The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
194 "Piknik di Pantai Pink Lombok Timur"



"Hahahahha bagus sekali Andromeda."Ucap dariku sambil tertawa lepas.


"Hei... ayo kita bergabung dengan mereka aku rasa lebih baik kita bersama-sama." Ucapku pada Andromeda agar kami bisa menikmati keindahan pantai bersama dengan teman- teman kami.


"Satu lagi ini, kau tahu dari banyaknya pantai yang aku kunjungi hanya satu pantai ini yang paling aku suka."Ujarnya dengan lembut lirih, dan sangat penuh perasaan.


"Oew, apakah pantai di Indonesia?"Tanyaku padanya.


"Benar disini aku menemukan, orang yang penting dan juga para sahabatku." Ujarnya lagi dan tersenyum manis penuh arti.


"Baiklah mari kita, menikmati pantai pink ini bersama-sama, Let's go!"Ujarku lagi kepada Andromeda sambil menarik lengannya agar bangkit, karena kami akan bergabung dengan para teman-temanku.


Dan dia pun menghentikan langkahku, dan diam sejenak aku pun melihat wajahnya itu kenapa pria ini tiba-tiba berhenti di tengah hamparan pasir.


"Apakah, dia sedang sakit?" Tanyaku dalam hati ini, dan bertanya-tanya sangat penasaran


"Dengar, aku selalu bicara jujur padamu, tanpa pernah berbohong, aku memang bodoh ya."


Ujar dari Andromeda sambil menitihkan air matanya dan menatapku.


"Jika aku berbohong, karena itu aku sangat amat takut kehilanganmu, ingat aku akan selalu mencitaimu paham."Ujar tiba-tiba dari Andromeda dan memelukku sangat erat.


"Iya , aku paham aku tak bisa bernafas." Ujarku padanya karena jantungku juga sudah mau meledak, dan tak bisa terkendali lagi.


Persi, Mutiara, Rion , Daniel , Anggara, dan Violette melihat kami tersenyum sangat amat senang, dan Aku merasa ada perasaan yang sangat amat sedih dan juga sangat bahagia.


"Kau serius, Andromeda apakah kau tak bercanda?"Tanyaku dengan suara lembut.


"Tentu saja ,gadis bodoh."Ujar Andromeda lalu dia pun tersenyum.


Dan gelang di tanganku itu jatuh, dengan tiba- tiba.


"Hei, gelangku jatuh aku mau memungutnya ya,"ujarku pada Andromeda dia pun melepas pelukkanya, namun dia melayangkan bibirnya itu kepada bibir Putih. Dengan perlahan-lahan namun pasti.


Dan kecupan itu mendarat dengan rapi dan juga mulus, di bibir Putih seakan Bumi ini berhenti sejenak kenapa aku merasa ciuman ini adalah hal yang sangat spektakuler bagiku


Aku rasanya ingin terbang,namun Andromeda pergi setelah memberi kecupan di bibir Putih karena dia sangat amat bahagia, kenapa dia tiba-tiba harus melayangkan kecupannya itu.


"Sialan, deabak... deabak."Aku mengambil gelang mutiara itu sambil, menahan jantung yang berlarian sana-sini dan juga membuatku mabuk kepayang.


"Kenapa pria itu melakukan hal sesukanya?, aku mau pergi saja aku malu."Ujarku namun dalam hatiku saja sambil berjalan.


"Hei, gadis lamban kemarilah!"Seru dari tuan Andromeda, dia seolah-olah tak terjadi apa- apa tapi aku sudah panas dingin.


"Sialan... kenapa pria ini selalu saja bertindak sangat cepat." Ujar dari Putih namun dalam hatinya saja.


"Lagi-lagi dia itu,"Ujarku namun dalam hatiku saja.


Aku pun menghampiri mereka yang sedang asyik bermain. Aku lihat Persi dan Mutiara sangat suka dan membuat istana pasir yang sangat indah sekali.Aku ikut serta Violette juga mau ikut bermain dengan kami saat ini.


"Hai, Putih apa yang sudah kau lakukan pada Andromeda?, aku lihat dia sangat berubah." Ujar dari Violette sambil melihat wajahku.


"Aku tidak melakukan apa-apa, aku hanya ada saat dia terluka dan juga ada saat dia akan bahagia."Ujarku pada Violette saat ini dan menatap wajahnya, kulihat dua bola matanya bulat sempurna.


