The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 148 PERSAMI 4 "Lomba Memasak"



"Apa yang kalian masak tunjukkan padaku?" Ucap Riko pada ketua regu tersebut sambil melihat para pria sedang kacau balau,karena mereka tidak terbiasa dengan yang namanya masak memasak.


"Kami memasak tahu bakso goreng kak."


Jawab ketua regu itu sambil membawa sepiring tahu bakso goreng yang masih hangat,baru keluar dari wajan penggorengan.



Ini adalah gambar tahu bakso goreng bikinan para regu pria,tentunya jika memasak ini pasti mereka akan kalang kabut,walaupun demikian para pria ini sudah bagus karena mau berusaha untuk bersikap sportiv dan melakukan kegiatan dengan baik dan benar.


"Wah lumayan enak sekali, crispy di luar lembut di dalam."Kata dari Deni kepada ketua regu itu setelah mencoba tahu bakso tersebut.


"Cobalah,kau tak mau?"Tanya Deni pada Riko, Leo,dan Erick.


Ternyata mereka semua menyukai dengan makanan ini.Tapi tidak untuk Rion dia tetap mematung bak Patung ,membisu seribu bahasa.


Setelah para Anggota OSIS sudah menilai rasa serta penampilannya,mereka pun melanjutkan perjalanannya ke regu lainnya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Di sisi lain dirumah sakit tempat Andromeda di rawat,karena masih belum sembuh benar


dia di larang Dokter untuk berkeliaran,tapi ya tau sendiri namanya laki-laki tidak ada yang patuh pada sebuah peraturan sekalipun,dia pun berganti pakaian berencana menyusul gadis yang sedang mengadakan acara MOS tahunan itu,karena dia sedang kesepian .


Sebelum ia keluar ternyata ada seorang pria yang dimana dia adalah seorang kepercayaan Andromeda,dia terlihat sangat maskulin dan tampan serta juga jago dan ahli beladiri,dia pun masuk kedalam kamar Andromeda.


"Tuan muda,aku mau melapor."Tukas seorang pria kepercayaan Andromeda dengan tegas.


"Baiklah katakan,apakah orang itu suruhan orang lain,apa Mamaku?"Tanya Andromeda dengan sangat amat serius,sorot mata tajam penuh intrik, menatap pria kepercaayannya.


"Kalau,yang saya tahu,Diego masih berada di Indonesia Tuan Muda,saya mengeceknya keluar masuk di Bandara Internasional tidak ada perjalanan." Ujar dari orang kepercayaan Andromeda ini.


"Hei,Pedro bagaimana kalau orang yang berani menusukku?"Tanya Andromeda pada Pedro sambil menatap kedua bola matanya dengan sangat serius dan tajam.


"Em...orang itu sangat lihai,dia mengambil titik buta,jadi dia tidak tertangkap CCTV,aku kira ini sebuah konspirasi."Jawab Pedro dengan bijak.


Andromeda pun mendengarkannya dengan seksama,sambil fokus mencerna tiap kata atau laporan Pedro kepadanya.



Ini adalah gambar visual Pedro,seseorang yang di percaya oleh Andromeda, memakai jaket hitam topi hitam agar menyamarkan saat malam hari tiba.


Pria ini selalu melakukan hal yang di suruh oleh Andromeda,tak pernah sekalipun gagal,


karena dia adalah mantan dari pasukan elite khusus sudah tak berkerja lagi.


Kecakapan dalam bidang beladiri,seni tembak, ahli menumbangkan berbagai macam musuhnya.


Jika dia sudah di utus oleh tuan muda ini pasti akan menjalankan perintahnya tanpa sedikit celah dalam misinya,diberantas tak bersisa.


Pedro amat lihai dalam berstrategi,dia pasti mempunyai segudang cara untuk bisa dapat mengalahkan semua musuhnya tanpa takut terluka atau mati sekalipun.


Baginya tuan mudanya ini adalah seorang panutannya,dia sudah ikut Andromeda mulai dari kecil,namun sebagai bayangan jarang nampak agar menyamarkan serta membuat musuh sedikit lengah.


"Berarti sudah di rencanakan dari awal,baiklah coba kau periksa kamera mobil di area parkir!"


Perintah tuannya itu fokus membayangkan solusi masalah ini.


