
Beberapa saat kemudian ternyata Daniel dan Andromeda masuk ke dalam kamarku.
"Hei, kau sudah siuman, ckkk kenapa kau saangat bodoh sekali?, kau tidak tahu hal itu sangat berbahaya."Ucap Andromeda padaku.
"Aku hanya menyelematkan ponsel, yang ada foto Ibu dan Ayah gadis itu."Ucapku pada Andromeda sambil menggaruk rambutku.
"Aku tahu, tapi kan sangat berbahaya pada dirimu itu, dasar bodoh."Ucap dari Andromeda
"Aish... kau ini, kalian darimana?"Tanyaku pada Andromeda dan Daniel saat ini.
"Aku dari kantin sedang makan, apakah kau lapar?"Tanya Daniel padaku dan tersenyum padaku.
"Aku tidak lapar, hanya ingin cari angin segar."
Ujarku pada Daniel sambil keluar kamar Rumah Sakit.
Aku pun keluar kamar, agar para lelaki ini bisa menyelesaikan masalahnya, lagipula jika aku ada di sini mereka tak bisa mengobrol dan leluasa, aku memberi sedikit ruang waktu.
Aku mencari udara dingin dan segar sambil berjalan menyusuri, Rumah Sakit ini ternyata sangat luas dan bagus, namun siapa yang mau tinggal, lebih baik hidup sehat dan bebas
Aku tahu perasaan Rion yang terpukul karena kehilangan adik kembaranya,dia mengalami shock berat, hingga Mysophobia dan dia pasti mengalami trauma, setelah kecelakaan, juga kehilangan adik satu-satunya, maka dari itu dia mempersalahkan Andromeda , menjadi kambing hitam, aku rasa mereka berdua itu hanya salah paham saja,ternyata kebenaran yang hanya separuh menyedihkan, dan juga seperti membaca buku namun pemahaman darinya masih belum maksimal ,kemudian ia menyalahkan bukunya atau bacaan itu salah.
Padahal kita manusia yang harusnya belajar, dan belajar lagi untuk berkembang kedepan nya dan juga tidak boleh berburuk sangka,dan pada siapapun juga tanpa terkecuali, jangan memanfaatkan keadaan dan orang lain untuk kepentingan yang merugikan orang lain ya.
Alangkah baiknya saling memaafkan, juga menjadi pribadi yang lebih baik lagi, karena di dalam perbedaan ada persamaan yang bisa menopang dan mempererat tali silahturahmi.
🍁🍁🍁🍁🍁
Andromeda dan Daniel duduk menonton TV dan, Rion dari kamar mandi keluar ,mereka saling tatap menatap Andromeda ini sangat marah, kenapa Rion bisa tiba-tiba muncul dari kamar mandi ini. Apakah di dalam kamar ini ada pintu kemana sajanya.Atau Doraemon saat ini ada di Rumah Sakit sedang di rawat.
"Kenapa kau ada disini?"Tanya Andromeda ke Rion sambil, menyeringai dan berdiri tegak seperti dewa Zeus yang mau menancapkan tombaknya.
"Aku kemari menghawatirkan Putih."Ucap dari Rion dan tertunduk setelahnya.
"He... untuk apa?,aku bisa menjaganya jangan lupa posisimu dasar!"Ucap dari Andromeda dia ternyata masih marah dengan Rion.
Karena Andromeda menganggapnya seorang teman sejati, namanya teman sejati ya tak boleh saling bertengkar, harus saling setia.
"Maafkan aku Andromeda, aku yang salah memaksamu untuk dekat dengan adikku."
Ucap dari Rion sambil memelas agar teman masa kecilnya itu mau memaafkannya.
"Kenapa kau tiba-tiba meminta maaf, aku tidak percaya padamu."Ucap dari Andromeda.
"Dengarkan, saat kau pulang dari bermain golf , banyak preman itu adalah anak buah Diego,"ucap Rion pada Andromeda dan tertunduk setelahnya.
"Aku sudah tahu,kenapa kau memberi tahuku"
Ujar dari Andromeda kepada Rion yang makin sebal.
