The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 75 "Misi Penyelamatan"



Andromeda pun sudah sampai di toko bibinya saat ini ,dia pun memarkir mobil ferarri sport merahnya di depan teras toko.Kemudian dia membuka pintu toko dengan tergesa-gesa, namun yang di lihat hanya Bibinya Putih.


"Bi,bolehkah saya bertanya apakah Putih di dalam gudang?"Kata Andromeda kepada Bibi Putih dan terlihat ekspresi wajahnya sangat cemas saat ini.


"Dia belum pulang apakah tidak bersama dengan mu nak?"Tanya Bibi Putih penasaran.


"Aku kira sedang main denganmu jadi Bibi membiarkannya sesekali tidak berjualan di toko!"Kata Bibi Putih lagi.


"Astaga...pergi kemana gadis itu,apa tidak tahu aku sangat mencemaskannya?"Kata Andromeda dengan lirih sambil merogoh saku celanannya dan mengambil ponselnya.


"Oh iya Bi,biasanya Putih main kemana jika belum pulang?"Kata Andromeda kepada Bibinya dengan raut wajah sangat serius.


"Biasanya main dengan Daniel,mungkin belajar kelompok!"Kata Bibi Putih sambil mengamati kenapa Andromeda sangat cemas.


"Rumah Daniel tidak terlalu jauh ,dari sini coba kau hubungi dia."Kata Bibi Putih sambil menaruh barang bawaanya.


Andromeda menghubungi Daniel dengan ponselnya.


"Hallo Daniel kau dimana?aku akan kesitu aku ada urusan denganmu."Kata Andromeda sambil membungkukkan badannya tanda berpamitan kepada Bibi Putih,dan segera menaiki mobil sportnya menuju rumah Daniel.


Beberapa menit pun Daniel yang sedang bersantai di rumahnya heran kenapa.


Pacar baru Putih ini datang kerumahnya malam-malam begini dengan tiba-tiba.


"Tumben kau,ada apa?"Kata Daniel kepada Andromeda ,sambil mengamati ekspresi di wajahnya.


"Hei,apakah Putih bermain di rumahmu?"Kata Andromeda kepada Daniel sambil melihat sekeliling rumah Daniel.


"Tidak ,malah aku yang tanya kepadamu ?,aku lihat tadi pagi dia masuk mobil orang asing, namun pergi menuju ke Sekolahanmu."Kata Daniel serius dan mengamati gerak-gerik Andromeda.


"Tadi siang memang denganku,kemudian aku ada urusan, jadi aku meninggalkannya bentar


di tempat parkir mobil,saat aku kembali dia sudah pergi!"Kata Andromeda kepada Daniel.


"Kemana perginya gadis ini?"Kata Andromeda dengan gugup karena sejak tadi siang dia pun tidak melihat sama sekali, dia takut sesuatu yang terjadi kepada kekasihnya tersebut.


Dan karena merasa cemas Andromeda pun merogoh saku celananya,dan mengambil sebatang ro*** dan setelah di bakar dengan korek dia pun menghisapnya.


"Hei,ada apa kenapa kau terlihat tegang ,Putih dimana?"Kata Daniel serius sambil menatap wajah Andromeda...


Drrrrt....drttt...drrrt... getar ponsel Daniel.


"Eh ini ,dia meneleponku sebentar!"Kata Daniel kepada Andromeda.


"Hallo Put kau dimana?"Tanya Daniel kepada Putih sangat penasaran dan juga khawatir.


Belum sampai Putih menjawab, Andromeda mengambil ponsel Daniel,dari tanganya.


"Dengar Daniel ,aku ini di sekap oleh Diego sekarang di gudang botol bekas,tempat yang pernah untuk membakar anak buahnya tempo hari!"Kata Putih kepada Daniel.


"Hei ini aku ,kenapa tak menghubungiku? ,kau itu malah menghubungi Daniel hemm!"Kata Andromeda dengan nada tinggi karena dia merasa cemburu kepada Daniel.


"Sudah aku tutup."Kata Putih sambil menutup ponselnya.


"Gadis tengik,aku belum selesai bicara dia menutupnya!"Kata Andromeda dengan kesal.


"Apa yang di katakan Putih?" Tanya Daniel pada Andromeda sambil mengamati ekspresi wajahnya.


Kenapa yang ia hubungi itu Daniel bukannya kekasihnya dia merasa cemburu,cemas dan marah saat ini.