"Aku rasa,semua mobil yang ia lewati pasti ada yang menangkap wajahnya walaupun buram." Andromeda menatap Pedro dengan lekat, orang kepercayaannya itu.


"Baik Tuan Muda, lagi jika CCTV masih tidak menangkap pria yang menusuk,ini sangat pasti di rencanakan dengan sistematis."Ujar Pedro pada Andromeda dengan tatapan serius .


"Aku sangat paham,laporanmu bagus jika ada perkembangan kau hanya perlu menghubungi diriku saja ok!"Perintah Andromeda dengan sangat amat tegas.


"Baik Tuan Muda."Ujar Pedro pada tuannya ini.


"Dan lagi,jika kau sudah menemukan orang yang sudah menusukku,maka aku mau kau mengawasi Putih,karena dia dalam bahaya!" Ujar Andromeda pada Pedro agar mau lebih waspada dengan tindakannya.


"Pada saat mengintai memang ada orang yang mengawasi Nona Muda."Laporan Pedro pada tuannya saat ini.


"Oh, ya baiklah ckk aku paham kau boleh pergi!" Ucapnya pada Pedro sambil menekuk kedua alisnya yang tebal, dan menyeringai .


🍁🍁🍁🍁🍁


Kembali ke sekolahannya Putih yang masih mengadakan lomba memasak.


"Hei adik kelas kau memasak apa?"Tanya Putih pada regu berikutnya.


"Ehm... kami memasak ayam geprek kak,mau silahkan coba."Tukas ketua regu tersebut pada diriku agar aku mencobanya.


"Aline,Shinta bolehkah aku memakannya?"


Ucap dariku kepada Aline dan Shinta agar aku di perbolehkan makan ayam geprek ini,aku rasa enak sekali.


"Silahkan Ketua OSIS."Jawab Aline kepadaku sambil tersenyum manis.



Ini adalah gambar masakan dari regu lainnya.


Yaitu ayam geprek.


Karena aku di perbolehkan oleh Aline,untuk mencicipinya maka aku mengambil alih ayam geprek ini.


"Bagaimana rasanya?"Tanya Shinta penasaran.


"Lumayan,agak pedas coba saja."Tukasku pada mereka berdua Shinta dan Aline.


Mereka berdua menikmati ayam geprek ini dan sambil tersenyum senang karena disamping bisa menjadi juri,atau panitia lomba memasak ternyata bisa makan gratis.


Setelah Aline dan Shinta memberi penilaian maka kami pun melanjutkan pergi ke regu berikutnya.


"Ayo,kalian memasak apa?"Tanya Aline pada ketua regunya.


"Kami memasak soto ayam sepesial silahkan di coba."Jawab ketua regu itu tersebut sambil membawakan satu mangkok soto masih hangat dan fresh lengkap dengan jeruk nipis.



Ini adalah gambar masakan adik kelas atau regu lainnya,soto ayam spesial pake telor dan jeruk nipis.


"Wah,enak sekali kau ini memang pandai sekali memasak adik kelas,apakah kau ingin menjadi seorang Chef?"Tanyaku pada ketua regu ini.


"Iya,kakak."Jawabnya sambil tersenyum lebar.


"Wah pas sekali,sangat enak dan aku rasa kau pasti menang."Ujarku padanya agar semakin bersemangat dalam dunia memasaknya.


"Terimakasih kakak."Jawabnya sambil tunduk dan memberi hormat kepadaku.


"Aish,biasa saja."Ucapku kepadanya sambil berjalan pergi bersama Aline dan Shinta,saat pergi Aline dan Shinta protes padaku.


"Kau ini Ketua OSIS jangan bilang begitu,nanti kalau dia kalah bagaimana?"Tanya Shinta padaku dengan penasaran.


"Hahhahahhahahahhahahahahhaha."Tawaku


"Dia kalah atau tidak,tak akan masalah karena namanya orang suka atau cinta tidak di ukur oleh kemenangan ."Ucapku pada Aline dan Shinta agar dia paham.


Arti suka dan cinta pada dunia seni lainnya bukankah seharusnya demikian.


Walaupun menyukai sesuatu lebih baik tidak berlebihan sewajarnya saja, juga menyelami sesuatu dunia yang kita idam-idamkan itu harus realistis dan tak beraharap banyak juga tak terjerumus serta kita tidak boleh terjebak dengan kata-kata.


Bersambung...