The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 126 "Money and an Angel without wings"



Aku pun menembaki kakinya terlebih dahulu agar dia tidak bisa leluasa bergerak,


"Door,door."


setelah itu aku mengambil sebilah pedangku dan meloncat ke arah tepat di atas kepalanya


setelah itu kuhunuskan beberapa kali,


"Jlep, jlep"


Aku segera meloncat kepermukaan karena dia takkan mudah mati dengan begitu saja dia akan meregenerasi lagi,kembali ke bentuk awal sampai beberapa kali,Aku menembaki kepalanya dengan bazooka ku


"Boom...boom"


Dia pun kisut untuk beberapa saat,namun dia tumbuh lagi menjadi mahkluk yang sangat mengerikan saat ini,kembali ke bentuk awal.


Aku menembaki dengan bazooka lagi tepat kearah kepalanya beberapa kali,


"Boom,bom."


Setelahnya aku meloncat ke arah tubuhnya dan kuhunuskan beberapa kali ke kepalanya,


"Jlep jlep jlep!"


Karena makhluk ini sangat kuat memang harus tetap siaga sampai dia benar-benar mati. jika tidak kita akan di terkam maka sia-sialah usaha kita selama ini.


Makhluk itu menggeliat dan mengejarku dia masih bisa berjalan ke arahku dan aku pun berlari menghindarinya sebisa mungkin.


Dengan cepat aku berlari meloncat melewati halangan di sekitarku,meloncati beberapa kayu.


Dan akhirnya aku tak bisa lari lagi karena tak ada jalan lagi.Akupun menghindari beberapa serangan dari kakinya yang menjijikkan itu.


Lalu kuputuskan untuk mengahiri misi ini dan aku berlari menjauhinya dari belakangnya.


Aku mengambil beberapa granat,kulemparkan ke arah makhluk tersebut.


"Bloooommmm."


Diapun mati seketika dan misi pun selesai aku menang,I'm the winner.


Daniel sangat gembira tak alang kepalang di loncat-loncat saat ini sambil berkata "Bravo!"


Seketika lantunan lagu dalam imajinasiku mendayu-dayu.


🎶We are the champions,my friends and We'll keep on fighting till the end.🎶


🎶We are the champions,We are the champions no time for loser 'Cause we are the champions of the World🎶


Daniel pun meminta semua uang taruhan yang di janjikan,para anak laki-laki ini.


"Ayo berikan uangnya aku sudah menang!"


Kata Daniel kepada mereka.


Beberapa orang ada yang mau berlaku sportiv dan ada juga yang tak rela karena yang main aku bukan Daniel.


"Hei tapi kan yang main bukan kamu!"Ujar seseorang pria yang ikut taruhan dan menolak untuk membayar.


"Aku bilang akan ikut,tapi belum tentu aku yang main kan!"Sahut Daniel kepada seorang anak tersebut sambil menyeringai dan di tangannya banyak uang yang di ambil dari para berandal ini.


"Aku tidak mau bayar,kau curang kenapa dia bisa main dengan lihai,dia kan hanya seorang gadis!" Protes salah seorang pria brandal lainnya.


Aku pun maju,


"Apa kau bilang hanya seorang gadis?,lihatlah bahkan permainanmu sangat payah!"Kataku menjawab hinaan pria brandal tersebut kepadaku.


"Kau belum sampai masuk gerbang,sudah mati di tembaki oleh zombie itu,dasar bodoh!"


Kataku untuk meledek pria berandal ini agar mau membayar uang taruhannya.


"Tapi kan seharusnya Daniel melawanku!" Tukas dia sambil melotot dan menyeringai kepadaku.


"Hei,kalah ya kalah jangan berdebat dasar berandal,mau ku hajar!"Gertakku sambil mengepalkan tangan kananku kepadanya.


"Baiklah aku akan membayar,dasar gadis gila kenapa kau lebih garang dari pria?"Kata Pria brandal itu sambil memberikan uangnya pada Daniel dan uang pun terkumpul semua.


🎶Dolla' bills,dolla' bills,watch it fallin' for me I Love the way that feels🎶


🎶I came here to drop some money dropping all my money🎶


🎶Drop some money,all this bread so yummy yeah🎶


Daniel pun mendekatiku sambil memberikan uangnya kepadaku.


