
Mysophobia ketakutan yang berlebihan,dan tidak masuk akal terhadap bakteri, kotoran debu, kuman ,dan juga infeksi penyakit.
Penyakit takut kotor ini di kenal sebagai fobia kuman(germophobia).
Penderita biasanya mengalami ketakutan hebat,gemetaran,sesak nafas, berkeringat
detak jantung menjadi lebih cepat dan juga sampai pingsan.
Seseorang yang memiliki Mysophobia bisa menangis dan menjerit ketakutan ketika dia terkena kotoran (barang yang di anggap sangat kotor).
Penderita penyakit ini harus sering mencuci tangan bertujuan untuk membasmi kuman penyakit pada tubuh atau tanganya.
Penyebab Mysophobia , pernah mengalami peristiwa traumatis dengan kuman dan benda lainnya, penyakit bawaan, dan menganut paham super bersih dan takut pada
Hidup terlalu higienis dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit, begitu juga dengan pemakaian produk antiseptik dan anti bakterial lainnya.
Cara menyembuhkannya,
*Psik**oterapi* dengan konseling bisa membantu seseorang fobia tertentu, menghadapi rasa takutnya.
Pada saat terapi ,terapis akan membantu pasien untuk mengendalikan pikirannya.
Minum obat,walaupun terapi cukup ampuh mengatasi takut pada kuman.
Namun obat-obatan terbukti lebih ampuh untuk meredakan kecemasan dalam jangka pendek.
Merubah gaya hidup,misalnya tetap aktive bergerak,makan-makanan yang bergizi,ikut olahraga seperti yoga agar bisa memusatkan kensentrasi membantu merilekskan fikiran.
Kurangi konsumsi kafein,kopi dan minuman berenergi.
Lanjut pada percakapan Rion dan Putih.
"Apakah kau mengenal Andromeda?"Tanyaku pada Rion penasaran.
"Aku bersahabat denganya sejak saat kami kecil, dan tak berhubungan lagi dengannya saat aku kelas 2 SMP,"ucap Rion dengan lirih.
"Aku selalu bersamanya,dulu kami selalu satu Sekolahan mulai dari TK SD sampai SMP di Sekolahan Elite milik Papa Andromeda." Kata Rion menjelaskan.
"Apakah mysophobiamu,berhubungan dengan Andromeda?"Tanyaku kepada Rion dengan penasaran.
"Iya,dulu aku normal tidak seperti sekarang, setelah kejadian tersebut aku mengidap ini mysophobia,"kata Rion sambil menunduk.
"Aku menjalani terapi di Manhattan,dan ini sudah tidak terlalu parah menurutku biasanya jika aku depresi,aku seperti orang yang tak terkendali,dan mengamuk seperti orang gila! "Kata Rion terlihat matanya berkaca-kaca.
"Apa Andromeda tahu kau terkena penyakit mysophobia ini?"Tanyaku pada Rion dengan sangat-sangat penasaran.
"Mungkin,kau bisa tanyakan kepadanya?"Aku dengar kau menjalin hubungan denganya.
"Apakah kau tak takut ?,hubungan yang bisa membuat dirimu terluka ini."Kata Rion sambil menatap kedua bola mataku kulihat wajahnya terlihat sangat khawatir sekali.
"Aku tak mengerti kenapa kau mengatakan ini?,setahuku Andromeda tidak seperti itu!"
Kataku pada Rion sambil menjelaskannya.
"Lebih baik kalian berbaikan saja,dan tidak usah saling merajuk."Kataku pada Rion sambil memanyunkan bibirku.
"Menurutmu begitu,kau belum tahu perangai anak itu sesungguhnya bagaimana?,dan kau belum tahu rasanya kehilangan orang yang sangat kau kasihi,apalagi kehilangan saudari kandungku sendiri!"Kata Rion menjelaskan kepadaku agar aku menjauhi Andromeda.
"Kau punya adik perempuan?"Kataku pada Rion.
"Punya,tapi sudah tiada, dia adalah saudara kembarku"Ucap Rion sambil berkaca-kaca.
"Hemmm sudah meninggal kapan?"Tanyaku penasaran.
Sebelum Rion menjawab pertanyaanku dan ternyata Andromeda sudah masuk ke dalam kelas, kemudian menghampiri kami.
"Aku mencarimu dimana-mana,kenapa kau tak berlatih judo?"Kata Andromeda sambil tersenyum, dia tak menyadari Rion ada di sebelahku.
