The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 161 PERSAMI 17 "Poem"



"Hei Putih,ayo kita makan dulu aku membawa makanan untukmu,istirahatlah."Kata Daniel padaku sambil tersenyum manis seperti lapis legit,di gigit semakin manis dan enak sekali.


Makanan ini hanya ada di Negaraku saja yang sangat aku cintai dan aku hargai yaitu Negara Indonesia Raya.


"Tidak bisa tinggal dua sekalian aku juga sudah lelah biar cepat selesai, nanggung."


Ucap diriku kepada Daniel dan tetap duduk di bangku


"Kalau begitu aku menunggumu, duduk di sana dengan Andromeda ok."Kata Daniel kepadaku sambil tersenyum padaku.


"Iya pergilah, aku akan menyusul kalian."


Ucapku pada Daniel namun masih tetap fokus memperhatikan lomba puisi ini.


Aku lihat peserta yang kedua adalah seorang laki-laki dengan perawakan, tinggi sekitar 175 cm dan berambut agak cepak, dia tersenyum menatap diriku, dia melihat dan mengamati semua para murid yang hadir di lapangan.


Dia belajar untuk menguasai panggung, aku rasa anak ini sudah terbiasa maju dan tampil di atas panggung dan walaupun ini bukan panggung yang sebenarnya bisa di bilang


simulasi atau gladi bersih itung- itung sapa tau dia nanti bisa menjadi presenter atau MC kelas kakap, dalam dunia entertaint.


"Kak aku baca ya ,"kata pria ini kepadaku sambil tersenyum manis.


"Baiklah bacalah sekarang juga, dan aku sangat ingin sekali mendengar suaramu itu."Tukasku padanya sambil mengamati gerak-geriknya.


"Hello may I introduce my self to you, my name is ******."Kata anak sambil memegang kertas puisi hasil karyanya itu.


Aku adalah benda berbentuk piramida, ada juga yang bilang aku berbentuk kerucut, bentukku memang membuat mereka sangat takjub tinggi menjulang dan kokoh, penuh dengan kekuatan yang magis dan sangat mistis.


Jika aku seorang manusia maka aku ini berwujud seorang wanita, kau tahu aku punya segudang misteri yang belum terpecahkan sampai saat ini juga, dan sangat misterius.


Danauku yang sedikit beriak , terang, bewarna bening, serta dapat merefleksikan pepohonan yang ada di sekitarnya, tepian danau tampak bayangan bendanya dengan sudut 180°.


Nampak terbalik namun benilai seni sangat tinggi sekali.


Kau tahu seperti sebuah soal Matematika yang menggiurkan, dan membuatku bernafsu untuk mempelajarinya serta manakhlukannya.


Aku mempunyai juru kunci yang sangat hebat dan tak terkalahkan, Dia adalah pria tua, yang mempunyai julukan yaitu mbah dalam bahasa Indonesia adalah kakek.


Kau tahu dia mempunyai usia ribuan tahun,


Jika juru kunci ini sudah ku utus untuk turun maka berarti aku sangat marah, kenapa aku yang hanya diam tak pernah menyentuh kehidupan manusia ini, di rusak dan di kotori,


ya aku marah


Mereka tak memberiku konstribusi namun.... mereka semua hanya,memberi kerusakan dan kerusakan lagi.


Aku sangat bingung dengan para manusia, dia makan dari hasil Alam, dan menghirup oksigen dengan gratis dan percuma, namun dia hanya memberiku tumpukan sampah dan kerusakan dimana-mana.


Jika kau bisa melihat penjagaku yang bernama Archapada dan Archopodo dia hanya bisa, di lihat dirasakan diraba dan di terawang hanya oleh makhluk pilihan bernama anak Indigo.


Mereka berdua adalah penjagaku yang sangat amat setia, tak seperti makhluk yang bernama manusia itu dia selalu berjanji hanya di mulut namun lain di hati.


Mereka berjanji sehidup semati namun mereka berdusta, setelah melihat keindahan Alamku yang membentang serta bisa menaungi semua makhluk yang hidup dan singgah disini...


Hanya meninggalkan ribuan janjinya di sudut- sudut dan memberiku segala hal yang kotor dan yang amat menjijikan ini.


