
Beberapa hari kemudian,pagi-pagi sekali aku akan pergi kesekolah untuk urusan penting.
Sambil memakai sepatuku akupun dengan tergesa-gesa namun bibiku mendekat dan menyuapiku sarapan pagi,
"Sini , Bibi suapi biar cepat." Bibi menyuapi keponakannya .
Dan dari pintu muncul pria menghambur duduk di sebelahku dan membuka mulutnya juga .
"Ha ..."Kata Andromeda sambil membuka mulutnya lebar-lebar.dan di suapi Bibi juga sambil mengunyah makanannya.
"Bi aku ada urusan penting aku berangkat dulu ya."Ujar Putih pada Bibinya dan pergi berangkat ke sekolah.
"Hei... tunggu dulu.. aku juga ikut hei, Bi aku berangkat juga ya." Ujar dari Andromeda itu berpamitan .
"Iya...hati-hati ya." Jawab dari Bibi.
"Hei,ayo naik mobilku kita kan searah,kenapa kau beberapa hari ini tidak menghubungiku sama sekali,apa ada sesuatu yang terjadi?" Kata Andromeda dengan penasaran dan Aku masuk kedalam mobilnya menuju ke sekolah.
"Tidak,cuma aku terlalu sibuk beberapa hari ini, termasuk hari ini juga" Ujar Putih dan berusaha meyakinkannya Andromeda .
"Apakah kau tak merindukanku?" Ucap dari Andromeda sambil menatapku dari samping.
"Tidak,"jawabku dengan ringan seringan bulu sambil memanyunkan bibirku.
"Kalau aku sangat merindukanmu,kenapa kau tak menghubungiku sama sekali,"Protes tuan Andromeda kepadaku.
"Maaf,tapi memang aku sedang sibuk sekali, ada banyak urusan yang harus aku lakukan."
Ujarku pada Andromeda sambil menggaruk rambutku.
"Hei,gadis lamban apa memang benar kau tak merindukanku?"Tanya Andromeda lagi dia penasaran.
"Tidak, memang kenapa, lagipupa lebih enak seperti ini!"Jawab Putih pada Andromeda,dia pun terlihat sangat kecewa.
"Seharusnya kau berbohonglah sedikit untuk menenangkanku ,iya honey, atau iya sayang aku sangat merindukanmu."Ujar Andromeda sambil menirukan gaya perempuan.
"Kenapa harus berbohong?,seharusnya kau bisa memberiku waktu supaya urusan cepat bisa selesai ,ok." Meyakinkan Andromeda.
"Hemmmm baiklah,oh iya ini aku mempunyai sesuatu."Kata Andromeda sambil merogoh saku celananya dan memberikan benda itu kepadaku.
"Hei,apa ini?"Tanyaku kepada Andromeda.
"Buka saja,kau pasti membutuhkannya."Kata Andromeda.
"Apa ini?"seperti Atm,dan seperti kartu kredit juga?"Tanya Putih pada Andromeda sambil mengamati kartu yang ia berikan kepadaku.
"Ini fungsinya lebih mirip dari black card,tapi ini lebih unggul,gunakan ini untukmu."Kata abang Andromeda dengan sangat antusias kepadaku. Dia memberiku Jupiter Chase Palladium Visa.
"Aku tidak mau, buatmu saja!" Putih menolak kartu pemberiannya.
"Hei,kau bisa menarik tunai sepuasmu."Kata Andromeda sambil memaksa agar aku mau.
"Tidak,bukan aku tak menghargainya, aku tak mau saja."Ujar dari Putih pada tuan muda Andromeda sambil meyakinkanya.
"Kau tahu,aku lihat kau terlalu sibuk,sesekali istirahatlah, ok!" Ujar dari Andromeda .
"Ini sudah terima saja." Andromeda agak memaksa.
"Hei aku tak mau,ini buatmu saja!"Tolak Putih pada Andromeda.
Ternyata mobil kami sudah sampai di pintu gerbang Sekolah , akupun membuka pintu mobil dan mendekat pada andromeda di depan pintu mobilnya sambil berpamitan.
"Hei , dengar jangan marah ya,beri aku sedikit waktu ya , jika sudah beres kita keluar jalan lagi."Kataku pada Andromeda sambil masuk ke dalam gerbang Sekolah.
Dia pun memutar kemudinya menuju kembali kesekolahnya.
"Hemmm... ckkk anak itu kenapa sulit sekali!"
Kata Andromeda sambil menuju ke Sekolah Elitnya itu.
Akupun menaruh tasku sesampainya di kelas.
Anggara menghampiriku dengan antusias dan penuh semangat.
"Apa kau sudah bertemu kakak ipar?"Tanya Anggara sambil mengunyah permen karet di mulutnya.
"Hemm....dia ada di depan tadi,aku berangkat bersama ke Sekolah denganya."Kataku pada Anggara.