"Kau sangat suka,Andromeda?"Tanya Violette dengan tiba-tiba sambil mengamati wajahku.


"Dengar, Andromeda selalu menghindari para gadis, bahkan adik Rion mirip denganmu." Ujar dari Violette sambil mengamati wajahku.


"Entahlah, Violette aku tidak paham mungkin perasaan orang tidak bisa di paksakan." Ucap dari bibirku dan aku pun berusaha membaca perasaanku apakah aku ini benar-benar suka atau hanya perasaan yang aneh saja sebatas lewat dan mampir .


"Aku rasa perasaannya sangat tulus, aku hafal dan tak terlalu suka dengan Andromeda." Ujar dari Violette padaku sambil memanyunkan bibirnya yang seksi.


"Kenapa kau tak menyukainya?"Tanyaku pada Violette dengan sanagat amat penasaran .


"Ya karena, dia selalu mementingkan dirinya sendiri tak mau menghargai pendapat orang lain." Ujar Violette padaku dengan sangat serius sekali . Tetlihat raut wajahnya sangat sebal.


"Jika dia sudah mau menghargai pendapat orang lain,apakah kau tidak membencinya?"


Ujarku pada Violette sambil tertunduk .


"Ehmmm, entahlah aku rasa Andromeda ini sangat menyukaimu."Ujar dari Violette pada diriku, membuat aku semakin tak kuat merasa jantungku akan lepas. Dag dig dug tak karuan


"Hei, apakah kalian sedang curhat?"Tanya Persi dengan tiba-tiba memotong percakapan kami ini.


"Kami sedang berbincang-bincang Persi." Ujarku pada Persi sambil tersenyum manis.


"Aku ikut juga dong, "ujar dari Mutiara sambil melihat wajah kami bertiga.


"Hahahahaa..Kepo ya." Aku pun tertawa lepas karena mereka bertiga sangat lucu sekali.


Kami berempat main pasir dan juga saling mengobrol dengan asyik.


Nampak dari kejauhan terlihat para pria itu, sedang berenang dan juga mereka sangat menikmati liburan kami saat ini, liburan yang panjang dan sangat menyenangkan.


"Hei, Andromeda kenapa kau tidak terkena bantingan Judo Putih?"Tanya Daniel dan dia tersenyum setelahnya.


"Sialan apakah kau melihatnya?" Ujar dari tuan Andromeda ini dan menatap lekat Daniel


"Tentu saja, kami yang disini melihat, dan kau lari iya kan?" Tanya Daniel dengan Kepo nya.


"Aish, Kakak ipar bagus sekali dia itu gadis bodoh kak, hihihi."Ujar Anggara yang manis itu sambil meringis dan kepo yang sudah menyaksikan adegan romantis yang tipis di Pantai Pink Lombok Timur ini.


"Iya, aku bilang sudah jujur, dia menganggap aku ini menggombal dasar gadis lamban." Ujar dari Andromeda kepada Daniel dan Anggara.


"Hihihihi..."Tawa Daniel, Anggara, dan juga Andromeda.


Mereka bertiga meringis dan cekikikan serta menertawakan ya kebodohanku, dan mereka sangat senang sekali. Namun tidak dengan Rion karena dia sangat Introvert dan tidak mau banyak bicara jika sedang berkumpul.


Karena Rion akan bicara secukupnya saja,dan akan membicarakan hal yang akan dianggap nya hal penting-penting saja. Jika itu hanya bercanda maka ia akan diam dan menjadi pengamat saja dan ikut-ikutan agar terlihat bisa beradapatasi juga.


"Hei, kakak ipar ayo kita snorkling melihat keindahan bawah laut, aku rasa kau akan suka." Ujar dari Anggara kepada Andromeda.


"Tentu saja, apakah Putih akan suka dan bisa berenang juga?"Tanya Andromeda kepada Anggara dan Daniel saat ini.


"Tentu saja dia mahir berenang, namun tak pernah snorkling kak."Ucap dari Anggara dan tersenyum karena harapan dia untuk piknik bersama dan snorkling akan menjadi nyata.


"Benarkah, aku akan mengajarinya."Ujar dari Andromeda dan berjalan menghampiriku.


Bersambung....