The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 117 "Akhir Kencan Romantis ala Putih"



Setelah nafasku sedikit lancar aku pun berdiri mengambil ancang-ancang,dan bersiap untuk mengalahkan mereka bertiga.Aku melepas jaketku secepat kilat dan ku balutkan ke kaki kananku.


Dengan erat aku menyimpulnya dengan tali mati agar tidak terlepas,kuberanikan diri karena aku sudah kelelahan menghadapi beberapa preman tadi.


Ku putuskan untuk mengahirinya dengan menendang beberapa buah durian yang ada di bawah ini,walaupun aku akan mendapat resiko kaki ku akan sakit setelahnya,


Mereka pun semakin mendekat,aku pun menendang buah durian tersebut ke salah satu preman,dan ia menghindari secepat kilat.


Aku pun di raihnya ada yang mencekramku


dan ada yang menghajarku pula,akhirnya aku pun di hajar mereka habis-habisan.


Mereka melayangkan tinjunya ke wajahku,dan perutku.


Dia menendangku dengan kekuatan yang sangat maksimal,jika kekuatan seorang pria di kerahkan maka seorang gadis yang kecil sepertiku akan mati dalam hitungan detik.


Karena pasti sejatinya tulang rusuk wanita hanyalah satu, dan itu pula di ambil dari tulang rusuk pria yang sangat banyak itu.


beberapa kali mereka berdua melayangkan tendangan super kuatnya,dan memukuliku bak samsak di arena boxing,menghajar tanpa ampun,sampai aku muntah darah.


"Kau pikir kau adalah Wonder Women?,kau hanyalah seekor semut,berlagak sok hebat di hadapan para pria!"Kata Preman bertubuh kekar itu sambil tersenyum sinis.


"Ayo kita hajar gadis ini,kurasa di akan tahu kekuatan pria sebenarnya!"Kata Seorang preman lainnya.Sambil memukuliku tanpa ampun.


dan ia juga mengunci tangan kananku dan mematahkannya sampai bunyi "Kreteeek"


"Arrrrgggghhh."Suara eranganku karena tangan kananku terasa patah,tidak itu saja mereka menendangku dari belakang,aku pun terpental sejauh 5 meter kepalaku menatap kaki meja.


Aku pun jatuh tersungkur dan banyak darah yang keluar dari mulutku,aku pun pingsan dalam sekejap.


Namun saat aku pingsan seperti ada makhluk yang mungkin bisa di bilang bukan manusia,


dia sangat tampan wajahnya bersih dan aku kira ini bukan kenyataan,karena aku berada di alam bawah sadarku.


Dia menedekatiku dan berbisik,


"Bangkitlah,aku akan memberimu bantuan karena hatimu bersih sedang memanggil."


Kata Makhluk yang bewarna putih itu.


Dalam sekejap aku pun merasakan energi luar biasa menjalar di sekujur tubuhku yang sudah di hajar para preman ini habis-habisan.


Aku pun membuka mataku dan berdiri tegak, layaknya pria jantan yang akan bertarung melawan pria jantan lainnya.


"Apa kau masih bertahan?,tangguh juga kau!" Preman sambil menyeringai.


Aku pun berlari maju dengan sigap dan kuat, lalu aku mengayunkan tanganku dan meraih jakun preman bertubuh kekar itu,kucengkram dengan sekuat tenaga lalu ku dorong.


Aku maju dan preman itu pun mundur dengan nafas yang tersengal karena jakunnya aku cengkram sekuat tenaga.Maka ia tak dapat bernafas.


Aku pun menyeruduk kepalanya beberapa kali dengan kepalaku lagi sambil kucengkram jakunnya,


Dan aku memendang dengan sudut 90° ke arah perutnya itu sekencang-kencangnya.


Dia pun melayang jauh dan jatuh di atas tanah.


"Buggggh..."


Aku pun mengambil buah durian ku pukulkan ke kepalanya sekuat tenaga,dan kepalanya pun mengeluarkan banyak darah entah ia mati atau tidak.


Aku pun semakin menggila karena badanku terasa panas dan sangat semangat,seperti ada api yang sedang menguasaiku,entah apa yang merasukiku sehingga aku tak berfikir panjang untuk menghabisi semua preman ini.


