
Disisi lain ada seorang pria yang berkarakter warna hitam,dia sedang melakukan aksinya sebagai seorang pria jantan kepada seorang perempuan seksi, berselancar dan beraksi dalam adegan romansa pasangan kekasih liar.
Mereka melakukan adegan dewasa dalam bath up kamar mandi hotel VVIP,terlihat hotel ini sangat mewah dan berkelas,tidak ada orang lain selain mereka berdua dalam kamar hotel ini.
******* seorang wanita yang terdengar menggema dari sudut kamar mandi sebuah hotel VVIP.
Beberapa menit kemudian suara itu hilang dan terdengar suara percakapan antara pria dan wanita seksi itu,dari dalam kamar mandi.
"Kau mau kemana?,kita lakukan sekali lagi," kata wanita seksi dalam kamar mandi itu terdengar serak parau,serta wanita seksi itu berambut panjang terurai, dengan body aduhai.
"Sebentar aku mau menghubungi seseorang tunggu disini ya,"ucap Pria berkarakter warna hitam tersebut sambil dia keluar dari bath up kamar mandi hotel setelah itu melingkarkan handuk di pinggangnya.
"Cepat ya,aku menunggumu."Ujar gadis seksi tersebut sambil menggigit tepi bibirnya dan menatap pria berkarakter hitam itu dengan penuh naf** hasrat duniawi serta merona pipinya.
Nampak wanita seksi yang ada di dalam bath up itu terlihat memiliki sebuah gambar tatto di belakang lehernya,bergambar yaitu bunga geranium.
Karena wanita seksi tersebut mengahadap sisi lain,di balik celah terlihat dia berambut terurai namun rambutnya itu disisihkan ke samping, dia basah kuyup terkena rendaman dalam bath up tersebut,badanya bersih serta kira-kira tinggi wanita seksi itu sekitaran 167 cm,dengan paras tidak di ragukan lagi,sangat cantik kulitnya itu putih seperti porselen dan
wajahnya tirus dan seksi.
Beberapa menit pria itu pun keluar dari kamar mandi hotel tersebut, badanya tegap besar tinggi 190 cm, kekar, dia itu pria berkarakter dengan warna hitam tidak di ragukan dengan wajah khas bule,hidungnya panjang serta di perutnya ada beberapa potongan roti sobek, dan bahasa gaulnya six pack.
"Tap...tap...tap...tap."Suara langkah kaki yang jenjang itu terdengar sangat nyaring sekali.
Kemudian pria yang berkarakter warna hitam tersebut , berjalan menuju ruang tamu kamar hotel,dia terlihat mengamati keadaan sekitar aman atau tidak.
Di berdiri di dekat jendela kamar hotel dengan handuk yang melingkar di pinggangnya saja.
Ini adalah gambar pria berkarakter warna hitam tersebut nampak dari belakang dan ia sedang membenahi handuk melingkar tepat di pinggangnya karena hampir melorot.
Terlihat banyak otot bertaburan di tubuh pria berkarakter warna hitam ini,serta tangannya kekar sekali,dia akan meraih ponsel yang ada di meja saat itu.
"Drrrt...drrt...drtt..."Suara ponsel pria yang berkarakter warna hitam itu bergetar.
"Hallo ya aku."Jawabnya dengan suara khas besar, serak , dan parau di dalam ponsel miliknya itu.
"Dengar, aku bersih seperti biasanya , dan kau paham kan maksudku?"Ujar seorang wanita dari ponsel pria berkarakter warna hitam.
"Baiklah Nyonya saya sangat paham, bersih tak bersisa sedikit pun."Jawab dari seorang pria berkarakter warna hitam tersebut dan menutup ponselnya.
Dia pun menatap awan dan langit yang ada diluar jendela sambil berkata.
"Wah, sangat disayangkan sekali nasibmu itu,ada banyak orang tak menginginkan kau hidup."Ucap dari pria berkarakter warna hitam tersebut pada dirinya sendiri dan menyeringai penuh intrik.
"Sangat di sayangkan ya , nasibmu itu!" Ucap dari pria berkarakter warna hitam itu, sorot matanya tajam.
Penuh dengan aura kebencian,kedengkian,iri,
serta aura membunuhnya itu hitam kelam nampak dari sorotan mata pria berkarakter warna hitam itu.
