The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
184 "Kami Bertiga Sedang Berkumpul"



Aku pun membeli beberapa eskrim dengan rasa coklat, rasa green tea matcha, dan juga rasa buah yang asam dan manis serta kaya vitamin c ini yaitu strwaberry, mereka yaitu es krim bukankah mewakili rasa dari tiap-tiap karakter kami, yang ada rasa asam, manis, agak pahit, namun mereka juga mempunyai manfaat pada setiap keadaan ok para reader paham.


Kami bertiga makan es krim agar mood kami kembali bagus, karena aku maunya ada cerita bahagia ,bukan sad atau juga melo, aku juga sangat suka perdamaian ,dan keharmonisan.


Bahkan mungkin authorku saat ini sejalan dengan perasaanku, dan fikiranku saat ini.


"Semoga semua, umat makhluk Bumi ini bisa saling paham, dan menjalin silahturahmi dan juga paham akan keberkahannya." Saranghae.


"Put, kamu gak lelah satu minggu full ngurus MOS , lagian biar di urus siswa lainnya kan kau bisa beristirahat, dan bermain bersama."


Ucap Persi padaku sambil tersenyum.


"Tahun depan kan sudah gak MOS lagi Persi, aku akan mencari seseorang yang cocok jadi penggantiku." Ucapku kepada Persi sambil melihat mulutnya belepotan gula bubuk dari donat gula.


"Tak bisakah kau makan dengan pelan-pelan, agar kau tak belepotan." Ujarku kepada Persi sambil tersenyum, kenapa anak ini selalu saja seperti ini kan dia sudah besar.


"Benarkah?,aku akan membersihkannya."Ucap dari Persi sambil mengambil tisue, kemudian ia menyeka bibirnya yang banyak gula bubuk yang menempel di bibirnya.


"Put, apakah kau masih suka membaca buku- buku anehmu itu?"Tanya Mutiara kepadaku.


"Buku-buku aneh gimana sich Mutiara?"Ujarku dan melihat Mutiara saat ini sambil menatap kedua bola mataku.


"Hei, itu aku pernah lihat covernya aja bulu romaku merinding?" Ucap dari Mutiara dan bola matanya akan loncat.


"Oh, buku itu malah itu bagus untuk bisa melihat karakter orang ,kau tak tahu?"Ucapku pada Mutiara sambil tersenyum.


"Memang apa isinya?"Tanya dia padaku.


"Tentang pembunuhan, dan juga alasan si pembunuh mengapa berubah seperti itu."


Jawabku pada Mutiara sambil menggeleng - gelengkan kepalaku untuk beberapa kali.


"Kau, tak takut?"Tanya Mutiara amat sangat penasaran.


"Takut apa?"Tanyaku lagi padanya sambil mengamati keadaan Mall ini.


"Kan menyeramkan sekali, aku bahkan tak pernah membaca tentang hal seperti itu."


Ucap dari Mutiara sambil memakan es krim nya dengan sopan, dan pelan-pelan sekali berbeda dengan Persi.


"Itu cuma tulisan, aku membacanya karena sangat penasaran , kau tahu orang penasaran pasti akan mencari cara untuk membacanya."


Jawabku pada Mutiara dan menghabiskan es krimku.


"Memang apa isinya?"Tanya dari Mutiara dengan penasaran dan antusias, matanya menatapku dengan tidak berkedip sama sekali.


"Mau kuceritakan nanti kau takut."Ujarku pada Mutiara sambil menaruh gelas es krimku.


"Aku kenyang."Aku pun mengamati Mall ini ada yang tak beres dan benar saja ada orang yang sedang menguntitku lagi, atau stalking.


"Apakah lemon tea nya habis?"Tanyaku pada Mutiara sambil mengamati Mall ini.Aku rasa akan ada adegan romantis antara aku dan makhluk lainnya.Aku pun berdiri.


"Habis, makanya aku memintamu untuk membelikan es krim." Ucap dari Mutiara sambil menyendok es krim dengan sopan dan beradab.


"Aku rasa kita sedang kedatangan tamu tak di undang." Ujarku pada diriku sendiri dalam hati dan tak ada yang mendengarnya.


"Baiklah kalau begitu, aku mencari sebuah buku tentang penulis yang kau minta tapi gak ada Put maaf ya." Ucap dari Mutiara padaku dengan memelas.


"Oh penulis Korea Selatan itu kah?" Tanyaku pada Mutiara sambil mengernyitkan alisku. Dan mengawasi keadan di area sekitar.


"Iya gak ada."Ucap dari Mutiara dengan amat lembut.


"Memang namanya siapa Put?, aku pasti bisa membantu mencarikannya." Ujar dari Persi dia sangat antusias.Bola matanya bersinar.


"Sudahlah ya, kan namanya juga masih usaha kadang juga gagal, memang penulis satu ini low profil banget ."Ucapku kepada mereka berdua sambil mengangguk-anggukan kepala


Dan Aku mengangguk saja tanda mengiyakan dan tetap mata elangku, seperti cctv ini sudah melihat pergerakan dari beberapa tamu tak di undang.


