
Flash Back
Beberapa tahun yang lalu Dokter Sharon dan Dokter Andrea, yang masih muda itu ternyata mempunyai sejarah romansa yang sangat hot dan hangat, mereka adalah sepasang kekasih waktu itu,mereka adalah teman kuliah di Oxford University.
Dokter Andrea muda sangat tampan apalagi dengan Dokter Sharon,sangat cantik jelita dan seperti buah Peach yang ranum segar di gigit buah Peach akan berbunyi...
"Krrrkkkk."Bunyi suara buah Peach jika di gigit dan juga buah Peach kaya akan kandungan Vit C, Vitamin A, Potasium, Niacin, Vitamin E, dan juga Vitamin K, Mangan, Protein ,dan Kalori.
Manfaatnya adalah, menjaga kesehatan yaitu kesehatan jantung, membasmi kolesterol, dan mendukung bakteri di pencernaan, mengatasi sembelit, dan serta menecegah kanker kulit.
Ini adalah contoh gambar buah Peach
Sore ini seperti biasa pasangan muda lainnya Dokter Sharon juga Dokter Andrea sedang kencan mereka ini ternyata sudah berada di depan gang kampus mereka.
Yaitu Oxford University tepat nya berada di Negara Inggris.
Sedikit membahas tentang Universitas Oxford yang selalu menjadi para saingan utama dari berbagai Universitas, terutama dari University Cambridge yang menduduki peringkat kedua terbaik di dunia kedokteran saat ini.
Pelatihan kedokteran di Universitas yang sangat bergengsi setidaknya memakan , dan juga menelan banyak waktu dan juga biaya .
Dimana tiga tahun pertama mendapatkan gelar BA di dalam Ilmu Medis, dan sebelum akhirnya, juga mendapatkan gelar Sarjana Kedokteran, Sarjana Bedah.
Sore ini penampakan visual Dokter Sharon yang masih muda, sangat cantik dan elegan.
Dan di bawah ini ada gambar Visual Dokter Andrea yang masih fresh, maskulin ganteng dan juga hot, masih belum duda, dia adalah laki-laki berlabel bertata krama, sopan santun juga berbudi luhur, ingat bukan duda masih berlabel, polos, normal, sehat dan baik hati.
Hari ini nampaknya cuaca amat dingin dan juga sangat mencekam, karena di Negara Inggris ini adalah suatu Negara yang bisa di bilang paling kekurangan sinar matahari, dingin apalagi kalau sudah turun salju, jadi harus mengenakan baju tebal, dan hangat agar tidak Hipotermia.
Mereka pun sekarang sudah ada di sebuah tempat yang sakral, suci, pertemuan antara manusia semua buku-buku ilmu pengetahuan.
Tentu saja mereka berdua sekarang sudah ada di tempat duduk, saling berhadapan satu sama lainnya untuk belajar membaca juga mempelajari ilmu pengetahuan tentang kedokteran.
Ini adalah perpustakaannya, yang siapapun itu memandangnya maka kalian akan takjub, serta bertekuk lutut di hadapan sang Para Penguasa Lautan Ilmu Pengetahuan.
Pastinya kita tak akan bisa menyombongkan diri kita, karena Lautan Ilmu yang tanpa batas itu adalah, satu jendela untuk kita bisa meraih kesuksesan di dunia maupun di akhirat kelak.
Sekitar dua jam kemudian mereka nampak sudah bosan, karena menatap tulisan dan juga dalam keadaan hening maka mata akan terasa sangat mengantuk sekali.
Karena membaca adalah salah satu kegiatan yang agak monoton, maka banyak orang itu kurang berminat, tak itu saja jika membaca sering-sering maka mengakibatkan kita jadi mudah mengantuk.
Terlihat wajah Dokter Sharon yang agak marah karena Dokter Andrea benar-benar mengajaknya membaca tidak berkencan.
"Kenapa kau bilang begitu?"Tanya balik dari Dokter Andrea pada Dokter Sharon sambil membaca buku kesukaannya, tetap fokus.
"Bagaimana kalau kita itu memasak pasta, mau?" Tanya Dokter Sharon sambil menatap Dokter Andrea penuh intrik, dan dia sedikit menyeringai.
"Memang kenapa, kau sangat suka pasta?" Tanya Dokter Andrea pada Dokter Sharon sambil mengamati ekspresi wajah Dokter Sharon yang cantik jelita itu.
"Ayolah kita pergi ke apartemenku, aku ingin makan pasta, aku rasa kau sangat pandai memasakkannya untukku, mau kan?"Ajak dari Dokter Sharon pada kekasihnya yaitu Dokter Andrea saat itu.
"Baiklah, di luar kan hujan salju dingin sekali, dan kenapa kau tak memakai jaket dan baju tebal?"Ucap Dokter Andrea sangat penasaran kepada Dokter Sharon saat itu juga.
"Aku lupa."Ucap dari Dokter Sharon juga sambil tersenyum tipis ala gadis tengil dan centil.
Padahal dalam batin Dokter Sharon berharap Dokter Andrea akan memeluknya jadi ,Dokter Sharon tidak membutuhkan jaket lagi.
Yang ia butuhkan jaket hidup dari kekasihnya.
"Bagaimana?, kita makan pasta lagipula aku punya red wine kesukaanmu dan aku simpan di lemari dekat apartemenku, mau tidak?" Tanya Dokter Sharon pada Dokter Andrea dengan nada menggoda .
Dan sangat centil dan menggemaskan, pipi Dokter Sharon memerah seperti rona dari bunga mawar merah.
"Hei, kenapa pipimu memerah?"Tanya Dokter Andrea heran kenapa Dokter Sharon yang polos berbeda dengan biasanya.
Sekarang dia sedang berhalusinasi karena tersihir oleh ketampanan,serta kemaskulinan Dokter Andrea.
Apalagi di tambah ,sifat Dokter Andrea yang dingin, cuek , dan membuat luluh hati Dokter Sharon.
Namun Dokter Andrea masih belum tersadar karena ,gadis yang ada di depannya sedang mabuk kepayang.
Walau dia tak meminum setetes red wine sekalipun, hanya menatap wajah dari Dokter muda yang yang cuek serta ganteng ini .
Bisa membuat jantungnya berdetak kencang tak menenentu, darah mengalir lebih cepat, serta hatinya berdesir."Siiirrrrrrr wrrrrr"
"Dasar pria gila, kurang apa aku? kenapa dia lamban dan tak pekah sama sekali?"Ucap dari Dokter Sharon namun dalam lubuk hatinya yang paling paling terdalam.
"Bagaimana ini?, benar- benar aku harus punya akal nich biar dia patuh padaku." Ucap Dokter Sharon namun dalam hatinya saat ini.
"Dia pandai, dan berwawasan luas, baik hati kaya,dan juga polos sekali."Ucap dari Dokter Sharon dalam hatinya lagi.
Membatin, sebal karena cewek cantik dan sexy sedang di anggurin nich.
"Hei.. apakah kau akan membaca semua buku di sini, dan akan menginap sekalian?" Tanya Dokter Sharon dengan sebal sekali , karena Dokter Andrea tetap saja fokus membaca.
"Ayolah, kenapa kau pria sangat dingin, sama seperti hawa dingin salju yang turun ini hm." Gumam Dokter Sharon semakin sebal pada Dokter Andrea, lalu dia menyilangkan kedua tangannya.
Bersambung...