
Hemophobia adalah rasa takut yang sangat berlebihan terhadap darah baik darah mereka sendiri, orang lain ,binatang, bahkan dalam bentuk gambar sekalipun.
Gejala Phobia darah merupakan salah satu jenis gangguan mental,biasanya orang yang memiliki phobia darah juga phobia jarum suntik.
Saat melihat dan memikirkan yang berkaitan dengan darah,penderita dapat menunjukkan gejala,badan gemetaran,berkeringat,cemas panik berlebihan,tubuh terasa lemas,jantung berdetak cepat,nafas terasa berat,nyeri dada,
mual,dan pingsan.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk memiliki phobia darah itu .
Faktor keturunan,riwayat trauma psikologis,
seperti pernah mengalami kecelakaan hebat.
Terapi rileksasi seperti Meditasi terapi ini bertujuan mengatasi stres,cemas dan gejala lainnya.
Penggunaan obat-obatan,beberapa jenis obat dokter untuk mengatasi cemas dan juga obat penenang.
Terapi pemaparan diri(Desensization),terapi ini akan dilakukan jika pasien menunjukkan perbaikkan gejala saat melihat darah,pasien akan di tes dengan melihat darah beberapa kali dan diharapkan rasa cemas dan takut secara bertahap.
🍁🍁🍁🍁🍁
Lanjut dengan cerita,
Matahari mulai memancarkan sinarnya dari balik tirai kamar ini,aku yang segera bangun dan menggosok-gosokkan tanganku pada kelopak mataku,"apakah masih ada sisa mimpi indah semalam?"Kataku dalam hati.
Kudekati tirai kamar ini dan ku gesek sampai terbuka hingga sinar mentari yang hangat itu menerpa tubuhku, terasa silau dan hangat.
Pemandangan di luar dari kamar ini,sangat indah pepohonan bewarna kuning dan jingga yang di terpa sinarnya menimbulkan siluet seperti berada di lukisan yang berbingkai .
Ada beberapa pelayan Andromeda sibuk membersihkan taman,dan ada juga yang sedang berlalu lalang,dari sini aku melihat banyak kegiatan yang di lakukan sepagi ini.
"Selamat pagi nona,kau sudah bangun?"Kata Andromeda.
"Iya,kenapa pagi-pagi sekali kau sudah rapi memakai seragamu?"Tanya Putih kepada Andromeda.
"Tentu saja,aku juga sudah menyuruh pelayan menyiapkan sarapan kita,cepat mandilah!"
Kata Andromeda dengan tersenyum manis.
Senyumnya sangat manis, seperti es krim yang mencair.Hari ini dia tidak memakai jaket warna merah , namun dia mengenakan jaket jeans berwarna navy dan seragam Elitenya yang elegan.
Suatu kehormatan bagiku bertemu pria yang seperti ini.Akupun mengamatinya, teringat ayahku seperti berdiri di depanku.
"Hei jangan melamun,cepat mandi aku akan mengantarmu kesekolah."Kata Andromeda kepadaku memecah ingatanku yang sedang memikirkan ayahku.
"Baiklah kau tunggu di bawah!"Kataku pada Andromeda.
"Siap, tuan putri."Kata Andromeda sambil keluar kamarku.
Aku masuk kedalam kamar mandi, berlanjut membersihkan badanku, setelah beberapa menit aku mengganti perban kakiku. Agar tidak terjadi infeksi.
Aku, menuruni tangga menuju meja makan itu, saat ini sudah terhidang menu sarapan lengkap beserta susu putih hangat segar.
"Ayoo cepat kita sarapan dulu, baru kita berangkat!" Ujar dari Andromeda.
"Iya aku tahu,apakah nanti siang kau akan menjemputku lagi?"Kataku pada Andromeda.
"Kenapa kau,mau ku ajak jalan-jalan?" Tanya Andromeda kepadaku.
"Tidak, oh ya sebaiknya nanti siang tak usah menjemputku, aku ada urusan, besok boleh menjemputku lagi hmmm!" Ucapku padanya dengan memohon .
"Hei , gadis lamban ,mau pergi kemana, apa aku tidak boleh ikut?"Tanyanya dengan penasaran.
"Aku ada urusan yang penting, kau tak usah ikut."Kataku meyakinkannya sambil memakan sarapanku.
"Kau tidak melakukan hal yang berbahaya kan?"Tanya Andromeda lagi kepadaku.
