
"Hei, dengar kau ini suka ya merepotkan orang?"Tanya Andromeda dengan tiba-tiba.
"Emang kenapa?" Ujarku.
"Ya kau ,ckkk aku kan sudah bilang kau ini memang lamban sekali, sudahlah."Ujar dia kesal, aku juga tidak tahu apa yang ingin dia katakan padaku.
"Ya sudah, maafkan Aku ya, apakah kalian sedang menghawatirkanku?"Tanyaku pada mereka semua.
"Tentu saja bodoh."Ujar dari Anggara sambil melihatku dan mamanyunkan bibirnya.
"Aish, iya maafkan aku tidak akan membuat kalian khawatir lagi."Ujarku sambil tersenyum
"Ayolah kita berteman ya kan."Ucap Mutiara.
"Makasih teman-teman." Ucapku dengan lirih karena aku tahu sudah membuat mereka khawatir sekali padaku.
Dan mereka sangat menyayangiku layaknya saudara mereka sendiri.
"Tok...tok..tok"Suara ketukan pintu dari depan rumahku saat ini, aku yang mendengarnya itu lalu mendekati dan membuka pintu.
"Ceklek..."
"Oh, kau Violette masuklah,hmm tidak akan lengkap jika tidak ada kau."Ujarku padanya sambil tersenyum lagi pada Violette.
"Terimakasih Putih, Aku tanya Daniel apakah ada di dalam?,Aku dari rumahnya, tapi Aku rasa dia tidak ada."Ujar Violette padaku dan celingukan kemudian dia yang tahu ternyata ada Daniel, dia pun tersenyum lebar.
Layaknya anak kecil yang di beri balon udara dan permen rasa coklat, sumringah bukan.
"Dasar Violette ada-ada saja."Ujarku lalu aku tersenyum setelahnya.
Aku pun menutup pintu rumah dan duduk di sebelah mereka, saat ini.
Aku mengamati mereka duduk di sebelahku dan kami mengobrol dengan hangat seperti ini bukankah berkah dari dari Sang Pemilik Langit dan juga Bintang-Bintang nya.
Aku adalah warna Putih, kau tahu warna Putih dia identik dengan kata suci bukan, namun ya kau perlu tahu Tuhan memberikan spektrum warna ini, di dalam kehidupan tidak ada kata strata ataupun mempunyai tingkatan apapun.
Namun, mereka ada untuk saling melengkapi satu sama lain, layaknya lingkaran makanan.
Saling berkesinambungan satu sama lainnya. Kau tahu para reader dalam fikiranku saat ini.
Kalau warna pelangi itu ya kami semua ini ya sahabatku, yang memiliki semua pemikiran, karakter, watak juga ciri khas yang mungkin berbeda-beda iya kan, warna-warna ini jika bertemu menjadi satu akan membuat bentuk seperti sebuah pelangi, ya mungkin seperti inilah kurang lebih dalam kehidupan nyata.
Inilah kami yang akan selalu membutuhkan satu sama lainnya mereka dimanapun dan kapanpun.
Jika para reader pergi piknik ke air terjun dan melihat ada beberapa warna berjajar rapi, dan kalian pasti paham kenapa ada banyak warna yang berpendar disana, karena tentunya ada cairan putih bening yang bernama air,kau tahu para reader air yang bening bukankah Putih dan ia melambangkan kesucian yang setia mau menemanimu dalam hidup ini.
Yaitu sebuah pelangi yang terjadi karena pantulan sinar matahari yang bekerjasama dengan air yang putih serta jernih nan suci
itu, Saranghae
Air ini suci tak punya dosa ,namun dia juga rela setiap hari menggugurkan dosamu, dan juga kotoranmu, dan ia akan kembali bersih jika dia sudah di proses secara Alami, ia juga mau dan setia kau minum dengan secara suka rela, namun sekarang banyak air kotor.
