
Di tempat lainnya si cantik Persi yang sedang menuju sebuah apartemen bernomer 155, yaitu apartemen yang di tinggali seorang pria yang selama ini membuat hatinya berdegup kencang.
"Jangan ya lupa apartemen nya no 155 Persi,
rawatlah Erick ini adalah waktu yang sangat pas,karena Erick tinggal sendirian Fighting!"
Pesan sahabatnya di ponsel Persi, sambil tersenyum membacanya.
Si cantik Persi sangat kegirangan sekali, karena sahabatnya sangat perhatian padanya
mau menjadi mak comblang antara dia dan Erick.
Walaupun sebenarnya agak gelisah takut Persi kecewa jika tau perangai Erick yang sebenarnya.
Akhirnya Persi pun berada tepat di depan pintu apartemen 155 sesuai alamat yang di kirim sahabatnya.Persi membunyikan bel nya agar Erick membukakan pintu untuknya.
Ting....tong...ting...tong...
Setelah bel di bunyikan beberapa kali ternyata benar pintu pun di buka.
"Siapa?"Suara serak Erick terdengar parau mungkin karena dia baru bangun tidur.
"Ini aku kakak ."Jawab Persi memasukkan jarinya di celah pintu yang di buka Erick agar ia tak menutupnya kembali.
Namun Persi salah besar ternyata Erick yang tahu kalau Persi memasukkan jari di celah pintu tetap saja menutup pintunya, alhasil jari Persi pun terjepit,dan mengerang kesakitan.
"Arghhhh.... sakitnya." Erangan Persi sambil meniup jarinya yang terjepit.
Erick dari balik pintu pun merasa bersalah karena sudah menjepit jari persi yang lembut dan cantik itu.
"Sialan apa yang dilakukan gadis itu?,dia itu mengirim temannya bukannya kemari sendiri Hemmmm huuuu." Kata Erick dari balik pintu mengumpat,kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya.
"Ckkk."Suara Erick.
Erick yang agak merasa bersalah yang telah menjepit jari Persi sedikit iba.Namun masih belum mau membuka pintu apartemennya.
"Kakak biarkan aku masuk,ayolah sebentar saja aku hanya ingin merawat dan melihat keadaan kaka."Kata Persi kepada Erick agar di bukakan pintu.
"Aku membawa makanan untukmu,hmmm aku mohon kalau begitu aku akan menunggu disini sampai kakak membukakan pintu itu untukku." Kata Persi dengan lemah lembut seperti seorang putri,dan bidadari yang turun dari kahyangan.
Selang beberapa menit ternyata Erick kasihan pada Persi yang sudah rela menunggunya jari Persi juga terjepit oleh pintu,maka Erick yang keras kepala,mau membuka pintu apartemen nya.
"Masuklah."Kata Erick mempersilahkan Persi masuk ke dalam apartemennya.
Persi pun masuk kedalam Apartemen Erick
agak terkejut melihat sekeliling ruang yang di tinggali Erick ini.
Ternyata keadaan di dalam sangatlah bersih, rapi ,harum, tak ada sedikitpun debu,semua barang furniture di tata dengan rapi,semua berkilauan terlihat Erick adalah pria sangat menjaga kebersikan dan serta kerapian.
Persi sangat terkejut karena dia tahu tempat tinggal Erick, yang amat bersih itu terlihat juga sifat aslinya yang seperti seorang gadis.
Karena kerapian dan kebersihan biasanya itu hanya para gadis saja yang menyukainya,tapi kali ini Erick mampu menyihir perhatian Persi
Dengan tampangnya yang cool, pandai dan juga kebersihan membuat Persi semakin dan semakin mengaguminya. Persi masih saja tak bisa memalingkan pandangannya , Erick pun melihat Persi terdiam hanya menyeringai dan menyilangkan kedua tangannya bersandar di tembok sambil mengamatinya.
Bukan dia sendiri.
🍁🍁🍁🍁🍁
Di sisi lain Andromeda sibuk mengusir para siswa baru, yang berbaris rapi ingin sekali memberikan cokelat dan kata-kata manis untuk Putih.