"Ini semua kita menang,kenpa kau semakin mahir?"Tanya Daniel kepadaku.


"Karena aku sudah beberapa kali jadi sudah tahu pergerakan zombie dan Rajanya mudah!" Jawabku pada Daniel sambil mengambil uang darinya.


"Aku mau keluar kau mau ikut,Persi dan Mutiara menungguku di sana?"Tanyaku pada Daniel.


"Tidak aku ada urusan,aku pulang dulu!"Daniel pun berpamitan kepadaku dan pergi pulang ke rumahnya.


Akupun pergi menghampiri Robi sang pemilik PlayStation ini.


"Hei,ini uangmu aku taruh meja ya!"Seruku pada Robi.


Aku taruh uang sebesar Rp 500.000 agar Robi tak mengeluh kalau aku main di tempatnya lagi.


Dan pergi menghampiri Persi dan Mutiara di warung es degan depan gang rumahku.Hanya selang beberapa menit aku pun tiba.


"Berapa pak harga es degannya?"ini uangnya sambil memberikan uang Rp 50.000 ke Bapak penjual es degan itu.


"Rp 10.000 aja mbk."Jawab penjual es degan sambil menerima uangku, mengembalikan kembaliannya kepadaku.


"Apakah kalian menungguku lama?"Tanyaku pada Persi dan Mutiara.


"Kami hampir mati lumutan!"Jawab Persi kepadaku sambil memanyunkan bibirnya dan membuang muka karena sebal denganku.


"Sudah jangan bertengkar jika begini kita akan gagal bersenang-senang."Kata Mutiara melerai dan menenangkan Persi agar tidak marah kepadaku.


Kami pergi ke Mall yang biasa kami kunjungi dan mencari tempat makan enak bisa makan sambil berbincang-bincang.


"Eh kita ke Kw fried chicken aja,aku lapar."


Kata Persi kepadaku sambil tersenyum.


"Ayo aku juga haus,aku mau beli es lemon tea yang segar."Sahutku ke Persi sambil berjalan mendekati tempat Kw fried chicken.


"Kau mau pesan apa Mutiara?"Tanyaku padanya.


"Apa saja aku juga lapar."Jawab Mutiara sahabatku yang cantik ini.


Dia sosok wanita yang religius,kata-kata yang ia lontarkan ayat-ayat cinta mendayu-dayu.


Dewi Mutiara ini memakai kerudung berwarna hijau mint,memakai busana syar'i bewarna hijau tua,nampak gradasi warna itu sangat pas olehnya,cantik seperti seorang bidadari namun tak bersayap.


Wajahnya yang cantik nan rupawan, lagipula dia anak yang sangat soleha, berbeda dengan diriku tak bisa berperilaku anggun. Dia bukan hanya cantik luarnya namun juga hatinya.


Jika aku bersanding denganya aku merasa aku berbanding terbalik, aku yang tak bisa belajar bersabar, dan berperilaku sopan pada siapa pun, hanya melakukan hal yang hanya aku sukai, terkadang melihat dia seperti aku melihat cermin agar bisa membenahi diriku.


Dia Mutiara adalah contoh wanita terpuji dari seluruh kasta wanita di dunia ini,bagaikan bidadari surga.


Dan sesaat aku terpanah oleh kecantikannya dan aku merasa diriku tak ada apa-apanya.


Terkadang Tuhan memberikan contoh kita dengan hal kecil,agar kita bisa merefleksikan diri kita sendiri dan belajar lagi dan lagi.


Kata-katanya yang santun kepada semua orang serta perilakunya sangat luar biasa.


Dia tak pernah sekalipun marah padaku dan


,sangat penyabar,aku juga heran mungkin jika gudang sabar Mutiara yang seluas samudra.


Berbeda denganku aku hanya mempunyai secuil tempat untuk amunisi yang disebut bersabar itu.Aku menundukkan kepalaku sejenak.


Bersambung...


"Semua orang mempunyai personality yang berbeda namun, alangkah baiknya kita bisa memperbaiki diri sendiri tanpa membanding bandingkan dengan orang lain."