
Buku paling mahal di dunia adalah The Codex Leicester karya Leonardo da Vinci. Buku ini setebal 72 halaman ini berisi pemikiran dan teori berbagai macam topik hangat, seperti pergerakan air , mengapa bulan bersinar,dan bahkan teori tentang fosil.
Pada tahun 1717,manuskrip itu di beli untuk pertama kalinya oleh Thomas Coke,kemudian pada tahun 1980 naskah itu jatuh ke tangan kolektor seni Armand Hamer.
Namun pada tahun 1994 buku tersebut di beli oleh Bill Gates dengan seharga ** juta Euro/Sekitar Rp.***,. miliar.
Buku paling tebal di Dunia yang tercatat di Guinnes World Records adalah buku berjudul Shree Haricharitramut Sagar. Buku ini yang memiliki ketebalan 496mm ini berisi tentang biografi dari Bhagwan shree swaminarayan.
Buku ini mencatat rekor sebagai buku paling tebal yang ada di dunia pada 2 febuari 2020 oleh Gyanjivandasji swami,seorang tokoh Gujarat.
Buku dengan jumlah kata paling banyak adalah Marienband of Love adalah novel terpanjang di dunia,dengan jutaan kata dan cerita yang di susun secara cermat oleh Mark leach, buku ini memegang rekor dunia dengan jumlah kata yang sangat banyak , yaitu **,8 juta kata dan 10.710 halaman.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjut ke cerita,
"Apakah benar ,hanya itu saja ,kau yakin?" Tanyaku kepada Anggara .
"Iya itu saja,kalau kau tidak percaya tanyakan kepada kakak iparku?"Kata Anggara dengan sebal kepadaku.
"Dasar berandal sialan,jika mulutmu masih saja seperti gadis biang gosip akan kulempar kau ke kandang singa!"Kataku pada Anggara sambil menggertaknya berharap dia takan mengulangi perbuatannya itu.
Beberapa menit kemudian Daniel pun masuk kedalam kelas,dan Anggara yang tahu Daniel babak belur,karena banyak luka lebam di tubuh dan mukanya itu sontak dia terkejut.
"Hei..!!!,Daniel kenapa mukamu?apakah kau habis dipukuli , cepat katakan padaku aku akan membalasnya untukmu!"Kata Anggara kepada Daniel bak pahlawan kesiangan.
"Apa benar kau mau membalas untukku,kalau begitu tunggu nanti siang dia akan kesini?"
Daniel duduk dan menaruh tasnya, raut wajah Daniel dangat sebal namun Anggara masih tidak tahu maksud dari Daniel
"Dasar Anggara,selalu saja mulutnya minta di gampar!"Kataku namun hanya di dalam hati.
Dan disisi lain ada Andromeda yang sedang bingung karena dia di beri sepucuk kertas bertuliskan Buku Tebal oleh kekasihnya itu.
Diapun berfikir keras apa yang di maksud gadis ini dengan tulisan tersebut. Karena dilihat dari karakter Andromeda yang agak serampangan .
Amburadul serta menggila bila di beri tata tertib tidaklah mungkin mengetahui maksud tersebut.
"Apakah dia mau aku menyerah padanya? dan
dengan mengirimi kata ini." Ujar Andromeda sambil mengamati tulisan tersebut di tangan nya.
"Apa dia mempersulitku,supaya aku behenti mendekatinya,atau ada maksud lain di balik tulisan ini?"Kata Andromeda sambil memutar kemudi mobil menuju sekolahnya.Setiba di sekolah dia memarkir di parkiran bawah.Dan pergi menuju kelasnya.
Walaupun dia berada didalam sekolah,namun fikiran Andromeda pun jauh tinggi melayang memikirkan tulisan Buku Tebal itu.
"Siaalan...!!! apa artinya? kenapa dia selalu mempersulit diriku?,kau pikir aku menyerah begitu saja?"Kata Andromeda bergumam dalam hatinya.
"Oh aku tahu,aku akan menelepon Papaku"
Kata Andromeda dan segera pergi ketempat yang sepi,agar tidak ada orang lain lagi yang mendengar percakapan Andromeda dengan Papanya tersebut.
"Hallo papa ,aku mau tanya?"Tanya dari tuan Andromeda kepada Papanya.
"Iya, kenapa tumben sekali?, oh iya dengarkan Papa sekarang ada meeting, bisakah nanti saja kita lanjutkan?"Kata Papa Andromeda.
