The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 175 "Pria bermulut tajam "



"Dasar ,dia pikir dia siapa?,kali ini aku akan melihat melodrama dari sang Putra Mahkota. hahahahahah!"Tawa Pleidas dengan segala api kebenciannya, dan saat ini Putih masih bersikukuh mencari ponsel milik gadis itu karena Putih hanya melakukan tindakan yang menurutnya benar saja.


"Hei ,Pleidas bagaimana kalau kita ambil pop corn dan membawa minuman bersoda kita bisa menyaksikan, kalau ada orang yang akan menangis hari ini hahahaha."Ucap dari gadis ini yang menyuruh Putih untuk mengambil ponsel tersebut.


"Boleh, sebentar lagi dia akan tiba lihat saja, kau hidup tenang jangan harap,dalam mimpi!"


Ucap Pleidas sambil mengamati Putih yang di anggapnya bodoh dan rela untuk menukar nyawanya hanya untuk mengambil ponsel, dan bagi seorang bangsawan ponsel sangat murah bisa di beli kapan saja, bahkan mereka bisa saja mengakuisisi sebuah Perusahan


ponsel jika mereka mau.


Dengan bahasa kerenya lu jual gue beli kayak gitu lah ya kurang lebih seperti itu ya kan para reader.


Bagi mereka nyawa seorang gadis rendahan sepertiku , tak ada harganya, yang mereka tahu yang terpenting bisa membalaskan yaitu dendam kusumat, masa lampau yang abang Andromeda lakukan pada cinta pertama sang Pleidas yaitu Raisa ,Pleidas seketika melihat bayangan Raisa yang meratapi jikalau dia tak mempunyai mahkotanya lagi sebagai seorang gadis, dan pernah juga ia akan bunuh diri, dan bagi Raisa itu adalah hal yang sang amat menyedihkan baginya ,dia yang hanya terus meratapi kisah hidupnya larut dalam dunia kesedihannya. Sedih dan bersedih juga tak mau bangkit dari segala keterpurukannya.


Putih dalam tenda menemukan benda yang mirip ponsel, namun ternyata bukan, seketika Putih terkena banyak CO2 atau juga kepulan dari asap tenda yang terbakar membuat dia sesak nafas dan agak sedikit lemas, namun karena dia agak pusing Putih pun akhirnya terkulai lemas dan tak sadarkan diri.Dia pun akhirnya tumbang dalam tenda yang terbakar.


🍁🍁🍁🍁🍁


Andromeda yang saat ini sedang khawatir lalu mempercepat langkahnya, dan melihat ada sebuah tenda yang terbakar saat itu.


Ada Pleidas beserta gadis aliansinya dan mereka berdua, sedang tersenyum bahagia bak satu pasang kekasih yang menang lotre hari ini. Senyuman yang mereka layangkan adalah senyuman berandal tengik ,yang ada rasa iri, kedengkian, hasut, serta sifat-sifat yang tak terpuji lainnya lagi.


"Apa yang kau lakukan?,dimana Putih apa yang kau lakukan dengannya?" Seru dari tuan Andromeda yang kelimpungan, dan sangat menghawatirkan Putih, perasaannya sangat sedih.


"Kenapa perasaanku amat sangat sedih hari ini, apa yang terjadi dengan Putih?"Tanya dari Andromeda dalam hati kecilnya saat ini.


"Sialaaaan!!, cepat beritahu aku, kenapa kau tersenyum menyeringai bak seorang bandit yang sudah membunuh seseorang?"Tanyanya dengan penasaran sambil mengamati, wajah dan ekspresi kedua wajah peran antagonis ini


"Aku tidak tahu, carilah jawabanmu sendiri, kau lupa kau kan pria ber IQ sangat tinggi!" Ucap Pleidas meledek Andromeda dengan senyum ala psikopat serta menyeringai penuh kepuasan.


Yang sedang kelimpungan, dan kebingungan, kenapa berandal ini berkata demikian.


"Puuuutih.... kau dimanaaaaa?"Teriak dari tuan Andromeda sambil mengamati keadaan sekelilingnya, ternyata tidak ada jawaban.


pemotong yang sangat tajam itu.


Lanjut ternyata Andromeda memang saat ini mendapati Putih dalam tenda yang terbakar.


Tenda sudah sangat membara dan Putih saat itu pingsan tak sadarkan diri, Andromeda pun tanpa berfikir panjang, ia masuk dalam tenda dan menggendongnya untuk keluar tenda.


Setelah mereka keluar tenda Andromeda tak langsung lari dan menuju mobilnya, malah ia berhenti di hadapan Pleidas dan gadis yang menjalin aliansi dengannya.


"Dengar ya, ingat baik-baik ,aku bukan pria yang dengan mudah melepaskan seseorang, hari ini kau lolos namun tidak untuk besok!"


Ucap tuan Andromeda sambil menggendong Putih yang sedang pingsan, dia pun lari saat ini menuju mobil merah sportnya.


Namun Pleidas itu hanya diam menatap tuan Andromeda yang berlarian sana-sini, serta ia seperti kebakaran jenggot, setelahnya pria bernama Pleidas tersenyum penuh iri, dengki dan hasut.


Dalam perjalanan Andromeda berpapasan dengan Daniel, Daniel pun terkejut kenapa sahabatnya bisa pingsan ,dan penuh kotoran bekas kepulan asap dari tenda yang terbakar.


"Apa yang terjadi?"Tanya Daniel kepada tuan Andromeda dengan sangat khawatir.


"Entahlah, gadis bodoh ini selalu membuat ulah, aku akan secepatnya membawa dia ke Rumah Sakit." Ujar dari Andromeda sambil lari menuju mobil merah sportnya saat ini , tuan muda ini sangat cepat larinya seperti balapan kuda, karena sangat menghawatirkan nyawa dari seorang gadis rakyat jelata ini.


"Baiklah aku akan mengikutimu."Ujar Daniel sambil berlari mengikuti Andromeda dari belakang.


Mereka menuju Rumah Sakit, Daniel menaiki motor sportnya dan Andromeda juga menaiki mobil merah sport miliknya.


Bersambung....


"Pekerjaan yang penting sederhana sekali pun demi mempertahankan harga diri seseorang, jauh lebih utama daripada kekayaan yang di sertai penyelewengan"


"Jadilah kamu seperti bunga yang memberi keharuman bahkan pada tangan yang mau merusaknya sekalipun"