The Power Of Ice Girl

The Power Of Ice Girl
BAB 64 "Gadis itu"



Pada malam hari ini ,saat Aku menunggu toko ada seseorang yang mengirimiku pesan,ke dalam ponselku bahwa untuk mengantarkan beberapa daftar belanjaan pada alamat yang tertera di ponselku itu.


Akupun segera mengambil semua pesanan yang ada dalam daftar tersebut.Setelahnya aku memasukkan kedalam kantong beserta notanya.


Kebetulan Bibiku yang sedang mengirimiku makanan di toko,jadi Aku bisa meninggalkan toko,untuk mengirimkan barang pesanan pelanggan itu.


"Bi,Aku berangkat mengirim pesanan dulu cuma sebentar!"Kataku kepada Bibiku sambil berpamitan dan mengambil sepedaku.


"Iya ,hati-hati!"Kata Bibiku.


Akupun membaca dengan seksama alamat yang tertera pada ponselku.Aku pun memulai mengayuh sepedaku karena alamat ini tidak terlalu jauh dari tokoku.


Saat aku mencari alamat pelanggan tersebut ternyata ada seorang gadis,sedang di pukuli seorang pria di tengah jalan.


Akupun menepikan sepedaku dan mendekati gadis tersebut.Dia merintih kesakitan juga meneteskan air mata saat di pukuli seorang pria dan dia tidak membalasnya.


"Hei,apa yang kau lakukan?,dia kan cuma seorang gadis,apakah pantas seorang pria memukuli gadis di tengah jalan?"Kataku kepada pria tersebut.


Namun pria itu tak menghiraukanku ,tetap menendangi dan memukul gadis itu,walaupun tampaknya gadis itu sudah babak belur.


Akupun yang geram langsung melayangkan tinjuku kepada pria tersebut.Dan kutendang beberapa kali agar dia berhenti melakukan tindakan gilanya tersebut.


"Hei,urus saja urusanmu jangan ikut campur urusan orang lain!"Kata pria itu akan melawan balik ,dia pun siap mengambil ancang-ancang untuk memukulku.


"Oh,kau mau memukulku ternyata, baiklah ayo kita selesaikan!"Kataku kepada pria tersebut.


Belum sempat kami saling memukul ternyata ada mobil Polisi sedang berpatroli, seketika pria tersebut pergi ketakutan,karena mungkin dia takut di tangkap Polisi.


Dan meninggalkan kami.Padahal mobil Polisi itu tidak menghampiri kami namun memutar kemudi di depan gang lainnya.


Akupun mendekati gadis itu dan ternyata aku pernah melihat gadis ini,namun aku sudah lupa dimana.


"Hei,apakah kita pernah bertemu?" Tanyaku sambil mendekat dan memberikan jaketku kepadanya karena dia nampak kedinginan.


Dan dia pun mendongakkan wajahnya yang tertunduk itu,seketika aku mengenalinya.


"Apakah Kau ,gadis tempo hari yang ada di balapan itu?" Tanyaku padanya, mengamati tubuhnya yang sudah babak belur karena di hajar seorang pria.


"Iya,hiks..hiks...hu...hu...!"Suara tangis gadis itu,akupun menariknya agar duduk menepi di jalan.


"Siapa pria itu,kenapa kau mau dipukulinya?"


Tanyaku kepada gadis ini sambil mengamati luka di sekujur tubuhnya memang nampak membuat dia kesakitan.


Namun dia tak menjawab pertanyaanku dan memilih tetap diam.


"Baiklah jika kau tak mau menjawab,aku akan mengantarmu ke rumahmu ,dimana rumahmu itu?" Tanyaku pada gadis yang tepatnya berada di depanku saat ini.


"Jika tak mau menjawab setidaknya tunjukan jari telunjukmu ke arah rumahmu!"Namun ia memilih tetap diam.


"Ya sudah ,tunggu disini aku akan kembali beberapa saat,karena aku akan mengirimkan pesanan pelanggan terlebih dahulu!"Kataku sambil meninggalkannya ditepi jalan.


Akupun mengayuh sepedaku sambil melihat alamat yang ada di ponselku,ternyata alamat tersebut ada di depan gang beberapa blok lagi.


Akupun mengayuh lagi sepedaku dengan cepat sesampainya di depan rumah itu aku mengetuk pintu.


Tok...tok...tok...


tidak ada yang membukakan pintu , aku pun mengulanginya sampai 3x ,namun tetap tidak ada balasan.


Akhirnya kuputuskan untuk menelepon nomer orang yang menghubungiku lewat ponsel tadi, kriiiing....kriiing....kriiing...tak ada jawaban sama sekali.


Akupun curiga apakah ini ada seseorang yang sedang menjahiliku,ataukah ini hanya sebuah konspirasi,dan atau juga bisa ada hal lainnya.


