
Akupun mencari Daniel dengan berkeliling Sekolahan dan perlahan menyusuri jalan.
Mulai dari Ruang Perpustakaan, Ruang musik,
Ruang fisika , Ruang UKS , Laboraturium, dan sampai kantin Sekolah ternyata tidak ada.
Akupun memutuskan untuk kembali kekelas karena dia tidak ada dimanapun.
Kemudian ada beberapa siswa laki-laki berteriak dengan kencang sekali.
"oper...oper....oper....maju maju ..maju.... terus .....iya...terus.....tendang gooooollll."
Kemudian akupun memutuskan untuk pergi ke lapangan sepak bola.
Dan benar saja ternyata Daniel ada bersama teman-temannya bermain sepak bola,akupun ikut duduk melihat permainan mereka.Dari jauh terlihat Daniel,Erick,dan Rion berpeluh karena berlarian kesana-kesini.
Mataku hanya tertuju kepada Rion karena dia menderita mysophobia namun tampaknya dari sini dia terlihat baik-baik saja dari sini
Rion terlihat kikuk dan hanya berlarian kesana-kesini,Daniel yang berharap mau mengoper bola pada Rion.
Terlihat bingung karena Rion tidak berada pada posisi yang pas untuk mencetak gol,dan
malah terlihat menghindari bola dan teman- temannya.
"Ha...haa...ha...ha..."Akupun tertawa senang terbahak-bahak.
Karena bagiku adalah hiburan yang sangat jarang terjadi.
Dan lagi Erick dari kejauhan mulai mengoper bolanya kepada Daniel,Daniel juga mengoper bolanya sambil menendangnya ke arah Rion namun malah menghindarinya.
Dan ternyata untuk beberapa kali bola keluar percuma sayang sekali, mereka bermain bola, namun aku lihat Rion sangat bingung untuk mengambil posisi yang tepat agar Daniel bisa mencetak gol.
Terlihat Erick antusias namun saat akan mau menendang bola ke arah gawang ternyata bola di rebut pihak lawan.
Akupun maju dan masuk kedalam lapangan sepak bola.
"Sebentar bolehkah aku meminjam Rion?"
Tanyaku pada yang lainnya.
"Terserah kau."Kata Daniel dengan sebal.
Rion pun mendekat kepadaku dengan raut wajah yang masam.
"Ada apa?,apa kau mau meledekku?"Kata Rion dan menunduk malu karena dia tahu aku tahu kelemahannya.
"Lihatlah aku ok, aku akan ikut bermain bola bersama mereka." Kataku sambil menahan tawa.
Sontak semua murid perempuan bersorak sorai
"Huuuuu...!"Kata murid-murid perempuan.
Daniel pun mengoper bola kepadaku,dan bola kutendang ke arah Erick...kemudian Erick yang berada dekat gawang pun sigap lalu ditendang kearah gawang secepat kilat.
"Gooooollll...Bravo!"
Semua pun bersorak sorai dan gembira
Akupun tersenyum kepada Rion yang raut wajahnya masam saat ini.
Karena aku lebih bisa mengambil posisi untuk saling bekerjasama dalam tim, memasukan bola kedalam gawang.
Aku pun mendekati Rion yang sedang duduk di samping lapangan.
"Hei dengar abaikan saja penyakitmu,bermain disana bukankah menyenangkan,jika kita bisa bermain bersama tanpa ada rasa beban ayolah nikmati saja,anggap hal ini menjadi terapi buatmu!"Kataku kepada Rion sambil berbisik agar tidak terdengar semua orang.
Daniel pun mendekatiku dan bertanya,
"Kau mencariku?" Kata Daniel kepadaku.
"Aku berkeliling Sekolah hanya karena untuk mencarimu dimana-mana ada hal yang ingin kubicarakan kepadamu!" Kataku kepada Daniel.
"Hei Rion kau tidak bisa main bola ya?,kau ini seperti main petak umpet saja,kenapa jauh dan aku tidak bisa memasukkan bola sama sekali?"Kata Daniel sambil mengeluh dan sebal.
"Hei,jangan begitu Daniel mungkin Rion belum terbiasa,iyakan Rion!"Kataku pada Rion sambil tersenyum.
Erick pun datang mendekat dan memberiku sebotol air mineral.
"Trimakasih kakak kelas."Kataku kepada Erick sambil menerima air mineral.
"Aku kira kau pernah sekolah di luar negeri apakah disana tidak ada sepak bola?"Tanya Erick kepada Rion sambil tersenyum.
"Iya aku memang Sekolah di luar Negeri tapi cuman sebentar,dan pindah ke Sekolahan sini."Kata Rion kepada Erick sambil tertunduk malu.
Akupun yang mendengar percakapan mereka tak bisa menahan tawa.
"Kenapa kau terus tertawa?,kau menang lotre hari ini?"Kata Daniel kepadaku karena,mereka tidak tahu kebenarannya,tentang Rion yang mengidap mysophobia.