"Sebentar ya aku akan mengambil sepeda motorku kau tunggu disini!"Kata Daniel ,dan masuk kedalam rumahnya dan mengambil motor sportnya serta memakai jaket dan helm lengkap.


Setelah itu pun keluar rumah dan mengajak Andromeda mengikuti dari belakang.


Saat dalam perjalanan menuju ke gudang botol bekas tersebut, Andromeda sangat marah sekaligus cemas ,hingga bergumam sendirian di dalam mobilnya.


"Apa yang di lakukan gadis ini hingga dia di sekap Diego?,membakar anak buahnya,gadis ini berani menyembunyikan banyak rahasia kepadaku!"Kata Andromeda ,sangat marah dan terbakar api cemburu,dikarenakan dia tidak terlalu mengerti kehidupannya, namun Daniel sangat memahaminya.


Beberapa saat mereka pun masuk kedalam area balapan liar, yang biasanya di gunakan Putih untuk bertaruh.Dan memarkir mobil dan motornya di tempat yang aman.


Daniel dan Andromeda mengintai ,ada banyak sekali anak buah Diego berjaga di situ sekitar 25 orang ,berbadan tegap dan tinggi serta terlihat sangat kuat semua.


"Hei,dengar apa yang kalian lakukan kenapa Putih sampai di sekap dan di jaga dengan ketat?"Tanya Andromeda pada Daniel karena sangat penasaran.


"Baiklah aku mengingkari janjiku kepada Putih kali ini, jangan menceritakan kepadannya!"


Ujar dari Daniel kepada Andromeda sambil menatapnya tajam.


"Kami,pernah bertaruh balapan motor dan Putih memenangkannya, untuk mendapatkan uang 500jt ,dia menggunakannya melunasi hutang Bibinya ,dan Putih membakar anak buah Diego saat mereka mengejar kami!"Kata Daniel kepada Andromeda dengan suara lirih agar tidak terdengar para anak buah Diego.


"Dasar gadis gila,aku memberinya kartu untuk bisa menarik tunai sepuasnya,dia malah mau mengorbankan hidupnya hanya karena uang 500jt!"Kata Andromeda dengan sangat kesal dan menyeringai.


"Dengar kau harus menghargainya,dia adalah perempuan yang tak mau merepotkan orang lain,jangan memarahinya!"Kata Daniel lirih kepada Andromeda.


Andromeda tersentuh oleh perkataan Daniel tersebut,ahirnya dia mengetahui alasan yang sebenarnya Putih sering kelelahan .


Dan tidur di sembarang tempat,karena ada saja pekerjaan yang dia lakukannya, namun


sedangkan Andromeda hanya mengajaknya keluar pergi sesukanya tanpa mengetahui


kalau Putih sangatlah menyibukan dirinya untuk membantu Bibinya,aktivitas lainnya.


"Sialan... apa kau punya rencana." Tanya dari Andromeda kepada Daniel.


"Kita lewat belakang jalan kaki,dan sambil mengintai ,jika kita melawan sekaligus anak buah Diego terlalu serampangan, kita harus menghemat energi untuk kondisi terburuk, karena mereka sangat banyak."Kata Daniel lirih kepada Andromeda.


"jangan sekali-kali kau memarahi Putih,atas tindakanya tersebut ingat!" Daniel pun mulai memperingatkan sambil berjalan menuju semak-semak menuju gudang botol bekas.


Kemarahan Andromeda sirna seketika,bahwa kecurigaannya dan kecemburuannya yang tak berdasar ,selama ini membuatnya semakin menyakiti Putih.


Namun Putih hanya mencoba bersabar.Dari sini Andromeda yang keras kepala berusaha belajar mengetahui rasa empati kepada orang lain agar tidak bersikap semena-mena kepada orang lain.


Dibelakang gudang botol bekas tersebut ,ada cendela yang kecil cukup untuk akses keluar masuk satu orang.


Daniel memutuskan untuk masuk terlebih dahulu melalui cendela yang sempit itu karena ,Andromeda belum mengetahui tempat ini dengan baik.


"Aku masuk duluan ,setelah aku masuk kau boleh mengikutiku."Kata Daniel lirih kepada Andromeda.


Andromeda menganggukan kepalanya tanda mengiyakan. Melihat ke kanan ke kiri untuk mengamati keadaan sekitar.


Bersambung....