The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
200 "Piknik di Pantai Pink Lombok Timur"



"Ayolah kakak, dia tumbuh seperti Mamanya dia selalu menganggap semua orang sahabat nya, kau tak menyesal."Ujar Dokter Andrea lagi karena Dokter Andrea masih adik dari Mama Andromeda.


"Maksudmu apa?"Tanya lagi dari Mama Andromeda ini dengan sangat penasaran.


"Ya karena, Putih adalah putri dari Kak Lily yang sahabatmu saat SMA dulu." Ujar dari Dokter Andrea dengan sangat sedih dan juga berkaca-kaca.


"Papa Andromeda sangat tahu, makanya dia selalu menyuruhku untuk menjaganya." Ujar dari Dokter Andrea dengan bijaksana dan adil.


"Suamiku sudah tahu, kalau dia anak Lily." Ujar dari Mama Andromeda dengan amat sangat terkejut.


"Tentu saja namun, Dia tetap diam." Ujar dari Dokter Andrea sambil tertunduk lemas.


"Benarkah?, lalu dimana Lily sekarang?" Ujar dari Mama Andromeda dengan hati yang bergetar karena ada perasaan pilu, serta sakit yang sangat amat dalam yang di rasakan seorang wanita pada sahabatnya tersebut.


"Dia, sudah meninggal, kau tahu gadis ini selalu hidup sendirian kak," ujar dari Dokter Andrea sambil meneteskan air mata.


"Dia juga sama seperti Kak Lily, yang selalu menganggap semua orang adalah teman dan sahabatnya." Ujar dari Dokter Andrea lagi sambil tertunduk lemas dan meneteskan air matanya.


Dan mereka berdua Dokter Andrea dan Mama Andromeda bersedih karena mengingat orang yang bernama Lily itu, mereka tertunduk amat lemas tak berdaya karena orang yang akan di sakitinya masih mempunyai hubungan yaitu anak dari sahabat lamanya.


Dan Andromeda yang masih belum paham dengan kejadian ini menatap lekat, dan ada tanda tanya besar yang menyelimutinya saat ini. Apakah yang sudah terjadi kenapa Mama dari Andromeda sangat mengenal Lily yaitu Mama dari Putih ini.


"Maafkan aku ya Lily walau, aku tahu kau mungkin tak bisa mendengarnya." Ujar dari Jasmine sambil menangis karena dia ingat kenangan di SMA dulu, Lily adalah salah satu sahabatnya yang sangat setia.


Tiba-tiba bayangan Lily yang sudah berumur 40 tahunan muncul di dekat sahabatnya itu, dan Dia seolah hidup dan bisa berkata-kata layaknya manusia yang belum meninggal dunia saat ini. Dia pun berdiri tepat di depan sahabatnya tersebut dan menatap penuh cinta kasih persahabatan.



"Lily, apakah itu kau?"Tanya Jasmine namun hanya Jasmine dan Lily yang bisa mendengar percakapan ini. Mereka pun bercakap-cakap .


"Benar ini aku Jasmine, kau merindukanku." Ujar dari Lily sahabat Jasmine itu sambil tersenyum.


"Tentu saja, bolehkah aku meminta maaf padamu, karena keserakahanku maka aku menjadi seperti ini." Ujar dari Jasmine kepada Lily dengan amat tulus, sambil menangis dan meneteskan air mata yang berlinang yang tak bisa di bendung lagi. Di kedua bola matanya yang indah itu.


"Ehm, tentu saja aku akan selalu memaafkan dirimu, karena kau tahu perbuatan buruk kita akan selalu mendapatkan balasan ." Ujar dari Lily pada Jasmine sahabatnya itu .


"Tidak usah kau ceritakan, pada Putriku ya aku harap akan menjadi rahasia kita." Ucap dari Lily kepada Jasmine dan masih memeluk dengan erat.


"Kenapa kau masih mau memaafkan aku." Tanya Jasmine pada Lily yang amat sangat penasaran, kenapa Lily hanya memaafkan sahabatnya itu bukannya marah.


"Hem, tentu saja kata maaf itu berat dan juga adalah suatu hukuman yang amat pantas aku berikan padamu." Ujar Lily kepada Jasmine sambil tersenyum.


"Apakah kau tak dendam padaku?" Tanya Jasmine pada Lily sambil menundukkan kepalanya.


"Tidak, kau tahu kenapa aku melakukan ini?, karena aku ingin Putriku itu tidak mempunyai rasa dendam, iri,sombong dan riak." Ucap dari Lily lagi kepada Jasmine sambil menatapnya sendu dan juga mengamati kedua bola mata Jasmine, yang basah terkena linangan air matanya.


"Aku rasa aku tahu, kenapa Jeremy itu lebih menyukaimu? daripada aku, betapa bodoh nya aku ini Lily." Ujar Jasmine lagi sambil menitihkan air mata kesedihan yang sangat mendalam dan juga air mata penyesalan.


"Ada banyak hal yang tak bisa di paksakan di dunia ini Jasmine, lebih baik kau memperbaiki dirimu." Ujar dari Lily lagi sambil tersenyum.


Kedua sahabat ini pun bercakap-cakap saling meminta maaf satu sama lainnya, dan walau Lily hanya bayangan atau ilusi dari Jasmine namun itu adalah wujud jalinan cinta kasih antara persahabatan dua gadis yang terjalin hingga sampai kapanpun juga.


Note : Walaupun ini hanya cerita fiksi dan juga imajiner dari author ,bisa di ambil kesimpulan karena sejatinya pertanyaan dan jawaban itu adalah jodoh, maka suatu saat akan bertemu.


Walau kita dalam menyelesaikan masalah masih belum mendapat solusi namun lambat laun ,kita akan menemukan yang namanya solusi tersebut seperti dari titik awal ke titik awal lagi. Semoga para author bisa bijaksana dalam mengambil kesimpulan dalam bacaan.


Dan setelah kejadian tersebut Mama dari tuan Andromeda meminta maaf kepada Putih .


TAMAT


Salam hangat bagi semua para readerku ya, semoga kalian semua itu bisa mengambil hikmahnya dan sisi positif nilai moralitas bacaan dengan baik benar dan bijaksana 🙏


Oh ya sedikit info buat para reader author punya novel baru nich, masih seputar anak SMA yang mau baca boleh banget ya kalian bisa langsung klik profil aku author Pungkies.


Novel kedua aku lah yang pastinya adalah berjudul "Terjebak Cinta Segitiga " , Da da semoga mau mampir ke karya aku yang ke dua ya 🙏🤗 salam hangat semoga sehat selalu serta di limpahkan rahmat dan juga Hidayahnya untuk semua para reader yang terhormat .