"Oh ya kau melihat Daniel?" Tanya Putih pada Anggara sambil melihat sekeliling ruangan kelas.
"Mungkin di depan sedang mengobrol dengan teman-temannya." Ujar dari Anggara.
"Aku pergi dulu ya sebentar ada urusan yang harus aku selesaikan."Kataku pada Anggara dan menuju suatu tempat.
Ternyata benar di kamar mandi Luna sudah di kerumuni geng yang merundungnya tempo hari.
"Hei, apa kau tak merindukanku? aku lihat beberapa hari kau menghindariku supaya melewatkan setoran pada kami!"Kata Siswi A pada Luna dan menjambak rambutnya.
"Ma.... ma....maaf kakak aku tidak bermaksud menghindarimu."Kata Luna sambil ketakutan.
"Aku rasa kau sudah mulai pandai bersilat lidah!,kau pikir aku bodoh, aku melihatmu dengan Wakil Ketua OSIS, tempo hari kau sambil tersenyum kepadanya?"Kata Siswi A sambil melepaskan tanganya dari rambut Luna.
"Tidak Kaak!Ampuuun....!"Protes Luna dan memohon pada Anak itu namun tetap tak di hiraukannya sama sekali .
"Cepat , ayo kita bereskan dia." Dia memberi aba-aba para geng perundungnya .
Dan anggota perundung lainya mengambil ember berisi air kotor dan mengguyurkan ke badan Luna,dua orang anak memegangi Luna dan yang lainya mengguyurnya lagi sampai Luna lemas karena tidak dapat bernafas,dan tak puas dengan itu mereka menambahkan tepung berserta telur untuk menyamarkan perundunganya sebagai kejutan ulang tahun.
"Cuih.... kau tahu kau itu berurusan dengan siapa?" Kata Anak itu kepada Luna sambil meludahinya.
Akupun keluar dari dalam kamar mandi,dan menendang pintu kamar mandi dengan keras supaya mereka terintimidasi olehku.
Benar saja mereka sontak kaget karena aku menjadi saksi dari tindakan perundungan di sekolahku.
"Ahirnya,Annyeonghaseyo yeoreobun!"Kataku pada mereka sambil melambaikan tangan .
"Hemmmm ahh... Dengar!!,aku hanya akan menyampaikan pidato ku,namun hanya sekali dengar baik-baik para jamur kamar mandi."
" Jika kau tak mau video ini tersebar,mudah saja bersihkan taman Sekolah jangan sampai ada sdikitpun sampah dan lagi jika kau masih merundung anak ini ataupun orang lain kalian akan mengetahui akibatnya,paham!" Ujar Putih pada geng perundung terutama Angel .
"Apa maksudmu?"Tanya Angel berpura-pura tidak paham.
"Atau kulayangkan saja tinjuku ke mukamu yang seperti medusa itu?"Kataku pada Angel lagi,sambil menatap tajam matanya dan dia pun ketakutan.
"Aku hanya bilang satu kali dan tak akan ku ulangi lagi"Kataku pada para gengnya sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Gadis brengsek!"Kata Angel dan sambil pergi namun di dalam matanya masih menyimpan dendam kepadaku seolah-olah aku akan di balasnya suatu hari nanti.
Kulihat Luna lemas , sangat kotor dan basah kuyup Putih pun memanggil Daniel untuk menggendongnya membawa Luna ke UKS Sekolah.
"Daniel masuk bantu aku cepat!" Ujarnya pada Danie lalu ia masuk kedalam toilet kemudian menggendong Luna menuju UKS sekolah
Karena itu masih pagi jadi tidak ada siswa yang tahu.
"Dasar jahat sekali kenapa merundung anak ini?,diakan sangat lemah"Batin dalam hati.
Sesampainya di UKS Daniel merebahkan Luna, dan Daniel keluar dari UKS.
"Hei terimakasih ini ponselmu,kirim video tadi ke email ku jangan lupa." Ujarnya pada Daniel.
"Iya nanti ku kirimkan kepadamu."Kata Daniel sambil pergi .
Nampak dari kejauhan Rion pun mengamati tindak tanduk,dan aku tak menghiraukannya masuk ke dalam UKS lagi.
"Hei bajumu basah kuyup ganti dengan yang kering,jika tak melepaskannya nanti kau bisa terkena masuk angin." Ujarnya kepada Luna sambil memberikan baju seragam cadangan di UKS.
"Trimakasih ya kak,aku tadi takut sekali aku kira kakak tak akan menyelamatkanku." Ucap dari Luna sambil menangis tersedu-sedu.
"Hu...hu...hu...hiks...hiks.."
Dia menatapnya penuh iba.
"Sabar ,sudah diam jangan menangis lagi
pasti kau kuat aku yakin, percayalah padaku
jangan lupa yang rajin belajar judo paham!"
Sambil menatap lekat kedua bola matanya .
Bersambung....