
Ini adalah contoh gambar visual Genghis Khan sang Thanos di kehidupan lampau.
Genghis khan adalah seorang Ketua militer yang menyatukan bangsa Mongol kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menahklukan sebagian besar wilayah di Asia, yaitu Dinasti jin,Asia barat,Asia tengah,dan Persia.
Ia tak segan-segan membunuh semua manusia hingga binatang yang ada di wilayah tersebut.
Mereka membunuh,anak-anak,wanita,kucing, anjing,burung,ayam,para pria tua,muda, dan
bahkan membunuh bayi sekalipun.
Namun mereka juga membiarkan segelintir orang melarikan diri.
Pasukan *Genghis Kha**n* juga memutilasi mayat musuh dengan membawa bagian tubuh seperti hidung,bibir,telinga,dan jari sebagai souvenir kebanggaan mereka.
Namun sisi lain dia itu mempunyai sikap toleransi yang di tanamkan,pria bernama asli Temujin dalam membangun Kekaisaran Mongolia pada tahun (1206-1227M).
Kebebasan beragama,dia juga mengesahkan aturan yang mengizinkan kebebasan dalam beragama,dan membebaskan semua pajak khususnya tempat ibadah.
Melarang menyiksa tawanan,saat Genghis Khan akan terbunuh tiba-tiba ada seorang
pria yang mengaku dan mengatakan dia akan menerima hukuman mati,dia bersumpah akan setia abadi sampai mati jika diampuni.Dan ia pun mengangkatnya menjadi Perwira dalam pasukannya "Jebe" artinya panah.
Dan juga melarang pencurian juga perzinahan
pertumpahan darah,dan dalam memberikan kesaksian palsu.Dia itu sangat membenci kebohongan ataupun kata dusta.
Alih-alih untuk menimbun uangnya,harta, dan
emas, berlian,serta permata Genghis Khan malah memberikannya serta mebagikannya kepada prajurit untuk mendorong memajukan perekonomian.
Kenapa Author tiba-tiba menuliskan tentang sejarah Pemimpin Mongolia ini,karena Author ingin sedikit memberi pemahaman kepada para reader tentang perang dalam dunia ini.
Sejatinya perang tidak akan berhenti sampai kapanpun juga menurutku,walaupun sekarang sudah damai,maka akan timbul konflik baru dan babak baru dalam kehidupan ini,betapa tidak jika kalian menganggap perang adalah masalah dan hambatan yang terjadi maka, tidakkah setelah menemukan penyelesaian.
Akan ada peperangan baru dalam dunia,diri kita sendiri,orang lain,negara lain,dan bahkan itu tidak bisa di nalar dengan pemahaman kita.
Dalam satu sisi lainnya memang sangatlah memberatkan membuat sakit para korban perang tersebut,namun Alam berkata lain.
Pasalnya Genghis Khan adalah salah satu tokoh penjajah yang sangat "hijau" menurut Author, karena itu dalam sepanjang masa penjajahannya, dia berhasil membersihkan udara dari 700 juta ton gas Karbon Dioksida,
Itu saking banyaknya manusia yang dirugikan dan di bantai olehnya.
Maka dalam kehidupan dalam kenyataan dia layaknya "Thanos" bukankah dia membantu pemulihan dan penghijauan Bumi Pertiwi kita.
Bukan Author menyetujui semua yang berbau perang,karena sejatinya sesuatu yang terjadi tidak serta merta begitu saja,pasti ada alasan juga pertimbangan kenapa seorang pemimpin tersebut melayangkan pedangnya itu kepada musuhnya.
Dan setelah perang terjadi pasti akan ada banyak dampak,mulai banyak kemiskinan, wabah penyakit,banyak anak yang kehilangan orang tuanya,para istri menjadi janda,para pria menjadi duda dan lain-lain.
Namun juga perlu di ketahui bahwa waktu dan keadaan adalah sang sutradara dan penulis dalam kehidupan ini.
Mereka hanya menjalankan perannya dari sang Maha Pencipta,maka itu bisa di ambil kesimpulan peperangan tidak bisa di hindari namun harus di hadapi.
Ok ini pendapat Author ya ,bisa dia ambil sisi positif, bukan secara sudut pandang negatif.
