The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 142 "Siuman"



"Hei,bangunlah,biasanya kau akan berbicara seenak mulutmu itu."Ujarku padanya sambil menggenggam erat lembut jemari kekarnya.


Jika kau tak bangun,aku tidak punya lagi rival untuk bertengkar,aku harap cepat siuman." Ucapku pada Andromeda di sampingnya ini.


Aku berharap pria abstrak,dan amburadul ini masih bisa bertahan dengan penyakitnya itu.


Serta aku tak mau kehilangan lagi orang yang kusayangi lagi.


Dan ternyanta Andromeda pun masih tak mau membuka kelopak matanya yang indah itu.


Dia masih tetap terlelap tak sadarkan diri,pria kekar di sampingku ini,sangat jago membuat jantungku berolahraga,jika sudah terbaring di atas kamar diam membisu,dan terbujur kaku.


Sesaat bayanganku pun berkeliling dunia ini karena aku takut sekali,apa mungkin waktu mau mengambilnya dariku lagi.


Dan kenapa juga keadaan sangat jahat sekali padaku,bukankah aku tidak pernah membuat mereka marah,apa mungkin tindak-tandukku membuat mereka pusing dan ingin membuat jerah padaku.Atau mungkin agar aku bisa hidup sendirian tanpa orang lain disisiku.


Semua orang terasa menjauh dariku,perlahan- lahan namun pasti,aku pun mencoba berfikir positif,agar aku bisa memberi kekuatan agar pria kekar ini bisa bangkit,menjadi seorang yang kuat,dan merubah sedikit sifatnya yang serampangan itu.


Beberapa menit kemudian Andromeda mulai


membuka kelopak matanya dan siuman,aku yang melihat itu sangat senang sekali.


Seperti seseorang yang sedang menemukan harta karun di lautan yang tidak terhitung jumlah dan besarnya.Aku pun tersenyum melihat pria kekar ini bangun.


"Hei,apakah kau habis menangis?"Tanyanya dengan sangat polos dan menatap kedua bola mataku yang masih sembab ada sisa-sia air mata yang mengalir.


"Tidak untuk apa aku menangisimu?"Jawabku dengan memanyunkan bibirku,namun dalam hatiku yang terdalam aku sangat bahagia,pria berandal ini akhirnya bangkit juga dari tidur panjangnya.


"Hei,lihatlah matamu sembab?"Katanya sambil meledekku agar aku tertawa.


"Aissh,Ckk.. tentu saja aku menangis,lain kali jangan seperti itu,kau hampir mati!"Ucapku pada Andromeda karena aku sangat amat menghawartirkannya.


"Hei,siapa yang berani membunuhku,bahkan seorang malaikat pun manjauhiku,karena aku sangat menyebalkan iya kan?" Ujarnya lagi ini kepadaku agar aku tertawa mendengar kata- kata dari mulutnya itu.


"Dasar kau ini,dengar kau hampir meregang nyawa aku juga sangat khawatir kepadamu."


Kataku pada Andromeda yang serampangan ini.


"Salah siapa,jika ke toilet kembalilah dengan cepat kenapa lama sekali?" Protesnya sambil menyeringai tersenyum setelahnya karena dia sangat suka menggoda diriku.


"Panas sekali disini aku mau membuka baju." Ucapnya dengan lantang dan membuka baju seragam rumah sakitnya.


"Hei kau tak malu,aku seorang gadis."Ucapku padanya sambil melihat tubuhnya yang seksi menawan hati itu.


"Kenapa malu,tidak apa-apa!"Jawabnya padaku sambil tersenyum.



Ini adalah gambar visual Andromeda yang sedang dalam masa pemulihan habis operasi.


Dia sedang kesakitan saat ini menahanannya dengan sekuat tenaga agar tidak membuat kekasihnya itu bersedih lagi.


Dokter Andrea dan Dokter Sharon pun masuk ke dalam kamar kami.


"Hei,kau sudah siuman?"Tanya Dokter Andrea pada Andromeda dengan lirih dan santun.


"Aku,kenapa kau kemari Pak Duda?"Jawab Andromeda dengan kasar dan serampangan.


