
Rion saat ini sedang melihatku menepuk pundak Daniel saat aku meyakinkan agar Daniel tidak bersedih,ternyata Rion tersenyum manis kepadaku namun aku tidak melihatnya.
"Hei Daniel , apakah kau sedang bertaruh dengan Andromeda kenapa kau tak seperti biasanya?" Tanyaku kepada Daniel sangat penasaran.
"Sudahlah aku tidak ingin membahasnya,aku akan bermain sepak bola saja."Jawab Daniel kepadaku.
"Ayo Rion,kita main sepak bola!"Ajak Daniel kepada Rion,agar ia masuk kedalam tim Daniel.
Akupun duduk di tepi lapangan sepak bola memandangi para pria yang sedang bermain sepak bola,ternyata ada seorang menepuk pundakku dari belakang.
"Hei,kenapa duduk disini apakah tidak kotor?" Tanya dari Andromeda yang sudah duduk di sampingku,sambil menatapku dari samping.
"Tidak apa-apa jika kotor ,nanti bisa di cuci"
Jawabku pada Andromeda sambil melihat para pria bermain sepak bola.
"Aku akan ikut bermain sepak bola ya ?" Andromeda meminta ijin untuk ikut bermain sepak bola bersama Daniel.
Aku sangat terkejut karena beberapa hari yang lalu fikiranku ini tidak jernih, serta membuatku merasa aneh jika Andromeda penuh dengan keringatnya yang seksi itu
akupun berencana untuk mencegahnya.
"Janganlah,duduk saja disini,jika gerah dan banyak keringat itu akan membuat fikiranku tidak bisa jernih!"Tukasku kepadanya sambil menelan selivaku.
"Maksudku kau jangan ikut bermain,duduk di saja karena jika kau gerah nanti repot harus mandi lagi."Kataku meyakinkanya agar dia tidak berkeringat,karena jika ia berkeringat lagi,maka fikiranku akan kembali tidak jernih dan melihat keseksiannya berlarian sana sini.
"Ada apa kau ini?,aku mau bermain sepak bola , lihatlah kemahiranku!"Kata Andromeda serius dan juga percaya diri sangat tinggi,dan mengedipkan matanya yang sebelah padaku
tanda untuk menggodaku.
"Ckkk...Sialan aku mau pergi saja!"Akupun akan pergi meninggalkan Andromeda dan Daniel karena aku tidak mau kejadian, di lapangan basket terulang kepadaku.
Namun Anggara sudah duduk di sampingku dan juga menarik lenganku agar aku duduk kembali.
"Ada apa?"Tanyaku kepada Anggara dengan sebal.
"Lihatlah , kakak ipar sudah tiba."Kata dari Anggara dengan nada memelas dan lesu.
"Aku rasa kau ini sangat semangat biasanya, namun kenapa hari ini berbeda?"Tanyaku
dengan amat penasaran apa gerangan yang terjadi.
"Tidak apa-apa." Ujar dari Anggara menatap lapangan sepak bola.
Kenapa Daniel dan Anggara sangat gugup dan cemas karena kedatangan Andromeda.
Kulihat dari kejauhan Andromeda menatap Rion dan menendang bola sekuat tenaga ke arah Rion (gaprak ya kalau bahasa gaulnya)
agar Rion kesakitan dan juga terpancing oleh tindakannya.
"Apa yang Andromeda lakukan apa mereka berdua berencana berkelahi?"Kataku dalam hati.
"Hemmm aaaah...Ya Tuhan!,kenapa tidak bisa sedetik pun hidupku ini tak bisa terasa tenang dan damai."Kataku namun dalam hati sambil menghela nafasku.
Akupun berdiri dan lalu pergi meninggalkan lapangan sepak bola,dan berpura-pura tidak tahu-menahu.
Walaupun para berandal tengik akan baku hantam.Mereka pikir lapangan adalah medan pertempuran.
Agar aku tidak melihat perkelahian mereka.
Sebenarnya aku ingin bersantai sejenak tapi kenapa para lelaki ini selalu membuat ulah dan kegaduhan,apakah ini memang sudah perangai mereka yang urakan dan senang dengan tindakan yang gegabah,kulihat dari kejauhan Daniel melerai Andromeda dan Rion.
"Aku harus berpura-pura tidak tahu aku akan pergi saja."Kataku dalam hati,namun Anggara mengejarku dan menyeretku kembali ke lapangan sepak bola.
"Astagaaaa...Ya Tuhan!"Teriakku di lapangan sepak bola.
Karena mereka berdua sedang tidak akur
"Ayolah kenapa kalian bertengkar jika kurang bolanya bisa ambil di gudang!"Seruku kepada Andromeda dan Rion agar tidak bertengkar.