"Dengarlah seleranya sangat tinggi tak mau makan cokelat murahan dari kalian,pergilah berikan pada anggota OSIS lainnya!"Ucap dari Andromeda, untuk mengusir semua siswa baru agar bubar dan mengurungkan niatnya itu.
Ternyata semua siswa baru bubar berbaris rapi di hadapan Shinta dan Alien.Tampak Aline dan Shinta tersenyum manis melihat para siswa baru patuh pada kata-katanya.
Namun berbeda dengan yang lainnya Pleidas tetap berada di mejaku sambil memberikan sebuah cokelat di bungkus sangat elegan nan mewah seperti buku novel.
"Bagaimana kalau cokelat yang ku berikan kepadanya ini adalah cokelat mewah,apakah aku masuk hitungan?"Tanya Pleidas kepada Andromeda dengan wajah serius dan terlihat Pleidas memprovokasi Andromeda agar bisa tersulut emosinya.
"Berandal tengik!,kenapa kau kesini apa yang kau lakukan?"Tanya balik Prince Charming Andromeda,dengan raut wajah emosionalnya seperti biasa.
"Hem,tentu saja aku sangat penasaran untuk Sekolah di kalangan rakyat jelata ini?"Kata Pleidas wajahnya yang terlihat tampan, serta ekspresi wajah yang sangat serius.
"Oh,kau mengikuti aku sampai sini?,apakah maumu itu?"Tanyanya sambil memincingkan bibirnya yang sebelah dan menatap intens Pleidas.
"Tentu saja kau tahu aku sangat penasaran kenapa sang Andromeda yang perkasa ini,
rajin membolos,menutup Sekolah selama sehari?"Kata Pleidas kepadanya sambil mendekatkan dirinya ke Andromeda.
Sontak para murid baru lainnya,yang tahu kalau Andromeda dan Pleidas yang adu mulut saat ini mengamati mereka.
Sambil berbaris rapi memberikan coklatnya kepada para anggota OSIS lainnya.Terlihat mereka sangat bingung karena tak mengerti sama sekali apa yang di bicarakannya.
"Lalu kau akan memilih Sekolah di tempat seperti ini?"Tanyanya dengan songong nya sambil tersenyum tipis bertujuan menghina dan merendahkan Pleidas.
"Tentu saja,aku ini bebas,tidak seperti kau yang pada akhirnya tak akan bisa memiliki gadis itu kita lihat saja!" Pleidas berbisik di telinga Andromeda sambil menyeringai.
Nampaknya Pleidas dan juga Andromeda ini mempunyai sejarah romansa yang sangat pelik dan terselubung karena para pria ini seperti biasanya mempunyai segudang rahasia dan jiwa mereka berbeda dengan seorang gadis sepertiku.
Mereka nampaknya sangat amat menikmati mengobrol dengan suasana hangat serta romantis.
Untuk kali ini entah apa yang akan terjadi dengan dua kubu para berandal tengik,yang berencana merusak acaraku lagi.
"Hei dasar berandal tak tahu aturan!,apakah kalian sudah selesai mengobrolnya?"Teriak Putih kepada kedua berandal tersebut.
"Hei ini urusan laki-laki!,jangan ikut campur!" Kata Pleidas dan Andromeda secara kompak dan lantang.
"Whoa... walaupun mereka akan bertarung namun mereka mempunyai kesamaan,aku yakin mereka adalah seorang kakak adik di kehidupan yang dulu."Gumam Putih sambil mengamati cokelat Pleidas karena bentuknya yang unik seperti buku novel.
"Dengar jangan sentuh cokelat itu!,aku bisa membelikannya untukmu beserta pabriknya juga!"Ucap Andromeda kepadaku sambil menunjuk cokelat dari Pleidas,dengan raut wajah emosionalnya.
Dan marah besar kepadaku karena aku berani menatap cokelat dari Pleidas.Serta nampak kesombongan harga diri Andromeda yang sangat menjulang tinggi bak langit tingkat ke tujuh.
Bersambung ...