"Ckkk.kau ini tahu begitu,biarkan saja dia mati!" Tukas Dokter Sharon kesal,sebal,dan marah karena sudah di tolong eh dia malah mengucapkan kata-kata kasar.


"Ha... pria ini benar-benar." Ujarku dalam hati.


"Berandal tak tahu diri, seharusnya kau mau berbicara lembut, dan berterimakasihlah." Ujar dari Dokter Sharon sambil menggelengkan kepalanya.


"Padamu, ckkk, jangan kau bermimpi." Sambil mencibir dan meremehkan Dokter Sharon


Aku dan Dokter Andrea pun melihat mereka berdua adu mulut tertawa lega,karena masa kritis tuan Andromeda sudah terlewati.


Tanda ia baik-baik saja adalah bisa cobranya menyembur dengan sangat aktif saat ini.


Aku dan Dokter Andrea sepemikiran dan saling menatap paham bahwa Andromeda sudah sembuh dan kembali pulih seutuhnya.


"Hahahahaha."Tawaku dan tawa Dokter Andrea.


Namun dengan perangai Dokter Andrea yang sangat santun berbudi luhur serta,pria yang sangat cerdas tak banyak bicara seperti air tenang menghanyutkan, itulah sosok Dokter Andrea paman dari berandal tengik yang sudah selamat dari kematian.


Tidak akan menggubris kata-kata Andromeda yang mengandung bisa mematikan,siapa saja tidak akan tahan hidup denganya.


Walau sudah berkali-kali keponakannya ini meledek, dan memanggilnya bukan dengan sebutan Paman tetap saja, dia masih tetap mau bersabar. Dia adalah Dokter berdarah dingin penyabar tak banyak bicara, maka dari itu jika Dokter Andrea ini sudah hafal watak keponakannya, tak jarang sekali dia hanya membalas dengan senyuman, aku kira arti dari senyumannya itu menganggap kata-kata dari keponakannya adalah sebuah hiburan dari Dokter berdarah dingin ini.


Menganggapnya lelucon yang setiap saat menyenangkan di telinga Dokter Andrea ini.


Kata-katanya berlawanan kata mutiara,atau bisa di bilang sebuah mesin kata yang sangat buruk.


"Ya sudah,kalau kau sudah baikan aku akan kembali bekerja,istirahatlah,ayo Sharon."Kata Dokter Andrea berpamitan kepadaku juga.


"Put aku kembali dulu jagalah dia."Pamit Dokter Andrea kepadaku sambil berjalan menuju pintu kamar bersama Dokter Sharon.


"Aku kembali adik kecil."Ujar Dokter Sharon.


"Iya Dokter."Jawabku.


"Pergilah kalian!,sangat menggaggu kami ingin berduaan saja dasar orang tua!"Ucap Andromeda dengan serampangan.


"Hei, sebentar ya aku ini mau menghubungi seseorang dulu."Ujarnya sangat menyebalkan


Aku pun mengangguk tanda mengiyakan.


"Hallo,apakah kau sudah menyelidikki orang yang tempo hari?"Tanya Andromeda pada seseorang yang ada di ponselnya.


"Sudah Tuan Muda."Jawabnya dalam ponsel.


"Sekarang selidiki siapa orang yang berani menusukku,jangan lupa bawa dia kepadaku!" Perintah Andromeda kepada anak buahnya.


"Baik,Tuan Muda."Jawabnya sambil menutup ponsel di tangannya.


"Aish,siapa berani menusukku dari belakang aku tak akan mengampuninya!" Seru darinya.


"Sebenarnya orang itu mau menusukku tapi kenapa? kau mau menggantikanku?" Sambil melihat wajahnya.


"Ckkk, dasar gadis bodoh." Jawabnya dengan membuang muka.


"Hei,aku besok akan memimpin MOS lagi,aku tidak bisa merawatmu lagi aku harap kau bisa beristirahat sampai pulih,ya."Bujukku agar dia beberapa hari ini tidak menempel di sisiku.


"Apa katamu?,kau membiarkan aku tidur disini sendirian,dan kau mau memimpin pasukan tuyulmu itu!"Tukas Andromeda kepadaku dia menganggap para siswa baru adalah pasukan tuyul.


"Mulutmu benar-benar..." Ujar gadis itu sambil menggelengkan kepalanya.


Bersambung....