Dan yang tahu hanya aku dan Rion saja.
"Bukan aku hanya ingin tertawa saja,kenapa tidak mengajak Anggara saja masuk ke timmu tadi?"Kataku kepada Daniel sambil mengamati ekspresi wajahnya yang sedang sebal.
"Dia sibuk menggoda para wanita disana!"
Seru Daniel kepadaku dengan sangat sebal karena tak memasukkan bola kedalam gawang sama sekali.
"Hahahhahahahha."Akupun tertawa lepas lagi.
Melihat kelakuan-kelakuan sengklek para lelaki aneh ini sambil memegangi perutku.
"Kenapa kau ini?dari tadi tertawa terus apa ada yang lucu?"Tanya Daniel dengan amat sangat penasaran kepadaku.
"Sudah lupakan saja,ayo kita kekelas."Kataku kepada Daniel.
Kulihat mereka sangat heran dan melihatku tertawa terus, Daniel dan Erick menatapku tajam sangat curiga.
Namun lain halnya Rion malah berlari menuju toilet.
Sesampainya kelas Daniel menanyaiku .
"Ada apa?Apa nanti kita mencobanya?"Kata Daniel kepadaku.
"Hei kalian kenapa bisik-bisik,aku tidak di ikut sertakan,kalian membicarakan apa?"Tanya Anggara dengan sangat penasaran.
"Hei,aku sedang berbicara dengan Daniel kau jangan menyela!"Ujarku kepada Anggara.
"Apa rahasia kenapa aku tak kau beri tahu?"
Tanya Anggara kepadaku dan memanyunkan bibirnya.
"Bukanlah rahasia, tapi kau tak akan pernah menyukainya iya kan Daniel?"Kataku kepada Anggara.
Daniel pun mengangguk kemudian duduk di bangkunya,tak berselang lama Rion datang duduk di sampingku.
"Hei jangan lupa jangan bilang siapa-siapa?"
Kata Rion kepadaku sambil terlihat bingung takut siswa lain tahu kalau dia mysophobia.
"Ayolah,bersantailah dan lupakan sejenak, juga anggap kami semua temanmu lupakan tentang kejadian burukmu dan ambil sisi positifnya ok."Kataku kepada Rion sambil mengambil buku pelajaranku.
"Apakah kau sudah bicara dengannya ,dengan Andromeda?"Tanya Rion kepadaku sambil menatap wajahku.
"Tentu saja,karena aku rasa kalian hanya perlu saling meluruskan masalah kalian."Kataku kepada Rion sambil tersenyum.
"Tak semudah yang kau katakan."Kata Rion sambil menundukan wajahnya.
"Lalu apakah gerangan yang membuat kamu tak berteman lagi dengan tuan Andromeda?"
Tanyaku kepada Rion karena amat sangat penasaran.
"Apakah kau tahu?dia sudah membunuh adik kembaranku."Kata Rion kepadaku dengan serius.
Aku yang mendengar ucapan Rion sangat terkejut sekali,dan tak percaya dengan apa yang barusan dia katakan.
Bola mataku hampir lepas dan jantungku mulai berdegup kencang dan tak karuan.
"Andromeda yang kukenal itu, apa bisa membunuh seseorang?"Tanyaku dalam hati dan pikiranku kacau balau.
"Kau mungkin tidak akan percaya, lagipula orang tuanya akan melakukan segalanya untuk menutupi tingkah laku anaknya yang brutal!"Kata Rion kepadaku dengan tegas dan serius sekali.
"Kau tahu pada saat kami kecelakaan hampir saja tewas,tidak ada berita atau media berani meliput kami,semua bersih dan tak ada jejak tersisa!"Ujar Rion serius kepadaku tergurat kekecewaan dan kesedihan di wajah Rion.
"Lebih baik kau jauhi dia,supaya kau aman,aku khawatir kepadamu?"Kata Rion menjelaskan kepadaku sambil berkaca-kaca .
"Lebih baik kita bicarakan nanti, aku masih belum percaya,dengan apa yang kau katakan kepadaku?"Kataku kepada Rion sambil menggelengkan kepalaku berkali-kali.
"Apakah kau memastikan sendiri dengan kedua bola matamu, jika Andromeda benar membunuh adikmu?"Tanyaku pada Rion sambil menatapnya serius dan mengamati ekspresi wajahnya.
"Tidak,tapi yang menjadi penyebabnya adalah Andromeda!"Kata Rion sambil tertunduk.
Bel pun berbunyi,tanda Sekolah telah masuk dan guru kami pun sudah hadir di dalam kelas, saatnya pelajaran di mulai.
Bu Rini yang sedang menerangkan pelajaran Bahasa Indonesia saat ini sangatlah serius,
Aku berpura-pura mendengarnya namun aku sebenarnya, tidak terlalu berkonsentrasi pada pelajaran hari ini.
"Kenapa perkataan Rion membuat perasanku tidak karuan?"Tanyaku namun dalam hati ini.
Bersambung...