah Putih ,karena sangat penasaran dan ingin menanyakan keadaanya serta sangat merindukanya.
Bersambung...
Dan ini adalah penampilan Andromeda pada episode kali ini.