The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 96 "It's Complicated 2"



Disisi lain Daniel dan Violette sekarang sedang menikmati kencan pertamanya.


Kencan mereka yang mulus tanpa hambatan apapun.


Mereka nampak sangat antusias menonton film yang berjudul "Midnight in Paris" itu,


Padahal Andromeda sudah mempersiapkan semuanya untuk kekasihnya, menurutnya film ini cocok karena kekasihnya menyukai semua tentang buku apalagi yang berbau novel.


"Hei Blue kenapa sampai sekarang mereka tak muncul,apa mereka berkencan di tempat lain yang lebih seru?"Tanya Violette berbisik kepada Daniel.


"Mungkin saja,kita tunggu mungkin sebentar lagi akan datang".Kata Daniel dengan raut wajah tenang dan datar seperti biasanya.


Violette adalah seorang gadis berperawakan tingginya sekitar 170 cm, hidungnya itu kecil mancung,bola matanya indah berwarna biru mungkin karena dia keturunan bule.


Rambutnya bewarna violette panjangnya sebahu dan tidak terlalu panjang juga tak terlalu pendek,wajahnya tirus.


Dari bentuk tubuh,tinggi,strata,kecantikan,


bola mata,kecerdasan,keanggunannya, dan semua itu adalah paket komplit untuk tipe seorang laki-laki konglomerat.bisa dibilang hampir sempurna.


🍁🍁🍁🍁🍁


Lanjut pada cerita Putih dan Andromeda yang sedang tersesat.


Mereka berdua sekarang berada di dalam mobil sport Andromeda, Putih yang sibuk mengunyah rotinya dengan tenang.


Berbeda dengan Andromeda dia sedang berfikir keras apa yang harus dilakukan jika dalam keadaan seperti ini,agar bisa cepat mendapat bantuan.


Karena tak mungkin membiarkan kekasihnya ini bermalam di sebuah hutan yang tidak dia kenal,pikirannya kacau Andromeda pun keluar dari mobilnya, seperti biasa jika pikiran dia kacau pasti menyulut sebatang rok** untuk sedikit menenangkan fikirannya.


"Dasar pria ini sudah kubilang berhentilah merokok tetap saja!"Kata Putih dalam mobil sambil menggelengkan kepalanya.


Waktu menunjukkan 18.30 dan sore pun di usir oleh sang malam,karena suasana di tempat ini mulai agak berkabut ,dingin dan sedikit mencekam.


Kami berdua sangat amat bingung harus melakukan apa.Kami berharap dalam lubuk hati kami yang terdalam mendapat bantuan dari seseorang yang lewat hari ini.


Ternyata ada seseorang yang lewat juga di depan mobil kami, dia adalah seorang pria yang sudah tua, sedang memanggul satu karung berisi buah apel,tampaknya ia sangat kesulitan memanggul satu karung berisi apel tersebut.


Andromeda kemudian turun dari mobilnya dan menghampiri seorang pria tersebut.


"Sini Pak biar saya bantu"Kata Andromeda dengan cepat ia mengambil karung berisi apel tersebut dan memanggulnya,akupun turun dari mobil Andromeda dan bertanya kepada seorang pria tua tersebut.


"Pak kalau boleh tahu apakah kami tersesat jika kami ingin pergi ke kota dengan melewati jalan ini?"Tanyaku kepada Bapak tersebut.


"Oh,iya kalian tersesat seharusnya lewat jalan yang belok kanan,karena kalian berbelok kiri maka kalian tersesat, apakah mobil kalian mogok?"Tanya Bapak tua tersebut kepada kami.


"Kenapa Bapak bisa tahu?"Tanyaku dengan penasaran.


"Tentu saja sering banyak pengendara yang lewat sini mengeluh mobilnya mogok,dan tak bisa berjalan"Kata Bapak tersebut.


Seketika bulu romaku merinding,kami sambil berjalan dan Andromeda mulai angkat bicara.


"Apakah rumah Bapak ada di dekat sini?" Tanya Andromeda penasaran.


"Iya dekat situ ayo mampir dulu".Kata Bapak itu dan mempersilahkan kami masuk kedalam rumahnya,kulihat Andromeda berpeluh dan menaruh karung berisi apel tersebut.


Kemudian mengibas-ngibaskan bajunya agar tidak terlalu gerah,karena cukup membuatnya kelelahan dengan membawa satu karung apel berbobot sekitar 25kg.