"Tentu saja tidak,mana ada gadis kecil seperti aku melakukan tindakan berbahaya."Kataku meyakinkannya lagi.
"Satu hal lagi, bisakah kau duduk berjauhan saja dengan Rion aku tak mau kau mengobrol dekat denganya!" Ucap Andromeda dengan ekspresi khawatir.
"Ehm...tapi di kelas bangku yang kosong hanya ada di sampingku."Kataku kepadanya.
"Lagi pula,walaupun Rion ada di sebelahku tidak mengubah segalanya."Kataku kepada Andromeda supaya dia tidak khawatir.
"Maksudmu,kau adalah pacarku."Kata tuan muda ini kepadaku sambil tersenyum penuh kemenangan.
"Iya."Aku mengangguk padahal aku tidak ingin dia tahu rencanaku sebenarnya.
"Terserah kau tapi jangan dekat denganya!"
Kata Andromeda, ia mengunyah sarapannya.
Setelah menghabiskan sarapan kami,kamipun berangkat menuju ke Sekolah,sesampainya di depan pintu gerbang Andromeda memutar balik kemudinya lalu menuju ke Sekolahan Elitenya itu.
Aku berjalan dari gerbang menuju kelasku serta kulihat tampak Angel dan para anggota geng membersihkan taman Sekolah dengan sangat antusias.
Mungkin karena dia takut videonya kusebar luaskan.
Sebenarnya aku tak bermaksud sama sekali menyebarkannya, karena aku ingin Angel bisa belajar menghargai siswa lainya, meskipun anak yang di rundungnya anak yatim piatu .
Namun jika aku tidak mempunyai bukti maka dia akan kembali meraja lela,dan merundung teman lainya .
Akupun berpura-pura berjalan di dekatnya dan tak sengaja menginjak kaki Angel .
"Sialan... kau ...kenapa kau kemari?"Kata Angel sambil berdiri dan menepuk-nepuk tanganya karena kotor.
"Oh baguslah,kalau kau sudah agak sadar."
Kataku sambil membenahi baju Angel yang berantakan.
"Ingat !aku ingin taman ini bersih setiap saat ok!"Kataku pada Angel sambil tersenyum.
"Hei... apa yang kau maksud?Apa kau mau menyiksa kami?"Kata Angel protes karena tak mau membersihkannya setiap hari.
"Berapa orang yang sudah kau palak?,dan kau rundung,ayolah Angel ini adalah wujud cinta kasihku kepada sesama teman,apakah kau menolak kebaikanku?"Kataku kepada Angel sambil menahan tawa karena melihat ekspresi wajahnya yang lucu.
"Sialan kau!" Angel sambil mengacungkan jari tengahnya kepadaku.
Akupun pergi tak menghiraukannya dalam hatiku sebenarnya tertawa terbahak-bahak.
Ternyata di dalam kelas semua temanku sudah berkumpul,dan mereka mengobrol satu sama lainnya.
Anggara yang tadinya mengobrol dengan siswi perempuan menghampiriku.
"Hei kau kemarin dari mana?aku lihat kakak ipar marah kepadamu apa kau bertengkar denganya?"Kata Anggara sangat penasaran.
"Aku tak bertengkar denganya,hanya saja dia memperagakan gerakan menendang bola dari kapten tsubatsa,dan mendalami karakternya!"
Jawabku kepada Anggara dan tersenyum.
"Benarkah,tapi kenapa aku merasa dia sangat marah kepadamu,tak biasanya dia bersifat seperti itu,aku kira kau akan takut jika kakak ipar memarahimu?"Kata Anggara telihat ekspresinya bingung .
"Sudahlah,tidak apa-apa aku tidak bertengkar dengan Andromeda kau bisa kembali lagi ke bangkumu."Kataku pada Anggara agar ia tak menggangguku lagi.
"Oh ya kau tahu Daniel dimana?,apakah dia belum datang?" Tanyaku kepada Anggara.
"Aku lihat dia tadi pergi kedepan bersama Rion dan Erick!" Anggara sambil mengunyah permen karetnya.
"Benarkah,kalau begitu aku akan mencarinya." Ucapku lirih pada Anggara sambil mengamati sekeliling ,dan aku pun mulai mencari Daniel.
Bersambung....
Cerita ini hanya karya fiksi dan juga imaginer author mohon maaf jika ada kesalahan dan juga kesamaan tokoh, nama ,setting dan juga hal lain-lainnya juga harap bijaksana dalam membaca ya para reader.