"Hiks...hiks..hiks."Rion pun menangis karena dia mengingat adik kembarannya.
"Aku sudah bilang, tidak suka, aku hanya bisa menganggapnya adikku sendiri, dia itu selalu merengek mau gimana lagi."Ucap dari tuan muda Andromeda.
"Kalau begitu, maafkan aku ya kita berteman lagi, benar Putih kita berdua ini buang-buang waktu untuk pertengkaran ini."Permintaan maaf Rion kepada Andromeda .
"Baiklah, kau ini seperti anak gadis yang suka sekali merajuk."Ucap dari tuan Andromeda sambil tersenyum dan mereka berdua pun sudah berteman lagi.
"Begitulah bagus..."Ucap Daniel kepada mereka sambil memandang Andromeda dan Rion yang kembali menjalin pertemanan.
Berteman itu harus saling percaya dan tidak boleh berbohong.
Dan jangan membaca sesuatu separuh saja baca ,tiap bab biar paham dan sinkron agar tidak terjadi salah paham, seperti kejadian Rion dan Andromeda ini hanya karena salah paham, mereka tak berteman bertahun-tahun bak air dan minyak, maka itu adalah hal yang tidak baik.
Mereka bertiga menonton TV bersama Rion , Daniel ,dan Andromeda, mereka bertiga sudah berbaikkan lagi dan bersahabat, benang kusut diantara mereka bertiga sudah terpecahkan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Aku sekarang duduk di bangku taman Rumah Sakit, dan melihat langit yang sangat cerah sekali, bulan purnama ini sangat indah. Dan betapa damainya hidup kita jika terjalin dan harmonis satu sama lain ,seperti nada dari do sampai si, dan seterusnya lah, mereka saling berkesinambungan .
🍁🍁🍁🍁🍁
Waktu pun cepat bergulir dan sekarang sudah pagi hari, aku meninggalkan Daniel, Rion dan Andromeda menuju Sekolahan karena mereka masih tidur, aku harus menyelesaikan MOS, untuk hari ini.
"Selamat pagi kak, hari ini terahir MOS." Ucap dari Lina ,aku melihat name tagnya.
"Iya dik, kita perlu mengisi formulir eskul dan meminta tanda tangan ke semua anggota OSIS,serta semua siswa."Ucap dariku untuk Lina adik kelasku.
Kami hari sangat antusias karena memang tiap tahun akan ada penerimaan siswa baru.
Dan terus menerus seperti ini, para anggota OSIS pun sangat antusias, hari ini banyak siswa-siswi mendaftar ekstrakulikuler, dan seperti biasa aku memegang untuk siswa yang mendaftar kelas judo, banyak juga yang mendaftar ekskul basket, sepak bola, voli, musik, dan mereka sangat semangat hari ini.
Setelah beberapa jam berlalu kami istirahat karena sekarang menunjukkan pukul, 13.00 wib, maka kami istirahat makan siang, dan masih banyak adik kelas yang meminta tanda tangan pada kami, mereka adalah calon tunas bangsa ,dari berbagai suku, adat, daerah, dan bahasa mereka juga berbeda namun mereka punya satu Bahasa Nasional yaitu Indonesia.
Semangat Negeriku , Novel pertamaku untuk Negeriku, Bhineka Tunggal Ika, walaupun dia berbeda-beda namun tetap satu jua, kalian harus semangat untuk berkarya dalam dunia literasi anggaplah karyamu adalah sahabat, karena pasti Ilmu yang bermanfaat bisa jadi penyelamat untuk Dunia dan Akhirat kelak ya para reader semua makasih 🤗.
Bersambung...
"Bunga mawar dapat menjadi temanku dan seorang sahabat bisa menjadi duniaku."
"Persahabatan itu sebening kaca sekali rusak dan pecah tak bisa di perbaiki."
"Butuh banyak keberanian untuk membela musuh, tapi akan lebih banyak lagi untuk membela seorang sahabat kamu."
~Anonim~