Dia pun menghubungi seseorang lainnya di ponselnya miliknya itu.
"It's me ,don't forget to be clean no defects and without evidence ok!" Ucap dari Pria berkarakter warna hitam menutup ponselnya setelahnya .
"Ok, sir Got it...!"Jawab pria yang ada ponsel itu.
Dan memanggil pria berkarakter warna hitam ini.
"Come on baby,hurry up please I can't stand it anymore." Suara panggilan dari wanita seksi dalam kamar mandi hotel itu, mende*** dan sangat serak memanggil pria berkarakter warna hitam agar cepat masuk dalam kamar mandi lagi.
Dia pun bergelayutan manja seperti wanita seksi penggoda, terus melakukannya adegan yang lebih hot dalam kamar mandi hotel VVIP tersebut.
Masih sama dengan suara erangan beserta desah** mereka berdua yang menghiasi tiap sudut kamar hotel VVIP ini.Terdengar lamat-
lamat menggema ,meyebar di udara dalam ruangan kamar hotel itu.
🍁🍁🍁🍁🍁
Kembali lagi ke restoran tempat Putih dan tuan Andromeda serta pasangan Dokter yang akan makan malam bersama.Mereka berdua pun duduk bersama berdampingan pasangan mereka masing-masing.
Namun Dokter Sharon terlihat sedikit murung karena penantian panjangnya tidak berujung bahagia,malah Dokter Andrea tetap bersikap dingin,seperti es Kutub Selatan yang sedang membeku denga suhu -55°C.
Jika ingin mencairkannya maka kita harus membawanya ke dekat gunung yang akan meletus barulah ia akan mencair.
Atau bisa juga di cairkan pada saat siang hari dan membawa media kaca pembesar di taruh tepat di atas Dokter Andrea ini agar panasnya merata serta maksimal.Barulah mencair ok.
Andromeda memanggil pelayan yang ada di dekatnya saat ini.
"Hei pelayan kemarilah!"Seru Andromeda pada seorang pelayan,dia pun mendekati kami.
"Iya Tuan,ada yang bisa saya bantu."Jawab sang pelayan kepada kami.
"Berikan menu terbaikmu itu , hidangan yang mewah , dan pergilah!" Tukas Andromeda sang berandal tak punya sopan santun ini.
"Baik Tuan."Jawab dari pelayan itu sembari membungkuk dengan hormat .
Kemudian pelayan itu pun pergi dari hadapan kami mengambil semua menu yang dipesan oleh Andromeda.
"Hei dengar, tahu darimana menu teristimewa itu enak atau tidak?"Tanyaku penasaran pada berandal ini,karena tanpa melihat buku menu dia bisa memesan makanan yang enak.
"Aku sering sekali pergi ke restoran mahal jadi tahulah kalau mereka itu pastilah mempunyai menu andalan!" Tukas Andromeda
Dan dia pun menyeringai, dan seperti biasa kepalanya akan bertambah besar dan sangat tinggi sekali rasa percaya dirinya itu.
"Ckkk...baiklah tuan berandal."Jawabku sambil tersenyum kecut melihat aksinya.
"Kalau bahasa awam kartu as dalam dunia bisnis,"katanya lagi sambil menatapku dengan pandangan meremehkan.
"Aigooo... baiklah tuan berandal,apakah kau membawa gadis seksi jika pergi ke restoran?" Tanyaku pada Andromeda dengan sangat penasaran,karena dia sangat lihai dan mahir membuat curiga apakah benar jika ia pergi keliling ke semua restoran hanya sendirian.
"Tentu saja tidak,bagiku gadis seksi yang kau bilang sangat merepotkan,mereka mendekat kepadaku seperti lalat," Jawab Andromeda kepadaku sambil menyeringai ala berandal tengik.
"Sialan,tidak mungkin kau berbohong padaku ayolah,jujur saja aku takkan memarahimu!" Ujarku pada pria berandal di sampingku ini.
"Apa berbohong?,untuk apa ckkk aku tidak pernah membawa satu gadis seksi pun aku muak pada mereka semua!"Tukas dari pria berandal yang sedang duduk di sampingku ini.
Bersambung...
Hallo ini hanya karya fiksi namun ada baiknya kita bijaksana dalam mengambil sisi positif dan nilai moralitasnya ok salam hangat untuk semua para reader ❤🤩🤗