
Gambar penampakan dari tempat makan malam kami bernama Galaksi Restaurant.
Aku dan Andromeda turun dari mobil,setelah itu Andromeda memanggil seorang pelayan.
"Hei kemarilah ini kuncinya!"Ucap Andromeda sambil memberikan kuncinya pada pelayan yang sedang berada di depan pintu restoran itu.
"Baik tuan,"jawab pelayan tersebut sambil mengendarai ferrari merah Andromeda dan menuju tempat parkir.
Tanganya yang besar itu lalu menggenggam lembut jari-jemariku itu sambil mengajakku masuk ke dalam restoran ini,dan aku sangat takjub dengan keadaan di dalam sini,bahkan dalam mimpi pun aku tak pernah sama sekali bisa melihat keindahan restoran yang sangat berkelas ini.
"Ya Tuhan,apakah ini mimpi?"Tanyaku dalam hati sambil menelan selivaku.
"Kalau ini memang benar-benar mimpi aku tak mau bangun,biar aku dalam dunia mimpi ini saja."Ucapku pada diriku sendiri namun dalam hatiku ini.
"Hei,apakah kau melamun?"Tanya Andromeda kepadaku sambil menatapku dengan penuh perasaan.
"Sebentar lagi kita akan sampai ok,apakah kau gugup?"Tanya pria disampingku sambil meledekku,karena dia tahu aku tidak pernah sekalipun pergi ke tempat seperti ini.
"Tentu saja tidak,untuk apa aku gugup?"
Kataku pada Andromeda sambil menatap wajahnya yang sangat sumringah.
"Lihatlah kita sudah sampai, ini tempatnya!" Katanya sambil memperlihatkan tempat untuk makan malam hari ini.
Ini dia tampak dari dalam sangat romantis, cocok untuk pasangan kekasih pergi Candle Light Dinner,dan menghabiskan waktu .
Sangat elegan,berkelas,mewah,mahal,intens.
Tampak dari dalam pemandangan sangatlah indah,bisa melihat beberapa gedung pencakar langit,serta rumah pemukiman yang tertata rapi seperti miniatur.
Awan yang mulai gelap membuat suasana dalam restoran sangat romantis.
Aku tertegun untuk beberapa menit dengan pemandangan membuat jantung berdesir.
Fikiran tak karuan kacau balau,serta memang sungguh spektakuler,tidak apa-apa walaupun ini nyata atau tidak nyata.
Saat kami duduk ternyata ada seorang wanita yang menghampiri kami,dia melangkahkan kakinya perlahan-lahan dari pintu depan lalu dia pun sampai di dekat kami sekarang .
"Tap...tap...tap..."Langkah kakinya semakin mendekatiku akhirnya dia tepat di depanku saat ini.
"Hei,adik kecil kau ini berkencan dengan berandal ini?"Tanya Dokter Sharon sambil mencibir Andromeda.
Ini visual dari tokoh wanita Dokter Sharon
"Iya kak,aku sedang libur,dia mengajakku keluar untuk makan malam."kataku ke Dokter Sharon sambil melihat parasnya semakin glowing saja.
"Em...pantas saja lihat berandal ini sangat sumringah."Dokter Sharon sedang meledek Andromeda dan meliriknya tajam.
"Ckk,lihatlah tampangmu!,perawan tua jangan menatapku tajam?, urus urusanmu sendiri!"
Seru Andromeda memalingkan mukanya dari Dokter Sharon.
"Aish...,berandal tak tahu sopan santun jaga mulutmu itu!"Ucap Dokter Sharon pada tuan Andromeda sambil memonyongkan bibirnya yang seksi itu.
"Terserah aku saja, dan seharusnya kau itu tak kemari, kenapa mengekor!" Sambil mencibir .
"Siap yang mengekor?, kau kira kau ini siapa ckkk?" Dokter Sharon melirik dengan marah.
"Apakah Dokter Sharon akan makan malam juga?"Tanyaku penasaran sambil mengamati sekeliling.
"Ehm..aku sedang ada janji dengan pria, dia itu ,ya Dokter Andrea sebentar lagi dia akan datang."Ucap dari Dokter sharon tersenyum kepadaku.