Hanya kita sebagai semua umat, pasti kita itu berperang dengan masalah, juga hambatan kita masing-masing dalam kehidupan ini.
Bukankah sejatinya para manusia memang berperang melawan masalah dan hambatan masing-masing dalam kehidupan ini.Dan mari saling memahami satu sama lain,agar tidak terjadi peperangan antar manusia satu dan manusia yang lainnya.
Pilar kepemimpinan itu ada lima,
"Perkataan yang baik dan benar,menyimpan rahasia,menepati janjinya, serta senantiasa memberi nasihat,dan menunaikan amanah"
~Imam Syafi'i~
🍁🍁🍁🍁🍁
Kembali ke cerita selanjutnya.
Putih yang sedang duduk di samping abang Andromeda yang sedang makan mie instant buatannya saat ini mengamati,menatapnya dengan tajam,seolah ujung pedang yang siap untuk menancap kapan saja.
"Apa yang sedang kau lihat?,aku tidak mau makan lagi,lihatlah lidahku ini melepuh kau sangat tega sekali kepadaku."Ucapnya dengan nada memelas dan sebal,karena dia tak bisa lagi meneruskan makan mie instant tersebut,bagi dia ini adalah siksaan hukuman.
"Aku tak mau tahu!,kau harus makan itu,biar kau tahu rasanya makan makanan pedas!" Tukas Putih kepada kekasihnya tersebut.
"Rasanya mebuatmu berkeringat,dan lidahmu juga melepuh benar bukan?"Tanyaku kepada Andromeda sambil menatapnya penuh intrik.
"Iya Ckk,aku tak tahan lagi rasanya sangat pedas,lihatlah lidahku merah,dan badanku berkeringat,ayolah!"Ujar Andromeda sambil memohon kepadaku agar aku melepaskannya.
"Tidak kau harus menghabiskannya,aku tahu kau hanya selalu berjanji,namun tak pernah menepatinya,aku sudah muak!"Ujar Putih kepada Andromeda agar dia belajar tidak serampangan,dan selalu ingin baku hantam dengan pria lainnya.
"Tapi memang aku tidak salah,aku kan benar, mana ada pria yang mau jika kekasihnya di pegang orang lain!"Katanya bersikukuh tetap tidak mau mengakui kesalahannya.
"Maksudku kau jangan marah sembarangan!, dan memukul orang seenakmu sendiri!"Seru Putih kepada kekasihnya tersebut agar lebih melunak dan mengontrol emosinya.
"Aku sudah menahanya!"Jawab Andromeda sambil menyilangkan tanganya dan membuang muka dari hadapanku.
"Baiklah aku akan pulang,dan kau jangan harap menemui aku lagi!"Ancam Putih ke Andromeda agar dia belajar mendapat hukuman,dan jerah dengan ulahnya tersebut.
"Ckkk,baiklah aku akan memakanya walaupun aku merasa masuk dalam neraka,dasar gadis gila!"Jawab Andromeda kepada kekasihnya.
"Walaupun aku akan mati,setelah makan mie ini apakah kau tak kasihan denganku?"Tanya Andromeda dengan suara lembut bak cream dari kue blackforest.
"Hem,mana ada orang mati karena makan mie instant?,cepat habiskan!"Perintah Putih pada Andromeda.
Agar melunak memakan mie pedas tersebut
Putih tak bergeming sedikit pun pada rayuan Andromeda saat ini.
"Ya Tuhan,kau ini memang benar-benar gadis gila!"Protes Andromeda karena dia akan tahu bahwa lidahnya sudah tidak kuat lagi makan mie yang pedas tersebut.
"Baiklah aku memakanya sampai habis."Ucap Andromeda yang mulai melunak dan mie pun di makannya dengan sedikit demi sedikit.
Walupun ekspresi wajahnya sangat lucu saat ini,aku menahan tawaku sekuat tenaga agar dia jerah tak berulah lagi.
Aku duduk mengamatinya,dan memastikan dia akan menghabiskan mie pedas penangkal bisa cobranya,agar tak muncul lagi,aku sudah penat dan lelah mencari akal agar berandal yang tak punya tata tertib ini jerah.Dan tak akan berulah lagi dengan mulutnya itu.
"Tetap semangat dengan apa yang terjadi"
Bersambung...
.