
Beberapa saat Lucifer pun membawa dua cangkir kopi hangat dan satu cangkir teh manis ,kemudian menaruhnya di atas meja.
Lalu membungkukkan badan kepada Papa Andromeda sambil pergi keluar ruangan.
"Tapi ,apakah tidak di sayangkan jika Nona kecil menolaknya begitu saja "Kata Papa Andromeda kepadaku.
"Ehm,bolehkah saya meminta sesuatu kepada Tuan?"Kataku kepada Papa Andromeda .
"Silahkan apa yang kau minta?"Kata Papa Andromeda kepadaku dengan sangat penasaran.
"Pada saat saya memasuki gedung ini tadi pagi , terlihat dari kejauhan ada ruang untuk ekstrakulikuler karate dan memanah " Ujar dari Putih sambil tersenyum .
"Apakah saya boleh mengikutinya Tuan ,tanpa bersekolah disini?"Tanyaku pada Papa tuan muda Andromeda ini sambil tersenyum.
"Boleh ternyata Nona kecil tertarik dengan seni beladiri,kau mengingatkanku kepada temanku waktu aku SMA dulu!" Kata Papa Andromeda kepadaku sambil melihat wajahku.
"Benarkah Tuan!"Ucapku dengan lirih dan lembut kepada Papa Andromeda ini sambil meminum teh yang di hidangkan Lucifer.
"Benar , dia juga seorang gadis yang sangat tangguh cerdas sama sepertimu, wajahnya juga mirip denganmu!" Kata Papa Andromeda padaku sambil mengamati wajahku karena mengingatkannya dengan seseorang.
"Hei, apa yang kau rencanakan? kau ingin mengikuti ekstrakulikuler disini namun tak mau menjadi teman sekelasku,wah... kau ini benar-benar aku tak mau!" Kata Andromeda kesal karena dia ingin sekali aku menjadi teman sekelasnya.
"Heii...Andromeda tidakkah kau malu dengan ucapanmu, jagalah sopan santunmu !"Kata Papa Andromeda kepadaku.
"Kau selalu mengeluh dan juga keluar Gedung Sekolah sesukamu,bagaimana nanti jika kau mengelola Perusahaan besar jika kau terus bertindak sesuka hatimu!"Tanya dari Papa Andromeda dengan tegas dan berwibawa.
"Tapi Papa ,biarkan dia masuk dalam kelasku ya aku berjanji tak akan keluar gedung lagi !"
Kata Andromeda kepada Papanya sambil memohon penuh belas kasih.
"Kau ini,seharusnya kau sedikit menghargai keputusan Nona kecil ini, aku rasa aku malu !"
Kata Papa Andromeda sambil menyeringai agar dia tidak seperti anak-anak yang suka merengek kesana kemari.
Akupun tersenyum melihat kelakuan dari tuan muda Andromeda ini yang semakin hari pun menjadi-jadi ,lebih kekanakkan di bandingkan dengan Willy , putra dari Dokter Andrea yang masih 5 tahun.
"Baiklah."Kata Andromeda kecewa sambil meruncingkan bibir merah yang seksi itu.
"Oh ya jangan lupa kalau aku menitipkan putraku kepada Nona kecil,kurasa aku tidak bisa setiap hari memantaunya,dan kau boleh mendisiplinkan dia sesukamu!"Kata Papa Andromeda kepadaku sambil tersenyum.
"Baik tuan saya akan mendisiplinkanya !"
Jawabku dengan tegas agar dia bisa aku disiplinkan
"Hei , kalian berdua ini bekerja sama untuk mengerjaiku!"Kata Andromeda padaku sambil memasang wajah memelas agar Papanya memaafkannya.
"Oh,ya tuan bolehkah saya berpamitan, saya rasa sudah siang waktunya pulang Sekolah!"
Kataku kepada Papa Andromeda sambil menundukkan badan pergi keluar pintu ruangan.
"Iya silahkan."Jawab Papa Andromeda.
Andromeda mengikutiku dari belakang .
"Hei tunggu aku !"Kata Andromeda sambil mengejarku.
Kami pun berjalan bersama-sama menuju ruang parkir. Saat perjalanan melewati taman, kemudian Andromeda menarikku untuk duduk
Di depan taman sekolahannya yang sangat luas.
"Hei kenapa kau menolaknya?,seharusnya kau menerima, jadi kita akan menjadi teman satu kelas," ujarnya sambil tersenyum manis.
"Apakah kau tak menyukainya jika duduk di sampingku ?"Tanya dari Andromeda sambil melihat taman di sekeliling.
