The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 107 "Chocolate And Sweet Words 3"



"Apa yang mau kau lakukan?"Tanya Erick kepada Persi sambil menyeringai, karena sebal kenapa orang di sukainya itu malah mengirim orang lain untuk merawatnya.


Bukan dia sendiri.


"Aku khawatir dengan kakak kelas,dan aku membawa makanan untuk kakak,makanlah masih hangat aku memasaknya sendiri?"Kata Persi dengan lemah lembut kepada Erick dan sambil membuka makanan yang di bawanya.


"Aku tak mau makan,apakah sudah selesai urusanmu?,kau boleh pulang!" Usir dari Erick kepada Persi,agar Persi segera pergi dari apartemen miliknya.


"Tidakkah kakak terlalu keras kepadaku,aku hanya ingin merawat kakak."Kata Persi lirih kepada Erick.


"Aku juga berjanji tidak akan mengganggu


kalau kakak ingin istirahat berbaringlah,tapi jangan mengusirku ku mohon."Kata Persi memelas dan memohon kepada Erick.


Karena bagi Persi Erick ini adalah pria yang sangat di cintainya lebih dari dirinya sendiri.


Persi pun memilih untuk menurunkan ego nya hanya demi merawat Erick,melihat wajahnya yang hancur karena tinju Andromeda.


"Dengar aku muak denganmu,kau tahu aku semakin membencimu,karena gara-gara kau aku di tolak Putih dua kali dan aku merasa tidak adil sama sekali!"Bentak Erick kepada Persi sambil berkaca-kaca.


Bagi Erick ini adalah kejadian yang sangat tragis,karena lukanya belum sembuh,namun orang yang di sukainya menambah garam di lukanya.Dengan mengirim seseorang yang menyebabkan cinta Erick di tolak dua kali.


"Maafkan aku kak,lagi pula dia mempunyai kekasih,mereka saling mencintai satu sama lain,apakah kakak tidak berencana untuk melupakannya?"Kata Persi lirih kepada Erick dengan penuh perasaan.


"Hemmm,apakah maksudmu aku ini pria gampangan dan dengan mudah pergi ke pelukkan gadis lainnya?"Tanya Erick kepada Persi sambil menatap tajam Persi sedang duduk di meja makan.


"Bukan itu maksudku,aku harap kakak harus mengalah,kalau tidak kakak akan semakin terluka,aku juga akan merasakan sakitnya." Kata Persi dengan lirih dan lemah lembut sambil menundukkan kepalanya.


"Aku tidak mau membahasnya lagi,pulanglah aku mau istirahat." Usir Erick kepada Persi dari apartemen miliknya .


Persi pun menurut kali ini karena tahu Erick terpukul,serta sangat sakit hati jika melihat Persi berada di dekatnya.


"Aku pamit dulu kak."Kata Persi membuka pintu apartemen dan menuju keluar.


Erick yang tahu Persi pergi langsung secepat kilat mengunci apartemennya dengan rapat


Dan perasaan Erick pun saat ini juga semakin berkecamuk.


Dia duduk disamping jendela dan melamun . di apartemennya ini sambil membayangkan pertemuannya saat MOS tahun lalu.


Dia pun menitihkan air mata sambil melamun dan merasa perih, sedih, gundah, gulana kenapa orang yang di sayanginnya tak pernah memilihnya.


Lebih memilih seorang pria berandalan yang


serampangan berkarakter amburadul itu.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain di Sekolahan saat ini terjadi perang adu mulut antara kubu Andromeda dan kubu Pleidas.


Putih pun berdiri untuk melerai mereka agar tidak terjadi baku hantam.


Karena hafal watak Andromeda yang sangat suka tawuran dengan pria berandal lainnya.


Dan mendekati mereka berdua.


"Dengar ini hanya masalah sepele biarkan itu kan hanya cokelat,tak bisakah kau melunak sedikit saja?"Tanya Putih kepada Andromeda agar lebih tenang dalam mengahadapi sesuatu.


"Baiklah aku tidak akan menerimanya,sudah jangan bertengkar."Ujarku kepada Andromeda agar mengendurkan emosinya yang sedang membuncah saat ini.