"Tidak bisakah Papa mau meluangkan waktu sejenak saja ini juga sangat penting lho!" Kata yang keluar dari mulut Andromeda memohon kepada Papanya.
"Baiklah,apa katakan?"Kata Papa Andromeda.
"Apakah Papa tahu arti kata Buku Tebal?"Kata Andromeda dengan serius.
"Bingo,kenapa Papa bisa tahu?",padahal aku belum menceritakannya?"Kata Andromeda dan dia pun penasaran kenapa Papanya bisa tahu.
"Aku tak akan memberikan jawaban secara percuma,tapi aku akan membantumu dengan mempermudah agar bisa menjawabnya?"Kata Papa Andromeda secara bijaksana.
"Ayolah Pa,kenapa Papa mau bernegoisasi denganku?"Kata Andromeda pada Papanya
"Papa kan pembisnis,kenapa harus menjawab pertanyaamu secara percuma?"Kata Papa Andromeda dengan serius.
"Jika kau mau pulang ke Manhattan, baru aku akan menjawabnya dengan jelas." Tukas Papa Andromeda dengan amat bijaksana sekali.
"Baiklah berikan petunjuknya saja aku akan mencari jawabanya sendiri."Kata Andromeda dengan sebal karena Papanya mengajaknya bernegosiasi dengannya.
"Ingat ada 3 buku di atas ruang baca ,buku itu pelajarilah nanti kau akan paham putraku!"
Kata Papa Andromeda dan telepon segera di tutup oleh Papa Andromeda.
"Sialan, kenapa mereka bekerjasama ?"Seru dari Andromeda dengan sebal, ia menendang pot bunga yang ada di dekatnya, bahkan pot bunga yang tak punya dosa itu pun terkena tendangan ala kapten tsubatsa aka Pangeran Andromeda.
Disisi lainya Putih pun serta teman-temanya sedang mengikuti pelajaran olahraga mereka nampak belarian mengitari lapangan,setelah mengitari beberapa kali mereka tampak lelah begitu juga dengan Putih.
Putih pun pergi kekantin membeli air mineral kemasan dan meminumnya dengan cepat , saat dalam perjalanan kembali ke lapangan dia diberi sepucuk kertas oleh seorang anak kecil , Putih pun membuka kertas tersebut
Dan bertuliskan malam ini jam 01.00 harus tepat waktu di tempat biasanya.
Putih pun memasukan kertas tersebut lagi ke dalam saku celana olahraganya.Kemudian dia menghampiri Daniel.
"Manis , sini mendekatlah!"Panggil dari Putih kepada Daniel. Daniel pun mendekat dengan secepat kilat.
Putih pun lalu memberikan sepucuk surat tersebut kepada Daniel.
Dan Daniel hanya menganggukan kepalanya tanda ia tahu , namun tanpa sepatah katapun dia pergi meninggalkan Putih.
"Cerah sekali hari ini,aku ingin sekali makan es krim."Kata Putih sambil berjalan menuju lapangan basket.
Ternyata di lapangan Basket sudah banyak orang berkumpul , ada Anggara yang sedang bermain bola basket dengan timnya.
Ada juga siswa yang menonton karena guru mereka belum hadir,dan ada juga para gadis yang kurang kerjaan yang sedang menggosip seenak jidatnya.
Lalu Erick pun tiba-tiba menghampiriku dan mengajak ke ruang guru .
"Hei,ayo kita keruang Guru,kita di panggil Pak Armand!"Ajak Erick padaku tanpa basa-basi
"Baiklah ayo kita kesana bersama-sama!"
Kataku pada Erick kami berangkat bersama.
Dalam perjalanan ke ruang Guru , ada bola basket yang melesat cepat mengenai kepala Erick.
"Duaaaakkkk ...."
"Auwwww,sialan siapa beraninya?"Kata Erick mengumpat dengan keras, penuh amarah.
"Maaf ya kakak kelas,aku tidak sengaja bola ini melukaimu?"Kata Anggara menundukkan kepalanya agar Erick memaafkannya.
"Kau ini, untung saja hanya terkena kepalaku bagaimana kalau kena Putih?"Kata Erick pada Anggara dengan tegas.
Benar saja para gadis yang kurang kerjaan itu menyoraki kami "Huuuuuu..." dan setelah itu melanjutkan kegiatan gosip-menggosipnya.
Bersambung...