Angin sepoi-sepoi pun menerpa kami yang sedang duduk saat itu,silir-silir dan membuat sejuk perasaanku, lalu sambil mengamati pemandangan yang sangat indah di taman ini.
Mungkin karena taman di Sekolahanku tak seindah dan seluas ini. Jadi aku pun merasa kagum dengan keindahannya.
"Hei jawablah ,jangan diam saja!" Kataku pada Andromeda kepadaku sambil menatapku.
"Janji apa?"Kata Andromeda kepadaku sambil menatap mataku penuh perasaan.
"Ehmmm... kau harus patuh kepadaku!"Kataku kepadannya sambil melihat pemandangan taman yang sangat indah .
"Baiklah."Kata Andromeda .
"Kau harus berhenti merokok, dan berhenti minum-minuman keras,berhenti sesukamu membolos" Ujarku pada Andromeda ini
"Dan masih banyak lagi apakah kau masih mau mematuhinya!" Kataku pada Andromeda dan menatap matanya aku ingin mengetahui ekspresi wajahnya.
Bola matanya itu sangatlah indah , namun bergerak kekanan-kekiri menandakan dia itu masih berfikir , apakah dia mau berjanji dan mematuhiku.
"Baiklah ,namun tidak untuk berhenti merokok aku tidak bisa !"Kata Andromeda kepadaku.
"Huuu... kau ini!" Kataku sambil menyeringai.
"Apa benar kau mau merawatku?"Tanya dari Andromeda .
"Benar tapi kau harus menurut kepadaku!"
Kataku kepadanya.
"Baiklah aku akan patuh padamu" Kata Andromeda kepadaku.
🍁🍁🍁🍁
Di sisi lain
Sekarang di Rumah Sakit tempat Chelsea di rawat ,dia sedang kedatangan tamu beberapa orang pria yang tak di undang.Berbadan tegap dan besar-besar seperti preman .
Pria yang tinggi kekar itu pun memasuki pintu Rumah Sakit melihat Chelsea yang sedang berbaring di kamarnya.
"Oh , kau bersembunyi disini rupanya!"Kata pria tersebut sambil duduk di samping Chelsea dan menyeringai seperti seekor serigala yang akan memangsa korbannya.
Chelsea pun tampak ketakutan melihat pria tersebut. Dia terkejut kenapa pria ini bisa mengetahui tempat Chelsea di rawat.
"Hei dengar ,kau itu adalah milikku jadi jangan berharap bisa melarikan diri dariku!" Kata pria tersebut sambil menatap tajam Chelsea.
Chelsea sangat takut sekali,tapi dia tahu tidak ada gunanya melarikan diri darinya. Akhirnya pria tersebut pun membawa Chelsea pergi bersamannya secara paksa.
🍁🍁🍁🍁
Kembali ke cerita Putih dan Andromeda yang sedang mengobrol di taman. Mereka pun menuju tempat parkir saat ini.Beberapa saat pun mereka sudah sampai di tempat parkir.
Andromeda membukakan pintu mobilnya untuk Putih, dan memegangi kepalanya agar tidak terbentur atap mobilnya,setelah itu mereka masuk kedalam mobil Andromeda.
Saat Andromeda memiringkan badanya mengahadap Putih,dan bertujuan untuk memasangkan seatbelt, wajah mereka tidak sengaja saling beradu pandang satu sama lainnya , dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Andromeda untuk adegan yang lebih romantis.
Jantung mereka saling berdentum satu sama lainnya,seperti bunyi genderang yang ditabuh
dag...dig...dug...dag...dig... dug... dag...dig...dug...dan semakin cepat.
Wajah Andromeda pun semakin intens dan mendekati wajah Putih yang sangat polos itu,
semakin mendekat dan semakin mendekat lagi.
Dan mereka pun bisa saling merasakan nafas mereka masing-masing saat itu. Dan nafas kedua sejoli ini pun bahkan tersengal-sengal sebelum beradegan romantis.
Di luar mobil ternyata hujan turun dengan lebatnya, juga karena cuaca hari ini tidak menentu , desiran angin dari celah mobil Andromeda tiba-tiba menyibak rambut Putih yang panjang dan terurai tersebut, sehingga menutupi wajah cantiknya.
Andromeda pun menyibak rambut Putih yang panjang terurai juga menutupi wajahnya dari kekasihnya itu dengan pelan-pelan dan penuh perasaan.
Mereka beradu pandang satu sama lain dan merasakan nafas mereka dengan sangat dekat saat ini.
Hawa dingin di luar pun seharusnya membuat mereka kedinginan, namun saat ini kedua pasangan kekasih ini merasa badanya sangat panas dan meneteskan keringat...di sekujur tubuhnya.
Bersambung....