"Hari ini aku tidak ada jadwal kelas judo."
Ujarku kepada Andromeda .
Beberapa detik kemudian Andromeda yang mendekat sudah menyadari Rion yang ada di sebelahku.
"Hei kamu,sedang apa kau disini?" Tanyanya pada Rion.
Dan sorot matanya tajam pun menyala serta menyeringai.
"Menurutmu aku sedang apa?"Kata Rion membalas pertanyaan Andromeda dengan ekspresi menantang untuk berkelahi.
Dan keadaan mulai agak memanas karena keduanya tidak terlalu akur.Aku berinisiatif membawa salah satunya pergi.
"Sudah jangan bertengkar disini ya?, ayo kita jalan-jalan cuacanya sangat indah hari ini apa kau mau?"Aku mengalihkan perhatian mereka
Karena kulihat mereka bersitegang, lalu aku menarik lengan Andromeda.
"Ayolah... kumohon?"Permohonan Putih pada Andromeda.
"Baiklah."Kata Andromeda dan kami pun pergi meninggalkan Rion .
Sesampainya di parkiran mobil dia terlihat marah sekali.
"Apa kau, duduk di sebelahnya?"Tanya tuan muda Andromeda sambil melotot kepadaku.
"Iya kenapa memang?,aku dengar dia juga temanmu?"Kataku kepada Andromeda.
"Sudah aku bilang jangaann berduaan dengan lelaki lainnyaaaa!!, apakah kau tak mengerti ucapankuuu!!!"Dia berteriak kepadaku sambil memegangi bahuku dengan sekuat tenaga, dan mengguncang-guncangkan bebarapa kali.
Matanya sangat menakutkan.Aku baru kali ini di marahi olehnya sampai bulu romaku berdiri semua .
"Duakkkk...!"Dia menendang mobil sportnya.
"Siaaaal....siaaalll...siaallll!"Dan mengumpat.
Akupun tak berani berbicara,aku memberinya waktu untuk dia bisa menenangkan dirinya dan mengendalikan emosinya yang meluap.
Tapi jantungku hampir lepas karena teriakan, dan dia menendang mobil sportnya sampai penyok di bagian pintu.Aku menelan selivaku dan mematung teringat perkataan Rion.
"Kau belum tahu perangai anak itu yang sebenarnya!" Ujar dari Rion dikala itu.
"Apa yang harus kulakukan dia sangat marah karena melihat Rion,aku tak berani bertanya?"
Kataku dalam hati dan aku memilih diam.
Namun beberapa menit kemudian dia pun tiba-tiba memelukku, menangis di bahuku.
"Maafkan aku ya,apa aku menakutimu?"Kata Andromeda meminta maaf kepadaku.
"Tidak jika kau ingin menangis,menangislah tidak apa-apa!"Kataku kepadanya dan aku berpura-pura tidak takut kepadanya,sambil menelan selivaku,sebenarnya aku sangat takut kenapa bisa semarah ini kepadaku.
Dan sambil duduk aku melihatnya mengambil ro*** di saku celananya dan pergi menjauh dariku.
Aku sebenarnya sangat takut, kenapa dia sangat semarah itu, dan melampiaskan kemarahannya kepadaku,akupun memberi waktu lagi.
Duduk diam menunggu dengan tenang. Dan
Setelah 30 menit dia kembali mendekatiku.
"Ya Tuhan,semoga dia tak marah lagi."Kataku dalam hati aku sangat takut sekali.
"Ayo kita main di rumahku saja,dan kau bisa mengendarai sepeda di taman atau membaca di ruang baca Papaku."Kata Andromeda kepadaku.
Sebenarnya aku ingin pulang saja untuk hari ini,namun kulihat dia masih sedikit marah,jadi aku tak berani menolaknya.
"Baiklah,kalau itu maumu,minum ini kau pasti haus?"Kataku sambil memberikan air mineral kepada Andromeda.
Berharap air ini bisa meredam, mendinginkan pikirannya.
"Trimakasih!"Kata Andromeda kepadaku dan minuman satu botol itu diminumnya dalam sekali teguk saja.
Aku menelan selivaku lagi,takut kalau-kalau di masih marah kepadaku,pintu mobilnya pun di buka kemudian dia memegangi kepalaku takut aku terbentur mobilnya,dan menutup pintu mobilnya menuju tempat duduk kemudi.
Bersambung...
Walaupun dan meskipun ini hanya cerita fiksi dari author harap bijaksana dalam membaca