Dan Dokter Andrea pun ternyata sudah masuk ke dalam restoran ini dan mendekati kami.
"Put apa kalian berkencan?"Tanya dari Dokter Andrea kepadaku,sambil tersenyum sangat manis seperti kue lapis legit .
"Iya Dokter,"jawabku dan tersipu malu,karena ketampanan yang ia miliki,serta santun budi pekertinya membuatku terpesona.
Inilah visual dari sosok Dokter Andrea yang berperawakan tinggi 185 cm,kekar maskulin
tampan rupawan, duda anak satu, dia setia dengan almarhum istrinya yang sudah tiada.
Dokter Andrea selain baik dan sopan dia itu selalu menjaga perkataanya, dan juga selalu menjaga perasaan orang lain juga agar tidak tersinggung, walaupun dia seorang Dokter .
Dia sangat rendah hati tak pernah merendah kan orang lain. Maka dari itu Dokter Sharon tak bisa memalingkan perasaanya itu pada orang lain.
Tetap saja menjaga hatinya itu pada Dokter Andrea sampai sekarang, terlihat jelas Dokter Sharon saat menatap lekat Dokter Andrea tanpa berkedip sama sekali, setelah itu dia tersenyum sangat sumringah. Dan bahagia.
Andromeda tahu bahwa aku sedang melihat Dokter Andrea dengan tersipu, tiba-tiba dia pun menarik lenganku, aku pun sudah ada di belakangnya.
"Hei Pak duda,kenapa kau kesini dimana kaca matamu?"Tanya Andromeda pada Pamannya sambil menatapnya tajam.
"Aku memakai softlens,karena kaca mataku pecah terjatuh kemarin di kamar mandi,"jawab Dokter Andrea dengan santun walaupun keponakannya yang satu ini tidak punya sopan santun sama sekali.
"Kenapa kau membuntutiku?,seharusnya kau pergi makan malam di restoran lainnya!"Ujar Andromeda dengan sangat sebal kepada pamannya.
"Hei,jagalah sopan santunmu itu!"Ucap dari Dokter Sharon karena Andromeda sudah kelewatan kepada Dokter Andrea.
"Aku berbicara fakta,apa aku salah?,pamanku kan seorang duda."Kata Andromeda kepada Dokter Sharon sambil menatapnya tajam.
"Aissh,dasar berandal mau ku hajar kau?"
Gertak Dokter Sharon kepada Andromeda sambil melayangkan tanganya ke wajah Andromeda.
Namun di tangkis dengan sangat cepat oleh tuan muda yang tidak punya tata tertib ini khususnya mulutnya itu.
"Sudah biarkan saja Sharon,"ucap dari Dokter Andrea kepada Dokter Sharon agar mengalah pada Andromeda.
Karena Dokter Andrea sangatlah penyabar berbudi pekerti,walaupun dia sudah sering sekali di ledek oleh keponakkannya namun dia tetap saja tak ambil pusing, tetap sabar menghadapinya. Serta terkadang juga dia mengabaikannya.
Namun berbeda dengan Dokter Sharon yang nampak sangat geram akan tindakkan pria muda di sampingnya, Dokter Sharon sesekali menyeringai dan ingin menghajar Andromeda
Dokter sudah sangat hafal perangai, paman dan keponakan ini mereka berdua, punya sifat yang sangat berbeda satu sama lainnya, dan tak heran kalau Dokter kurang menyukai dia yang selalu mengeluarkan kata-kata kasar.
Memang benar,jika tetap bersikukuh dengan makhluk seperti ini tak akan ada untungnya malah akan menambah beban fikiran.
"Wah sangat pas,pasangan serasi duda dan perawan tua seprofesi dan satu misi,sudah jangan lupa beri undangan kami ok!"Tukas Andromeda dengan sangat serampangan.
"Astaga naga,kau seharusnya mempunyai sedikit sopan santun jangan seperti itu dia adalah pamanmu,"kataku pada Andromeda sambil meliriknya.
"Kau jangan ikut-ikut,ini urusan keluarga!"
Ucap Andromeda dengan sebal karena aku memihak Dokter Sharon dan Dokter Andrea.
"Berandal ini, kau harus merubah sikapmu, dan dia itu kan pamanmu."Sambil manyun.
Bersambung....