
Dan akhirnya aku berhenti di sebuah gang sempit,penjambret itu berhenti karena dia tersudutkan di jalan buntu tak bisa lari lagi.
"Hei..!bagaimana kalau kau lempar tas ibu itu kepadaku,maka kita tak perlu menggunakan kekerasan!"Tanya Putih yang mencoba negoisasi kepada penjambret itu.
"Kau kira aku takut,dengan gertakkan seorang gadis tengik seperti kau!"Kata penjambret itu kepadaku sambil mentapku tajam.
"Dasar preman, kau ini dia ajak komunikasi kenapa aku menggertak?" Ujar gadis ini dan menyeringai .
"Kau ,tahu aku tak sendirian gadis kecil." Suaranya itu terdengar sangat keras.
"Dan aku tak akan pernah takut gertakkan itu ingat!" Suaranya itu terdengar garang lalu dia pun menyeringai dan menarik sudut bibirnya sebelah .
"Siapa yang menggertak kau?,ini namanya ne- go-i-sa-si,sebelum kita melakukan adegan yang lebih romantis."Kata Putih tersenyum sinis,dan mengencangkan tali sepatunya.
Kemudian mengikat rambutnya yang terurai,
serta merta memasang kedua sarung tangan lengkap di tanganya.Seperti biasa ini adalah persiapan adegan romantis dengan suasana yang sangat hangat dan hot malam ini.
"Are you ready?"one.. two.. three..
Seketika adrenalin ku membuncah ternyata penjambret membawa segerombolan para preman yaitu teman-temannya,mereka ada yang membawa belati, pentungan, dan juga sabuk , para preman berwajah seram, mereka menyeringai seperti hewan serigala yang buas.
Akupun di tendang seseorang dari belakang, aku di tendang di bagian punggungku dengan sekuat tenaga oleh salah seorang preman sehingga tubuhku jatuh tersungkur.
"Buuuuukkk."
Akupun berdiri mengambil ancang-ancang saat ini untuk siap melawannya,preman ini sangat cepat sekali dan sigap melayangkan beberapa jurus tinjunya kepadaku,namun aku menghindarinya.
Aku maju dan kutendang kakinya dengan sekuat tenaga,hingga dia jatuh tersungkur.
Dia pun maju dan melayangkan beberapa pukulan kepadaku,dan aku menghindarinya.
aku mencari celah saat yang pas dan aku memukul wajahnya dan menendang kakinya lalu dia pun jatuh terjerembab,seketika aku menginjak kakinya sekuat tenaga,hingga dia mengerang kesakitan.
"Arghhhhh."Erangan preman yang ku injak kakinya.
Dan preman lainnya maju aku pun menyikut dengan sudut 90°ke dadanya dengan sangat kuat dan beberapa kali,kemudian ku tarik lenganya dan ku kunci hingga kebelakang tubuhnya sampai berbunyi "kreteeeek...."
"Aaaarrggh."Erangan salah satu preman yang ku patahkan tangannya.
Dan preman lainnya melayangkan beberapa pukulannya kepadaku,dan seperti biasa aku menghindarinya dengan secepat kilat,dan menelentangkan separuh tubuhku di atas sebuah meja.
Kedua kakiku menendangnya dengan sekuat tenaga,dia pun akhirnya jatuh terjerembab di atas tumpukkan kayu bekas.
"Braaakkkk."Preman jatuh di atas tumpukan kayu.
"Sial!" Umpat dari Preman itu.
Kemudian dari belakang ternyata ada preman akan memukulku dengan kayu balok,aku tahu dari bayangannya,aku pun naik ke atas meja dan bergerak salto.
Memegang tumpuan pada kepala si preman tersebut,aku pun melakukan salto 360°sambil mengunci leher dari preman membantingya saat aku sudah mendaratkan kakiku di atas tanah.
Jadi memutar seperti jangkar saat kalian membuat lingkaran di atas kertas dari titik awal kembali ke titik awal,dan setelah itu preman pun jatuh di atas tanah dan sambil mengerang kesakitan "Aaaaaargh...!"
Eranganya.