"Nanti aku carikan ya, kenapa kau sangat senang dengan penulis itu?" Tanya Persi padaku sambil menatap kedua bola mataku.


"Ehm, ndak tahu gak perlu ada alasan untuk menyukai , hanya suka dia di low profil dan tertutup aku suka." Ucapku pada Persi sambil tersenyum , karena aku sudah tahu yang mereka incar padaku.


"Aku janji pasti aku, akan mendapatkan buku dan informasi hanya untukmu." Ucap dari Persi padaku, karena dia adalah sahabat yang setia, walaupun banyak tingkah konyol dan kekanakannya yang terkadang membuatku kewalahan.


Mutiara mengambil dompet di tasnya, dan dia akan membeli sesuatu di stand depannya.


Benar saja seorang pengintai tadi mengambil dompet Mutiara dengan paksa, lari secepat kilat setelahnya, aku melihatnya lari langsung mengejarnya, aku mendengar Mutiara teriak agar aku tidak mengejarnya.


"Hei, itu dompet hanya uang receh, tidak ada ATM nya !" Teriak dari Mutiara padaku namun aku mengacuhkannya.


Lumayanlah ya, karena beberapa hari tidak beromansa dengan adegan aktion, hari ini aku di beri kesempatan untuk berlatih judo, yuhu.


Aku pun melihat dia , berlari dengan cepat, namun dia lupa aku sangat hafal struktur gedung ini, karena sering sekali sudah melipir.


"Aku sangat suka, langsung dalam benakku memotong dan akan muncul tepat tara di depan orang ini."


Dia berlarian dengan cepat menghindariku namun aku sudah ada di depannya, karena aku berlari mengambil jalan pintas dan juga berlawanan arah, seketika dia terkejut kenapa aku sudah ada di depannya.Padahal aku tadi ada di belakannganya.


Aku pun tanpa basa-basi lagi melayangkan tendanganku dengan sudut 90° dan setelah itu kutarik lengannya, ke belakang tubuhnya dan ku banting dengan sekuat tenaga.


"Bammm..."


"Lemah ,kenapa kau membuntutiku?,apakah aku pernah berbuat salah padamu?"Tanyaku padanya sambil menyeringai seperti seekor serigala.


"Dasar gadis sombong,...hiyaaa..!" Dia bangkit dan akan menghajarku.


Dia ternyata melayangkan jurusnya, dengan pukulan menyilang , aku hanya mundur dan menghindarinya ,kemudian aku melihat ada anak kecil sedang membawa tongkat kasti entah milik siapa, aku pun mengambilnya.


"Pinjam sebentar ya adik kecil."Ujarku sambil mengelus pipinya yang gembil.


Aku pun memukul tengkuknya hanya sekali saja dia pun pingsan seketika.


"Aish, keluarlah kalian, siapakah dalang di balik ini?, jika kalian tak mau menjawabnya jangan salahkan aku ya!"Ujarku pada mereka.


Ternyata memang benar ada beberapa yang keluar untuk menghajarku, aku rasa orang yang sedang menyuruhnya, ini merasa ingin sekali aku bertambah kuat, karena jika aku di kirimi orang seperti ini ,aku rasa orang itu sedang terancam, padahal aku tak pernah sama sekali mengancam orang, namun jika keadaan genting ya jangan salahkan aku.


Ternyata lima orang berbadan tegap, dan aku rasa jika aku, tak mempunyai tongkat kasti ini aku kewalahan, untung adik kecil ini tahu, aku rasa para Malaikat sedang berada di pihakku.


"Aish...! baiklah kenapa kalian muncul di saat yang tidak tepat?" Ucapku pada para preman tersebut sambil mengamati pergerakan dari mereka.


"Apakah kalian sedang ingin mengujiku?" Tanyaku pada mereka, ternyata mereka tak mau menjawab dan mulai mengeroyokku.


"Ok."


Aku mengambil tumpuan di samping dinding penopang, dari Mall ini dan memulai salto 360° lalu saat aku di atas aku pun memukuli kepala mereka dengan tongkat kasti, seperti aku bermain gamelan, do re mi fa sol,dan kurang lengkaplah ya.


Akupun mendarat dengan sangat sempurna sekali, bukankah ini yang dinamakan dengan lingkaran penuh , dan juga sudut 360° dalam Matematika adalah dari titik awal ke titik awal lagi.


Jangan lupa para reader ambil jangkar kalian, cobalah memutarnya kalian pasti paham apa yang di maksud dengan author.


"Arggghhh sialan gadis ini!" Ucap dari salah satu preman tersebut sambil mengelus-elus kepalanya yang botak itu.


"Cling..." Bersinar terang


"Wkwkwk" Author nyempil dulu.


Bersambung....


Apakah yang akan terjadi? tetap stay di novel pertamaku ,Saranghae ❤😍