Aku sangat sakit hati, dan juga kenapa aku yang tidak sama sekali mengganggu mereka dan juga sudah berbaik, dinistakan dan diberi tumpukan sampah yang menjijikan ini.


Para dewi kunyit pun menari-nari di bawah temaram sinar bulan purnama mereka tampak Cantik dan Anggun sekali...


Gending musik Jawa magis, misterius dan mistis itu lamat-lamat terdengar di telinga, para manusia, berirama, bermelodi,kamudian mendayauh-dayu serta terdengar sangat merdu sekali memberi keajaiban sang pendengar musik itu...


Jika ada pendaki yang sudah naik di area ini maka banyak orang yang bisa kerasukkan serta yang merasuk adalah para makhluk tak kasat mata bisa berbentuk makhluk halus atau hewan


Jiwa mereka akan keluar dan tergantikan oleh makhluk lain bisa sementara juga bisa untuk selama-lamanya...


Ada tanjakan berbentuk Abstrak para manusia yang bisa singgah dan melewati ini dengan berbagai rintangan yang ia akan hadapi disini, tak itu saja ada juga hal lain


Maka Aku akan mengabulkan permintaannya


Banyak para manusia memintaku jodoh mereka Aku sangat bingung bukankah jodoh di tangan Pemilik Langit dan Bumi juga para bintang-bintangnya.


Jikalau mereka berhasil naik di puncak Gunung tertinggi ini,kau akan bisa melihat keindahan dan keabadian Alam yang tak terbantahkan oleh apapun juga seperti Ilmu yang amat aku sukai, hamparan awan putih yang empuk itu sedang menari-nari di langit yang biru cerah...


Siapakah Aku?...


"Terimakasih oleh U untuk kalian semua." Kata dari siswa baru tersebut dan berpamitan membungkukkan badanya dan menghambur di kerumunan.


"Sebentar adik kelas boleh kakak bertanya?" Tanyaku padanya ,dia diam berdiri sejenak dan mematung lalu mangangguk bola mata adik kelas ini, bersinar terang menandakan kecerdasan yang ia milikki.


"Apakah, itu gunung yang berada di Jawa?" Tanyaku padanya sambil menatapnya dengan amat penasaran.


"Iya Kak, aku sangat suka gunung itu namun sekarang keadaanya..." Dia menunduk lesu.


"Baiklah kau boleh kembali, dan aku rasa puisi mu sangat bagus, semangat!!!" Ucapku pada anak tersebut, biar terus melanjutkan karya puisi nya yang indah dan menginspirasi.


"Prok...prok... prok..."Suara riuh tepuk tangan semua para siswa yang hadir.


🍁🍁🍁🍁🍁


Disisi lain Andromeda dan Daniel sekarang sedang duduk serta menikmati beberapa makanan yang Daniel bawa saat ini.


"Makanlah aku sangat tahu pasti Putih akan mengabaikan dirimu bukan,"ucap Daniel pada Andromeda yang sedang mengunyah dengan nikmat makanannya itu.





"Iya ,tapi aku tak masalah,jangan lupa jika aku tak ada,awasi ya."Pesan Andromeda kepada Daniel sambil memakan kentang gorengnya.


"Iya,memang kenapa?"Tanya Daniel kepada Andromeda dengan sangat penasaran sekali.


"Ehm,tidak apa-apa."Jawab Andromeda dan juga meninggalkan tanda tanya besar untuk Daniel.


"Baiklah kalau begitu."Ucap Daniel kepada Andromeda sambil tersenyum tipis.


"Oh iya,pastikan Putih membawa ponsel dariku yang bewarna gold itu,ingat..."Ucap Andromeda pada Daniel sambil meminum minumannya.


"Iya memang ada apa?"Tanya Daniel kepo.


"Aish,yang penting bantulah aku."Jawab dari Andromeda yang tak mau menjelaskan pada Daniel alasannya,karena suatu hal.


Andromeda sibuk mengunyah makanannya dan Daniel hanya memandanginya,bertanya namun dalam hatinya saja,kenapa berandal ini sedang berbicara omong kosong.


Bersambung...