Kemudian aku pergi dari lapangan sepak bola meninggalkan mereka,ternyata terlihat dari kejauhan Rion sudah mau mengalah duluan.
Dia pun pergi meninggalkan Andromeda yang sangat keras kepala dan egois itu , memilih untuk meninggalkan lapangan sepak bola akupun menghampirinya , dan aku pun duduk di sampingnya.
"Kau mengalah Rion,maafkan Andromeda ya karena terkadang dia menjadi seperti seorang anak kecil."Kataku pada Rion sambil menatap wajahnya yang lesu , sebal dengan makhluk yang bernama Andromeda itu.
"Kenapa kau meminta maaf,seharusnya dia belajar,untuk dewasa aku rasa sifatnya tidak akan berubah sampai kapan pun."Kata Rion kepadaku sambil duduk di samping pohon beringin dan menatap langit.
Ternyata Andromeda pun mengikuti kami dan melayangkan tinju mentah berkali-kali kepada Rion.Tanpa basa-basi dan akupun sangat geram sekali akan tindakannya tersebut.
"Heiiii... dasar berandal!"Teriakku kepada Andromeda sambil menarik lengannya dan menendangnya sekuat tenaga, dia pun jatuh tersungkur di bawah.
"Gedebuk..."Suara jatuh.
"Apa yang kau lakukan gadis lamban kenapa kau menendangku?!"Protes dari Andromeda padaku.
"Pergilah dari sekolahan, kau akan merusak acara!"Gertakku pada Andromeda agar dia berhenti mengganggu karena akan banyak wali murid yang akan tiba.
Daniel yang tahu kalau aku sedang marah besar, dia pun kemudian memegang tangan Andromeda agar ia mengendurkan emosinya saat itu.
"Ayolah Andromeda ikuti aku!"Kata Daniel pada Andromeda dengan suara pelan.
Mereka berdua meninggalkan kami kulihat Rion agak sedikit lebam ,dan dia juga berlari dengan secepat kilat menuju kamar mandi.
Nampak dari kejauhan Anggara memohon kepada Andromeda,menangkupkan kedua telapak tanganya dan memohon beberapa kali,tapi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
Ternyata jam menunjukkan pukul 09.00 wib dan sudah banyak para wali murid yang mulai hadir, kemudian sedang memasuki gerbang Sekokah menuju kelas masing-masing.Bibiku yang tahu kalau aku sedang menunggunya di dekat pohon beringin menghampiriku.
"Dimana kelasnya?"Tanya Bibiku kepadaku.
"Aku akan mengantar Bibi,oh ya jangan lupa ambilkan raport Daniel juga ya,Bibinya tidak bisa hadir."Kataku kepada Bibiku sambil mengantarnya menuju kelasku.
"Iya,Bibi akan mengambilkan raport Daniel juga."Jawab Bibiku sambil memasuki kelasku.
Aku meninggalkan Bibiku dan menunggunya duduk di samping pohon beringin.
Ternyata Andromeda,Daniel,dan Anggara mendekatiku dan Andromeda meminta maaf kepadaku.
"Maafkan aku ya gadis lamban jangan marah ya."Ucap Andromeda dengan memelas agar aku memaafkannya.
"Ckkk..lihatlah banyak para wali murid yang sudah datang,jika kau ingin mencoreng nama baik Sekolahanku sebaiknya kau angkat kaki dari sini!"Gertakku kepada Andromeda agar bisa meredam emosinya yang meledak-ledak itu,aku sangat lelah kenapa berandal ini selalu membuat ulah.
"Iya-iya aku akan patuh."Kulihat ekspresi wajahnya mulai berubah tidak emosi seperti yang tadi.Dia pun duduk di sampingku.
Waktu terus berlalu jam menunjukkan pukul 10.00, maka acara pembagian raport semua siswa SMA Malang pun di mulai,dan di awali dengan rapat wali murid.
Terlihat Anggara semakin tegang,begitu juga dengan Daniel yang berkeringat dingin.Aku sangat heran apa gerangan,yang di perbuat Andromeda ini kepada Daniel dan Anggara hingga mereka seperti sekarang ini tegang,
berkeringat dingin, pergi ke kamar mandi dan hanya untuk kencing beberapa kali.
Dasar para pria berandal ini selalu membuat ulah,dan masalah.Akupun mengingat Ayahku yang selalu mengambil raportku,namun untuk tahun ini adalah kedua kalinya dia tidak hadir mengambilnya.
Karena raport tengah semester juga di ambil oleh Bibiku. Begitu juga dengan raport untuk kenaikan kelas tahun ini,jadi ini adalah tahun pertama aku menjalani hidup tanpa seorang ayah yang biasanya aku selalu membuatnya kewalahan.
"Hemm....Ahhhh..."Putih menghela nafasnya.
Bersambung...