Aku pun mengamati rumah ini tampak sudah usang mungkin usia rumah ini sama dengan usia pemiliknya,sudah sangat tua sekali .


"Bapak ini tidak mempunyai makanan yang seperti ada di kota,cuma punya ini saja"


Kata Bapak itu dan juga menghidangkan teh hangat kepada kami.


Ternyata dia memberi kami ubi jalar bewarna ungu, ketela rambat itu yang di kukus, namun


Andromeda melihatku dengan ekpresi wajah seperti bertanya apa ini bisa di makan.


rasanya sangat manis.


Andromeda pun mengikutiku mengambil satu ubi jalar tersebut memakannya,sambil terlihat wajahnya kecewa karena dia membawaku


ke tempat yang salah.


Akupun memegang tanganya tanda aku tidak masalah dengan kesalahannya yang berbelok kiri,seharusnya dia belok kanan.


"Tidak apa-apa."Kataku kepadanya.


"Apakah kalian pasangan pengantin baru". Tanya Bapak tersebut kepada kami.


"Bukan kami masih Sekolah."Jawabku sambil memakan ubi jalar tersebut .


"Aku kira kalian pasangan pengantin baru." Kata Bapak tersebut kepada kami.


Andromeda pipinya memerah seketika karena mendengar ucapan Bapak tersebut.


"Apakah Bapak punya ponsel ehm atau alat telekomunikasi lainnya?" Tanyaku dengan serius.


"Bapak ini hanya orang desa tak mempunyai barang-barang seperti itu" Sanggah Bapak tersebut kepada kami.


"Habiskan tehnya dulu aku rasa karena kalian berdua anak yang baik, maka Bapak akan membantu memperbaiki mobil kalian yang sedang mogok itu."Ucap Bapak itu kepada kami.


Akupun mendengar perkataan Bapak sedikit terharu dan juga ada perasaan magis kenapa aku tadi tidak melihat satu pun rumah,namun setelah Bapak ini datang tiba-tiba rumah ini ada dengan sendirinya.


Andromeda saat ini sedang menikmati ubi jalarnya sambil merona pipinya.


Dan beberapa saat itu kami mengikuti Bapak tersebut membenahi mobil Andromeda yang sedang mogok.


"Sudah... kalian bisa pulang berhati-hatilah."


Kata Bapak tersebut kepada kami.


"Terimakasih Pak,kami mohon pamit dulu". Kata Andromeda kepada Bapak tersebut dan kami pun masuk mobil, kemudian memutar kemudi berjalan berlawanan arah berbebelok sesuai pentunjuk bapak tersebut.


Ternyata benar jalan yang kami ambil saat ini menuju kota.


"Haaaa... leganya maafkan aku ya." Sambil memegang erat tanganku,menyetir mobilnya dengan tangan sebelah.


"Tidak apa-apa,fokuslah menyetir, lepaskan tanganmu itu." Kataku kepada Andromeda.


Namun ia tak mau melepaskannya, malah menyetir dengan tangan satu.


"Kita pulang saja kencannya cukup untuk hari ini."Kataku pada Andromeda tersenyum dan karena sudah terbebas dari satu masalah yang agak magis itu.


"Kenapa kau tak takut sama sekali,dalam keadaan seperti itu?"Tanyanya kepadaku.


"Sebenarnya ketakutan yang paling besar adalah diri kita sendiri"Kataku kepada Andromeda sambil tersenyum.


"Dengarlah,kau sekarang mempunyai sebuah ketakutan yang sangat besar di dalam hatimu


namun kau tidak mampu mengalahkannya


karena kurasa kau belum terlalu yakin akan kemampuanmu"Kataku kepada Andromeda agar dia bisa mengatasi ketakutannya yaitu penyakit Hemophobianya.


Kami pun pulang dengan aman,kencan yang di rencanakan oleh Andromeda itu sangat matang, sistematis ,rapi ,dan ternyata gagal total.


Begitulah hidup tak pernah menuruti kemauan kita namun walaupun tidak sesuai dengan harapan kita,terkadang Tuhan memberikan pelajaran di setiap kejadian yang kita alami.


Dan kami masih tetap beryukur walau kencan kami gagal, maka kami pulang dengan sedikit kecewa namun juga ada perasaan lega .


Bersambung....