Karena mereka yang mau di proses secara Alami terhambat oleh banyaknya tumpukan sampah, baik di darat maupun di Air, maka dari itu Alam serta Bumi beserta Langit yang akan membantumu sedang terhambat kawan
Bumi heran kenapa dia yang mau membuat para makhluk yang bernama manusia itu, ehm agar nyaman tidur dengan nyenyak, dan juga ingin membuat para manusia bisa riang serta gembira untuk melakukan aktivitasnya.
Malah manusia meninggalkan banyak jejak sampah plastik, dan juga penebangan hutan.
Tidak itu saja semua hasil Bumi, kandungan tanah secara Alami makin berkurang potensi dan juga kadar kesuburannya.
Langit juga ikut bersedih karena , Bumi yang sudah memberi kode Alam buat makhluk ya seperti kita ini manusia , agar kita mau saling menjaga kebersihan serta kehijauan Alam semesta ini , setidaknya walau kita ini tidak berkonstribusi ya, menjagalah agar Bumi kita ini bisa hijau untuk selama-lamanya, memberi kita yang namanya tempat bernaung.
Agar kita tidak di cap oleh Alam semesta ini sebagai makhluk perusak dan juga makhluk yang tidak bertanggung jawab,bukankah jika kita saling berteman saling menjaga maka Bumi yang kita tinggali ini mau memberi kita udara yang bersih, air yang bersih, dan juga semua hasil Alamnya benar kan.
Alam akan memberikan kita hal yang baik jika kita memberinya hal yang baik, namun akan memberikan hal yang buruk jika kita tak mau menjaganya, contoh apa tentunya jika misal ada banyak sampah yang masih saja, ada di sana-sini air tidak akan meresap dan tak bisa
di proses secara Alami, apa yang terjadi maka akan ada banjir bandang, dan membuat para warga kehilangan rumah, harta, benda, sanak, dan juga saudara. Ini hanya contoh saja ya.
Apa yang terjadi jika Alam tidak kita jaga, ya contohnya misalkan ada hutanlah ternyata semua pohon yang berumur puluhan tahun bahkan ribuan tahun di tebang, lahan-lahan yang seharusnya banyak untuk paru-paru dunia tak ada, dan hanya beberapa , banyak lahan digunakan untuk pembangunan, pohon yang mau berkonstribusi mengeluarkan O2 nya atau oksigenlah ya, terus mau gimana.
Semua orang telah sibuk hanya memikirkan materi dan materi mereka,namun mereka pun melupakan bahwa Alam yang mereka tinggali sudah sangat lelah, tak mendengar bahasa mereka. Aku adalah author amartir namun aku sering pergi ke tempat-tempat yang bisa membuatku tenang, misalkan sebuah pantai ini tempat favoritku.
Ombaknya yang bergulungan hadir memecah kesunyian, serta suara kicauan burung yang merdu bukankah itu sebuah berkah, iya kan.
Deburan ombak di pantai saja bisa membuat aku sangat tenang, melebihi mendapatkan uang atau materi apapun, aku juga biasanya menitipkan kepenatanku disana lalu pulang .
Karena pantai mempunyai sejuta rahasia yang tak kita ketahui dalam kedalamannya.
Maka dari itu jagalah Alam kita, sebelum dia tak mau lagi berteman dengan kita, aku akan selalu berteman dengan Alam walau aku tak bisa berkonstribusi banyak, hanya menggores kan tinta ini untuk sebagai media perantara.
Alam akan memberikan semua hal yang baik, selama kita memberikan kebaikkan kita pada Bumi Pertiwi kita ok, inilah alasan aku kenapa membahas sedikit tentang Alam ini.
Aku juga berharap walau aku hanya penulis amartir, para semua reader percaya ya, Bumi dan Langit sedang menangis,mereka semua meminta bantuan kita para makhluk untuk sedikit lebih mau menjaga dan merawat.
Semoga kalian bisa bijak dalam membaca ya. Tulisan ini tidak serta merta mengandung profokasi, namun aku hanya menulis sesuai imaginer tak juga bermaksud mengungguli semua author senior 🤗🙏 Terimakasih .