Karea aku lelah memutar otakku setiap hari melihat adegan romantis para berandal ini.


Kemudian aku menarik lengan Andromeda menjahui Pleidas agar tak terjadi perkelahian.


"Dengar aku tak menerimannya berjanjilah untuk mengendalikan emosi mu itu." Kataku kepada Andromeda agar emosinya mereda.


"Tidak mau."Tolak Andromeda sambil sewot denganku.


"Sudahlah kau tadi berjanji kepadaku kalau tidak membuat masalah,tapi lihat sekarang kau akan bertarung lagi?"Tanyaku kepadanya sambil mengamati ekspresinya.


"Baiklah aku akan berada di belakangmu,aku tak mau satu orang pun memberimu cokelat dan kata-kata yang payah itu!" Andromeda kesal sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celan.


"Baiklah aku tak akan menerimanya,ayo kita kembali."Ajakan Putih kepada Andromeda.


Akhirnya kemarahan mereda,kami kembali ke lapangan.


Ternyata Pleidas masih tidak mau menyerah masih berdiri di mejaku untuk memberikan cokelatnya kepadaku.


"Ayolah Pleidas mengalah lah,aku ini sudah membujuk Andromeda agar tidak marah, tapi dengan satu syarat aku tidak boleh menerima cokelat dari siapapun."Kataku kepada Pleidas dengan lirih agar di juga mau mengalah.


"Aku,tak mau aku akan tetap memberi cokelat kepadamu."Kata Pleidas lagi padaku dan dia mengeluarkan kertas kata-kata manis yang sudah di siapkan untukku.


Seketika Andromeda murka,dan menghampiri Pleidas yang berdiri di depanku,mencengkram kerah bajunya dan menatap Pleidas dengan tatapan penuh kemarahan.


"Kau sudah bosan hidup,apakah kau ingin aku meremukkan tulangmu itu,sama seperti pria yang bernama Erick itu,kau masih tidak mau menyerah?"Tanya Andromeda kepada Pleidas dengan tatapan penuh kebrutalan seperti biasanya.


"Dengar turunkan tanganmu itu!"Kata Pleidas kepada Andromeda dengan tenang.


"Kalau tidak semua anggota OSIS disini akan tahu,kalau kau itu sudah berkelahi dengan mantan Ketua OSIS memperebutkan gadis itu." Ancam Pleidas lagi sambil menyeringai tersenyum sinis penuh intrik.


"Aku mempunyai video nya,dia yang tak tahu apa-apa itu akan di hukum guru jika video ini tersebar."Kata Pleidas kepada Andromeda sambil tersenyum penuh intrik dan merasa bisa mengendalikan keadaan,dan sedikit bisa membuat Andromeda patuh kepadanya.


"Beraninya kau mengancamku." Andromeda melepaskan cengkramannya.


Berpura-pura akur karena Andromeda tak mau melukai gadis yang bediri di depan itu


Sekalipun Andromeda dalam hatinya ingin menghajar Pleidas saat itu juga namun kali ini dia menahannya.


"Baiklah katakan apa maumu?" Andromeda menatapnya.


"Ayo kita memberi kata-kata yang sangat manis kepada Ketua OSIS,jika aku menang maka aku akan memberinya cokelat ini,jika kalah aku akan mengurungkannya." Pleidas sambil mengamati raut wajah Andromeda.


"Baiklah terserah kau, lagipula kau tak akan pernah bisa mengalahkanku, walau hanya dalam mimpimu sekalipun." Ujarnya sambil tersenyum .


"Kita kan belum mencobanya bagaimana kau bisa tahu?,kalau kita coba aku yang menang aku harap kau bisa menghilangkan sifatmu." Ujar dari Pleidas menyeringai dan penuh intrik


Menurutku pria bernama Pleidas ini,adalah sosok pria yang cerdas dan penuh intrik,dia sedang mencari kelamahan sang Andromeda,


dengan cara menggunakan Putih.


Sebagai umpannya memastikan bahwa kekasihnya ini apakah lebih berharga dari nyawa Andromeda sendiri.


Bersambung...