Tak ada rasa sakit,dan rasa lelah sedikitpun.


"Hiyaaaaaa!"Teriakku berlari mendekati sisa 2 preman di hadapanku,ku raih kepalanya dan dan kukunci dan kupatahkan lehernya.


"Kreteeek."Suara leher patah preman tersebut.


Tinggal satu lagi preman dia mengeluarkan pisau belatinya dan di arahkan ke perutku,aku pun mundur sedikit menghindari pisau itu,dan tetap tenang,ku gerakkan kedua tanganku menyilang dengan sigap cepat memelintir tangan preman yang membawa pisau belati itu.


Pisau pun jatuh ke tanah aku meraihnya satu tanganya dan mematahkan lenganya dengan memutar arah berlawanan agar benar-benar tanganya tidak bisa menodongkan pisau atau menjambret orang lain lagi.


Kukunci dengan erat dan benar-benar aku mematahkan tanganya itu dengan sekuat tenagaku.


"Kreteeek"


"Aaaaaaaaaaarggghhhhhh."Erangannya menggema,menyebar,memenuhi udara di setiap sudut gang ini.


Tak itu saja aku menendangnya beberapa kali di bagian tulang rusuknya dan setelah itu ku tendang di bagian hati nya agar dia langsung terlelap di buai mimpi menuju surga abadi.


Aku pun tidak berfikir panjang entah mereka mati atau pingsan karena tubuhku di rasuki oleh sesuatu yang terasa panas dan sangat kuat hingga aku tak bisa mengendalikannya lagi.


Aku yang melihat semua preman bertebaran di mana-mana,layaknya abon yang menyebar di atas kue lemper.Aku pun mulai merasa panas yang merasukiku meninggalkanku dan perlahan-lahan menyusut aku pun lemas.


Dan mendekati Andromeda yang sedang pingsan,kulihat dia mengeluarkan banyak keringat dingin.Dan memejamkan matanya.


Aku pun merebahkan tubuhku di sampingnya. Tak lama kemudian seseorang sudah datang menghampiriku,dia jongkok dan melihatku sudah tak berdaya penuh dengan kotoran dan darah di badanku serta luka memar di wajahku.


"Hei,Put kau tak apa-apa?"Tanya dengan lirih seseorang tersebut kepadaku,namun mataku tidak bisa di buka lagi,aku pun pingsan.


Ternyata Pria tersebut adalah Rion.



Ini adalah gambar visual Rion,anak seorang Jendral polisi .


Ternyata rumah Rion dekat lapangan golf yang kami singgahi sore tadi.


Padahal Rion terkena Misophobia maka seharusnya,dia tak mau bersentuhan dengan benda atau pun orang,apalagi aku sangat kotor dan penuh darah di sekujur tubuhku.


Namun dia hari ini mau menggendongku masuk ke dalam mobilnya,dan memapah Andromeda yang bertubuh kekar masuk ke dalam mobilnya juga.


Dia pun akhirnya membawaku dan Adromeda ke rumahnya saat ini,karena jika ia membawa kami ke Rumah Sakit,maka terlalu lama,dan melihat kondisiku yang seperti ini maka ia memutuskan untuk membawa ke rumahnya yang lebih dekat.


Kami pun di bawa ke rumah Rion yang sangat mewah dan besar itu. Aku berada di kamar tamu rumahnya,Andromeda juga di rebahkan di kamar tamu sebelahku.


Hari ini Rion mampu mengalahkan penyakit Mysophobianya.Mungkin karena perasaan yang kuat serta tekad yang bulat bahwa Rion mampu mengalahkan penyakit mentalnya, untuk membawa dan menyelamatkan kami berdua.


Akhirnya Rion bisa terlepas dari jerat penyakit mentalnya. Bisa mengendalikan emosi dan juga perangainya, alhasil mysophobianya itu sudah terhempaskan. Dia sangat membantu kami berdua mau menyelematkan, membawa ke rumahnya yang sangat mewah, agar kami tak tergeletak di jalanan.


Bersambung....