Aku memutuskan untuk kembali ke gadis tadi yang di pukuli oleh seorang pria, Aku ingin membantunya nampaknya gadis tadi sedang putus asa.


Dan memang dia tetap diam di tempat itu


Saat aku akan memesan taxi ,aku pun ingin mengantar gadis ini ke Rumah Sakit,Aku kira dia membutuhkan perawatan.


Ternyata seorang pria mengendarai mobil bewarna abu-abu menghampiriku.


"Sedang apa kau disini,Put?"Tanya Seorang pria tersebut,dan aku menoleh ke arahnya.


Diapun menggerakkan beberapa kali kelopak matanya dan mulai berbicara kepadaku.


"Hei,bukannya Aku tidak mau,Kau tahu aku tidak suka mobilku di naiki orang lain!"Kata Rion,namun aku tak menghiraukannya dan membuka pintu mobil, mengajak gadis tersebut masuk ke dalam mobil Rion.


Serta memasukkan sepeda dan belanjaan orang yang iseng kepadaku tadi.


"Baiklah mana kuncinya? biar aku saja yang mengendarainya,kau duduk di sampingku!"


Kataku kepada Rion ,kemudian kuncinya di berikan kepadaku .


Rion duduk di sampingku sambil menyeka beberapa tisu basah di tanganya.


Dan raut wajah yang masam,sebenarnya dia tak ingin membantuku.


Ku masukkan kunci, kuputar gagang kemudi


dan kutancapkan gas menuju Rumah Sakit terdekat ,ternyata ada Sebuah Rumah Sakit besar bernama Jupiter Hospital .


Akupun menghentikan mobil di parkiran ,dan pergi menuju Rumah Sakit meminta bantuan kepada perawat ,agar membantu membawa gadis ini masuk kedalam ruang perawatan.


Aku lihat banyak para Dokter berlalu-lalang,


dan seorang Dokter wanita menghampiriku dan menepuk pundakku.


"Hai,selamat malam gadis kecil Kita bertemu lagi!"Dokter itu ternyata Dokter Sharon


"Selamat malam Dokter Sharon! ,apa yang harus kulakukan? temanku ini sedang butuh perawatan tolong periksa Dia secepatnya Aku mohon ya!"Kataku kepada Dokter Sharon,dan pergi meninggalkannya menuju tempat administrasi.


Setelah selesai melakukan administrasi aku melihat Dokter Sharon memeriksa gadis tersebut.


"Bagaimana Dokter?" Tanyaku kepada Dokter Sharon akupun sangat khawatir.


"Ehm... temanmu ini..sini kau mendekatlah kepadaku!" Tanya dari Dokter Sharon sambil menarik lenganku.Dan kami menjauh darinya.


"Dengar ,apakah benar Dia temanmu?" Tanya dari Dokter Sharon.


"Sebenarnya Aku menemukannya di jalan tadi sedang di pukuli pria, dan Aku membawanya kesini takut terjadi hal yang tidak di inginkan!"


Kataku kepada Dokter Sharon dan mengamati ponselku .


"Dengarkan baik-baik, jadi kau tidak terlalu mengenalnya?" Ujar Dokter Sharon kepadaku.


"Iya, tapi aku sangat tersentuh, bagaimana keadaanya Dokter?" Tanyaku kepada Dokter Sharon sambil memegangi tanganya.


Dokter Sharon tersenyum kapadaku dengan sangat manis sekali,bak seperti senyuman bidadari yang turun dari kahyangan .


"Pantas saja , berandal tengik mengejarmu!"


Kata Dokter Sharon kepadaku.


"Ayolah jangan bicarakan anak itu sekarang!"


Kataku kepada Dokter Sharon.


"Baiklah oh ya gadis kecil ,anak itu aku lihat membutuhkan perawatan beberapa hari dan ada berita besar, gadis yang kau bawa tadi sedang hamil satu bulan!"Kata Dokter Sharon padaku.


"Apakah dia sudah menikah?" Tanya Dokter Sharon kepadaku.


Aku mendengar kata-kata Dokter Sharon pun terkejuy bukan main. Sangat kacau balau dan bagaimana seorang gadis muda seumuranku sedang hamil dan di pukuli pria hingga babak belur di tengah jalan.


"Tapi Dokter, tadi Dia di pukuli seorang pria apakah tidak apa-apa dengan bayinya itu?"


Kataku kepada Dokter Sharon.


"Aku kira tidak apa-apa,namun masalahnya Dia masih anak di bawah umur,dengan usia sepertinya Aku rasa belum saatnya Dia siap menjadi seorang Ibu!" Kata Dokter Sharon padaku sambil menatap ke arah luar Rumah Sakit.


Akupun ,merasa tulangku ini menjadi lunak mendengar kata-kata Dokter Sharon.


"Ya,Tuhan kenapa hidup ini seperti bola yang sedang kusut?"Dalam hati sambil tersenyum kecut.


Bersambung...