Tak itu saja aku mengambil satu kayu dan memukulkannya ke kepala preman yang jatuh tadi.
"Braaaakkkkk..."dia pun jatuh seketika.
"Ayo siapa yang mau maju lagi?"Tanyaku kepada sisa preman yang ada di depanku.
Andromeda tiba di tempat aku beradegan romantis juga hot dengan preman-preman
ini,sambil mengatur nafasnya yang masih
tersengal-sengal.
"Ha...ha...ha.."Suara nafas Andromeda yang tersengal-sengal.
Andromeda tahu aku masih melawan semua preman tersebut sangat terkejut,akhirnya dia paham bahwa aku tidak terlalu suka memakai rok mini dan span pemberiannya,karena hal itu bisa menghalangi gerakan romantis ku jika bertemu dengan para brandal,dan preman ini.
Dia pun tersenyum padaku dan menggeleng- gelengkan kepalanya.Lalu dia mendekatiku seraya berkata.
"Kau sangat seksi sekali."Bisik Andromeda kepadaku sambil tersenyum.
Karena aku yang masih saja berjibaku dengan para preman,meneteskan peluh di sekujur tubuhku sambil mengatur pernafasan yang tersengal-sengal ini.
"Bukankah kencan ini sangat romantis?" Tanyaku pada Andromeda sambil mengambil ancang-ancang karena masih ada beberapa preman lagi.
"Kau adalah wanita yang sangat gila."Jawab Andromeda padaku sambil tersenyum sangat bangga.
Ada preman maju dan menendangku dengan kakinya yang jenjang,maka ku tangkap kaki dengan kedua tanganku, lalu kukunci serta ku dorong sekuat tenaga.
Dengan gerakan maju maka preman tersebut otomatis mundur ke belakang dan dia jatuh kehilangan keseimbangannya.
Aku jongkok kakinya ku raih secepat kilat setelah itu ku patahkan dengan kedua tanganku,sampai berbunyi.
"Kreteekkkk."
"Aaaaaaarggggg!"Teriakkan preman yang sudah ku patahkan kakinya yang sebelah itu.
Ada preman yang berusaha memukulku dari belakang, namun Andromeda melayangkan tinjunya tepat di wajahnya,hanya dalam sekali pukul,seketika gigi preman tersebut rontok 5 biji dan keluar beserta darah,air liurnya pun di tadah di telapak tangannya.
"Dasaaaar...berandaaallll!"Teriak preman yang giginya rontok itu.
"Astaga...pasti dia akan oleng."Kata Putih sambil melihat Andromeda yang pusing melihat darah dari gigi preman tersebut.
Aku pun memapahnya menyingkir dari medan keromantisan malam ini,
"Kau merepotkan sekali,diamlah aku akan mengurus sisanya."Kataku pada Andromeda.
Dia pun patuh karena tahu,kalau dia saat ini menambah masalah seharusnya seorang pria harus bisa melindungi seorang wanita,apalagi seorang kekasihnya.Andromeda tertunduk lemas karena kekalahanya terhadap penyakit mental yang ia idap yaitu Hemophobianya.
Preman yang ompong tadi mendekatiku dan melayangkan tinjunya bertubi-tubi kepadaku, akupun menghindar dengan secepat kilat dan menendang dua bola kehidupannya dengan sekuat tenaga,"Daaakkk"suara tendanganku di kedua bola kehidupan para lelaki sejagad raya.
"Sudah jatuh tertimpa tangga pula,sudah ompong hancur pula masa depannya"
Andromeda saat ini berusaha sekuat tenaga untuk melawan penyakit mentalnya,sambil mengamatiku dari kejauhan ada perasaan sedih, karena dia masih tak bisa menguasai mentalnya, hari ini dia pun merasa kalah.
"Kenapa aku lemah, bahkan seorang gadis melawan banyak preman hari ini, namun aku tak bisa apa-apa." Batin dari Andromeda ngilu
Gadis ini masih tetap belum menyelesaikan melawan sisa preman dan akan berjibaku beradegan romantis malam ini. harus tetap kuat agar bisa menumbangkan sisa preman yang menyerangnya malam ini.
Bersambung...